Berpikir Dan Bertindak Positif Saat Hamil, Jauhkan Pikiran Negatif

Berpikir Dan Bertindak Positif Saat Hamil, Jauhkan Pikiran Negatif

Kehamilan bisa sangat tidak menyenangkan bagi sebagian perempuan. Tidak semua wanita menjalani kehamilan dengan lancar dan tanpa masalah. Belum lagi kekhawatiran dan kecemasan yang kadang menghantui kita akibat banyaknya cerita atau kejadian negatif yang berkaitan dengan kehamilan.

Tidak sedikit ibu hamil mengalami masalah kesehatan, masalah keuangan atau masalah keluarga (hubungan dengan pasangan/suami).

Tekanan dan stres yang berkaitan dengan kehamilan membuat kita mengalami keadaan yang kadang di luar batas kemampuan kita untuk menghadapinya. Hal inilah yang membuat perhatian atau fokus kita menjadi ke hal-hal yang negatif yang tidak mengenakkan. Padahal, kalau kita ingin jujur, ada banyak hal positif dan menyenangkan yang menyertai kehamilan.

Ibu yang bersikap positif saat hamil dapat fokus untuk memilih makanan yang baik untuk kehamilannya, dapat tidur lebih baik dan lebih aktif menjalani harinya. Ia juga dapat fokus terhadap hal-hal menakjubkan yang terjadi pada tubuhnya dan menikmati hubungannya yang semakin dekat dengan bayinya yang belum lahir.

Munculnya pikiran negatif saat hamil adalah hal yang wajar dan itu tidak bisa kita sangkal. Tugas kita adalah me-manage hal tersebut menjadi hal yang positif sehingga kita tidak menjadi stres.

Ada beberapa cara yang bisa kita lakukan untuk mengatasi berbagai masalah tersebut seperti meditasi, sembahyang (berdoa, mendekatkan diri dengan yang kuasa) atau berdiskusi dengan pasangan, keluarga atau dokter.

Mengatasi perilaku dan pikiran negatif saat hamil.
..be positive and thankful.

Berikut ini tips untuk mengatasi pikiran negatif sehingga ibu bisa menjalani kehamilan dengan bahagia, sehat dan lancar.

Cara menghilangkan berbagai pikiran negatif saat hamil:

1. Buang jauh-jauh kebiasaan buruk.

Singkirkan hal negatif: “Saya hamil, sudah terlambat untuk memulai kebiasaan yang sehat.”

Ambil hal positif: “Tidak ada kata terlambat untuk merubah kebiasaan buruk saya menjadi kebiasaan yang sehat, demi bayi dan saya sendiri.”

Kebiasaan buruk seperti merokok atau minum minuman beralkohol, saat hamil, tidak bisa kita lakukan lagi. Dalam suatu penelitian, ibu yang berhenti merokok, alkohol, menggunakan obat-obatan di awal kehamilannya ditemukan memiliki kondisi kesehatan yang sama, baik janin dan dirinya sendiri, dengan ibu yang tidak merokok/alkohol.

Jadi tidak ada alasan untuk tidak berhenti melakukan kebiasaan buruk. Ini termasuk kebiasaan buruk lainnya seperti: tidak peduli dengan apa yang dimakan saat hamil, kurang peduli dengan makanan yang dimakan, bersih atau tidak, matang atau tidak atau minum kopi lebih dari 2 gelas sehari.

2. Mempersiapkan diri menjadi orang tua.

Singkirkan hal negatif: “Saya tidak tahu bagaimana menjadi orang tua yang baik, mengganti popok pun saya tidak tahu. Saya akan jadi ibu yang buruk.”

Ambil hal positif: “Saya bisa belajar, saya bisa menjadi orang tua yang baik.”

Menjadi orang tua memang tidak mudah. Merasa tertekan dan tidak mengetahui apa yang harus dilakukan adalah wajar untuk orang tua baru. Disitulah kita perlu belajar.

Belajar dari orang lain, dari buku, dan lain-lain. Belilah buku yang bisa membantu kita, ikuti kelas ibu hamil, dll. Bergabunglah dengan komunitas atau banyaklah bertanya dengan dokter atau ibu lainnya.

Bicaralah dengan ibu baru, akan sangat bermanfaat untuk mendengarkan bagaimana dia mengatasi masalah yang dia hadapi.

3. Mengatur keuangan.

Singkirkan hal negatif: “Gaji saya dan suami tidak banyak, bagaimana saya membiayai buah hati kami nantinya, membeli popoknya, susunya, biaya persalinan, dll?”

Ambil hal positif: “Dengan bijak membelanjakan uang dan perencanaan keuangan yang baik, gaji kami akan cukup untuk membiayai buah hati kami.”

Banyak hal yang bisa kita lakukan seperti membedakan antara keinginan dan kebutuhan. Memotong pengeluaran yang tidak perlu-perlu amat seperti langganan tv berbayar, mengurangi biaya liburan, dll.

