Berat Bayi Baru Lahir, Menilai Pertumbuhannya Normal Atau Tidak

Berat Bayi Baru Lahir, Menilai Pertumbuhannya Normal Atau Tidak

Sebelumnya kita sudah mengetahui bagaimana perkembangan bayi baru lahir, saat ini kita akan membahas tentang pertumbuhan bayi baru lahir, berapa pertambahan berat badan bayi baru lahir yang normal dan hal yang berkaitan lainnya.

Di hari pertama setelah lahir dokter akan mengukur berat badan, panjang badan dan ukuran kepala bayi. Karena dapat diukur dengan jelas, pertumbuhan merupakan indikator yang baik untuk menentukan kesehatan bayi secara umum apakah sesuai dengan yang diharapkan ataukah ada gangguan.

Bayi yang berat badannya tidak naik-naik bisa berarti nutrisinya kurang karena ada masalah menyusui misalnya atau dia sering mendapat masalah kesehatan (sakit).

Oleh karena itu penting untuk mengetahui berapa kenaikan berat badan bayi baru lahir.

Berapa berat bayi baru lahir?

Bayi memiliki berat badan yang bervariasi. Bayi lahir normal usia 37-40 minggu rata-rata memiliki berat 2500 gram- 4000 gram.

Bayi yang lahir kurang atau lebih dari nilai di atas bisa saja tidak mengalami gangguan apa-apa, dokter dan perawat akan memberikan perhatian untuk memastikan tidak ada masalah dengan bayi tersebut.

Ada beberapa hal yang bisa mempengaruhi berat badan bayi baru lahir. Lama masa kehamilan biasanya berperan penting, misalnya bayi yang lahir dekat dengan masa perkiraan lahirnya atau lewat masa perkiraan lahirnya biasanya lebih besar dari bayi yang lahir lebih cepat.

Adapun faktor lainnya yang mempengaruhi berat dan kenaikan berat badan bayi baru lahir adalah:

  • Keturunan.

Jika Anda memiliki postur tubuh yang besar dan tinggi kemungkinan besar bayi Anda juga akan memiliki badan yang besar, sebaliknya bayi yang kecil biasanya lahir dari orang tua dengan postur yang kecil.

  • Lahir kembar.

Bayi kembar biasanya memiliki ukuran tubuh yang kecil. Bayi kembar akan berbagi uterus untuk tumbuh, selain itu, bayi kembar biasanya akan lahir lebih cepat sehingga ukuran badannya lebih kecil.

  • Urutan kelahiran.

Bayi pertama biasanya lebih kecil dari saudaranya yang lahir berikutnya.

BACA JUGA: Adakah Cara Agar Rambut Bayi Cepat Tumbuh? Tips Untuk Bayi Dengan Rambut Tipis

  • Jenis kelamin.

Bayi laki-laki biasanya relatif lebih besar daripada bayi perempuan.

  • Kesehatan ibu saat hamil.

Ibu yang memiliki masalah saat hamil misalnya: tekanan darah tinggi, penyakit jantung, merokok, minum alkohol biasanya memiliki bayi dengan berat badan rendah. Sedangkan ibu hamil yang memiliki penyakit diabetes atau dengan obesitas biasanya memiliki bayi yang lebih besar.

  • Gizi ibu selama hamil.

Apa yang dimakan oleh ibu saat hamil bisa menentukan berat badan bayinya saat lahir. Ibu dengan diet yang buruk dapat berpengaruh terhadap pertumbuhan janin dan berat badan lahir bayi. Ibu yang berat badannya bertambah drastis selama hamil kemungkinan besar akan melahirkan bayi yang lebih besar.

  • Kesehatan bayi.

Bayi dalam kandungan bisa saja mendapatkan gangguan kesehatan seperti infeksi atau cacat lahir yang bisa berpengaruh terhadap berat dan pertumbuhan bayi selanjutnya.

Pertumbuhan bayi yang lahir prematur.

Bayi yang lahir prematur umumnya kecil dan lebih ringan dari bayi lahir normal. Berat lahir bayi prematur ini ditentukan oleh usianya saat lahir. Bayi lahir prematur dibagi menjadi dua yaitu: bayi prematur dengan berat badan lahir rendah dan bayi prematur dengan berat badan lahir sangat rendah.

Bayi prematur dikatakan memiliki berat badan rendah apabila memiliki berat kurang dari 2500 gram dan sangat rendah bila beratnya kurang dari 1500 gram.

Bayi lahir dengan berat badan rendah atau sangat rendah umumnya adalah bayi dengan lahir prematur.

Bayi prematur akan mendapatkan penanganan khusus oleh dokter di instalasi NICU, memberikannya dukungan yang diperlukan agar dia dapat tumbuh dan bertahan di luar kandungan sampai dia cukup kuat dan sehat untuk hidup di lingkungan luar.

