Bayi Kuning Tak Seburuk Yang Dibayangkan. Ini Penanganannya

Bayi Kuning Tak Seburuk Yang Dibayangkan. Ini Penanganannya

Kemarin di suatu grup facebook tentang ibu menyusui ada ibu yang khawatir bayinya kuning dan bingung bagaimana menjemur bayinya karena saat ini bertepatan dengan musim hujan, siang hari biasanya mendung berbeda saat musim kemarau dimana sinar matahari melimpah ruah.

Bayi kuning pada bayi baru lahir adalah hal yang biasa. Bayi kuning atau jaundice terjadi setelah bayi lahir di bulan pertama kelahiran, ditemukan pada 60 persen bayi lahir cukup bulan dan sekitar 80 persen pada bayi yang lahir prematur.

Bayi kuning adalah keadaan/kondisi dan bukan penyakit. Bayi kuning disebabkan oleh menumpuknya bilirubin, zat warna kuning, yang merupakan zat yang dihasilkan dari proses penghancuran sel darah merah. Pada saat bayi masih di dalam kandungan, zat ini diproses oleh plasenta di dalam rahim. Setelah bayi lahir, seperti manusia pada umumnya hati mengambil alih tugas ini.

Sayangnya, dengan jumlah bilirubin yang banyak, kadang hati bayi yang belum matang dan terbentuk sempurna belum siap untuk mengurai zat ini dengan cepat. Akibatnya bilirubin menumpuk di dalam tubuh dan akhirnya ditimbun di bawah kulit. Makanya kita mengenalnya dengan bayi kuning.

Bukan bermaksud untuk menenangkan bunda tapi bayi kuning yang menimbulkan masalah kesehatan serius sangat amat jarang terjadi.

Jaundice atau ikterus adalah hal yang umum terjadi sehingga kadang dianggap sebagai hal normal sebagai proses transisi atau adaptasi kehidupan bayi dari dalam rahim ke kehidupan di dunia luar. Jadi sekali lagi ada 60 sampai 80 persen bayi yang lahir, baik lahir sesuai waktunya (lahir cukup bulan) atau lahir prematur yang menderita bayi kuning, jadi kalau bayi bun masuk yang 20 sampai 40 persen berarti bunda beruntung.

Bayi kuning sebenarnya baik dan tak berbahaya. Pengaruhnya apa ke tumbuh kembang anak di kemudian hari?

Bayi kuning tak seburuk yang kita bayangkan, malah bisa menolong bayi dari keadaan yang mengancam jiwa.

Memang ada komplikasi yang bisa terjadi pada bayi kuning tapi itu tidak serius dan minim apabila ditangani dengan benar. Bahkan dalam penelitian diketahui bahwa jaundice sebenarnya memiliki manfaat dimana ditemukan di penelitian tersebut kalau kuning dapat membantu melindungi bayi dari keadaan yang lebih berbahaya seperti sepsis, keadaan reaksi berat akibat adanya infeksi.

Di penelitian itu ditemukan bahwa dengan konsentrasi bilirubin yang kecil bisa membantu menurunkan sepertiga jumlah bakteri penyebab infeksi streptococcus agalactiae dan membantu mencegah metabolisme bakteri.

Jadi selama ini kita khawatir dengan bayi kuning atau cepat-cepat berkesimpulan bahwa bayi kuning itu berbahaya, sebenarnya keadaan ini baik untuk bayi. Bayangkan bayi prematur yang rawan terkena infeksi tanpa adanya perlindungan dari bilirubin ini.

Meskipun bayi kuning harus ditangani dengan baik, harus diperhatikan juga bahwa bayi kuning adalah keadaan yang bisa mencegah keadaan yang mengancam jiwa.

Yang ditakutkan adalah kadar bilirubin yang sangat tinggi, lebih dari 25 mg dan tidak dilakukan apa-apa, dapat menyebabkan keadaan yang berbahaya seperti kelumpuhan saraf (cerebral palsy), ketulian dan kerusakan otak lainnya.

Jenis-jenis bayi kuning.

Tipe dan jenis bayi kuning ada beberapa yaitu:

1. Jaundice normal (fisiologis)

Ini adalah jaundice ringan dan umumnya bayi baru lahir mengalami ini karena hati belum berfungsi sempurna. Bayi kuning normal biasanya ditemukan pada bayi usia 2 hari sampai 4 hari dan menghilang sendiri dalam 1 sampai 2 minggu.

2. Jaundice premature.

Kuning biasanya pada bayi prematur. Bayi yang lahir normal saja berpotensi untuk mendapatkan jaundice apalagi bayi yang lahirnya lebih cepat. Bayi kuning karena lahir prematur akan ditangani dengan perawatan di dalam inkubator dan terapi sinar (fototerapi).

3. Kuning karena menyusui (breastfeeding jaundice).

Ini adalah kuning yang bukan disebabkan karena ada sesuatu yang aneh atau berbahaya di asi ibu tapi berhubungan dengan kemampuan bayi untuk mendapatkan asi. Bayi yang tidak mendapatkan asi yang cukup, apakah karena ibunya asinya kurang atau ada masalah lain sehingga bayi tidak bisa mendapatkan asi dapat menyebabkan keadaan yang disebut breastfeeding jaundice.

