Cara Merawat Bayi Baru Lahir Yang Orang Tua Baru Seharusnya Tahu

Cara Merawat Bayi Baru Lahir Yang Orang Tua Baru Seharusnya Tahu

Menjadi orang tua adalah anugerah, meskipun demikian sebagian dari kita mungkin akan merasa tertekan karena tidak tahu harus berbuat apa atau bingung harus melakukan apa merawat dan mengasuh bayi baru lahir.

Satu tahun pertama bayi adalah masa penting dimana pertumbuhan bayi akan sangat pesat selain merupakan masa emas yang akan menentukan pertumbuhan dan perkembangannya kelak.

Karena pentingnya, kita harus belajar bagaimana pengasuhan bayi yang tepat.

Berikut ini beberapa tips yang bisa kita jalankan agar lebih percaya diri merawat bayi di rumah dan mengurangi stres (yang tidak perlu terjadi) dalam mengasuh bayi.

Apakah Bunda melahirkan secara normal atau melalui operasi caesar, melahirkan cukup bulan atau melahirkan bayi prematur prinsip perawatan bayinya kurang lebih sama.

Berikut ini hal-hal yang bisa Ayah dan Bunda lakukan:

1. Mintalah bantuan orang lain.

Merawat bayi adalah pekerjaan yang cukup melelahkan. Jangan ragu untuk meminta atau menerima bantuan dari orang lain. Kita bisa meminta orang lain membantu membersihkan rumah, mencucikan pakaian dan pekerjaan lainnya sehingga pekerjaan yang tak sempat diselesaikan tidak akan menambah beban kita.

Jangan ragu atau malu untuk bertanya tentang hal-hal yang berkaitan dengan bayi. Bertanyalah ke dokter, orang tua atau orang lain yang berpengalaman bagaimana cara memperlakukan bayi yang benar. Kalaupun tidak sependapat dengan hal tertentu jangan sampai membuat kita tidak mendengarkan saran lainnya.

2. Hati-hati saat menggendongnya.

Melihat bayi baru lahir, yang kecil dan tampak lemah mungkin akan membuat kita takut menggendongnya, khawatir akan melukainya atau kasihan akan membuatnya tidak nyaman.

Saat menggendong bayi,agar tidak terlalu khawatir, berikut ini hal penting yang mesti kita ingat:

  • Membersihkan tangan, baik dengan mencucinya dengan sabun atau hand sanitizer sebelum menyentuh bayi.

Kita tahu bayi masih sangat lemah dan sistem pertahanan tubuhnya belum baik seperti orang dewasa sehingga rentan terhadap infeksi kuman.

  • Hati-hati memegang kepala dan leher bayi.

Topang atau pegang belakang kepala bayi saat menggendongnya ataupun saat menempatkannya di tempat tidur. Bayi baru lahir sampai bayi umur tertentu belum mampu menopang kepala dan lehernya sendiri.

  • Jangan sampai mengguncang bayi, baik saat bermain dengannya atau saat kesal (frustasi) dengannya.

Mengguncang bayi sangat berbahaya karena dapat menyebabkan perdarahan otak bahkan menyebabkan kematian.

Saat ingin membangunkannya misalnya, cukup dengan mencolek kakinya atau menepuk lembut pipinya, tidak perlu menggoyang tubuhnya.

  • Bayi baru lahir belum siap untuk diajak bermain berat seperti diayun kencang sambil telungkup atau diayun ke udara.
  • Saat bayi dibawa pastikan ia terpasang aman dan terjaga di gendongan, car seat atau strollernya, batasi tindakan yang terlalu berat atau guncangan.

3. Membedong bayi.

Membedong bayi adalah salah satu cara untuk menenangkan bayi. Bayi dibedong biasanya pada awal-awal minggu pertama kelahiran bayi. Seiring bertambahnya usia bayi, ia akan semakin aktif bergerak dan tidak nyaman lagi apabila dibedong.

Membedong tidak hanya akan membuat bayi hangat tapi juga akan membuatnya merasa aman dan tenang.

