Saran Atau Kebiasaan Merawat Bayi Yang Kini Tak Dipakai Lagi

Saran Atau Kebiasaan Merawat Bayi Yang Kini Tak Dipakai Lagi

Kita hidup di tengah masyarakat yang dipenuhi oleh mitos dan kepercayaan yang sayangnya banyak yang tidak benar, termasuk tentang perawatan bayi.

Kebiasaan turun-temurun yang dipercaya oleh orang tua bisa saja adalah hal yang tidak benar dan tidak dipakai lagi sekarang. Kini, kita pun memiliki pemahaman yang lebih baik tentang bayi baru lahir dibandingkan sebelumnya.

Maksud dari keluarga atau teman mungkin baik, tapi yang memegang kontrol dan bertanggung jawab dalam membesarkan buah hati adalah kita sebagai orang tuanya. Dengarkan nasehat tersebut tapi cari tahu mana saran yang baik yang bisa kita ikuti dan mana yang tidak.

Ada beberapa saran yang tidak perlu lagi kita ikuti, saran yang mungkin sudah tidak sesuai lagi dengan jaman (kuno). Saran ini bila dipertahankan tidak akan memberikan manfaat untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi.

Mitos, kebiasaan merawat bayi yang salah yang tidak diikuti lagi.

1. Ssst.. jangan ribut, bayi lagi tidur!

Menjaga rumah tenang saat bayi sedang tidur mungkin saran yang tidak perlu lagi kita ikuti. Bayi sejak di dalam kandungan sudah terbiasa dengan aktivitas dan suara yang ada di sekelilingnya.

Saat masih di dalam kandungan dia sudah terbiasa dengan suara ibu dan ayahnya berbicara, sudah terbiasa dengan suara deru vacuum cleaner, bunyi kendaraan di luar dan lain-lain. Suara tersebut bahkan bisa membantunya untuk tidur, mengetahui ayah dan ibunya ada di sekitarnya akan membuat dia lebih tenang dan merasa aman.

Saat ia tertidur ibu tidak perlu khawatir melakukan aktivitas yang akan mengganggunya.

2. Jangan sering menggendong bayi atau memenuhi keinginannya, nanti dia manja!

Bayi berkomunikasi dengan cara menangis, hanya itu bahasa yang dia ketahui saat ini. Bayi menangis memiliki arti yang banyak mulai dari lapar, mengantuk sampai tidak nyaman dengan sekitarnya.

Bayi baru lahir menangis saat dia menginginkan sesuatu dan apa yang kita lakukan tidak akan membuatnya manja karena dia melakukan itu dengan dorongan insting bukan ingin memanipulasi atau membohongi ibu.

Anak sekecil itu belum mengerti dengan semua itu.

Sebagai orang tua, kita harus menjaga bayi dan menunjukkan kepada dia bahwa dia aman dan terjaga bersama kita.

Bayi baru lahir biasanya menangis karena memiliki keinginan, entah itu popoknya ingin diganti, ingin disusui atau hanya ingin disayang, digendong dan dibelai.

Semakin responsif kita memenuhi segala keinginan bayi sebelum dia berusia 6 bulan, ia akan tumbuh menjadi bayi yang lebih bahagia dan kurang bergantung kepada kita.

3. Bayi harus diberi ASI sesuai jadwalnya.

Setelah keluar di rumah sakit mungkin ada ibu yang merasa harus memberi ASI atau susu formula kepada bayinya sesuai jadwal, setiap 4 jam misalnya bayi harus diberi ASI/susunya.

Ini adalah pemahaman yang kurang tepat. Bayi seharusnya diberikan ASInya sesuai dengan keinginan dia tanpa perlu terikat dengan jadwal. Kalaupun ada jadwal pemberian susu formula misalnya, itu bisa kita jadikan pedoman tapi tidak perlu terikat dengan jadwal tersebut.

4. Menggunakan gurita untuk bayi baru lahir.

Penggunaan gurita saat ini sudah semakin ditinggalkan karena tidak ada manfaat nyata yang didapatkan, malah penggunaannya dikhawatirkan dapat mengganggu pernapasan bayi baru lahir, dada bayi tertekan sehingga bayi tidak dapat bernapas dengan leluasa.

5. Menggunakan bedong meski usia bayi sudah beberapa bulan.

Ya, bayi menyukai dibedong karena itu membuatnya merasa seperti saat masih berada di dalam kandungan, itu membuatnya tenang, aman dan nyaman.

Menggunakan bedong pada bayi baru lahir mungkin bagus tapi ketika bayi sudah mulai bisa bergerak, otot-ototnya kini lebih berkembang dan kuat, membedong mungkin hanya akan membuat bayi tidak nyaman.

