Penyebab Bayi Rewel, Menangis Terus Serta Cara Mengatasinya

Penyebab Bayi Rewel, Menangis Terus Serta Cara Mengatasinya

Bayi yang menangis terus-menerus, penyebabnya tidak kita ketahui akan membuat kita bingung, tidak tahu harus melakukan apa.

Menangis adalah satu-satunya bahasa atau cara berkomunikasi yang diketahui oleh bayi. Bayi belum bisa mengungkapkan keinginannya dengan berbicara. Untuk menunjukkan kalau dia tidak nyaman atau membutuhkan sesuatu bayi akan menangis dan mungkin akan menangis terus sampai kita memenuhi keinginannya.

Rasa bahagia yang menyertai lahirnya buah hati adalah pengalaman berharga yang hanya bisa dirasakan oleh orang tua baru. Merawat dan membesarkan bayi adalah pengalaman unik sekaligus tantangan bagi Ayah dan Bunda.

Saat merawat bayi kita mungkin akan menghadapi situasi yang sulit diatasi. Situasi yang membuat kita panik, tidak tahu harus berbuat apa, seperti saat bayi menangis.

Ada beberapa hal yang biasanya menyebabkan bayi rewel dan menangis. Kadang hal tersebut disebabkan oleh hal yang simpel sehingga mengatasinya pun cukup mudah, hanya kadang orang tua tidak mengetahuinya.

9 hal yang biasanya menyebabkan bayi rewel dan menangis serta cara mengatasinya.
Kadang bayi hanya bosan dan ingin digendong.

Keadaan atau situasi yang biasanya menjadi penyebab bayi menangis/rewel antara lain:

1. Bayi lapar dan ingin (diberi) makan.

Penyebab tersering bayi menangis biasanya adalah karena lapar. Orang tua baru umumnya tidak tahu atau belum mengenali bayinya. Seiring waktu, ibu dan bayi akan semakin memahami dan ibu akan lebih mudah mengetahui kalau bayinya ingin disusui/diberi susunya.

2. Mengantuk, ingin tidur.

Ya, bayi dapat tidur kapanpun dia mau. Bayi biasanya tidak sulit untuk jatuh tertidur. Meskipun demikian, banyak bayi yang saat dia capek (lelah) dan mengantuk akan menjadi gampang marah dan menangis.

Bunda bisa membedong bayi agak ketat untuk membuatnya nyaman dan mudah tertidur. Ajak dia bicara, membacakannya buku atau meyanyikannya dengan nada yang menenangkan.

3. Popoknya basah, perlu diganti.

Bayipun pasti tidak akan nyaman apabila memiliki popok yang basah. Setiap bayi berbeda-beda. Ada bayi yang ketika popoknya sudah tidak nyaman (bau dan basah) akan langsung protes (menangis) di saat bayi yang lainnya mungkin tidak akan merasakan apa-apa.

Apabila Bunda merasa memiliki bayi yang sensitif, sebelum dia merasa tidak nyaman, cek popoknya sesekali dan ganti segera apabila sudah basah. Jangan menunggu sapai dia merasa tidak nyaman, membuatnya marah dan menangis tanpa henti.

4. Merasa gerah (panas) atau terlalu dingin.

Bayi itu sensitif terhadap perubahan suhu. Apabila kita merasa suhunya nyaman biasanya bayi akan merasa itu terlalu dingin.

Umumnya bayi lebih mudah merasa tidak nyaman apabila terlalu dingin dibandingkan dengan suhu yang terlalu panas. Dia akan mulai menangis saat merasa suhunya dingin daripada temperatur yang panas.

Untuk membuatnya nyaman, cara praktis yang bisa kita lakukan adalah dengan menambah pakaiannya (pakaiannya didobel) atau dengan memberinya selimut di berbagai keadaan.

5. Hanya ingin digendong.

Bayi, terutama bayi baru lahir, biasanya suka digendong. Dengan digendong itu akan membuatnya lebih nyaman dan aman karena dekat dengan Bunda.

Setelah lahir, satu-satunya orang yang mungkin dia kenal adalah kita. Dengan menggendongnya dia akan dapat melihat kita lebih dekat, mendengarkan suara kira, melihat wajah dan ekpresi kita dan bahkan mencium bau kita.

Bayi juga suka mendengar suara detak jantung kita karena saat masih di dalam kandungan itu adalah suara yang sering didengarnya.

6. Perutnya kembung, begah, ingin disendawakan.

Bayi yang menangis setelah disusui biasanya disebabkan oleh rasa tidak nyaman yang dia rasakan akibat udara yang terperangkap di lambung. Udara biasanya masuk saat bayi menyusu atau saat minum susu.

Hal ini sebenarnya bukan hal yang membahayakan kecuali rasa tidak nyaman yang dirasakan oleh bayi.

Untuk mengatasi ini kita bisa menyendawakan bayi setelah ia disusui atau diberi susu formula.

7. Stimulasi atau rangsangan yang berlebih atau kurang.

Bayi bisa menangis baik karena stimulasi berlebihan maupun karena stimulasi yang kurang. Stimulasi di sini seperti aktivitas bermain bersama bayi.

Bayi biasanya menyukai stimulasi yang berasal dari lingkungan sekitarnya. Itu adalah caranya untuk melatih keterampilan dan mengasah kemampuan dan perkembangannya.

