ASI vs Sufor. Bolehkah Pemberian ASI Diselingi Susu Formula?

ASI atau Sufor? Bolehkah Pemberian ASI Diselingi Susu Formula?

Sesuai dengan umurnya, memberi makan bayi bisa berarti memberi ASI, susu botol atau susu formulanya atau MPASI apabila dia sudah mulai makan makanan padat. Bunda mungkin bingung bagaimana memberi makan bayi yang benar, apakah cara saya memberinya makan sudah benar?

Setiap ibu dan bayi berbeda. Ada bayi yang tidur sepanjang hari sehingga harus dibangunkan untuk menyusu di saat ada bayi lainnya yang akan terbangun dan menangis saat merasa lapar dan ingin makan. Ada ibu yang nyaman memberi ASI bayinya sambil berbaring tapi ada juga ibu yang suka sambil duduk.

Memberi bayi asi atau susu formula, apa baik dan buruknya? Bagaimana kalau pemberian asi dikombinasikan dengan sufor?

Jadi, sebenarnya tidak ada cara tertentu yang berlaku umum untuk ibu dan bayi. Sesuaikan dengan kebutuhan ibu dan bayi dan pilihlah yang dirasa paling nyaman. Pada akhirnya, bagaimana cara Bunda memberi makan bayi amat ditentukan oleh kebutuhan personal masing-masing ibu dan bayi.

Memberi bayi asi atau susu formula, apa baik dan buruknya.

Apa yang seharusnya saya berikan ke bayi, susu formula atau ASI (menyusui)?

Tidak diragukan lagi menyusui ASI jauh lebih baik dibandingkan dengan memberi susu formula. ASI adalah makanan alami bayi. Meskipun demikian, apabila Bunda tidak bisa menyusui karena faktor tertentu, memberinya susu formula tetaplah baik.

Bayi baru lahir, bayi sampai 6 bulan, tidak membutuhkan air, jus atau cairan lainnya kecuali ASI atau susu formula.

Setelah melahirkan, memutuskan memberi bayi ASI atau memberinya susu botol (susu formula) adalah keputusan pertama yang kita buat. Umumnya ibu bisa memberi ASI bayinya tanpa melihat ukuran payudaranya, melahirkan caesar atau tidak, ASI belum mengalir deras di hari-hari pertama, dll.

BACA JUGA: Khawatir ASI Belum Keluar Di Hari-hari Pertama, Pemberian Sufor Dan Relaktasi

Ada begitu banyak manfaat menyusui bayi, baik untuk ibu dan bayi sehingga para ahli sangat merekomendasikannya, terutama di 6 bulan pertama bayi.

Manfaat ASI untuk bayi diantaranya adalah:

  • Nutrisinya alami, paling lengkap untuk memenuhi kebutuhan bayi. Paling mudah dicerna bayi sehingga mengurangi terjadi kolik dan gas pada bayi.
  • ASI membantu melawan penyakit dan kuman, terutama ASI di hari-hari pertama setelah melahirkan karena mengandung zat antibodi dan antibakteri. Mengurangi resiko infeksi pencernaan, infeksi telinga dan resiko kematian mendadak pada bayi.
  • Praktis karena kita tidak perlu lagi menyiapkan air dan tidak perlu khawatir air yang digunakan, seperti saat membuat susu formula, higienis atau tidak.
  • Menyusui ASI akan membuat hubungan ibu dan bayi (bonding) lebih erat, menciptakan hubungan kasih sayang yang lebih dekat. Kontak kulit ibu dan bayi dapat membantu perkembangan bayi, stimulasi kecerdasan bayi.
  • Buang air bayi (feses) ASI biasanya lebih tidak berbau dan kurang iritasi dibandingkan bayi yang mendapatkan susu formula. Bayi susu formula biasanya gampang terkena ruam popok (diaper rash).
  • Bayi ASI biasanya lebih jarang mendapatkan diare dan sulit buang air (konstipasi).
  • Bayi ASI biasanya memiliki IQ yang lebih tinggi daripada bayi susu formula.

Manfaat menyusui untuk Ibu:

  • Mengurangi pembengkakan payudara (engorgement) yang biasa terjadi pada hari ke 3-4 setelah melahirkan.
  • Menyusui dapat mengurangi resiko terjadinya kanker payudara dan kanker ovarium termasuk mengurangi resiko osteoporosis (pengeroposan tulang), diabetes (penyakit gula) dan obesitas.
  • Ibu bisa memiliki waktu tidur malam yang lebih karena tidak habis untuk menyiapkan susu formula.
  • Menyusui dapat menunda terjadinya haid sampai 3 bulan, bisa sampai 6 bulan apabila kita menyusui ASI eksklusif.

