Ciri Bayi Sakit Perut, Kekurangan Cairan Dan Masalah Bayi Lainnya

Ciri Bayi Sakit Perut, Kekurangan Cairan Dan Masalah Bayi Lainnya

Bayi yang baru lahir akan mengalami banyak hal untuk beradaptasi dengan lingkungan luar. Bayi biasanya memiliki kemampuan beradaptasi yang baik tapi kita harus waspada apabila bayi mengalami masalah kesehatan atau sakit.

Orang tua baru biasanya gampang khawatir apabila menemukan hal yang tidak biasa pada bayinya. Kita jadi khawatir, takut terjadi apa-apa pada bayi. Perubahan pencernaan bisa saja kita anggap sebagai hal yang berbahaya padahal sebenarnya itu hal yang normal.

Untuk itu, selain mengetahui ciri-ciri bayi yang sehat dan normal, agar kita tidak gampang panik juga, kita perlu mengetahui apa tandanya bayi mengalami masalah kesehatan seperti masalah perut (pencernaan), saluran napas dan lainnya dan tahu kapan harus dibawa ke dokter atau rumah sakit.

Bayi belum bisa berbicara sehingga ia belum bisa mengungkapkan kalau ia merasa tidak sehat (sakit), ia belum bisa mengeluh atau mengungkapkan apa yang ia rasa apakah sakit perut, sulit bernapas, sakit kepala, dll. Saat sakit, bayi akan menunjukkan tanda-tanda yang tidak biasanya. Apabila tanda-tanda ini berbeda jauh dari apa yang biasanya kita lihat pada bayi, itu artinya kita harus memeriksakan buah hati ke dokter anak.

Tandanya bayi sedang sakit. Ciri-ciri bayi mengalami masalah perut dan lainnya.

Berikut ini adalah ciri bayi yang mengalami masalah kesehatan.

Demam.

Sebenarnya demam bukanlah penyakit, melainkan respon tubuh yang (biasanya) menandakan adanya infeksi (penyakit).

Hubungi dokter apabila:

  • Bayi usia kurang dari 3 bulan demamnya mencapai 38 derajat celcius (suhu rektal).
  • Bayi usia 3 sampai 6 bulan dengan suhu lebih dari 38.3 derajat celcius.

Atau bayi yang suhunya kurang dari 38 derajat celcius tapi memiliki ciri berikut:

  • Terdapat rash atau kemerahan pada kulit.
  • Bayi cengeng/rewel.
  • Bayi tidak mau makan/menyusu.
  • Bayi sulit untuk bernapas.
  • Leher bayi kaku.
  • Muntah dan diare yang tidak berhenti.
  • Adanya tanda bayi kekurangan cairan, lemah atau sulit dibangunkan.

Ciri-ciri di atas tidak bisa kita anggap remeh dan bayi sebaiknya segera dibawa ke dokter.

Kolik

Bayi rewel dan menangis adalah hal yang normal yang kadang terjadi tanpa kita ketahui sebabnya apa. Meski demikian, bayi menangis normal dapat berubah menjadi rewel yang terus-menerus dan tidak dapat ditenangkan.

Keadaan yang membuat kita panik ini bisa mengindikasikan kalau bayi mengalami kolik.

Apa itu kolik?

Kolik adalah suatu keadaan dimana bayi menangis terus-menerus tanpa henti dan tidak bisa ditenangkan yang penyebabnya tidak diketahui, terjadi selama 3 jam atau lebih tiap hari selama 3 hari atau lebih per minggu dalam 3 minggu atau lebih berturut-turut.

Periode bayi menangis terus-menerus ini biasanya mulai pada minggu kedua dan keempat bayi, bisa terjadi kapan saja siang ataupun malam hari tapi biasanya antara jam 6 sore sampai tengah malam. Menangis bayi yang kuat dan terus-menerus ini biasanya mencapai puncaknya pada bulan kedua dan ketiga bayi (bayi usia 2,3 bulan).

Kolik ini cukup sering terjadi dimana ditemukan pada 1 dari 5 bayi. Tidak ada perbedaan antara bayi laki-laki dan bayi perempuan atau apakah bayi mendapatkan asi atau minum susu formula.

Lama terjadinya kolik berbeda-beda tiap bayi dan biasanya akan menghilang sendiri saat bayi mencapai usia 6 bulan.

Penyebab kolik pada bayi.

Sampai saat ini tidak ada yang mengetahui apa penyebab pasti terjadinya kolik termasuk para ahli. Beberapa hal yang bisa dijelaskan berkaitan dengan terjadinya kolik ini adalah:

  • Bayi memiliki sistem pencernaan yang masih berkembang sehingga ini menyebabkan bayi merasa tidak nyaman dan menangis.
  • Karena sistem pencernaan yang masih belum matang pula, ini bisa menyebabkan aliran balik isi lambung atau refluks yang membuat bayi merasa tidak nyaman.
  • Bayi merasa kembung dan adanya udara yang terperangkap menyebabkan ketidaknyamanan.
  • Bayi mendapat stimulasi berlebihan. Karena informasi yang diterimanya banyak bayi menjadi sulit untuk memproses semua informasi tersebut.
  • Pada beberapa penelitian, dipercaya oleh karena alergi makanan, baik dari asi atau susu formula, terkena asap rokok juga dipercayabisa mengakibatkan kolik.

