Cara Merawat Bayi Yang Salah Saat Di Rumah Yang Patut Dihindari

Cara Merawat Bayi Yang Salah Saat Di Rumah Yang Patut Dihindari

Bagi ayah dan ibu baru, menyambut kelahiran buah hati adalah kebahagiaan yang tak terkira, tapi dibalik itu ada tanggung jawab yang besar untuk moms dan dads untuk merawat dan membesarkan buah hati dengan baik.

Berikut ini hanyalah sebagian kecil dari kesalahan-kesalahan yang sering dilakukan oleh Moms dan Dads baru dan bagaimana mengatasinya. Ayah dan Bunda tetap harus mencari tahu informasi lain bagaimana merawat bayi baru lahir dengan baik dari sumber terpercaya lainnya.

Sebagai orang tua, apalagi yang baru memiliki bayi, melakukan kesalahan adalah hal yang wajar. Ada beberapa hal yang tidak boleh dilakukan, hal yang dilarang saat merawat bayi baru lahir di rumah.

Hal ini penting dilakukan untuk mencegah kejadian yang dapat berbahaya untuk buah hati dan mencegah penyesalan di kemudian hari.

Larangan dan hal yang tidak boleh dilakukan saat merawat bayi baru lahir.

Larangan dan hal yang tidak boleh dilakukan saat merawat bayi baru lahir.

1. Panik berlebihan.

Karena awamnya kita tentang bayi, banyak kemudian orang tua baru yang bereaksi berlebih dan berespon salah terhadap apa yang terjadi pada bayinya. Bingung apakah ini normal atau tidak, apakah menyusunya cukup atau tidak, makannya kurang atau tidak, berat badannya apakah kurang dan lain-lain.

Belum lagi ketika bayi mendapat masalah seperti demam, muntah, buang airnya misalnya lebih sering, dan lain-lain.

Respon yang salah malah akan membuat bayi kita semakin rewel atau keadaannya menjadi lebih buruk.

Untuk mengatasi itu semua, semua orang tua baru harus aktif mencari informasi yang benar dari buku dan dokter. Dengan mengetahui apa yang sebenarnya terjadi pada bayi, kita bisa lebih tenang dan lebih percaya diri menghadapi masalah kita hadapi.

Dan yang lebih penting, nikmatilah momen membesarkan buah hati karena itu akan kita kenang sepanjang hidup kita. Tuhan sudah menciptakan bayi untuk kuat dan tahan terhadap lingkungan barunya setelah lahir. Tidak ada gunanya bertindak atau cemas berlebih yang malah membuat keadaan menjadi bertambah buruk.

2. Merespon tangisan bayi berlebihan.

Ya, tak selamanya bayi menangis atau rewel itu tanda yang tidak baik. Menangis adalah cara komunikasi bayi, dia belum bisa berbicara seperti kita untuk mengungkapkan keinginannya.

Memang kita perlu hati-hati menanggapi tangisan bayi yang tidak umum seperti menangis lama sampai satu jam, ada demam, muntah hebat, kemerahan kulit, perut membesar atau hal lainnya yang tak biasa. Tapi kita harus ingat juga bahwa mungkin saja tangisnya itu disebabkan oleh popoknya yang basah, kepanasan, bosan, lapar, dan lain-lain.

Anda adalah ibunya, kitalah yang paling tahu apa yang terjadi pada bayi kita. Jika kita sudah melakukan semuanya dengan benar tetaplah tenang dan tunggu beberapa saat. Jika tidak ada sesuatu yang buruk dia akan kembali tenang dengan sendirinya.

Perkaya diri dengan informasi bermanfaat dari buku dan konsultasi dengan dokter mengenai bayi Anda ketika memeriksakannya ke dokter.

3. Tidak membangunkan bayi untuk menyusu di malam hari.

Ini adalah kekeliruan yang banyak dilakukan oleh orang tua baru, membiarkan bayi tidur berjam-jam tanpa mendapatkan asi atau susu formula. Bayi baru lahir sampai berumur dua minggu sebaiknya tidak tidur sepanjang malam. Untuk mencegah dehidrasi bayi baru lahir diberikan ASI setiap 4 jam. Untuk jadwal lebih jelas pemberian ASI atau susu formula Anda bisa bertanya ke dokter Anda atau mencari informasinya dari buku.

