Agar Melahirkan Dilalui Cepat. Persalinan Yang Cepat Juga Tidak Baik

Agar Melahirkan Dilalui Cepat. Resiko Persalinan Terlalu Cepat

Banyak faktor yang menentukan lama tidaknya proses persalinan seperti kekuatan kontraksi, bentuk pelvis (pinggul) ibu dan posisi bayi. Meskipun demikian ada beberapa hal yang bisa kita lakukan, hal-hal yang bisa kita kendalikan untuk meningkatkan kemungkinan proses melahirkan berlangsung lebih cepat.

Setiap wanita hamil pasti menginginkan persalinan yang cepat, lancar tanpa masalah dan bisa langsung bertemu dengan bayinya. Proses melahirkan yang lama tidak hanya akan membuat ibu kelelahan berlebih tapi juga akan meningkatkan resiko dilakukannya intervensi untuk mempercepat lahirnya bayi seperti induksi.

Untuk melahirkan lebih cepat sebaiknya Bunda mempersiapkan diri sejak sekarang dengan melakukan beberapa tips berikut ini.

Cara agar melahirkan cepat:

1. Tidur cukup.

Istirahat yang cukup sangat penting untuk ibu hamil. Sayangnya, saat hamil besar kita mungkin akan kesulitan untuk tidur. Cobalah berusaha tetap nyaman saat tidur dengan mencari posisi tidur yang pas. Bisa dengan tidur miring ke samping dengan menempatkan bantal di antara kaki dan bawah perut Bunda. Kalau Bunda suka tidur telentang, bisa menempatkan bantal tambahan di kepala untuk mengurangi kemungkinan terjadinya nyeri ulu hati.

Dengan waktu tidur yang cukup, menutup mata, mengistirahatkan tubuh, kita akan merasa lebih baik, lebih siap untuk menghadapi persalinan yang melelahkan secara fisik.

Menurut ahli, ibu yang tidur lebih dari 6 jam sehari kemungkinan untuk melahirkan lebih cepat akan lebih besar.

BACA JUGA: Beragam Cara Mengurangi Nyeri Melahirkan, Epidural Salah Satunya

2. Selalu aktif.

Dengan senantiasa aktif, rutin berolahraga, kita akan dapat menjalani persalinan dengan lebih mudah. Penelitian yang dilakukan menemukan bahwa ibu yang berolahraga 2 sampai 3 kali seminggu akan memiliki waktu melahirkan yang lebih singkat dibandingkan ibu yang menghabiskan waktunya di sofa.

Lakukan olahraga (sesuai yang direkomendasikan untuk ibu hamil) secara teratur. Bisa dengan berjalan selama 15 menit 3 kali seminggu, berjalanlah cukup cepat tapi tidak sampai membuat kita sulit bicara.

3. Jadikan ibu lain sebagai teman untuk bertanya dan tempat belajar.

Ternyata dari hasil penelitian juga, ibu yang mendapatkan dukungan dari ibu lain akan memiliki waktu persalinan yang lebih singkat dan dapat mengurangi intervensi saat persalinan.

Jadi, pendamping tidak hanya Bunda perlukan saat melahirkan saja, tapi juga teman tempat belajar untuk memperlancar persalinan. Teman tempat belajar dan bertanya ini bisa ibu kita, mertua, ibu lainnya yang sudah pernah melahirkan, teman dekat yang memiliki anak atau bidan/dokter.

Mereka sudah pernah mengalami yang namanya melahirkan sehingga bisa membantu kita melalui proses melahirkan, baik secara mental maupun fisik.

4. Mempersiapkan tubuh dan pikiran, rileks saat melahirkan.

Adalah hal yang wajar apabila kita merasa khawatir dan tegang menghadapi persalinan. Menjaga tetap tenang, rileks dan yakin semuanya akan baik-baik saja akan lebih baik dibandingkan bila kita fokus ke hal-hal yang negatif.

Berdasarkan penelitian tahun 2012 ditemukan bahwa ketakutan saat melahirkan dapat memperpanjang waktu melahirkan.

Saat kita stress tubuh kita akan memproduksi hormon adrenalin yang akan mengganggu hormon yang diperlukan saat melahirkan, hormon oksitosin dan progesteron untuk kontraksi rahim, sehingga dapat memperlambat keluarnya bayi.

Fokuskan perhatian ke pernapasan saat kontraksi, fokus pada otot-otot pinggul yang akan membantu mendorong bayi. Bukan pada hal-hal seperti khawatir tidak akan kuat, khawatir bayi tidak selamat, takut mendorong terlalu kuat, dan ketakutan-ketakuan lainnya.

Yakinlah kita mampu melakukannya dan dengan mengikuti instruksi dokter dan bidan kita akan segera bertemu dengan buah hati kita.

Memperbanyak mendekatkan diri dengan Yang Maha Kuasa, sholat dan doa juga baik untuk menenangkan pikiran, berharap semuanya akan berjalan dengan lancar.

5. Sering ke toilet.

Sering ke toilet bagi ibu hamil adalah hal yang umum. Saat melahirkan, saat kontraksi untuk pembukaan servis, sebelum diminta untuk mengejan karena serviks belum terbuka sempurna, Bunda bisa ke toilet lebih sering. Mengosongkan kandung kemih sangat baik saat persalinan.

Kita mungkin pernah mendengar seorang ibu saat melahirkan dipakaikan kateter untuk membantu mengeluarkan air kemih. Kandung kemih yang penuh bisa mengganggu kontraksi rahim, kontraksi rahim akan terasa lebih nyeri serta menghambat turunnya kepala bayi. Kontraksi rahim yang tidak efektif dan bagian terbawah bayi (kepala) yang tidak maju-maju akibat kandung kemih yang penuh akan membuat persalinan lebih lama.