Gejala kolik pada bayi.

Untuk mengenali adanya kolik pada bayi ada beberapa ciri dan tanda yang bisa kita lihat, antara lain:

  • Bayi meluruskan kakinya dan menariknya mendekati perutnya.
  • Tangan dan kakinya bergerak tak beraturan saat menangis.
  • Mukanya kemerahan saat menangis.
  • Tangannya mengepal saat menangis.
  • Dia terkadang tampak kesakitan.
  • Perutnya tegang dan sering kentut. Tapi ini bisa hanya berarti bayi menghirup banyak udara ke dalam perutnya atau ada banyak udara terperangkap dalam saluran cerna karena tidak disendawakan setelah minum susu atau menyusu.

Mencegah kolik pada bayi.

  • Menggendong bayi, mendekap bayi, skin to skin contact terutama pada minggu-minggu pertama bayi dapat mengurangi frekuensi bayi menangis.
  • Menyusui atau memberi bayi susunya kapanpun ia terlihat lapar tanpa perlu terikat dengan jawal pemberian asi atau susu formula.
  • Sendawakan bayi setiap ia selesai makan atau menyusui.
  • Saat menyusui atau memberi susu, posisikan bayi setinggi mungkin yang membuatnya tetap nyaman untuk mencegah masuknya udara.
  • Berikan mainannya sebelum ia rewel.
  • Apabila bayi mendapatkan makan dari botol susu, apakah susu formula atau asi perah coba ganti botol susu dengan tipe lain atau botol susu dengan dot atau puting yang berbeda. Mungkin hal ini akan membantu mengurangi udara yang masuk ke perut bayi.

Cara mengatasi kolik pada bayi.

Untuk menenangkan bayi yang menangis terus-menerus karena kolik, ada beberapa hal yang bisa kita lakukan. Mungkin ini tidak akan mengatasinya sepenuhnya tapi paling tidak bisa mencegah bayi menangis atau mengurangi gejala/sakit/ketidaknyamanan yang dialami bayi:

  • Menggendong bayi.
  • Berikan mainannya.
  • Tempatkan bayi di ayunannya atau keranjang bayi sambil menggoyang-goyangnya. Seperti diketahui gerakan bisa membuat bayi menjadi lebih tenang.
  • Berjalan-jalan dengan bayi bisa dengan digendong atau membawanya dengan kereta bayi atau keranjangnya.
  • Sambil duduk tempatkan bayi di atas paha kita dengan perut bayi di bawah dan pijat lembut (elus-elus) punggungnya.
  • Putar musik, radio atau nyalakan kipas angin, vacuum cleaner untuk menciptakan white noise. White noise dapat membuat bayi tenang dan merasa aman.
  • Bawa bayi berjalan-jalan dengan mobil. Tentunya dengan memakai car seat. Gerakan dan suara akan membuat bayi menjadi tenang.
  • Memandikan bayi dengan air hangat.
  • Membiarkan bayi dan memberinya ruang tanpa melakukan apa-apa. Mungkin dia hanya bosan dan merasa tertekan.

Apabila mom sudah melakukan semua hal di atas dan bayi tetap sulit untuk ditenangkan, saatnya mungkin untuk menghubungi dokter atau profesional di sekitar kita. Dokter akan membantu kita menentukan apakah ini betul kolik atau bukan ataukah ada penyebab lain sehingga bisa diberikan terapi yang lebih baik.

Mom yang merasa putus asa dan merasa tidak bisa melakukan apa-apa untuk menenangkan bayinya yang menangis terus-menerus. Yakinlah kita sudah melakukan yang terbaik dan fase ini akan berlalu seiring dengan bertambahnya usia bayi.

Bayi susah buang air besar (sembelit).

Hal lainnya yang kemungkinan menyebabkan bayi merasa tidak nyaman yang berhubungan dengan perut atau pencernaan adalah sembelit. Tandanya cukup mudah untuk diketahui dimana bayi menangis dan tidak baba beberapa hari, sulit bab, feses keras, perut kencang dan buncit, bayi menyusunya atau minum susunya menjadi berkurang/tida nafsu dan menjadi rewel.

Ada beberapa hal yang bisa mom lakukan seperti melakukan pijat bayi, melakukan pijatan lembut ke perut bayi dengan gerakan searah jarum jam, sambil bayi baring kedua kakinya diangkat sambil kakinya digerakkan seperti kalau mengayuh sepeda.

BACA JUGA: Payudara Sakit Saat Menyusui? Kini Tak Lagi Dengan Mengikuti Tips Ini

Moms bisa mengonsumsi lebih banyak cairan (air putih) dan sayur serta buah-buahan.

Diare.

