Cara Efektif Mengejan Atau Mendorong Bayi Keluar Saat Melahirkan

Cara Efektif Mengejan Atau Mendorong Bayi Keluar Saat Melahirkan

Mengejan atau berkuat (istilah awamnya ngeden atau mengedan) untuk membantu mendorong bayi keluar dilakukan di fase kedua (kala 2) melahirkan. Untuk mengingatkan, ada 3 fase dalam melahirkan yakni fase 1 yakni fase pembukaan, fase 2 kelahiran bayi dan fase 3 pengeluaran plasenta (ari-ari).

Ibu yang melahirkan normal tidak boleh berkuat atau mengejan sebelum fase 1 selesai, yakni sekviks atau mulut rahim sudah terbuka lengkap (pembukaan sempurna 10 cm). Sebelum pembukaan lengkap, kita akan diminta untuk tidak mengedan dan menjaga irama pernapasan teratur seperti yang sudah dijelaskan di tulisan sebelumnya.

Saat melahirkan, sebelum diminta mengedan oleh dokter atau bidan, ibu bisa menunggu pembukaan serviks lengkap dengan merubah posisi duduk, posisi kaki, jongkok atau miring sesuai yang kita rasa paling nyaman.

Mungkin ada ibu yang khawatir saat diminta untuk mulai mendorong, bingung atau takut akan melakukannya salah, takut ada apa-apa dengan bayinya dan lain-lain. Yakinlah bahwa kita akan melalui masa ini dengan lancar dan jadikan ini sebagai penambah semangat karena dengan melewati tahapan persalinan sampai sejauh ini merupakan capaian yang luar biasa. Dan.. tidak lama lagi, proses melahirkan ini akan memasuki saat-saat terakhirnya.

Prinsipnya, peran ibu adalah membantu memberikan dorongan untuk mengeluarkan bayi terutama saat kontraksi terjadi sambil tetap tenang, rileks dan mendengarkan panduan dokter.

Fase ini biasanya berlangsung lebih singkat daripada fase pembukaan, 30 menit sampai 1 jam. Pada ibu yang melahirkan untuk kedua kalinya dan seterusnya biasanya akan melewati ini lebih cepat. Meskipun demikian, tidak menutup kemungkinan ini bisa berlangsung sangat cepat atau bahkan lama, beberapa jam.

Kapan ibu harus mulai mendorong atau mengejan, bagaimana cara mengejan yang benar saat melahirkan?

Yang dirasakan ibu melahirkan saat ingin berkuat (mengedan).

Kontraksi yang dirasakan pada fase ini akan lebih teratur, berlangsung tiap 60-90 detik dengan lama (intensitas) tiap kontraksi (biasanya) 2-5 menit. Umumnya intensitas kontraksi yang dirasakan akan semakin berkurang bahkan mungkin kita tidak akan merasakannya saat mendapatkan anestesi epidural (untuk mengurangi nyeri).

Hal-hal yang menjadi tanda bahwa saatnya lah waktunya untuk mengejan:

  • Nyeri yang menyertai kontraksi, meskipun tidak seintens di fase sebelumnya.
  • Ada keinginan mendesak untuk mendorong/mengejan.
  • Merasakan adanya tambahan energi atau malah jadi lemah/lelah.
  • Rasa tekanan yang kuat pada rektum/anus.
  • Kontraksi yang tampak jelas terlihat dengan rahim (uterus) yang bergerak naik.
  • Peningkatan cairan mukus (lendir) dari jalan lahir.
  • Perasaan basah karena bayi mulai turun.
  • Rasa terbakar, menusuk dan regangan pada vagina akibat tekanan kepala bayi.

Tehnik cara mengejan yg benar saat melahirkan.

Kini saatnya berkuat, dokter atau bidan sudah memberikan instruksi kalau kini sudah boleh berkuat, tidak perlu menahan lagi seperti pada fase 1 karena pembukaan serviks sudah lengkap.

Kita akan melakukan dorongan secara teratur, biasanya 3 kali setiap ada kontraksi atau kalau ibu merasakan keinginan untuk berkuat. Di waktu istirahat saat tidak ada kontraksi ibu bisa mengembalikan tenaga dengan minum air atau susu atau apapun yang ibu inginkan.

Penting untuk menjaga stamina agar ibu memiliki cukup energi untuk membantu mengeluarkan bayi.

Beberapa tips yang sebaiknya kita ikuti saat mengejan atau mendorong bayi:

1. Dorong atau berkuat seperti halnya kita mengalami buang air.

Curahkan semua perhatian untuk mendorong bayi keluar seperti kalau kita mengalami buang air yang sulit.

Tetaplah rileks dan jangan tegang sehingga otot-otot yang diperlukan untuk mendorong dapat bekerja dengan efektif.

BACA JUGA: Persalinan Anak Kedua Biasanya Lebih Cepat, Benarkah?

Ibu tidak perlu takut akan mengeluarkan urin atau feses saat berkuat karena kalaupun terjadi kita tidak perlu malu. Buang air kecil atau besar saat mengedan adalah hal yang biasa saat melahirkan dan itu adalah hal yang umum.

Saat ingin berkuat, berkuatlah dan fokus untuk membantu mengeluarkan bayi, tidak perlu memikirkan hal yang lain.