6. Menggerakkan panggul.

Banyak ibu yang bergerak selama melahirkan dan itu memiliki tujuan baik, dapat mempercepat keluarnya bayi. Menggerakkan panggul, kaki, berdiri dan berjalan saat masih memungkinkan dapat membantu turunnya bayi ke dasar panggul, membuat posisi bayi lebih tepat untuk lahir, mendorong bibir rahim (serviks) serta memicu kontraksi yang lebih intens dan kuat.

Saat kontraksi datang, aturlah pernapasan, lepaskan segala ketegangan, turunkan bahu dan fokus untuk menguatkan otot-otot bawah panggul untuk mendorong bayi. Saat kontraksi berhenti, Bunda dapat istirahat, suami bisa memijat kita atau menopang dari belakang, minumlah air/jus/susu untuk mengembalikan tenaga.

Agar proses melahirkan normal cepat, resiko persalinan yang terjadi sangat cepat.

Melahirkan sangat cepat sebenarnya juga tidak baik.

Melahirkan cepat sepertinya menyenangkan tapi melahirkan dalam waktu yang sangat cepat justru bisa berakibat negatif.

Setiap kehamilan dan persalinan bisa berbeda. Ada yang menjalani persalinan dengan normal seperti umumnya, ada yang lama sehingga harus dilakukan induksi tapi ada juga yang melahirkan dengan sangat cepat.

Pengalaman melahirkan dengan sangat cepat bisa meninggalkan pengalaman yang tidak baik pada beberapa ibu karena terjadinya begitu cepat dan tiba-tiba. Persalinan yang terlalu cepat (precipitous labor) bisa berlangsung selama 3 jam, umumnya kurang dari 5 jam, tidak seperti persalinan normal yang berlangsung 6-18 jam.

Apa yang menyebabkan persalinan terjadi sangat cepat?

Melahirkan dengan sangat cepat bisa terjadi karena:

  • Rahim yang efisien dan dapat berkontraksi dengan kuat.
  • Ibu memiliki jalan lahir yang compliant (lebih elastis).
  • Sebelumnya pernah melahirkan dengan cepat.
  • Bayinya kecil jika dibandingkan dengan ukuran bayi pada umumnya.

Tanda-tanda persalinan yang terjadi cepat.

Ada beberapa tanda dan gejala, kemungkinan kita akan melahirkan dengan sangat cepat yang bisa kita jadikan pegangan agar lebih siap menghadapinya jika hal ini terjadi pada kita.

  • Kontraksi yang terjadi sangat tiba-tiba, jarak terjadinya kontraksi yang satu dengan kontraksi berikutnya dekat (rapat) sehingga kita tidak memiliki waktu yang cukup untuk istirahat (recovery).
  • Nyeri yang kuat dan terasa terus-menerus sehingga tidak ada waktu untuk istirahat.
  • Adanya sensasi/perasaan yang memaksa kita untuk mendorong dengan cepat tanpa adanya peringatan/tanda sebelumnya (kontraksi kecil). Gejala ini bisa tidak diikuti oleh kontraksi saat serviks terbuka sangat cepat.

BACA JUGA: Penyebab Melahirkan Sulit Atau Lama, Usia Dan Berat Badan Berpengaruh

Apa tidak baiknya apabila melahirkan sangat cepat?

Seperti kami sebutkan sebelumnya, melahirkan dengan sangat cepat bisa meninggalkan pengalaman emosional yang tidak baik. Perasaan tidak puas, kaget dengan persalinan yang terjadi tiba-tiba tanpa memberi waktu ibu untuk mempersiapkan diri dengan baik, membuat ibu merasa ada yang hilang.

Banyak ibu yang merasa tidak puas dengan proses persalinannya dan merasa terkejut dengan cepatnya proses itu.

Yang tidak baiknya juga adalah, karena waktunya terjadi cepat, tidak memberikan waktu kepada kita untuk mempersiapkan diri. Persalinan bisa terjadi di mana saja, di rumah saat belum sempat ke rumah sakit, di atas taksi, dll. Tersedia waktu yang sempit untuk ke rumah sakit untuk mendapatkan bantuan yang lebih baik.

Melahirkan sangat cepat tidak baik untuk ibu dan bayi.

Selain itu, melahirkan dengan sangat cepat dapat berakibat negatif baik untuk ibu dan bayi.

Untuk ibu:

  • Meningkatnya resiko luka/robek pada serviks atau vagina.
  • Perdarahan dari rahim (uterus) atau vagina.
  • Ibu syok setelah bayi lahir yang dapat menambah waktu pemulihan.
  • Resiko melahirkan di tempat yang tidak steril seperti kamar mandi atau taksi.

Efek buruk untuk bayi:

  • Resiko terkena infeksi karena lahir di tempat yang tidak steril.
  • Potensi aspirasi (menelan) cairan ketuban lebih besar.

Menghadapi persalinan yang sangat cepat.

Kita tidak bisa menentukan seberapa cepat kita akan melahirkan. Bagi Bunda yang pernah melahirkan sangat cepat patut lebih waspada dan lebih siap.

Ada beberapa hal yang bisa kita lakukan untuk mengendalikan situasi saat akan melahirkan seperti:

  • Hubungi dokter, bidan atau rumah sakit.
  • Tetap tenang, rileks dan kendalikan diri, coba bernapas dengan teratur.
  • Suami/pasangan atau setidaknya keluarga yang lain harus selalu ada di dekat kita.
  • Tetap di tempat yang bersih, kalau bisa steril sampai bantuan datang.
  • Bunda bisa berbaring telentang atau menyamping.

Cek tulisan terbaru.
Lihat tips dan topik lainnya.

Bantu Moms dan Dads lainnya dengan share tulisan ini ke Facebook dan WhatsApp.