Agar Bayi Belajar Jalannya Lebih Cepat, Jangan Pakaikan Sepatunya

Agar Bayi Belajar Jalannya Lebih Cepat, Jangan Pakaikan Sepatunya

Sepatu adalah salah satu perlengkapan bayi yang populer dan menjadi kebutuhan yang dianggap cukup penting. Sepatu melindungi bayi dari kotoran dan benda berbahaya, menunjang penampilan bayi terutama saat dibawa ke tempat publik dan.. dengan menggunakan sepatu, kaos kaki bayi tidak akan sering terlepas.

Semua ibu menginginkan bayinya tampil cantik (fashionable). Di pasaran ada beragam model, warna dan brand (merk) sepatu bayi yang bisa kita pilih. Dengan semakin mudahnya berbelanja online baik melalui toko online atau instagram, memperoleh sepatu yang moms inginkan tentu tidaklah sulit. Menyalurkan obsesi kita terhadap fashion ke buah hati tentu akan sangat menyenangkan.

Tapi tunggu dulu, bukankah bayi saat ini masih dalam masa perkembangan dan pertumbuhan? Apakah penggunaan sepatu tidak akan mengganggu pertumbuhannya?

Kalau mengganggu, kapan bayi mulai bisa menggunakan sepatunya? Jenis sepatu apa yang sebaiknya bayi gunakan? Apa pengaruh negatifnya apabila bayi (yang masih dalam masa pertumbuhan tersebut) menggunakan sepatu? Dan pertanyaan yang sering muncul adalah..

Penggunaan sepatu saat bayi mulai belajar berjalan.

Beragam pendapat yang kita dengar mungkin akan membuat kita bingung. Mudah-mudahan melalui tulisan ini moms akan mendapatkan pencerahan.

Sebelum bayi bisa berjalan, sepatu hanyalah aksesori atau perlengkapan yang bersifat mempercantik, sebagai fashion. Pada usia tersebut bayi boleh-boleh saja menggunakan sepatu selama sepatunya fleksibel dan tidak sempit.

Memahami pertumbuhan tulang pada kaki bayi.

Bayi bukanlah versi kecil (miniatur) dari orang dewasa. Dia berbeda. Saat bayi lahir, kakinya belum memiliki tulang yang keras seperti yang kita miliki. Kaki bayi hanyalah kumpulan kartilago atau tulang rawan yang lunak yang belum mengalami osifikasi (pengerasan tulang). Dalam prosesnya selama beberapa tahun, tulang-tulang tersebut akan membentuk 26 tulang, yang baru terbentuk sempurna ketika anak mulai menginjak usia remaja.

Oleh karena kaki anak sangatlah fleksibel, penggunaan sepatu yang salah dapat mengganggu perkembangan bayi, termasuk saat ia mulai berjalan.

Penggunaan sepatu saat bayi mulai belajar berjalan.

Kaki adalah salah satu bagian tubuh manusia yang kompleks, terdiri dari 26 tulang, 33 jaringan sendi dan lebih dari 100 otot dan jaringan ikat (tendon dan ligamen).

Jaringan yang kompleks tersebut, yang masih bertumbuh dan berkembang digunakan bayi untuk belajar berjalan. Dengan menggunakan otot dan tulangnya, bayi belajar berjalan, merangkak, berguling dan bermain. Penggunaan sepatu diketahui bisa mempengaruhi cara bayi belajar berjalan sehingga penggunaannya sebaiknya dihindari.

Kenapa penggunaan sepatu dapat mempengaruhi perkembangan kaki bayi dan menghalanginya cepat belajar jalan?

Anak biasanya mulai belajar berjalan saat usianya antara 8 hingga 18 bulan (sekitar 1 tahun, berbeda-beda setiap anak). Di tahun-tahun pertama bayi, pertumbuhannya sangatlah pesat. Jaringan otaknya bertumbuh 3 kali lipat dari sebelumnya, berat badannya naik 3 kali lipat dari berat lahirnya. Pertumbuhan dan perkembangannya terjadi sangat pesat dan dalam waktu yang cukup singkat.

Di masa yang singkat tersebut bayi belajar banyak hal, termasuk berguling, duduk, merangkak, berdiri dan berjalan. Menurut ahli, bayi akan lebih cepat belajar semua hal tersebut apabila tidak ada bantuan atau keterlibatan benda lain.

