Anak Cemburu Dengan Kehadiran Adik Barunya, Sibling Rivalry

Kiat Mengatasi Anak Cemburu Karena Punya Adik Baru (Sibling Rivalry)

Setiap orang tua pasti menginginkan anaknya rukun, akur terus, tapi ada saja penyebab buah hati kita berselisih. Konflik sibling rivalry ini sifatnya khas, tidak dipicu oleh orang tua atau pengasuhnya. Penyebabnya bisa beragam seperti: memperebutkan mainan atau barang lainnya, waktu atau perhatian orang tua, memperebutkan teman dan kedudukan tertentu.

Seberapa sering terjadinya konflik dan besar kecilnya konflik dipengaruhi oleh beberapa hal seperti: sifat/kepribadian anak, umur anak, perbedaan usia antara anak satu dengan anak lainnya dan cara orang tua menangani konflik sebelumnya.

Sepertinya keadaan ini semakin berkurang seiring dengan bertambahnya usia anak. Anak yang lebih muda cenderung lebih dominan atau kompetitif. Juga, semakin dekat perbedaan usia anak konfliknya juga cenderung lebih sering/besar.

Sibling rivalry adalah kejadian yang sering dialami. Kadang orang tua menganggapnya kurang serius dan baru menyadari setelah lahirnya bayi baru. Cepat atau lambat akan muncul konflik yang tidak saja akan membuat kita repot tapi tidak baik untuk hubungan kedua anak kelak.

Kiat mengatasi anak cemburu karena punya adik baru.

Sibling rivalry adalah bagian dari perkembangan hubungan sosial dan emosional anak sehingga penting untuk mengelolanya dengan baik.

Ada beberapa pendekatan yang bisa ayah dan ibu lakukan. Bisa kita rencanakan dan mulai jauh hari sebelum buah hati baru lahir.

Munculnya kecemburuan pada kakak bisa kita kenali dari ciri-ciri berikut:

– Marah tanpa sebab yang jelas.

– Melempar atau membuang mainannya.

– Menunjukkan sikap tidak suka kepada adiknya.

– Bisa sampai memukul atau mendorong adiknya.

Sebenarnya ini adalah perilaku yang bisa dimaklumi karena dengan lahirnya anggota keluarga baru, dia seperti terabaikan dan semua perhatian kita tercurah untuk buah hati baru.

Berikut ini beberapa cara yang agar si kakak bisa menerima kehadiran adiknya.

1. Mengenalkan adiknya sejak masih dalam kandungan.

Ini bisa dilakukan dengan mengelus perut ibu, bicara dengan adiknya dan merasakan gerakan adik. Ajak kakak dan libatkan dia saat ibu ‘berbicara’ dengan adiknya yang ada dalam kandungan. Tumbuhkan kesadaran kalau dia bagian penting dan tak terpisahkan dari hadirnya bayi baru.

2. Menirukan melalui bonekanya.

Ini bisa dilakukan dengan menirukan bagaimana seharusnya bersikap dan berhubungan dengan adiknya. Bagaimana adiknya menyanyangi dia, dan bagaimana kakak juga menyanyangi adiknya.

Anak masih memiliki pemahaman yang sederhana sehingga menyampaikannya melalui mainannya akan lebih mudah dia mengerti.

3. Membaca buku (berisi) tentang betapa menyenangkannya memiliki saudara.

Membaca buku bersama anak adalah salah satu cara bonding yang bisa kita manfaatkan untuk mempersiapkan kakak menyambut adik barunya. Kesempatan ini bisa kita manfaatkan juga untuk memberikan kesempatan kepada anak untuk mengekspresikan pendapatnya, keinginannya, kesukaannya, dll.

4. Nonton Daniel Tiger’s Neighbourhood

Ini adalah video yang bisa kita temukan di youtube, bercerita tentang keluarga Daniel dan bagaimana sang Ayah berusaha adil kepada kedua anaknya. Di beberapa video bisa kita temukan bagaimana sang Ayah mencoba menjelaskan ke Daniel (kakak) untuk menerima dan bermain dengan adiknya.

