Ciri-ciri Dan Tanda Bayi Sehat, Salah Satunya Jarang Menangis

Ciri-ciri Dan Tanda Bayi Sehat, Salah Satunya Jarang Menangis

Sebagai ibu kita pasti bertanya-tanya bagaimana mengetahui kalau bayi kita keadaannya sehat dan baik-baik saja. Apa ciri-ciri yang bisa kita lihat pada bayi yang menandakan kalau dia sehat dan normal.

Anak pertama atau bukan, kita selalu saja memiliki kekhawatiran apakah perkembangannya baik, pertumbuhannya normal, takut ada yang kurang, beratnya kurang, makannya (menyusunya) kurang meskipun sebenarnya dia terlihat baik-baik saja.

Berikut ini adalah tanda sederhana yang bisa kita pakai untuk menilai bayi yang sehat dan normal.

Kecukupan ASI dan nutrisinya:

1. Bayi sering menyusu.

ASI adalah makanan alami bayi. ASI sudah didesain khusus untuk memenuhi kebutuhan nutrisi bayi. Bayi memiliki kemampuan refleks alami untuk mengisap sesuatu yang masuk ke dalam mulutnya yang disebut dengan sucking reflex.

  • Bayi menyusu sering, bayi menyusu dengan kuat.

Bayi yang sehat, yang memiliki ‘selera makan’ yang baik dan sistem pencernaan yang normal ditandai dengan bayi yang mengisap (menyusu) dengan baik dan kuat, menyusunya sering.

  • Terdengar suara menelan saat menyusui.

Bayi akan menciptakan suara menelan atau suara puas saat menyusui yang menandakan ia mendapatkan asi yang cukup.

  • Terlihat puas saat menyusui.

Dia tampak puas selama dan setelah menyusui dan kadang jatuh tertidur saat disusui merupakan tanda bayi sehat. Seiring bertambahnya usianya, kebiasaan jatuh tertidur saat menyusui ini mungkin akan semakin berkurang.

2. Popoknya diganti 4 sampai 6 kali per hari.

Ini menandakan bahwa bayi mendapatkan ASI atau susu formula yang cukup, nutrisi dan kebutuhan cairannya cukup. Bayi yang sehat, apakah dia menyusu ASI atau mendapatkan susu formula akan sering diganti diaper-nya, kira-kira 4 sampai 6 kali per hari. Pemakaian popok bayi biasanya setiap hari bisa dilihat di sini.

Bayi yang sehat juga ditandai dengan adanya penambahan berat di minggu-minggu pertama. Bayi yang berat badannya tidak bertambah dan popoknya diganti kurang dari 4 kali sehari kemungkinan pemberian ASInya kurang (nutrisinya kurang).

Selain itu, bayi yang urinnya (kencingnya) berwarna gelap (pekat) menandakan bayi mengalami dehidrasi (kurang mendapatkan ASI).

Cara praktis mengetahui kalau bayi sehat dan normal.

Penglihatan dan pendengaran (panca indera bayi):

3. Bayi bereaksi dengan adanya suara baru.

Bayi sudah bisa mendengar sejak lahir. Dia awalnya hanya bisa mengenali suara white noise dan mulai bisa membedakan suara lain setelah usianya semakin bertambah.

White noise adalah suara teratur seperti suara vacuum cleaner, suara hair dryer atau suara drone, kipas angin, dll yang biasanya disukai oleh bayi karena itu menciptakan suasana yang mirip saat dia masih berada di dalam kandungan.

BACA JUGA: Cara Praktis Membersihkan Dan Mensterilkan Botol Susu Bayi

Bayi pada awalnya akan tertarik pada suara tertentu seperti suara tertawa, suara bersendawa dibandingkan suara lainnya seperti suara aliran air. Seiring bertambahnya usianya bayi akan mulai tertarik dengan suara musik, suara mainan dan suara TV.

Kita dapat menilai bahwa perkembangan bayi normal, perkembangan sistem pendengarannya baik apabila dia terlihat bereaksi terhadap adanya suara atau berpaling ke arah suara. Dia akan semakin tertarik dengan suara yang ada di sekitarnya, terlihat penasaran dengan suara yang didengarnya.

4. Bayi mengenali pola, bentuk, warna dan gerakan.

Setelah lahir bayi memiliki penglihatan yang belum sempurna. Penglihatannya akan semakin baik seiring dengan pertumbuhannya. Bayi baru lahir sudah bisa mengenali bentuk atau shape yang ada di hadapannya. Saat usianya 2 bulan dia akan mulai bisa mengikuti gerakan yang ada di depannya dan mulai mengenali perbedaan warna.

Bayi belum bisa menilai atau mempersepsi kedalaman warna, hanya tertarik pada objek dengan warna yang memiliki kontras tinggi.

Perkembangan emosional dan sosialnya:

5. Bayi tenang bila kita berada di dekatnya.

Bayi sudah terbiasa dengan suara ibunya saat dia masih berada di dalam kandungan. Suara kita adalah bagian dari suara lain yang didengarnya yang mewarnai hidup bayi saat masih di dalam kandungan.