Ada banyak alat atau perlengkapan bayi yang kita ketahui selama ini yang dapat membantu bayi berjalan, membantunya cepat berdiri dan duduk tapi ternyata alat-alat tersebut malah menghambatnya, baby walker misalnya (selain juga berbahaya karena resiko bayi terjatuh saat kereta nyangkut, meluncur, dll).

Alat-alat tersebut menghambat anak belajar memahami tubuhnya, menghalanginya mengetahui bagaimana menggunakan ototnya.

Misalnya, bayi yang duduk tanpa sandaran atau alat khusus akan menggunakan ototnya (otot punggung dan panggul) untuk membantu menopang dan menjaga keseimbangan tubuhnya. Saat ia duduk bersandar di kursi dia akan lebih banyak pasif dan tidak perlu berusaha menjaga keseimbangannya.

BACA JUGA: Ingin Sukses Menyusui, ASI Berlimpah Setiap Saat? Ketahui Hal-hal Ini

Kedengaran agak ‘tega’ sih tapi itulah yang diperlukan untuk membantu stimulasi bayi dan memicu perkembangannya dengan cepat.

Bayi yang menggunakan sepatu saat belajar berjalan akan sulit mengetahui otot apa yang digunakan untuk berjalan, selain itu, kata ahli, akan menghambat perkembangan otaknya.

Anak usia 1-3 tahun yang berjalan tanpa alas kaki, karena mendapat feedback langsung dari permukaan, akan cenderung berjalan tegak, kepalanya ke atas, tidak melihat ke bawah.

Anak ini akan cenderung memiliki postur yang baik, tidak bungkuk atau menunduk. Otot dan jaringan pada kakinya berkembang lebih baik, membuatnya lebih kuat dan lebih menyadari posisi dan keadaan di sekitarnya lebih baik (proprioseptif dan awareness).

Penggunaan sepatu dan perkembangan anak.

Anak belajar jalan tanpa memakai sepatu.

Dalam jurnal ahli podiatri (ahli penyakit kaki) disebutkan kalau penggunaan sepatu dapat menyebabkan perubahan fungsi dan struktur pada kaki. Ini terjadi pada penggunaan sepatu dimana kaki mengikuti ukuran dan bentuk sepatu.

Membiarkan kaki berkembang tanpa hambatan dan memilih sepatu yang didesain khusus untuk menjamin pertumbuhan kaki yang baik dan fungsional adalah pilihan bijak.

Sepatu yang kaku yang tidak didesain khusus untuk anak dapat menghambat anak belajar jalan dan bagaimana menggunakan kakinya. Dengan bebas bergerak ia akan cenderung aktif dan di kemudian hari juga akan cenderung lebih aktif dan menyukai aktivitas fisik.

Efek negatif penggunaan sepatu yang salah pada anak selain menghambat anak belajar jalan juga memicu terjadinya perubahan bentuk kaki (deformitas), kuku jari kaki yang tumbuh ke dalam (ingrown toenail atau biasa kita menyebutnya cantengan) dan kaki atlet (kutu air).

Menghambat anak belajar jalan bukan berarti penggunaan sepatu dilarang sepenuhnya.

Ya, kita tidak bisa memungkiri fakta kalau lingkungan di sekitar kita penuh dengan benda berbahaya, benda tajam, kotoran dan lainnya. Menggunakan alas kaki dapat menghindarkan buah hati dari beragam hal tersebut. Selain itu, tidak akan terlalu enak dipandang kalau buah hati dibawa ke pesta atau mall tanpa menggunakan alas kaki.

BACA JUGA: Makanan Yang Dikonsumsi Ibu Menyusui dan Pengaruhnya Terhadap ASI Dan Bayi

Beruntungnya, ada banyak tempat di mana buah hati bisa bermain, mengeksplore lingkungan tanpa alas kaki tanpa ada resiko terkena benda berbahaya atau menjadi kotor. Dan, kalau ingin memakai sepatu, tersedia sepatu yang baby-friendly yang bisa kita kita pilih.