Ajaklah anak menonton bersama dan jelaskan kenapa memiliki saudara akan lebih menyenangkan. Dan dengan menonton ini, anak bisa belajar kosakata baru bahasa Inggris.

5. Ikut memilihkan pakaian untuk adiknya.

Ajaklah kakak memilih pakaiannya sendiri dan pakaian adiknya yang kira-kira akan mirip atau serasi. Ini akan membuat kakak merasa terlibat dan senang karena memilih pakaian yang dia pilih sendiri.

Ini bisa kita lakukan juga saat memilihkan perlengkapan atau mainan untuk adik. Berikan pujian bahwa kita bangga dia sudah memilihkan pakaian untuk adiknya.

6. Luangkan waktu jalan-jalan berdua dengan kakak, pertahankan rutinitas.

Rencanakan berjalan berdua dengan kakak seperti ke Indomaret, ke mall, keliling kota, dll. Hal ini untuk menunjukkan bahwa dia masih penting bagi kita. Anak bisa merasa diabaikan dan cara ini akan meyakinkan dia bahwa sayang kita kepada dia tidak berubah dengan hadirnya adiknya.

7. Berikan tugas khusus untuk membantu adiknya.

Hal-hal kecil seperti membantu mengambilkan popok adiknya, membantu membersihkan kaki adiknya, memberikan bedak, dll bisa sangat berarti baginya bahwa dia ‘penting’ dan bisa diandalkan.

8. Hadiah dari adik untuk kakak.

Hal ini bisa kita terapkan untuk anak yang tidak jauh berbeda umurnya. Siapkan hadiah saat bayi lahir dan berikan ke kakak sebagai pemberian dari adik karena adiknya merasa senang memilikinya sebagai kakak.

9. Alihkan perhatian.

Saat dia kesal atau menunjukkan rasa tidak sukanya terhadap adiknya, alihkan perhatiannya. Anak-anak memiliki perhatian yang gampang teralihkan. Ajak bicara, tanyakan dan dengarkan apa keinginannya. Sampaikan dengan jelas dan suara yang tenang.

10. Berlaku adik dan bijak.

Karena lebih tua bukan berarti kakak salah terus atau kakak harus mengalah. Berlaku adillah. Kalau adik merebut mainan kakaknya, ajak kakak untuk berbagi dan minta izinnya untuk menggunakan mainannya. Setelah kita bujuk/jelaskan biasanya anak akan melunak sendiri.

Jika adik memaksa untuk merebut mainan kakaknya (karena takut dia akan merusaknya misalnya), alihkan perhatian adik dengan memberinya mainan lain.

Selain poin-poin di atas, ada hal-hal yang sebaiknya dihindari saat menghadapi sibling rivalry:

– Hindari membanding-bandingkan anak dengan anak lainnya atau dengan temannya. Seolah-olah saudaranya atau temannya lebih baik. Anak bisa merasa tersisih, tidak disayang.

– Hindari memecahkan perselisihan anak dengan memberikan kebebasan masing-masing anak, misalnya karena rebutan main HP anak diberikan masing-masing HP untuk main sendiri-sendiri. Ini tidak baik karena akan menghilangkan kemampuan anak untuk bekerja sama dengan baik, kemampuan bernegosiasi dan memecahkan masalah.

– Lebih dekat dengan satu anak tidak apa-apa, tapi jangan itu membuat ayah dan ibu bersikap tidak adil terhadap anak lainnya. Ini tidak baik karena akan memicu rasa cemburu dan benci.

Nah, itulah beberapa tips yang bisa kita pakai agar kehadiran anggota keluarga baru bisa diterima dengan baik oleh kakaknya. Yang jelas, berikan waktu kepada kakak untuk beradaptasi untuk mulai menerima kehadiran adiknya.

Bagaimana dengan Anda, apakah pernah mengalami kondisi sibling rivalry ini?


Cek tulisan terbaru.
Lihat tips dan topik lainnya.

Bantu ayah dan ibu lainnya dengan share tulisan ini ke Facebook dan WhatsApp.