Cara Alami dan Obat Alami Untuk Meningkatkan Produksi ASI

Cara Alami dan Obat Alami Untuk Meningkatkan Produksi ASI

ASI adalah makanan alami bayi. ASI biasanya sudah tersedia di hari pertama sejak bayi lahir untuk memenuhi segala kebutuhan nutrisi bayi. Tubuh ibu secara alami dapat memproduksi ASI yang dibutuhkan oleh bayi.

Oleh karena satu dan lain hal, tidak selamanya produksi asi seperti yang kita harapkan. Penyebabnya biasanya karena ibu tidak tahu bagaimana cara meningkatkan produksi asinya secara alami yang terkadang, karena ketidaktahuan, ibu merasa asinya tidak cukup padahal sebenarnya cukup.

Ada beberapa persiapan dan langkah-langkah yang bisa Moms praktekkan untuk meningkatkan produksi asi.

Cara sederhana yang bisa Moms lakukan untuk memperlancar dan meningkatkan ASI:

1. Merawat payudara.

Menjaga produksi asi bisa dilakukan sejak saat moms hamil dengan cara merawat payudara. Merawat payudara dilakukan dengan secara rutin membersihkan payudara terutama di trimester terakhir kehamilan (trimester ke-3).

Perawatan dilakukan dengan membersihkan payudara, areola, puting dengan baby oil sebelum mandi. Bagi ibu yang mengalami inverted nipple atau puting yang tertarik ke dalam (terbenam) bisa mulai berusaha menarik ujung puting keluar, baik dengan menekan-nekan payudara ke arah puting atau dengan mengisap menggunakan ujung spoit yang dibalik.

2. Kompres air hangat dan massage (pijat payudara).

Ini bisa dilakukan setiap sebelum akan menyusui, dilakukan pada kedua payudara kanan dan kiri. Tujuannya adalah mempersiapkan kelenjar-kelenjar air susu di dalam payudara agar siap memproduksi asi sehingga saat akan menyusui, asi sudah siap diberikan.

BACA JUGA: Kurang Tidur Karena Ada Bayi Baru. Moms, Ini Cara Mengatasinya

Bayipun akan lebih tenang karena saat lapar dia langsung bisa mendapatkan asinya tanpa menunggu lama sampai asinya keluar banyak.

Ini juga akan mengurangi resiko bayi menggigit puting sehingga puting yang luka yang biasanya menyebabkan ibu kesulitan menyusui dapat dicegah.

Cara kompres adalah dengan mengusap payudara ke arah puting menggunakan handuk yang sudah dibasuh dengan air hangat.

3. Menyusui setiap 2 sampai 3 jam.

Prinsip produksi dan permintaan (supply and demand).

Prinsipnya, semakin sering ASI diberikan dan dikeluarkan maka akan semakin sering dan banyak asi yang diproduksi.

Produksi asi kita sudah diatur sedemikian rupa mengikuti prinsip supply dan demand dimana asi akan diproduksi sesuai dengan kebutuhan.

Bayi yang baru lahir biasanya lapar setiap 2 sampai 3 jam sehingga sebaiknya diberikan asi di jam-jam tersebut. Dengan menyusui setiap 2-3 jam tubuh kita akan mengirim seinyal ke pusat untuk terus memproduksi asi sesuai dengan kebutuhan bayi. Tubuh akan menyesuaikan diri untuk memproduksi asi yang dibutuhkan dalam beberapa hari.

Nah, mengetahui prinsip ini, kita bisa mengetahui, apabila kita tidak menyusui bayi secara rutin, jam pemberiannya jarang-jarang, 4 sampai 5 jam misalnya, hanya sebentar pemberiannya, tubuh akan otomatis mengirim sinyal ke pusat untuk mengurangi produksi asi.

4. Menyusui cukup lama di kedua payudara secara bergantian.

Untuk menjaga produksi asi di kedua payudara, susui bayi di satu payudara sampai asi kosong lalu ganti dengan payudara lainnya.

Tidak ada aturan khusus berapa lama bayi disusui, tergantung usia dan kebutuhan bayi. Upayakan susui bayi di masing-masing payudara cukup lama, paling tidak 30 menit atau sampai payudara benar-benar kosong. Hindari menyusui hanya sebentar karena ini akan mengirim sinyal ke tubuh untuk memproduksi asi lebih sedikit.

5. Rutin memompa ASI.

Untuk membantu memberikan rangsangan dan stimulasi pada payudara, Moms bisa memompa asi setiap selesai menyusui. Meskipun asi yang kita dapatkan tidak terlalu banyak, ini akan membantu agar asi diproduksi terus sehingga ketersediaan asi bisa maksimal untuk memenuhi kebutuhan bayi.