Diare adalah hal yang biasa ditemukan pada bayi. Segera hubungi dokter apabila bayi:

  • Buang air besarnya encer lebih dari 6 kali
  • Fesesnya mengandung darah, tampak seperti berwarna merah terang atau yang lebih bahaya berwarna hitam.
  • Bayi tidak mau minum susunya/menyusui.
  • Ada tanda-tanda dehidrasi seperti lemah, bibir kering, popoknya jarang diganti (berarti kencingnya kurang).

Pada bayi ASI (bayi yang menyusui ASI), buang airnya bisa saja lebih dari 6 kali sehari dan konsistensi fesesnya encer tapi sebenarnya itu normal saja sepanjang keadaan umum bayi baik, bayi terlihat aktif, aktif menyusu, tidak lemah, popoknya diganti lebih dari 4-6 kali sehari (kencingnya lancar, artinya kebutuhan cairan cukup, tidak dehidrasi).

Kekurangan cairan (dehidrasi).

Dehidrasi bisa disebabkan oleh beberapa hal seperti demam yang tinggi, bayi berada dalam lingkungan yang panas, muntah atau diare yang terus-menerus serta pemberian ASI/susu formula yang kurang.

Tanda bayi mengalami dehidrasi adalah:

  • Mulut dan gusi bayi kering.
  • Popoknya jarang diganti, kurang dari 4 kali sehari.
  • Air matanya kering saat menangis.
  • Fontanella (ubun-ubun bayi, bagian di atas kepala bayi baru lahir yang lembek) agak cekung.

Saat mendapatkan tanda-tanda ini segera hubungi dokter.

Muntah.

Sebenarnya muntah pada bayi adalah hal yang biasa. Yang jadi perhatian adalah apabila muntahnya sering dan disertai dengan tanda-tanda dehidrasi seperti yang disebutkan di atas.

Muntah 1-2 kali mungkin masih normal, tapi apabila muntahnya lebih dari itu, muntahnya berisi darah atau berwarna hijau, bayi terlihat mengalami dehidrasi segera hubungi dokter.

Bayi sesak napas atau sulit bernapas.

Segera ke rumah sakit apabila bayi mengalami kesulitan bernapas.

Ciri-ciri sulit bernapas adalah:

  • Bayi bernapas sangat cepat, frekuensinya lebih dari biasanya.
  • Otot dada antara tulang rusuk bayi terlihat tertarik saat bernapas.
  • Terdengar suara dengusan saat bayi mengeluarkan napas.
  • Kepala terlihat tertarik ke atas (seperti mengangguk) saat bayi menarik napas.
  • Bibir dan kulit bayi terlihat berwarna kebiruan.

Bayi biasanya memiliki bibir yang berwarna pink sehingga bibirnya berwarna biru itu tandanya bayi mendapat oksigen yang kurang dan perlu mendapatkan pertolongan segera.

Pusar berdarah.

Apabila pusar bayi berubah menjadi berwarna merah atau berdarah segera hubungi dokter. Ini adalah tanda terjadinya infeksi atau tali pusat yang terlepas sebelum waktunya.

Kulit kemerahan (ruam).

Ruam atau kulit yang kemerahan adalah hal yang biasa pada bayi. Perhatikan ketika ruam ini meluas, terutama terdapat pada wajah dan disertai dengan gejala lain seperti demam, perdarahan, ada bengkak atau terlihat ada tanda-tanda infeksi pada kulit.

BACA JUGA: Pemakaian Popok Bayi Setiap Harinya. Lebih Baik Popok Kain Atau Popok Sekali Pakai?

Bayi pilek.

Flu pada bayi adalah hal yang biasa, terjadi karena adanya infeksi, biasanya virus, pada saluran pernapasan bagian atas. Penyakit ini biasanya berlangsung selama 1 sampai 2 minggu ditandai dengan pilek (hidung berair/beringus), demam, bayi malas menyusui selama beberapa hari dan kadang disertai dengan batuk yang berlangsung selama 2 sampai 3 minggu.

Keadaan dapat menjadi serius dan kita harus menghubungi dokter apabila:

  • Bayi demam lebih dari 38 derajat celsius.
  • Ada ruam dan telihat bayi sulit untuk bernapas.
  • Bayi menjadi rewel dan gampang menangis.
  • Bayi batuknya parah (tidak berhenti batuk) atau batuk yang disertai dengan darah.
  • Muntah.
  • Gejala ini bertahan selama paling tidak 2 minggu.

Pada akhirnya apabila mendapatkan hal yang tidak biasanya pada bayi, percaya pada insting Bunda. Segera hubungi dokter sebelum keadaan bayi menjadi bertambah parah.

Ibu akan tahu saat bayinya mengalami masalah. Meskipun bayi belum bisa bicara, ia akan menjukkan kepada kita bahwa dia tidak sehat dengan cara lain yang bisa kita rasakan.

Ibu biasanya tahu bayinya dengan baik, berapa lama ia biasanya tidur, seberapa banyak ia biasanya menyusui, tingkah laku dan kebiasaannya sehingga apabila sakit kita akan segera tahu.


Cek tulisan terbaru.
Lihat tips dan topik lainnya.

Bantu Moms dan Dads lainnya dengan share tulisan ini ke Facebook dan WhatsApp.