Apakah bayi lebih besar berarti bagus dan lebih sehat?

Pemahaman bahwa bayi lahir chubby artinya bayi sangat sehat sebaiknya dihilangkan karena bayi lahir dengan berat badan berlebih bisa menggambarkan adanya masalah pada bayi.

Bayi yang sangat besar, biasanya lahir dari ibu dengan diabetes bisa mengalami masalah saat lahir. Kadar gula darahnya harus dijaga tetap tinggi dengan memberinya makanan tambahan atau infus glukosa untuk menjaga jangan sampai level glukosa darah turun.

Berat bayi baru lahir turun, apakah bisa terjadi?

Bayi baru lahir di hari-hari pertama, beratnya akan turun. Hal ini terjadi karena tubuh bayi baru lahir masih dipenuhi dengan cairan ekstra. Bayi akan kehilangan berat beberapa gram tapi akan kembali bertambah dalam 2 minggu pertama setelah lahir.

Berat dan kenaikan berat bayi baru lahir, mengetahui pertumbuhan bayi baru lahir yang normal.
Grafik pertumbuhan bayi jenis kelamin perempuan dari WHO.

Berapa pertambahan atau kenaikan berat bayi baru lahir yang normal?

Bayi baru lahir akan memiliki peningkatan berat 30 gram setiap hari di bulan pertama pasca lahir. Panjang (tinggi) badannya juga akan bertambah 2.5-4 cm dalam 1 bulan pertama.Umumnya bayi akan mengalami pertumbuhan yang pesat saat dia berusia 7-10 hari dan saat usia 3-6 minggu.

Bagaimana mengetahui apabila pertumbuhan bayi tidak normal?

Secara kasat mata mungkin sulit untuk menilai apakah bayi baru lahir berat badannya naik atau tidak. Kita sebagai orang tua mungkin bingung apakah berat badannya sudah sesuai dengan harapan atau tidak. Apakah ASI yang kita berikan cukup atau tidak, susu formulanya apakah cukup, dll.

BACA JUGA: Bayi Rewel Dan Menangis Terus? Ini Penyebab Dan Cara Menenangkannya

Untuk mengetahuinya, lebih jelasnya sebaiknya Anda berkonsultasi dengan dokter.

Di bawah ini adalah beberapa hal yang bisa dijadikan dasar untuk menentukan apakah nutrisi yang diberikan ke bayi sudah cukup atau tidak.

  • Seberapa sering bayi disusui/makan. Bayi biasanya menyusui 8 kali atau lebih setiap hari, sedangkan bayi dengan susu formula akan minum susu 6-8 kali setiap hari.
  • Berapa banyak yang masuk. Bayi biasanya menyusui selama 10 menit dan dia terlihat puas dan kenyang. Bayi dengan susu formula dapat minum susu 90-120 mm setiap kali minum.
  • Seberapa sering bayi kencing. Sebelum ASI ibu keluar, bayi mungkin akan mengganti popoknya sebanyak 2 kali. Di hari 3-5 bayi, baik bayi ASI atau susu formula, akan mengganti popok sebanyak 6 kali. Setelah itu bayi biasanya mengganti popok paling tidak 6-8 kali.
  • Seberapa sering buang air besar. Bayi ASI biasanya lebih sering buang air dibandingkan dengan bayi susu formula.

Setelah bayi beranjak lebih besar, pertumbuhannya dapat dinilai dengan menggunakan growth chart.

Menilai pertumbuhan bayi tidak bisa dengan melihat penampilan bayi langsung dengan mengatakan ini kurus, gemuk ataukah sedang-sedang saja. Harus ada ukurannya yang bisa kita jadikan patokan. Di sinilah peran growth chart.

Kartu pertumbuhan bayi atau growth chart dikeluarkan oleh WHO, organisasi kesehatan dunia, dan di negara kita sudah umum dikenal dengan istilah KMS (kartu menuju sehat) yang dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

Growth chart ini dipakai untuk membandingkan berat badan, tinggi badan dan ukuran lingkar kepala anak pada usia yang sama. Dengan adanya grafik pertumbuhan bayi ini, orang tua, dokter dan petugas kesehatan bisa menilai pertumbuhan anak, mengikuti berapa kenaikan berat dan tingginya.

Anak yang mengalami gangguan atau perlambatan pertumbuhan, misalnya berat badannya tidak naik-naik, beratnya kurang, pertambahan tingginya kurang, bisa diketahui dan secepat mungkin bisa dilakukan intervensi agar efeknya tidak semakin buruk.


Cek tulisan terbaru.
Lihat tips dan topik lainnya.

Bantu Moms dan Dads lainnya dengan share tulisan ini ke Facebook dan WhatsApp.