Cara membedong bayi yang benar adalah:

Begini cara praktis membedong bayi baru lahir.
Cara praktis membedong bayi baru lahir. Mudah kan moms?
  • Siapkan kain bedong bayi, bisa menggunakan selimut bayi.
  • Lipat salah satu ujung selimut.
  • Tempatkan bayi di atas kain bedongnya di tengah-tengah dengan kepala di atas kain yang terlipat.
  • Lipat ujung kain sebelah kiri dan selipkan ke belakang badannya di bawah lengan tangan kanan.
  • Tarik ujung bawah kain di bawah kakinya ke arah kepala dan selipkan di belakang badannya. Jangan terlalu ketat karena dapat menyebabkan dislokasi bahu.
  • Terakhir, tarik kain bagian kanan mengelilingi bayi dan selipkan ke bagian kiri belakang bayi sehingga menyisakan bagian kepala dan leher bayi saja yang tidak tertutup.

Untuk memastikan bedongnya tidak terlalu ketat, pastikan tangan Anda masih bisa diselipkan di antara kain dan dadanya. Memastikan bahwa iya masih bisa bernapas dengan bebas.

Apabila bedongnya lepas, ulangi lagi sampai cukup kuat dan tidak gampang lepas.

4. Popok bayi.

Popok bayi ada dua macam yaitu: popok bayi sekali pakai seperti yang banyak dijual di alfamart atau indomaret dan popok kain. Kedua jenis popok ini masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan.

Yang pasti, apapun jenis popok yang bayi Anda gunakan, popoknya akan basah umumnya 10 kali per hari atau 70 kali dalam seminggu.

Sebelum mengganti popok bayi, siapkan popok baru yang bersih sehingga kita tidak perlu lagi meninggalkan bayi.

Yang diperlukan saat mengganti popok bayi adalah:

  • Popok bersih.
  • Salep atau krim ruam popok (terutama bila bayi memiliki ruam popok).
  • Wadah untuk tempat air hangat.
  • Waslap bersih, tissue basah atau bola kapas.

Cara mengganti popoknya:

Setelah buang air atau jika popoknya basah, baringkan bayi lalu buka popok kotornya. Basuh daerah kelamin bayi menggunakan tissue basah atau waslap atau kapas sampai daerah tersebut bersih.

Saat mengganti popok bayi laki-laki, berhati-hatilah karena saat terekspos dengan udara luar bayi bisa mengeluarkan kencing. Saat membersihkan bagian bawah bayi perempuan, usap daerah depan dulu kemudian ke belakang untuk menghindari terjadinya infeksi saluran kemih.

Berikan salep anti ruam popok untuk mencegah atau mengobati ruam popok. Cucilah tangan Anda selalu setiap kali selesai mengganti popok.

Ruam popok adalah hal yang biasa terjadi. Ruam popok biasa terjadi karena kulit bayi yang sensitif dan gampang teriritasi oleh popok yang basah. Ruam popok umumnya berupa kemerahan dan sedikit bengkak di daerah genitalia bayi, pantat dan lipatan paha.

Cara mencegah ruam popok, ibu bisa mengikuti tips berikut:

  • Mengganti popok bayi dengan sering atau segera setelah ia buang air besar. Dengan begitu, kontak air atau kotoran bayi dengan kulit bayi tidak akan berlangsung lama dan menimbulkan iritasi.
  • Setelah membersihkan area kelamin bayi, berikan salep anti ruam popok, salep yang berisi zinc oksida yang akan melindungi kulit bayi menjadi lembab.
  • Apabila Anda menggunakan popok kain, cuci popok kainnya dengan detergen yang bebas pewarna atau pewangi buatan.
  • Biarkan bayi sesekali tidak menggunakan popok. Memberikan kesempatan kepada kulit untuk tetap kering.

Ruam popok tidaklah berbahaya, akan tetapi apabila terjadi lebih dari 3 hari dan tampak memburuk misalnya bertambah merah dan ada tanda infeksi, segeralah konsultasi ke dokter.

5. Memandikan bayi.

Dia sudah boleh dimandikan apabila:

  • Tali pusat dan pusarnya sudah kering sempurna (biasanya 1-4 minggu).
  • Apabila dia disunat (sirkumsisi), lukanya sudah sembuh sempurna, biasanya 1-2 minggu.

Memandikan bayi tidak harus tiap hari, bisa 2-3 kali saja dalam seminggu di 1 tahun pertamanya.

Hal yang perlu disiapkan sebelum memandikan bayi:

  • 1 waslap (lap iler bayi/saputangan) yang bersih dan lembut.
  • Sabun dan sampo bayi yang lembut dan tanpa pewangi buatan.
  • Selimut atau handuk.
  • Diaper atau popok bersih.
  • Pakaian yang bersih.
  • Sisir lembut untuk stimulasi kulit kepala bayi.