Setelah dua minggu dan dia tidur sepanjang malam, selama berat badannya naik Anda tidak perlu membangunkannya untuk menyusu, kecuali dia terbangun dan meminta untuk disusui.

4. Bayi dibiarkan tidur tengkurap.

Bayi sebaiknya tidur dalam posisi terlentang atau punggung di bawah. Kenapa? Karena hubungannya dengan pencegahan terjadinya kematian mendadak bayi atau SIDS. Diketahui, tidur tengkurap atau bayi tidur dengan posisi perut di bawah meningkatkan resiko terjadinya kematian mendadak pada bayi karena terhambatnya jalan napas (SIDS).

Bayi yang sudah bisa membalik badannya mungkin akan nyaman tidur dengan menyamping atau tidur tengkurap. Sebelum bayi bisa membolak-balik tubuhnya sendiri dengan kuat dan dengan lancar jangan biarkan ia tidur menyamping atau tidur terlentang.

5. Tidak bisa membedakan muntah dan gumoh.

Mengetahui ini, orang tua yang memiliki bayi baru lahir tidak perlu khawatir berlebihan. Gumoh umumnya normal terjadi pada bayi. Biasa terjadi setelah pemberian makanan/ASI dimana bayi biasa mengeluarkan ASI/susu formula seperti muntah.

Pada masa awal-awal bayi, fungsi dari saluran pencernaannya belumlah sempurna. Untuk membantu mengatasi itu Moms bisa menyendawakan bayi agar udara tidak terkumpul di saluran cernanya setiap selesai menyusu/minum susu.

Muntah apabila sering, kita perlu hati-hati. Apalagi kalau disertai dengan bayi rewel, perut kembung atau diare dan demam. Ini biasanya berhubungan dengan infeksi saluran cerna.

6. Salah menangani demam pada bayi.

Bayi demam sedikit saja biasanya membuat ayah dan ibunya menjadi panik. Tapi demam yang timbul dalam 24 jam setelah bayi mendapat vaksinasi (imunisasi) adalah sangat normal dan Anda bisa memberikan bayi Anda obat penurun panas yang direkomendasikan dokter. Hati-hati memberikan obat demam untuk bayi karena ada jenis yang berbahaya untuk bayi. Konsultasi dengan dokter untuk lebih jelasnya.

Sebagai orang tua baru, kita harus aktif mengukur suhu rektal bayi jika dia demam atau merasa badannya hangat. Bayi di usia itu belum bisa mengatasi infeksi yang menyerangnya sendiri. Periksakan ke dokter Anda jika suhu rektalnya lebih dari 38 derajat celcius.

7. Tidak menggunakan car seat atau pemasangan car seat yang salah.

Kita sering melihat di negara kita, seperti banyak di negara berkembang, bayi dibawa dalam perjalanan tanpa menggunakan car seat. Kita tidak mengharapkan hal buruk terjadi saat kita berkendara menggunakan mobil dengan bayi ada di dalamnya.

Dengan menggunakan car seat kita bisa meminimalkan resiko yang lebih berbahaya bisa menimpa buah hati kita. Pastikan pemasangan car seat yang benar dan aman agar keselamatan bayi kita terjamin.

8. Kurang memperhatikan kebersihan mulut atau gigi bayi.

Ya, higiene mulut dan gigi bayi sama pentingnya dengan kebersihan gigi dan mulut orang dewasa. Karena kita merasa bahwa dia juga akan ganti gigi atau takut membersihkannya membuat kita kurang memperhatikan ini.

Membangun pola hidup sehat bisa dibangun sedini mungkin dan kesehatan mulut dan gigi berhubungan dengan kesehatan bayi dan anak secara umum.

Tips menjaga kesehatan gigi dan gusi bayi.

Beberapa tips untuk menjaga kesehatan gigi bayi berikut ini bisa Moms dan Dads ikuti:

  • Jangan memberi susunya saat di tempat tidur.

