Cara Praktis Menjaga Kesehatan Bayi Agar Tidak Mudah Sakit

Cara Praktis Menjaga Kesehatan Bayi Agar Tidak Mudah Sakit

Saat terjadi perubahan cuaca, musim pancaroba, seperti saat ini yang sudah memasuki musim hujan, kita yang orang dewasa saja kadang sulit untuk tidak terserang penyakit apalagi bayi yang sistem pertahanan tubuhnya belum sempurna.

Tapi Ayah dan Bunda tidak perlu khawatir berlebihan. masih ada kok hal yang bisa kita lakukan untuk membantu menjaga kesehatan buah hati kita sehingga dia tahan terhadap serangan penyakit, tidak gampang sakit.

Beberapa tips praktis untuk menjaga bayi tetap sehat.

Memperhatikan dimana kita membawa buah hati.

Kita mungkin tidak sabar untuk membawa si kecil keluar, jalan-jalan ke mall, ke keluarga, ke rumah neneknya, dll. Yang perlu kita perhatikan adalah, jangan membawa bayi ke kerumununan orang, ke tempat umum dimana terdapat banyak orang, terutama di usia 2 bulan pertama bayi.

Organ, jaringan dan fungsi pertahanan tubuh (sistem imun) bayi belum berkembang sempurna sehingga rentan terkena penyakit. Area publik dan orang di sekitar kita adalah sumber pembawa kuman yang mungkin saja bisa menyerang buah hati kita.

Kalaupun tidak sabar membawanya ke Mall atau restoran misalnya, pastikan bayi terproteksi, menggunakan selimut atau sweaternya, hindarkan bayi dekat dengan orang lain. Berani untuk menolak apabila ada orang yang ingin menyentuh atau mencium bayi kita.

Jika bayi baru lahir demam 38 derajat celcius atau lebih segera bawa ke dokter atau rumah sakit untuk diperiksa.

Menjaga bayi agar tetap sehat dan terhindar dari penyakit.

Selalu cuci tangan sebelum menyentuh dan menggendong bayi.

Mungkin terlihat berlebihan atau orang mungkin akan mengira kira terlalu paranoid tapi itu adalah hal kecil tapi sangat penting untuk melindungi bayi kita dari serangan penyakit.

Cucilah tangan dengan sabun sebelum menyentuh bayi. Terapkan hal ini juga kepada siapapun yang akan menyentuh atau menggendong bayi kita.

Penyakit ringan seperti flu, demam dan serangan virus lainnya mungkin tidak berbahaya bagi orang dewasa tapi pada bayi itu bisa sangat berbahaya.

Jauhkan bayi dari anggota keluarga, si kakak misalnya yang lagi flu, sampai ia benar-benar sembuh. Kalau tantenya ingin mengunjungi bayi tapi kita tahu dia lagi sakit, minta ia menunggu sampai sembuh meskipun kita tahu bagaimana senangnya dia mengetahui memiliki ponakan baru.

Teruslah memberikan ASI, ibu demam atau flu bukan halangan untuk menyusui bayi.

Seperti kita tahu ASI mengandung nutrisi yang penting untuk memenuhi kebutuhan bayi. Selain tentunya, ASI mengandung zat antibodi yang penting untuk membantu pertahanan tubuh bayi.

Ibu dapat terus memberikan ASI meskipun mendapatkan flu atau demam dengan tetap memperhatikan hal-hal seperti tidak batuk di depan bayi, tidak mencium bayi untuk sementara waktu.

ASI tetap diberikan, imunitas penting yang diperlukan oleh bayi bisa saja berpindah dari ibu ke bayi melalui ASI tersebut.

Vaksinasi (untuk ibu).

Ya, tidak hanya bayi yang akan mendapatkan imunisasi, ibunya yang akan menjaga bayi juga sebaiknya divaksinasi.

Bayi biasanya baru bisa diberikan vaksinasi flu setelah usianya 6 bulan dan memerlukan beberapa kali imunisasi DPT agar imun terhadap pertusis tapi tidak dengan kita.

Kita dapat membantu melindungi bayi dengan mendapatkan vaksinasi flu dan vaksin pertusis setelah melahirkan.

Cek dengan dokter Bunda untuk mendapatkan vaksinasi ini.

Ajarkan si kakak untuk ‘melindungi’ adiknya.

Bagi bunda yang memiliki anak yang lebih tua, kita mungkin khawatir dia akan menularkan kuman yang berbahaya kepada adiknya.

Kita bisa menghindari melakukan hal yang berlebihan seperti menjauhkan si kakak dari adiknya dengan mengajarkan si kakak hal seperti:

– mencuci tangan sebelum menyentuh adiknya saat dia baru pulang dari sekolah,

– memintanya menutup hidung dan mulutnya saat bersin atau batuk,

– mengajarkannya mengeluarkan ingus menggunakan tisu dan membuangnya di tempat sampah.

Makan makanan sehat dan tidur cukup.

Pada bayi yang lebih besar pastikan bayi mendapatkan nutrisi yang cukup dan sehat serta tidur yang cukup.

Tidur cukup.

Pastikan anak tidur lebih awal. Diketahui bahwa anak atau bayi yang tidurnya kurang akan lebih gampang terkena penyakit seperti flu dan demam. Bayi (usia 1 tahun) biasanya membutuhkan waktu tidur (total siang dan malam) 12- 14 jam dalam sehari sedangkan anak usia 2 sampai 4 tahun membutuhkan 11 sampai 13 jam waktu tidur.

Bayi yang sehat, yang kebutuhan nutrisinya terpenuhi ditandai dengan berat badan bayi yang terus naik. Bayi yang sering sakit-sakitan, berat badan susah naik biasanya memiliki nutrisi yang buruk.

Mengetahui pola pemberian makan yang benar, dan hanya memberikan bayi makanan yang bergizi, dari berbagai jenis makanan (yang bervariasi) akan menjamin terpenuhinya kebutuhan nutrisi bayi.

Tetap tenang saat bayi sakit.

Kita mendapati bayi sakit, demam, flu adalah hal yang wajar. Itu adalah hal yang normal dan akan semakin membuat bayi lebih kuat menghadapi berbagai macam penyakit.

Ada yang mengatakan bayi sakit sekali sebulan adalah hal yang wajar. Yang perlu kita perhatikan adalah adanya gejala atau tanda lain yang perlu kita waspadai seperti demam atau flu yang disertai dengan:

– bayi lemas, tidak mau menyusu.

– bayi menjadi sangat rewel.

– bayi sesak napas, kulitnya pucat.

– demam disertai dengan muntah dan buang air besar yang sering.

Apabila tidak ada hal yang serius, tidak ada yang perlu Bunda khawatirkan.


Cek tulisan terbaru.
Lihat tips dan topik lainnya.

Bantu Moms dan Dads lainnya dengan share tulisan ini ke Facebook dan WhatsApp.