Cara memandikan bayi antara lain:

Sponge bath.

Cara memandikan bayi sponge bath usia di bawah 1 tahun.
Membersihkan (memandikan) bayi di bawah usia 1 tahun.

Sponge bath adalah istilah memandikan bayi, biasanya usia di bawah 1 tahun dengan menempatkannya di atas handuk atau selimut di tempat yang datar, bisa di tempat tidur, meja atau lantai dalam ruangan yang hangat.

Anda akan memerlukan wadah berisi air hangat (bukan air panas) untuk memandikan bayi.

Memandikan bayi dengan cara sponge bath ini adalah, buka pakaian bayi dan tempatkan bayi di atas handuk atau selimut lalu usap matanya dengan waslap, bisa juga dengan bola kapas (kapas yang digulung seperti bola kecil). Lakukan ini hanya dengan air saja tanpa sabun mulai dari bagian dalam lalu bagian luar. Lakukan juga untuk mata lainnya menggunakan sisi lain waslap yang bersih.

Bersihkan hidung dan telinga bayi dengan waslap basah lalu basuh lagi waslapnya dengan sedikit sabun untuk membersihkan wajah bayi, lakukan dengan lembut, ulangi sampai wajah bayi bersih.

Berikutnya berikan sampo ke kepala bayi, usap lalu bersihkan. Dengan menggunakan waslap dan sabun, bersihkan sisa bagian tubuh bayi lainnya dengan lembut. Perhatikan bagian ketiak bayi, belakang telinga bayi dan sekitar leher dan alat kelamin saat membersihkannya.

Setelah yakin bersih, keringkan bayi, pasang popoknya kemudian pakaiannya.

Mandi di bak mandi.

Mandi di bak mandi bayi untuk pertama kali sebaiknya mandinya singkat dan dilakukan dengan lembut. Apabila bayi terlihat tidak suka dan belum bisa beradaptasi mandi di bak mandi, kembalilah ke mandi dengan sponge bath selama 1-2 minggu lalu coba lagi mandi di bak. Ulangi sampai bayi terbiasa.

Isi bak mandi dengan air hangat, jangan sampai semua bagian tubuh bayi tenggelam (kedalaman air 2-3 inchi). Gunakan siku atau lengan bagian dalam untuk mengetes suhu air.

Buka pakaian bayi lalu masukkan ke bak mandinya dengan cepat agar dia tidak sampai menggigil. Topang kepala bayi dengan satu tangan dan tangan lainnya memegang kaki dan menuntunnya ke dalam bak pertama kali. Dengan pelan, turunkan bayi sampai daerah dada ke dalam bak.

Gunakan waslap untuk mencuci wajah dan rambut bayi, dengan lembut usap kepala bayi dengan tangan. Saat membasuh sabun atau sampo dari kepala bayi, lindungi matanya dengan tangan sehingga sabun atau sampo tidak mengenainya.

Basuh bagian tubuh lainnya dengan air dan sedikit sabun. Selama dimandikan, seringlah menyiram bayi dengan air agar ia tidak sampai kedinginan. Setelah dimandikan, bungkus bayi menggunakan handuk dengan cepat termasuk kepalanya.

Penting! Jangan pernah meninggalkan bayi saat dimandikan, pastikan semuanya sudah Anda siapkan di sekitar Anda sebelum mulai memandikannya. Kalaupun Anda harus pergi, bungkus bayi dengan handuk dan bawa ia bersama Anda.

6. Perawatan tali pusat bayi.

Merawat tali pusat bayi sangatlah penting. Ada dokter yang menyarankan untuk membersihkannya dengan alkohol tapi ada pula dokter yang berpendapat untuk membiarkannya saja sampai kering dan terlepas sendiri yang biasanya terjadi dalam 10 hari sampai 3 minggu.

Prinsipnya sebenarnya, jagalah kebersihan tali pusat jangan sampai terkena infeksi atau berdarah karena akan sangat berbahaya bagi keselamatan bayi.

Pusar bayi tidak boleh terkena air sampai tali pusat lepas sendiri dan daerah pusar sudah kering. Itulah kenapa bayi baru lahir tidak boleh langsung dimandikan, hanya diusap atau dibersihkan seperlunya.