Kalau dia menjadi tenang, memperhatikan kita ketika berada di dekatnya, saat kita berbicara dengannya itu artinya dia mengenali kita dan itu menandakan perkembangannya baik/normal.

BACA JUGA: Adakah Cara Agar Rambut Bayi Cepat Tumbuh? Tips Untuk Bayi Dengan Rambut Tipis

Saat dia rewel atau menangis, saat kita mendekat mencoba menenangkannya, mendengar suara ibunya dan dia mulai tenang itu artinya perkembangannya baik.

6. Bayi tampak menjadi lebih tenang (pendiam) dan penuh perhatian.

Di usia bayi memasuki 1 bulan dia akan tampak mulai tenang dan lebih pendiam dibandingkan sebelumnya. Bayi akan mulai sadar dengan sekelilingnya terutama dengan kehadiran kita.

Berbeda dengan masa awal bayi atau di minggu-minggu pertama bayi yang biasanya hanya menangis, menyusu dan tidur, kini dia mulai menjadi lebih tenang dan lebih sadar dengan sekelilingnya saat terbangun.

7. Bayi dapat melakukan kontak mata dan tersenyum.

Bayi di akhir usia 1 bulan umumnya sudah bisa menjaga kontak mata dengan ibunya atau orang yang berada di dekatnya. Bayi bisa tersenyum saat usianya 2 bulan dan saat usianya 4 bulan bayi sudah bisa tertawa keras.

Ini adalah perubahan kecil yang menandakan perkembangan bayi yang baik, bayi menjadi semakin sadar dengan sesuatu yang ada di sekitarnya, bisa mulai berkomunikasi sosial dengan orang di sekitarnya.

Bayi saat mencapai usia 5 bulan dia akan bisa tersenyum balik dengan orang yang tersenyum kepadanya. Saat ini bayi akan mulai menciptakan bahasanya sendiri untuk mulai berbicara (babling).

Pertumbuhan bayi:

8. Penambahan tinggi (panjang) dan beratnya normal.

Bayi yang menunjukkan penambahan panjang (tinggi) dan penambahan berat berarti  pertumbuhannya baik.

Ayah dan Bunda bisa menggunakan growth chart dari WHO untuk menilai pertumbuhan bayi normal atau tidak.

Dalam 6 bulan pertama, bayi seharusnya akan mengalami:

  • penambahan panjang 1 sampai 2.5 cm setiap minggu,
  • penambahan berat 140 sampai 200 gram setiap minggu.

Bayi yang sehat adalah bayi yang berat badannya naik hampir dua kali lipat setiap 5 bulan dan saat usianya mencapai 1 tahun beratnya akan bertambah menjadi 3 kali lipat.

Apabila pertumbuhannya baik itu artinya nutrisi yang didapatkan bayi, ASI, susu formula atau MPASI-nya cukup.

9. Bayi dapat menopang sendiri tubuhnya.

Bayi yang berusia 1 bulan biasanya sudah bisa mengangkat kepalanya sendiri meskipun hanya sebentar. Saat usianya 3 bulan dia akan bisa melakukan itu lebih sering dan lebih mudah.

Dia juga bisa bertopang pada perutnya dan mulai mendorong kakinya apabila dia berada di lantai yang datar. Ini adalah caranya melatih otot-ototnya untuk mulai bergerak.

BACA JUGA: Bayi Batuk Pilek Boleh Imunisasi, Demam Tinggi Imunisasinya Ditunda

Saat usianya 6 bulan, bayi akan mampu tengkurap sendiri (membalikkan badannya), meluruskan tangan dan mengangkat kepalanya. Saat usianya hampir 1 tahun bayi biasanya sudah bisa merangkak, mencapai meja atau kursi, berdiri dan berjalan dengan bertopang pada benda di sekitarnya.

Ada bayi yang baru bisa jalan setelah usianya 2 tahun yang sebenarnya normal-normal saja. Setiap bayi berbeda, perkembangan dan pertumbuhannya bisa berbeda.

Ada yang bisa mencapai milestone tertentu lebih cepat tapi ada juga yang lebih lambat. Semuanya normal, yang penting adalah kita memenuhi nutrisinya dan rajin memberinya stimuli. Ritual tummy time misalnya sangat baik untuk melatih otot-otot bayi dan dapat membantu bayi lebih cepat berjalan.

Pola tidur:

10. Bayi kini lebih jarang menangis dan tidurnya menjadi lebih teratur.

Bayi dengan bertambahnya usianya dia akan semakin jarang menangis dan pola tidurnya akan semakin baik. Bayi yang di 3 bulan pertamanya belum memiliki pola tidur yang teratur, saat usianya 4 bulan dia akan mulai membentuk pola tidur dimana tidur siangnya akan lebih pendek dari tidur malamnya.

Jika di usia ini bayi belum memiliki pola tidur yang teratur kita bisa mulai menciptakan rutinitas sehingga tidurnya lebih teratur antara siang dan malam.

Nah, itulah ciri yang bisa kita kenali untuk membantu menentukan apakah bayi sehat atau tidak.


Cek tulisan terbaru.
Lihat tips dan topik lainnya.

Bantu Moms dan Dads lainnya dengan share tulisan ini ke Facebook dan WhatsApp.