2. Dekatkan dagu pada dada.

Ini akan membantu kita fokus mendorong dengan benar. Perhatikan bagian bawah dan lihat apakah dorongan kita sudah kuat.

3. Fokus untuk berkuat dengan kuat dan efektif.

Hindari berkuat atau ngeden yang setengah-setengah atau mendorong bukan dengan otot-otot perut dan panggul, seperti mengencangkan wajah, leher, berkuat sambil menutup mata atau otot bagian atas lainnya. Hindari ini karena akan membuat area merah atau hitam di wajah atau area mata pasca melahirkan.

4. Berganti posisi.

Ada kalanya dengan mengubah posisi, turunnya bayi akan lebih cepat. Perubahan posisi dapat membantu melonggarkan jalan lahir.

5. Ikuti insting (naluri).

Saat kontraksi akan mulai tarik napas dalam-dalam beberapa kali dan saat kontraksi sedang dalam puncaknya dorong sekuat Anda sambil menahan napas atau sambil membuang napas (apapun yang dirasa nyaman).

Kita bisa mendorong dan bidan menghitung sampai 10 jika itu membantu kita. Yang jelas, lakukan sealami mungkin saat kita merasa keinginan untuk berkuat. Ini akan membantu cepatnya bayi lahir.

6. Istirahat diantara kontraksi. 

Ibu perlu menjaga energi agar siap mendorong di kontraksi berikutnya sampai bayi lahir sempurna. Oleh karena itu manfaatkan waktu diantara kontraksi untuk mengumpulkan energi. Ibu bisa minum air, susu, jus, teh atau apapun yang diinginkan.

7. Berhenti berkuat saat diminta berhenti.

Ya, tidak selamanya kita harus mengejan/ngeden dengan kuat. Bayi lahir terlalu cepat juga tidak baik karena bayi bisa meluncur atau bisa terjadi robekan jalan lahir (vagina).

Saat kepala bayi terlihat, hentikan dorongan dan biarkan vagina meregang dulu dan menyesuaikan dengan kepala bayi. Ikuti instruksi dokter kalau diminta mendorong dengan lembut atau kalau tidak perlu lagi mendorong.

Biasanya setelah kepala bayi muncul secara otomatis bayi akan keluar secara alami secara berputar. Dokter akan menjaga perineum (daerah antara vagina dan anus) dan menahan kepala dan bahu bayi sambil memandu keluarnya anggota tubuh bayi lainnya.

Hal-hal lainnya yang perlu kita tahu saat persalinan.

  • Janin atau bayi akan dimonitor secara terus-menerus oleh dokter sepanjang proses ini untuk memastikan keadaan bayi baik-baik saja.
  • Saat kepala bayi lahir, dokter akan mengisap lendir dari hidung dan mulut bayi agar jalan napas bayi bersih menggunakan alat suction.
  • Dalam keadaan tertentu, meskipun jarang (bayi besar, dll), pada ibu akan dilakukan eposiotomi untuk melebarkan jalan lahir. Tindakan ini yakni dengan menggunting sedikit perineum (kulit bagian bawah vagina) dengan miring.

Hal ini dilakukan untuk memberi jalan keluarnya bayi dan mencegah robekan vagina yang lebih lebar. Yang juga dikhawatirkan kalau ini tidak dilakukan adalah ruptur yang bisa melebar sampai ke anus. Jadi ini dilakukan benar-benar untuk kebaikan ibu dan janin.

BACA JUGA: Agar Proses Melahirkan Dilalui Dengan Cepat. Efek Persalinan Terjadi Sangat Cepat

Luka episiotomi ini adalah luka yang rapi jadi lebih mudah untuk dijahit dan akan sembuh seperti sebelumnya.

  • Saat bayi sudah keluar, tali pusat akan dijepit dan dipotong lalu diberikan ke ibu. Ini adalah kontak pertama ibu dan bayinya dan sangat penting untuk perkembangan bayi berikutnya termasuk untuk bonding ibu dan anak serta mempercepat proses menyusui dini.

Lahirnya atau keluarnya plasenta (fase ketiga persalinan).

Ini adalah peristiwa akhir dari panjangnya proses melahirkan. Dokter akan memijat perut ibu untuk membantu keluarnya plasenta (ari-ari). Ibu mungkin akan merasakan nyeri seiring kontraksi uterus untuk mengeluarkan plasenta.

Setelah plasenta keluar ibu akan disuntik untuk mempercepat pengecilan rahim (uterus) dan menghindari resiko perdarahan setelah melahirkan.

Bayi dibersihkan (dikeringkan) dan dinilai setelah lahir.

Segera setelah lahir, bayi akan dikeringkan dan kalau ia tidak menangis spontan dokter akan merangsang agar ia menangis. Menangis penting menandakan bayi bisa bernapas spontan dan menjamin masuknya oksigen ke tubuh bayi.

Dalam 1-5 menit dokter akan menilai kondisi umum bayi dan hasilnya dikenal sebagai Skor Apgar. Bayi ditimbang berat dan diukur panjangnya. Diberi salep mata untuk mencegah infeksi lalu dibedong untuk menghindari terjadinya hipotermi (kedinginan).


Cek tulisan terbaru.
Lihat tips dan topik lainnya.

Bantu Moms dan Dads lainnya dengan share tulisan ini ke Facebook, Twitter dan WhatsApp.