Jika ibu terpaksa memberikan susu formula, itu juga baik. Atau, kita bisa mengkombinasikan pemberian ASI dan susu formula dengan pembagian tertentu (selang seling) atau memberi susu formula setelah jangka waktu tertentu.

ASI dan susu formula memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing.

Manfaat pemberian susu formula:

  • Lebih fleksibel untuk ibu kalau harus meninggalkan bayi, karena ibu bekerja misalnya.
  • Menyusui bisa sangat melelahkan terutama di masa-masa bayi menyusui on demand, di minggu-minggu pertama. Berbeda dengan memberi susu formula dimana pemberiannya bisa dibantu oleh orang lain sehingga bunda bisa istirahat.
  • Kita mungkin merasa kurang nyaman atau malu apabila menyusui di tempat umum sehingga kita akan sulit kalau harus ke mall atau jalan keluar bersama bayi. Dengan memberi susu formula hal ini bisa dieliminasi.
  • Menyusi pada bayi tertentu mungkin akan sulit karena tidak tahu latch on yang baik (perlekatan puting ke mulut bayi) yang dapat membuat kita gelisah dan tidak yakin bayi mendapatkan cukup nutrisi.
  • Jika memiliki bayi kembar, menyusui mungkin akan sedikit merepotkan. Dengan memberikan susu formula atau kombinasi susu formula dan asi, ini akan membantu bunda lebih mudah memenuhi nutrisi bayi.
  • Pada keadaan tertentu, misalnya ibu yang pernah operasi payudara, apakah karena menderita tumor jinak payudara (fibroadenoma mammae) atau operasi kosmetik payudara, asinya mungkin akan berkurang. Meskipun tidak selamanya, tergantung jenis operasi atau seberapa luas jaringan payudara yang diangkat.
  • Ini yang kadang ditemukan, ibu terlalu khawatir asinya tidak cukup memenuhi nutrisi bayi dan dengan memberikan susu botol ibu menjadi merasa tenang.

BACA JUGA: Cara Alami dan Obat Alami Yang Bisa Membantu Moms Meningkatkan Produksi ASI

  • Pada keadaan tertentu dimana ibu harus menjalani terapi dan harus minum obat yang bisa berbahaya untuk bayi apabila menyusui, susu formula adalah pilihan yang tepat. Begitu juga apabila bayi memiliki keadaan khusus yang mengharuskannya diberikan susu khusus untuk keadaannya.
  • Apabila ibu positif menderita HIV.
  • Keadaan misalnya, bayi lahir prematur sedangkan ibu belum pulih sempurna, ibu atau bayi sakit sehingga perlu dirawat terpisah, dll. Pada keadaan ini pemberian susu formula akan lebih praktis.

Kombinasi ASI dan susu formula (combine feeding).

Pada keadaan tertentu ibu bisa memberikan asi, asi perah dan sufor ke bayinya secara bersamaan. Ibu bisa mulai dengan memberikan full asi selama 6 minggu ke bayi sehingga suplai asi bisa dijaga.

Ada baik dan buruknya pemberian asi dan sufor secara bersamaan:

  • Bisa memberikan kesempatan ke pasangan atau anggota keluarga lain untuk memberikan susu formula ke bayi sehingga tugas memberi makan ke bayi tidak selalu kita yang melakukannya (dengan menyusui bayi).

Sebenarnya cara ini bisa kita terapkan juga apabila bayi kita diberikan asip (asi perah).

  • Ingin memberikan bayi asi tapi di saat bersamaan tidak ingin terlalu lelah dengan menyusui bayi. Sebenarnya, menyiapkan susu formula pun bisa melelahkan apabila ibu melakukannya sendiri.
  • Memberikan susu botol (sufor) agar memiliki waktu untuk istirahat/tidur.
  • Tidak bisa terus-menerus bersama bayi, misalnya karena harus masuk kantor/bekerja, bepergian jauh dan agak lama, dll.
  • Apabila memiliki bayi kembar. Memberi asi dan sufor secara bersamaan mungkin akan membuat ibu lebih mudah mengatur pemberian nutrisi bayi.

Konsekuensi dari pemberian susu formula sebagai pelengkap asi adalah, suplai asi ibu mungkin akan berkurang dan akan semakin berkurang dengan semakin jarangnya kita menyusui (termasuk apabila kita jarang memompa asi).

Selain itu, pengenalan susu botol dapat memicu munculnya masalah menyusui yakni bingung puting dimana bayi lupa/tidak bisa menyusui lagi secara alami karena sudah dikenalkan dengan dot.


Cek tulisan terbaru.
Lihat tips dan topik lainnya.

Bantu Moms dan Dads lainnya dengan share tulisan ini ke Facebook, Twitter dan WhatsApp.