Jika bayi sudah tumbuh gigi hindari memberikan ASI/botol saat dia di tempat tidur. Ini akan meningkatkan resiko gigi berlubang pada bayi (baby bottle decay) dan itu sama sekali tidak keren dan buruk untuk kesehatan bayi/anak.

  • Bersihkan gusi bayi dengan kain atau kasa.

Gunakan kasa/kain untuk membersihkan gusi bayi Moms. Saat usianya sudah 1 tahun, Moms bisa mulai menggosok giginya. Dengan bertambahnya usia Anda bisa mulai memberinya pasta gigi berfluoride untuk mencegah gigi berlubang. Silahkan tanya ke dokter Anda atau cari tahu lebih detailnya tentang perawatan gigi dan mulut pada bayi dari buku.

9. Tidak segera mengganti popok bayi yang basah.

Popok atau diaper bayi yang basah tidak bisa dibiarkan lama. Apalagi pada bayi baru lahir yang buang air kecil dan buang air besarnya lebih sering. Bayi juga biasanya memiliki kulit yang sensitif sehingga gampang terkena alergi.

Inilah biasanya yang menjadi faktor pemicu terjadinya ruam popok pada bayi, ditandai dengan rash dan kemerahan pada pantat dan paha bayi

10. Kurang melibatkan ayah.

Ya, ayah sangat bisa berperan dalam perawatan bayi baru lahir. Tidak melulu menjadi tugas ibu atau mertua perempuan. Di sinilah saat yang penting untuk semakin menguatkan hubungan pernikahan ke tahap yang lebih baik, membesarkan buah hati berdua dan bersama-sama mengasuhnya tumbuh sehat dan cerdas.

Saat ibu istirahat, ayah bisa ambil bagian meski hanya untuk menggendong si kecil, mengajaknya keliling, bermain atau mengganti popoknya.

11. Mempercayai informasi yang salah bagaimana merawat bayi yang benar.

Di masyarakat kita banyak sekali kepercayaan dan mitos salah yang tidak sesuai dengan dasar ilmiah dan medis. Dengan informasi dari internet, media sosial seperti twitter dan lain-lain menjadikan kita sulit menyaring mana informasi yang benar.

Carilah informasi dari dokter atau dokter spesialis anak, dan dari website yang terpercaya.

12. Kurang aktif.

Merawat dan membesarkan bayi memerlukan pengetahuan khusus karena bayi adalah makhluk spesial yang juga memerlukan treatment khusus. Pengasuhan bayi yang sekedarnya atau apa adanya tidak akan menjadikan bayi kita lebih cerdas atau tumbuh lebih baik.

Dibutuhkan peran aktif Moms dan Dads juga untuk merangsang atau stimuli bayi agar perkembangannya bisa optimal dan lebih cepat. Aktiflah mencari informasi bagaimana cara stimuli bayi di usia dini dari dokter dan buku.

13. Membiarkan bayi dicium anggota keluarga.

Dia begitu menggemaskan dan lucu. Sangat sulit untuk menolak untuk tidak memeluk dan menciumnya. Apalagi buat para tamu yang membesuk dan keluarga yang senang dengan kehadirannya.

Meski demikian, harus diingat bayi itu masih sangat fragile, dia belum memiliki daya tahan tubuh yang sebaik dan sekuat orang dewasa. Sistem pertahanan tubuhnya belum terbentuk sempurna sehingga ia gampang terkena penyakit.

Dengan membiarkan orang lain menyentuh dan menciumnya kita membiarkan buah hati kita terpapar dengan kuman yang bisa berbahaya dan menyebabkan penyakit.

Oleh karena itu, tetapkan aturan ketat pembesuk atau keluarga tidak boleh mencium dan hanya boleh menyentuh bayi setelah mencuci tangan.

Nah, itulah kira-kira 12 kesalahan yang biasa dilakukan oleh ayah dan ibu baru. Mudah-mudah bermanfaat.


Cek tulisan terbaru.
Lihat tips dan topik lainnya.

Bantu Moms dan Dads lainnya dengan share tulisan ini ke Facebook, Twitter dan WhatsApp.