Buat daftar/list pengeluaran dan cek lagi dan pisahkan hal-hal yang memang perlu dan tidak perlu.

4. Menjaga kesehatan.

Singkirkan hal negatif: “Saya memiliki berat badan berlebih, kehamilan saya pasti akan bermasalah.” Atau.. “Saya memiliki penyakit gula darah, saya akan kesulitan menjalani kehamilan.”

Ambil hal positif: “Saya bisa menjaga berat badan saya dengan bantuan dokter, saya tetap bisa memiliki kehamilan yang sehat.”

Masalah berat badan berlebih atau diabetes saat hamil adalah masalah yang sering ditemui. Itu adalah kondisi yang tidak mudah tapi ada beragam cara yang bisa dilakukan, dengan bantuan dokter, untuk mengatasi itu, membantu mengurangi efek yang ditimbulkan, agar kehamilan bisa dijalani dengan lebih baik.

Merubah kebiasaan, menjaga makanan dan olahraga yang tepat bisa mengatasi kenaikan berat badan berlebih saat hamil.

Banyak ibu dengan diabetes, berat badan berlebih atau kondisi kesehatan lainnya yang tetap bisa melewati masa kehamilan sampai melahirkan bayi dengan kondisi yang baik. Dokter kebidanan akan menjadi teman kita untuk menjalani kehamilan yang lebih baik.

5. Jangan terlalu khawatir.

Singkirkan hal negatif: “Saya yakin ada yang salah dengan kehamilan saya.”

Ambil hal positif: “Saya akan memiliki kehamilan dan bayi yang sehat.”

Komplikasi yang berhubungan dengan kehamilan, melahirkan bayi yang cacat atau tidak sempurna adalah dua mimpi buruk terbesar ibu hamil. Sudah pernah kami bahas di tulisan sebelumnya bahwa hal tersebut sangatlah jarang. Apalagi kalau kita menjaga makanan yang sehat, olahraga teratur, minum suplemen dan vitamin serta rajin mengontrol kehamilan.

Umumnya kehamilan yang melewati trimester pertama, 90 persennya akan memiliki kehamilan dan bayi yang sehat. Sisanya yang 10 persen umumnya mengalami masalah kesehatan seperti diabetes dan hipertensi yang semuanya bisa dimanage/diatasi dengan bantuan dokter.

Jadi umumnya kehamilan akan berakhir dengan baik.

6. Mengalir saja.

Singkirkan hal negatif: “Kalau saya melahirkan dengan epidural atau operasi cesar, mimpi saya akan buyar untuk memiliki moment yang sempurna.”

Ambil hal positif: “Meskipun saya nanti melahirkan tidak sesuai dengan rencana, saya akan tetap melahirkan dengan nyaman dan lancar .”

Kita mungkin sudah memiliki rencana yang jelas bagaimana akan melahirkan yang tanpa penghilang nyeri (epidural), tanpa induksi dan melahirkan normal tanpa operasi (sectio cesarea).

Dokter akan berusaha untuk membantu kita mewujudkan itu tapi kadang ada hal-hal yang tidak bisa kita perkirakan. Saat melahirkan, saat his (kontraksi rahim) tidak kuat, dokter mungkin akan mulai melakukan induksi untuk membantu kontraksi rahim dan mempercepat keluarnya bayi.

Saat dokter berusaha membantu kita melahirkan secara normal, bisa saja tiba-tiba terjadi kegawatan pada janin sehingga perlu segera dilakukan operasi.

Yang terpenting adalah, yang terbaik untuk ibu dan bayi. Kita bisa mengganggap itu sebagai cara lain untuk mendapatkan persalinan yang aman dan lancar.

7. Terbuka.

Singkirkan hal negatif: “Saya tidak memiliki keluarga atau orang lain yang akan membantu saya, saya akan menjalani ini sendiri.”

Ambil hal positif: “Mulai sekarang saya bisa memperluas pergaulan, mendapat teman baru dan mendapat dukungan dari dokter yang akan membantu saya sampai melahirkan.”

Kehamilan, melahirkan dan menjadi ibu baru akan lebih mudah dijalani apabila kita memiliki keluarga dekat yang mendukung. Meskipun demikian, kalau tidak, kita bisa membentuk jaringan orang dekat baru yang bisa membantu kita.

Ada beberapa tempat atau komunitas dimana ibu hamil bisa mendapatkan dukungan dan teman baru. Kita bisa terbuka saat mengikuti kelas yoga untuk ibu hamil, kelas ibu hamil atau kelas menyusui. Bergaullah dengan tetangga kompleks, komunitas di Mesjid atau Gereja, dll.


Cek tulisan terbaru.
Lihat tips dan topik lainnya.

Bantu Moms dan Dads lainnya dengan share tulisan ini ke Facebook dan WhatsApp.