4. Kuning karena ASI (breast milk jaundice).

Bayi kuning yang disebabkan oleh adanya zat di dalam asi yang dapat menyebabkan bilirubin dalam tubuh bayi meningkat. Ini jarang terjadi, ditemukan pada 1 sampai 2 persen bayi yang menyusui.

Kuning karena asi biasanya terjadi pada hari ke 3 sampai ke 5 setelah bayi lahir dan secara lambat akan bertambah selama 3 sampai 12 minggu.

5. Golongan darah yang tidak sesuai (Masalah rhesus atau golongan darah ABO).

Jadi bayi dan ibu yang memiliki tipe darah yang berbeda, ibu dapat memiliki antibodi yang akan menghancurkan sel darah merah bayi. Akibatnya bilirubin meningkat dan terjadilah bayi kuning.

Bayi kuning jenis ini bisa terjadi pada hari pertama pasca lahir. Meskipun efeknya berbahaya tapi ini bisa dicegah dengan memberikan suntikan imunoglobulin Rh ke ibu.

Bagaimana mengenali bayi kuning?

Bayi kuning biasanya terjadi pada hari kedua dan ketiga pasca lahir. Bayi kuning mulai terlihat pada wajah kemudian dada dan perut dan terakhir kaki. Bisa juga terlihat pada sklera (bagian mata yang berwarna putih).

Pada bayi yang memiliki kulit agak hitam, menentukan bayi kuning atau tidak mungkin akan sulit. Tekan hidung atau dahi bayi lalu lepas, apabila kuning berarti bayi menderita jaundice.

Tanda bahaya, kapan menghubungi dokter saat bayi kuning?

Kalau bunda merasa bayinya kuning hubungi dokter atau rumah sakit. Di rumah sakit bayi akan diperiksa untuk mengetahui kadar bilirubinnya, mungkin akan diambil sampel darahnya juga.

Hati-hati bila bayi kuning:

– Dalam 24 jam pasca lahir.

– Kuningnya makin meluas dan bertambah gelap secara cepat.

– Bayi juga demam dengan lebih dari 37.8 derajat celcius.

– Bayi kelihatan sakit/lemas.

– Bayi tidak mau menyusu atau minum susunya.

– Bayi terlihat mengantuk, tidak aktif.

Bayi kuning tapi ibu tidak perlu khawatir jika:

– Kuningnya muncul di hari ke 2 sampai ke 3 pasca lahir.

– Bayi kuat, aktif bermain seperti biasanya.

– Bayi menyusunya baik, lahap, ceria.

– Tidak ada gejala lain seperti demam.

Penanganan bayi kuning.

Umumnya bayi kuning adalah kuning yang normal sehingga umumnya bayi kuning tidak memerlukan terapi. Bayi kuning yang ringan sampai sedang biasanya akan hilang sendiri dalam 1 atau 2 minggu dimana tubuh bayi sudah mulai bisa mengurai kelebihan bilirubin dengan baik.

Bunda juga bisa menjemur bayi di pagi hari dengan cara yang benar selain tetap memberikan asinya atau susu formulanya untuk membantu pengeluaran bilirubin bersama pup.

Saat ini terapi utama jaundice atau ikterus neonatorum adalah dengan fototerapi (disinar), biasa disebut juga dengan terapi sinar biru (blue light therapy), bukan dengan paparan sinar matahri untuk mengurangi resiko terkena kanker kulit.

Meskipun demikian, terapi dengan menjemur di bawah sinar matahari dinilai masih praktis dan masih aman dilakukan sesuai rekomendasi yakni menggunakan pakaian dan tabir surya (sun block) saat dijemur.

Hal yang harus diperhatikan saat menjemur anak yang mengalami jaundice adalah:

– Saat dijemur bayi dianjurkan memakai pakaian/bajunya, pakaikan juga topinya dan tabir surya pada daerah kulit yang tidak tertutup pakaian dengan tetap meminimalkan paparan sinar matahari saat di luar.

– Sunblock yang digunakan minimal dengan SPF 15 dan ulangi pemberiannya setiap 2 jam atau bila anak mengeluarkan keringat.

– Hati-hati dan perhatian khusus untuk anak yang dalam keluarga memiliki riwayat terkena kanker kulit melanoma. Hati-hati pada anak resiko tinggi melanoma seperti anak dengan kulit putih, mukanya berbintik-bintik/freckle.

– Tabir surya tidak boleh digunakan untuk anak yang lahir prematur karena kulitnya sangat tipis dan bisa mengabsorpsi bahan tabir surya.

– Hindari paparan sinar matahari pada jam 10 pagi ke atas karena radiasi sinar UVB pada waktu tersebut paling tinggi.

– Menjemur bayi kuning dengan usia kurang dari 6 bulan sebaiknya dihindari, sebaiknya hanya dengan fototerapi. Kalaupun terpaksa selalu gunakan sunblock dan anak memakai pakaian dan kepalanya ditutupi dengan topinya.

Bayi kuning sifatnya sementara jadi bunda tidak perlu khawatir dengan tumbuh kembang buah hatinya di kemudian hari apabila bayinya pernah mendapatkan jaundice.


Cek tulisan terbaru.
Lihat tips dan topik lainnya.

Bantu Moms dan Dads lainnya dengan share tulisan ini ke Facebook, Twitter dan WhatsApp.