Bayi Keluar Rumah Untuk Pertama Kali, Apakah Moms Sudah Siap?

Bayi Keluar Rumah Untuk Pertama Kali, Apakah Moms Sudah Siap?

Di masyarakat kita, berkembang pemahaman bahwa bayi yang belum berusia 40 hari tidak boleh keluar rumah. Ini adalah ‘aturan’ yang praktis dan kita bisa mengerti kenapa bayi belum boleh keluar di usia tersebut.

Seperti kita ketahui, bayi, terutama bayi baru lahir, memiliki tingkat pertahanan diri terhadap kuman dan penyakit yang masih rendah sehingga rentan terkena infeksi dan penyakit.

Bayi membutuhkan waktu untuk beradaptasi dengan lingkungannya yang baru, dia pun memiliki organ dan jaringan tubuh yang belum terbentuk sempurna, termasuk organ dan jaringan yang khusus bertugas untuk melawan penyakit.

Lingkungan luar yang tidak higienis, terbuka, banyak kuman penyakit, bertemu dengan banyak orang dengan latar belakang yang berbeda tentu bisa jadi ancaman untuk buah hati kita.

Meski demikian, ada saatnya kita harus keluar dan tidak memiliki pilihan lain kecuali membawa serta buah hati kita. Apa saja yang harus kita pertimbangkan dan apa yang sebaiknya dilakukan akan kita bahas di sini.

Kapan bayi boleh keluar rumah?

Ikuti aturan ‘6-8 minggu’.

Tidak ada aturan atau batasan pasti di umur berapa bayi sudah boleh main atau dibawa keluar rumah. Aturan ’40 hari’ boleh kita ikuti. Rekomendasi dokter anak adalah, bayi tidak boleh dibawa keluar kecuali umurnya sudah mencapai 6-8 minggu.

Sistem imunitas bayi belum berkembang dengan sempurna sehingga kita sebaiknya menghindari setiap resiko yang bisa membuat bayi terkena kuman/penyakit.

Membawa bayi keluar di sekitar rumah, di pekarangan misalnya, boleh-boleh saja kalau Moms menganggap dia sudah lebih kuat. Akan baik bagi bayi apabila dia mendapatkan udara yang segar, suasana baru karena bosan terus di kamar atau di dalam rumah.

Hanya saja, sebelum dibawa keluar lindungi bayi dari cuaca/angin dengan memakaikannya pakaian yang tertutup tapi tetap nyaman bagi bayi. Sesuaikan dengan cuaca sekitar, bisa dengan selimut, kaus kaki dan kaus tangan dan topi/penutup kepala.

Kalau cuaccanya dingin, saat dibawa keluar malam atau perjalanan jauh misalnya, Moms bisa memakaikannya sweater atau pakaian tebal. Kalau cuacanya terik, gunakan payung dan baju yang tidak terlalu tebal.

Lindungi bayi dari kontak langsung dengan orang/kuman apabila harus keluar.

Kadang kita tidak memiliki pilihan dan terpaksa membawa bayi keluar ke tempat umum. Ke dokter saat dia sakit atau ingin diimunisasi misalnya. Sebelum keluar, lindungi bayi dengan memakaikannya pakaian yang bisa melindunginya, pakaikan kaus tangan, menutup kepalanya atau tutupi dia dengan selimut dimana dia tetap nyaman dan bisa bernapas dengan lega.

Letakkan bayi di keranjang bayi atau keretanya untuk meminimalisir kontak dengan dunia luar.

Tetap menyusui bayi.

Menyusui ASI adalah salah satu cara untuk meningkatkan daya tahan tubuh bayi. Dengan ASI, bayi akan memiliki kemampuan untuk melawan penyakit lebih baik serta dapat mengatasi penyakit lebih baik dibandingkan bayi yang hanya mendapatkan susu formula.

Tidak semua Moms bisa memberikan ASI eksklusif untuk bayinya. Meski demikian, memberikan ASI eksklusif bisa diusahakan dan saat ini tersedia beragam dukungan untuk membantu Moms dapat memberikan ASI kepada bayi.

Bersama ibu dan bayi melalui ASI, akan terbentuk antibodi yang dapat melawan penyakit apapun yang akan menyerang.

Tetap berhati-hati.

Saat membawa bayi keluar, ketika terjadi kontak dengan orang lain, pastikan bahwa orang yang menyentuh atau memegang bayi kita sudah mencuci tangan dengan sabun dan air.

Jangan ragu untuk meminta dengan sopan, menolak siapapun untuk menyentuh atau mencium bayi kita. Hindari orang yang sakit atau flu (apalagi kalau sampai batuk, dll) termasuk orang yang baru sembuh dari penyakit.

Dia akan terlihat lucu dan menggemaskan sehingga dia bisa menjadi magnet bagi banyak orang lain.

Kalau membawanya ke praktek dokter, upayakan mencari waktu dimana klinik atau rumah sakit tersebut tidak terlalu ramai.

Percaya dengan insting Moms.

Ya, kitalah yang paling tahu keadaan dan kondisi dia, kita yang bersamanya sepanjang hari, sepanjang malam. Moms memiliki insting orang tua dan mengetahui bayinya lebih baik daripada orang lain.

Untuk menentukan kapan dia siap atau tidak untuk dibawa keluar rumah tanya pada diri Moms, tanpa mengesampingkan hal-hal di atas, Moms akan tahu kalau dia sudah siap.


Cek tulisan terbaru.
Lihat tips dan topik lainnya.

Bantu Moms dan Dads lainnya dengan share tulisan ini ke Facebook dan WhatsApp.