Bengkak Setelah Imunisasi. Bahayakah, Bagaimana Mengatasinya?

Bengkak Setelah Imunisasi. Bahayakah, Bagaimana Mengatasinya?

Efek atau reaksi setelah pemberian imunisasi seperti demam pada anak/bayi bisa terjadi. Hal ini kadang membuat orang tua panik atau khawatir, takut terjadi hal yang buruk terhadap bayinya.

Orang tua kadang mendapati bayinya deman, di kulit bekas suntikan menjadi bengkak, merah, terasa keras atau ada benjolan, terjadi beberapa hari atau minggu setelah mendapatkan imunisasi.

Orang umum sering menyebutnya sebagai efek samping dari pemberian vaksin. Sebenarnya ini adalah reaksi normal sebagai respon tubuh terhadap masuknya vaksin yang tidak lain adalah kuman yang dilemahkan/dilumpuhkan agar tubuh mengenali kuman tersebut sehingga apabila di kemudian hari kuman tersebut menyerang tubuh, tubuh sudah mengenalinya dan penyakit yang ditimbulkannya tidak separah apabila tubuh belum mengenali kuman tersebut.

Demam, bengkak di bekas suntikan setelah bayi diimunisasi.

Demam yang tidak terlalu tinggi, kemerahan dan bengkak disertai nyeri pada daerah bekas suntikan adalah kejadian yang normal. Ini adalah keadaan ringan dan biasanya akan hilang dalam 1-3 hari.

Meskipun bisa terjadi efek berat pemberian imunisasi (disebut kejadian ikutan pasca imunisasi), biasanya ini jarang terjadi dan mengingat pentingnya dan manfaat besar imunisasi, tidak ada alasan bagi kita untuk tidak memberikan imunisasi kepada bayi kita. Manfaat pemberian imunisasi masih jauh lebih besar dari ‘efek samping’ pemberiannya.

Berkat imunisasi, penyakit berbahaya yang mengancam jiwa bisa diminimalisir dan anak lebih kuat menghadapi beberapa jenis penyakit.

Demam.

Kini di pasaran tersedia vaksin yang tidak menimbulkan demam sehingga orang tua memiliki pilihan. Meskipun demikian demam setelah pemberian vaksin sebenarnya tidak terjadi pada semua bayi. Ada bayi yang demam tapi ada juga yang tidak, tergantung dari masing-masing bayi.

Demam yang tidak terlalu tinggi (kurang dari 38.5 derajat celcius) tidak perlu penanganan khusus. Demam biasanya akan turun dalam 2-3 hari.

Bunda bisa memberikan kompres hangat untuk membantu menurunkan demam. Bisa juga diberikan obat penurun panas Parecetamol, selain untuk mengurangi demam juga dapat mengurangi nyeri. Beri anak minum yang cukup atau bayi disusui lebih sering.

Demam bisa terjadi setelah anak mendapatkan imunisasi BCG, campak atau DPT.

Nyeri, merah atau bengkak di bekas suntikan

Umumnya ini adalah reaksi lokal di tempat suntikan dan akan sembuh sendiri setelah beberapa hari. Ini tidak perlu penanganan khusus. Kita bisa memberikan kompres hangat di tempat bekas suntikan dan menjaga daerah sekitarnya selalu bersih untuk mencegah infeksi kuman.

Bisa terjadi abses (luka bernanah) dan apabila lukanya besar dan membuat anak rewel dan gelisah sebaiknya anak dibawa ke dokter. Pemberian antibiotika mungkin diperlukan.

Benjolan pada bekas suntikan vaksin.

Setelah pemberian DPT, tubuh akan membentuk kompleks imun yang terdiri dari gabungan antigen dan antobodi dari tubuh.

Benjolan di bekas suntikan bisa terjadi setelah pemberian vaksin DPT. Orang tua tidak perlu khawatir karena ini akan menghilang sendiri setelah beberapa minggu atau bulan. Kita bisa memberikan kompres hangat pada daerah benjolan untuk mengurangi 1t1bengkaknya.

Kapan harus khawatir atau bayi perlu dibawa ke dokter?

Setelah imunisasi apabila mendapati hal di bawah ini segera bawa anak ke dokter atau rumah sakit:

  • Bayi muntah hebat.
  • Diare berat.
  • Demam yang tinggi lebih dari 39 derajat celsius atau demam terjadi lebih dari 2-3 hari.
  • Anak mengalami kejang.
  • Rewel dan menangis terus-menerus.
  • Reaksi alergi: sulit bernapas, bunyi saat bernapas, detak jantung kencang, dll.

Moms punya pertanyaan? Silahkan tinggalkan di kolom komentar. Share tulisan ini agar lebih banyak Moms yang tahu.

Cek tulisan terbaru.
Lihat tips dan topik lainnya.

tinggalkan komentar