Bayi sudah tidak mau lagi dibedong saat usianya semakin tua karena motoriknya, gerakan tangan dan kakinya kini berkembang, ia ingin mengekplore dunia lebih baik.

Kapan bayi tidak perlu lagi dibedong?

Ada bayi yang suka dibedong, tapi ada juga yang tidak. Tidak ada waktu yang pasti kapan membedong bayi bisa distop. Ibulah yang paling tahu dan mengerti bayinya. Rata-rata usia bayi tidak perlu dibedong lagi adalah antara usia 3 sampai 4 bulan. Membedong bayi usia 6, 7, 8 dan 9 bulan mungkin bukan hal yang umum lagi ditemukan.

Jika kita dapati ia sudah bisa melepas sendiri bedongnya dan itu sering terjadi, mungkin inilah saatnya ia tidak memerlukan lagi bedongnya. Tapi hati-hati, melepaskan bedongnya terlalu dini mungkin akan membuatnya tidak nyaman. Ada bayi yang suka dibedong sampai usia 6 bulan karena itu membuatnya tidur lebih baik (lebih nyenyak).

Tidak benar juga kepercayaan bahwa bayi sebaiknya dibedong agar kaki bayi lurus, tidak bengkok, padahal tidak diapa-apakan pun kaki bayi akan berkembang sesuai dengan yang diharapkan asal diberikan nutrisi yang tepat (ASI dan MPASI yang bergizi).

6. Memberi bedak pada daerah genital bayi.

Penggunaan bedak sebenarnya sudah tidak terlalu perlu pada bayi karena bedak atau powder sifatnya seperti partikel-partikel debu yang bisa dihirup dan masuk ke saluran pernapasan. Partikel ini bisa mengendap dan menumpuk di paru-paru, bisa menyebabkan radang paru dan di kemudian hari berpotensi menyebabkan kanker paru.

Menabur bedak pada daerah kemaluan sangat tidak dianjurkan karena bisa menyebabkan iritasi dan dalam jangka panjang, dikemudian hari, bisa berakibat negatif. Diketahui dari penelitian bahwa anak berpotensi mendapatkan kanker ovarium di masa mendatang bila sebelumnya pernah mendapat (terpapar) bedak pada daerah genital.

7. Tidak boleh memotong kuku bayi dalam 40 hari pertama.

Ini adalah mitos yang tidak benar. Jika kuku tangan dan kaki bayi panjang sebaiknya tetap dipotong. Tidak perlu ibu takut akan melukai atau membuat bayi tidak nyaman asal dilakukan dengan hati-hati dan sabar.

Terdapat alat perawatan kuku bayi yang aman untuk bayi yang bisa Moms gunakan.

Tidak memotong kuku bayi, membiarkannya panjang, sangatlah beresiko atau berbahaya karena kuku yang panjang bayi bisa melukai sendiri wajah atau matanya.

8. Mencukur rambut bayi sampai habis dengan maksud rambutnya akan tumbuh lebih lebat, tebal dan hitam.

Merapikan rambut bayi boleh-boleh saja tapi berharap dengan mencukur habis rambutnya, rambut bayi akan kembali tumbuh dengan lebih lebat dan hitam adalah kepercayaan yang tidak tepat.

Lebat tidaknya rambut bayi, tebal tidaknya rambutnya sangat dipengaruhi oleh faktor genetika, dipengaruhi oleh keturunan. Sifat dan tekstur rambut diturunkan dari ayah dan ibunya. Rambut bayi yang tipis atau cenderung gundul akan menjadi lebih tebal seiring dengan bertambahnya usia bayi.

9. Memerah ASI lalu membuangnya.

Menguras ASI adalah tindakan yang tidak tepat.

Kepercayanan bahwa ASI bisa basi adalah hal yang tidak benar. ASI tidak pernah basi.

Ada juga yang meyakini bahwa ASI yang berwarna kuning, ASI pada hari-hari pertama pasca melahirkan (biasa disebut dengan kolostrum) sebaiknya dibuang karena kotor, tidak baik, dll adalah kepercayaan yang salah.

Justru ASI yang pertama inilah yang paling baik karena mengandung zat gizi yang premium, kaya nutrisi penting untuk bayi, mengandung banyak antibodi yang diperlukan bayi untuk melawan penyakit (meningkatkan daya tahan tubuh ).

Saran tentang bagaimana merawat bayi yang benar mungkin akan terus berkembang di masa yang akan datang sesuai dengan perkembangan pengetahuan manusia. Yang jelas merawat dan mengasuh bayi seharusnya menjadi aktivitas yang menyenangkan untuk menjaga bayi selalu sehat dan bahagia.


Cek tulisan terbaru.
Lihat tips dan topik lainnya.

Bantu Moms dan Dads lainnya dengan share tulisan ini ke Facebook dan WhatsApp.