BACA JUGA: Vitamin-vitamin Esensial Yang Penting Untuk Ibu Menyusui dan Bayi Baru Lahir

ASI yang tersisa setelah menyusui bisa dipompa habis sehingga tubuh bisa segera memproduksi asi kembali dan siap diberikan saat bayi ingin ‘makan’ lagi.

6. Kontak kulit ibu dan bayi.

Skin to skin contact, kontak kulit langsung ibu dan bayi akan meningkatkan kedekatan hubungan emosional antara ibu dan bayi. Secara tidak langsung skin to skin contact akan memicu terlepasnya hormon prolaktin yang akan merangsang pengeluaran asi.

Obat alami atau herbal yang bisa membantu meningkatkan produksi asi (galactagogue).

7. Obat alami, herbal, galactagogue yang bisa membantu menambah produksi ASI.

Ada beberapa yang bisa kami sebutkan obat tradisional atau herbal yang dipercaya dapat meningkatkan jumlah asi (ASI booster):

Jahe.

Jahe adalah herbal yang dapat menambah rasa pada makanan atau minuman. Biasanya dimanfaatkan untuk mengurangi gejala pusing, flu, masalah pencernaan dan dapat meningkatkan suplai asi.

Jahe aman digunakan dalam batas yang tidak berlebihan untuk ibu hamil dan ibu menyusui.

Bawang Putih.

Sama seperti jahe, bawang putih juga umum digunakan sebagai pelengkap bumbu masakan. Sejak dahulu bawang putih sudah dikenal karena manfaat kesehatannya.

Diketahui juga bahwa bawang putih dapat meningkatkan produksi asi meski dapat merubah rasa asi. Tapi jangan khawatir, saat bayi menyusui dari ibu yang makan bawang putih, rasanya tidak akan sama seperti bawang putih yang kita makan. Bawang putih yang kita makan tidak akan diteruskan ke asi. Hanya akan merubah rasa/aroma asi.

Seperti kita tahu, rasa asi akan berubah sesuai dengan makanan yang ibu makan. Sekali lagi ini bukan berarti apabila ibu makan pedes, bayi yang menyusu juga akan merasakan pedas. Bukan, hanya flavornya saja dan bayi tidak akan merasakan pedas.

Daun katuk.

Diketahui berdasarkan penelitian bahwa daun katuk bisa memperlancar asi (herbal galactogogue) dengan cara mempengaruhi hormon yang bertanggung jawab terhadap produksi asi.

Ibu yang menyusui dapat mengonsumsi daun katuk dengan cara memasaknya terlebih dahulu atau dengan memakannya secara langsung sebagai lalapan. Bisa juga dibikin jamu atau dengan merebusnya dan meminum air rebusannya.

Sudah banyak tersedia ekstrak daun katuk dalam sediaan praktis dalam bentuk obat tradisional atau bersama dengan obat medis lainnya.

Pepaya dan daun pepaya.

Pepaya dipercaya dapat membantu meningkatkan produksi asi. Pepaya muda bisa moms olah menjadi makanan yang enak seperti sayur atau sup. Bisa juga moms kombinasikan dengan ayam atau daging sebagai lauk.

Seperti halnya buah pepaya, daun pepaya apabila dikonsumsi dalam jumlah yang tidak berlebihan akan membantu meningkatkan produksi asi.

Buah pare.

Ya, buah pare bisa dijadikan sebagai booster asi seperti halnya pepaya. Moms bisa membuat jus pare atau mengolahnya menjadi sayur yang lezat.

8. Minum air putih yang cukup.

Ya, tubuh kita membutuhkan cairan yang banyak, selain untuk memenuhi kebutuhan ibu juga untuk membantu memproduksi ASI bagi bayi.

Minumlah air paling tidak 10 gelas tiap hari agar kebutuhan cairan terpenuhi.

9. Jika KB, gunakan kontrasepsi yang tidak mengganggu produksi ASI.

Menyusui sendiri adalah metode kontrasepsi, biasa dikenal dengan istilah Metode Amenore Laktasi. Tapi, jika ibu memutuskan untuk menggunakan KB saat menyusui, pertimbangkan memilih kontrasepsi yang tepat yang tidak mempengaruhi produksi ASI.

Hormon estrogen yang terkandung dalam pil KB kombinasi diketahui dapat mengurangi produksi ASI sehingga ini bukan pilihan tepat untuk ibu menyusui.

Pilih kontrasepsi yang tidak mengganggu produksi ASI seperti kontrasepsi nonhormonal: kondom, IUD (spiral) atau pil KB yang hanya mengandung hormon progestin (pil mini).

Nah, itulah beberapa hal yang bisa ibu lakukan agar produksi ASI bertambah. Selain hal di atas, penggunaan obat galactogogue sintesis juga dapat membantu (mungkin akan kita bahas di tulisan berikutnya).


Cek tulisan terbaru.
Lihat tips dan topik lainnya.

Bantu Moms dan Dads lainnya dengan share tulisan ini ke Facebook, Twitter dan WhatsApp.