Apabila pusar bayi menjadi merah atau bengkak atau berbau, segeralah konsul ke dokter untuk mendapatkan pertolongan. Sebelum lepas, tali pusat akan berubah warna dari kuning ke coklat atau hitam.

7. Menyusui bayi dan susu formula.

Pada umumumnya bayi diberikan makan (baik dengan menyusui atau susu formula) saat bayi terlihat lapar (on demand). Kita bisa melihat tanda-tanda dia lapar seperti menangis, mengisap jari tangannya atau bibirnya terlihat seperti mengisap/mencucu yang kadang sampai mengeluarkan suara.

Bayi baru lahir sebaiknya disusui setiap 2-3 jam dengan lama menyusui 10-15 menit di setiap payudara. Untuk bayi dengan susu formula, kita berikan 60-90 mm sufor setiap makan.

Kita mungkin akan sulit menilai bayi yang menyusui (berbeda dengan yang diberikan susu formula) apakah makannya cukup atau tidak.

Apabila dia mengganti popoknya kira-kira 6 kali sehari dan beberapa kali buang air, tidurnya cukup dan berat-badannya bertambah, bisa kita anggap, menyusuinya cukup. Ibu juga bisa melihat, apabila saat awal menyusui payudara penuh dan setelah menyusui payudara kosong atau berkurang, menyusuinya berarti cukup.

Apabila ibu masih bingung, Anda bisa menanyakan ke dokter tentang frekuensi atau jadwal pemberian susu formula dan tentang pertumbuhannya.

8. Menyendawakan bayi.

Beberapa cara menyendawakan bayi baru lahir.
Beberapa cara menyendawakan bayi. Dianjurkan dilakukan setiap bayi selesai makan (menyusui).

Saat menyusui atau minum susu, bayi biasanya mengalami perut kembung akibat adanya udara yang masuk bersamaan saat disusui. Bisa membuat bayi tidak tenang dan rewel.

Keadaan ini bisa ibu atasi atau cegah dengan menyendawakan bayi. Cobalah menyendawakan bayi tiap habis disusui di kedua payudara atau setiap kali setelah diberikan susu formula.

Setelah mencoba menyendawakannya tapi tidak berhasil, ubahlah posisinya dulu kemudian coba sendawakan dia lagi selama beberapa menit sebelum memberinya sufor atau menyusuinya kembali

Sendawakanlah bayi setiap kali dia selesai menyusu kemudian tahan dia pada posisi tegak setidaknya 10-15 menit untuk mencegahnya muntah.

9. Tidur bayi.

Tidur bayi berbeda dengan kita orang dewasa karena itu, menjadi ibu baru jangan berharap kita bisa tidur dengan aman sepanjang malam.

Bayi memiliki kapasitas pencernaan yang kecil sehingga dia harus diberi makan setiap beberapa jam. Karenanya apabila dia tidur terus dan belum disusui dalam 4 jam, dia harus kita bangunkan.

Bayi baru lahir umumnya tidur selama 16 jam setiap hari dengan lama tidur 2-4 jam. Tidur malamnya akan semakin bertambah seiring pertambahan usianya. Di usia 3 bulan dia akan tidur 6-8 jam di malam hari, tapi jika tidak, ibu tidak perlu khawatir karena ia masih dalam proses membangun pola dan siklus tidurnya sendiri.

Sepanjang berat badannya bertambah dan kesehatannya terjaga, tidak ada yang perlu kita khawatirkan.

Pola tidur bayi baru lahir ada yang lebih lama terjaga di siang hari tapi ada pula yang lebih sering terjaga di malam hari. Dengan bertambahnya usia bayi ibu bisa mulai membangun pola tidurnya.

Hal penting yang harus diingat adalah, tidurkan bayi baru lahir dengan posisi terlentang, perut dan wajahnya menghadap ke atas karena bahaya resiko kematian mendadak bayi (SIDS) akibat saluran napas tertutup.

Hindarkan segala macam benda seperti bantal, mainan dan selimut atau kain di sekitar tempat tidur bayi yang bisa menjerat atau menutup jalan napasnya.


Cek tulisan terbaru.
Lihat tips dan topik lainnya.

Bantu Moms dan Dads lainnya dengan share tulisan ini ke Facebook dan WhatsApp.