Bayi yang senang dan tidak berhenti tertawa saat bermain bisa akan tiba-tiba ngambek (menangis) saat kita berhenti bermain dengannya. Untuk menenangkannya dan mencegah dia marah karena tidak ada yang menemaninya bermain, rencanakan kegiatan di luar bersama dia.

Jalan-jalan di taman, bermain di tempat bermain umum, bertemu dengan anak dan orangtua yang lain adalah hal yang bisa kita lakukan. Kita bisa menempatkan bayi di keretanya sehingga dia bisa mengamati sekelilingnya dengan lebih bebas.

Untuk bayi yang mendapatkan stimulasi berlebihan dan merasa tidak nyaman dengan itu kita bisa menenangkannya dengan cara dibedong, menyanyikannya dengan nada suara yang lembut, dll.

8. Kolik.

Ketika hal seperti popoknya basah, lapar, mengantuk sepertinya bukan menjadi penyebab bayi menangis terus, kolik bisa jadi penyebabnya.

Kolik pada bayi adalah keadaan yang masih banyak belum kita ketahui. Penyebabnya tidak diketahui dimana bayi akan menangis biasanya selama 3 jam, 3 hari dalam seminggu selama 3 minggu berturut-turut.

Kolik terjadi pada sebagian kecil bayi dan dapat berlangsung selama 4 bulan sampai 1 tahun. Bisa jadi kita mendapati bayi yang rewel di malam hari atau selepas magrib terus-menerus dan susah untuk ditenangkan. Keadaan ini sebenarnya tidak berbahaya dan kita tidak perlu khawatir.

9. Sedang tumbuh gigi, teething.

Pada anak yang mulai tumbuh gigi, saat dia menangis ini bisa menjadi penyebabnya. Saat tumbuh gigi bayi akan merasa sakit atau tidak nyaman pada daerah gusi yang membuatnya kadang menangis. Gigi yang tumbuh akan menekan gusi dan menyebabkan rasa sakit.

Untuk mengetahuinya kita cukup menepatkan jari kita di mulut bayi. Apabila merasakan adanya bagian yang keras itu kemungkinan adalah gigi pertama bayi.

Gigi pertama bayi biasanya tumbuh di usia antara 4 sampai 7 bulan. Untuk mengatasinya kita bisa memberikan bayi teether atau sesuatu yang bisa digigit.

Dengan mengetahui kebutuhan dan keinginan bayi ini kita bisa langsung memenuhinya dan membuatnya tenang.

Ada beberapa hal yang bisa kita lakukan untuk menenangkan bayi.

Cara praktis menenangkan bayi yang rewel:

  • Membedongnya.

Membedong terutama pada bayi baru lahir dapat membuatnya tenang, nyaman dan merasa aman. Bedong dia dengan kain lembut (kain bedong yang lembut) saat dia menangis. Biasanya setelah dibedong bayi akan lebih tenang.

  • Sshhhhh.

Menenangkannya dengan melakukan ‘sshhhh’ adalah cara yang bisa kita coba. Bayi menyukai suara seperti ini sama halnya seperti suara vacuum cleaner, mesin cuci, kipas angis dan hair dryer karena itu mirip suara yang sering didengarnya saat masih berada dalam kandungan.

  • Mengayunnya.

Mengayun atau menggoyang bayi saat digendong atau saat berada dalam ayunan adalah hal yang bisa kita coba untuk menenangkan bayi. Ayunan dan gerakan yang terus-menerus akan mengingatkannya saat dia berada di dalam perut ibu.

  • Memberinya sentuhan.

Ya, hal sederhana seperti sentuhan akan membuat bayi merasa dekat dengan kita, membuatnya merasa nyaman dan aman. Sentuhan diketahui akan merangsang reseptor rasa nyaman yang ada di otak. Mengelus dan menyentuh bayi pada wajah, pipi, punggung, perut, kaki dengan lembut akan membuatnya lebih tenang.

  • Menyanyikannya.

Ini adalah hal sederhana yang bisa kita lakukan untuk menenangkan bayi. Menyanyikan lagu yang lembut akan merangsang perasaan tenang pada bayi.

  • Mandi.

Hangatnya air dapat membuat bayi merasa segar dan nyaman. Hal yang bisa kita coba apabila cara lain telah kita lakukan tapi tidak membuat bayi tenang.

Kita bisa mandi air hangat bersama bayi. Ini juga baik karena adanya kontak kulit langsung antara ibu dan bayi dapat membuat bayi merasa lebih dekat dan aman.

Tak perlu khawatir berlebihan saat bayi menangis.

Terkadang saat bayi menangis tidak ada yang bisa kita lakukan. Apabila kita tidak tahu harus melakukan apa, konsultasi ke dokter mungkin cara yang paling baik.

Bayi menangis sebenarnya hal yang biasa dan normal. Kalau kita tidak menemukan hal yang tidak biasa, keadaan umum bayi baik, makan atau menyusunya lancar, tidak ada demam, tidak ada yang perlu kita khawatirkan.


Cek tulisan terbaru.
Lihat tips dan topik lainnya.

Bantu Moms dan Dads lainnya dengan share tulisan ini ke Facebook, Twitter dan WhatsApp.