Ada beberapa hal yang ibu bisa perhatikan terkait penggunaan sepatu pada bayi:

  • Utamakan fungsi ketimbang fashion. Tidak semua sepatu bayi yang cantik dan lucu cocok untuk buah hati. Kini terdapat banyak sepatu yang fungsional tapi tetap fashionable yang bisa mom pilih.
  • Bayi baru lahir umumnya cukup dipakaikan kaos kaki. Ada beragam kaos kaki bayi yang lucu yang akan membuat bayi terlihat cantik.
  • Pastikan model sepatu yang bayi pakai memiliki alas atau sol yang lunak/fleksibel. Hindari sepatu dengan sol keras. Pada bagian ujung jempol kaki ada cukup ruang untuk jari-jari kaki bebas bergerak. Ibu bisa mencari sepatu bayi belajar berjalan yang tersedia di pasaran yang memiliki alas yang fleksibel.
  • Siapkan rumah sebagai area bermain anak (playground). Bersihkan lantai, beri alas lantai yang lunak dan aman untuk bayi merangkak, berguling, berdiri dan berjalan.
  • Bisa mencoba bermain di luar atau outdoor tanpa menggunakan alas kaki. Di halaman belakang rumah, di pinggir pantai, tempat rekreasi, dll. Pilih permukaan yang aman dan baik untuk anak bermain. Ini mungkin pilihan yang baik karena ibu tidak perlu lagi mencuci sepatunya yang kotor atau menunggunya kering :).

Kapan sebaiknya anak dibelikan sepatu pertamanya?

Anak sebelum bisa berjalan dengan baik tidak memerlukan sepatu. Kalaupun ada mungkin hanya dipakai sesekali untuk acara khusus.

Memilih sepatu bayi yang baik.

Kalau ingin memakaikan sepatu pilih sepatu yang benar-benar baik untuk bayi. Bayi memiliki ukuran sepatu khusus. Pilih sepatu yang ringan dengan alas yang fleksibel dan tidak licin di permukaan bawahnya.

Kaki bayi sangatlah lembek sehingga jangan sampai memakaikan sepatu yang sempit dan tidak fleksibel karena kaki bayi bisa cedera.

Sepatu yang baik untuk bayi kurang lebih memiliki hal-hal berikut ini:

  • Ukurannya pas baik panjang maupun lebarnya.
  • Ruang untuk jempol kaki lapang.
  • Sol yang rata dan fleksibel, bisa di-bend.
  • Bagian depan sepatu lebih lebar dibandingkan bagian belakangnya, sesuai dengan kontur normal kaki.
  • Bagian belakang sepatu cukup kuat.
  • Terdapat strap atau tali sepatu untuk mencegah kaki bergeser di dalam sepatu.
  • Harga sepatu yang mahal tidak menjamin kalau sepatu tersebut cocok untuk buah hati. Begitupun lucu (cantik) atau tidaknya sepatu.
  • Penggunaan kaos kaki yang terlalu ketat juga harus hati-hati. Gunakan kaos kaki dengan ukuran yang pas. Saat ukuran sepatunya bertambah, mungkin dia membutuhkan juga kaos kaki yang lebih besar. Saat belajar jalan di rumah, biarkan dia berjalan tanpa memakai kaos kakinya. Saat udara dingin bunda bisa memakaikan kaos kakinya yang memiliki permukaan anti slip (kaos kaki yang ada titik-titik karet) di bawahnya.

Tapi sekali lagi, bayi tidak harus memakai sepatu sebelum ia bisa berjalan.

Masalah kaki pada bayi.

Sebagai tambahan, walaupun jarang terjadi perhatikan hal-hal berikut ini saat bayi mengalami hal ini:

  • Perubahan bentuk pada kaki atau bagian kaki (jempol).
  • Kuku tumbuh ke dalam yang menyebabkan nyeri.
  • Kaki kaku.
  • Anak mengeluh sakit saat berjalan atau nyeri pada salah satu kaki sehingga jalannya pincang.
  • Perubahan pada cara anak berjalan.
  • Kaki rata yang menyebabkan nyeri atau kesulitan bergerak.
  • Anak belum bisa berjalan setelah berusia 2 tahun.

Cek tulisan terbaru.
Lihat tips dan topik lainnya.

Bantu Moms dan Dads lainnya dengan share tulisan ini ke Facebook, Twitter dan WhatsApp.