Efek Buruk Kurang Tidur Pasca Melahirkan Tak Bisa Dipandang Remeh

Efek Buruk Kurang Tidur Pasca Melahirkan Tak Bisa Dipandang Remeh

Lahirnya buah hati akan membawa perasaan bahagia dan sukacita bagi Ayah dan Bunda. Di hari-hari berikutnya, tugas baru merawat dan mengasuh bayi akan membawa perubahan dalam keseharian ibu dimana ibu biasanya akan mengalami kurang tidur.

Karena keadaan ini, orang tua baru khususnya ibu biasanya kita dapati tanda mata panda (lingkaran hitam di sekitar mata) sebagai efek dari begadang, ibu menjadi kurang dapat berkonsentrasi dan terlihat kelelahan.

Mengasuh dan merawat bayi adalah tugas yang berat sehingga menjaga kesehatan bunda sangatlah penting agar tidak jatuh sakit dan tangguh mengasuh dan merawat buah hati.

Kurang tidur setelah kelahiran bayi, di masa-masa menyusui adalah masalah yang serius dan sering terjadi. Ibu dan bayi memiliki pola tidur yang berbeda, bayi akan sering menyusu, mengganti popoknya, dll di waktu dimana kita biasanya tidur.

Berita baiknya, keadaan ini tidak akan terus terjadi dan ini bisa diatasi sehingga bunda tetap bisa merawat dan mengasuh buah hati tanpa perlu kelelahan berlebihan.

Ibu menyusui kurang/sulit tidur di masa pasca melahirkan.

Beban berat yang menyertai lahirnya bayi termasuk ‘tugas menyusui bayi’ dapat membuat ibu stress dan merasa frustasi yang juga bisa mengakibatkan sulit tidur. Ibu jadi sulit tidur meskipun sebenarnya letih. Untuk mengetahui apa itu insomnia dan bagaimana mengatasinya, silahkan baca penjelasannya di bawah ini.

Apa itu insomnia pasca persalinan?

Merupakan insomnia yang dialami ibu baru, yang sulit tidur setelah melahirkan. Banyak ibu yang mengalami ini, tidak memiliki waktu tidur yang cukup karena sibuk mengurus si kecil.

Saat ini, gangguan tidur dan sulit tidur (insomnia) makin sering ditemui. Manusia normalnya tidur 7 sampai 8 jam sehari. Kurang dari waktu tersebut akan menggangu metabolisme dan mengurangi kualitas hidup.

Masalah ini perlu mendapat perhatian khusus karena gangguan tidur seperti insomnia sering mengarah ke keadaan depresi dan bisa menjadi depresi pasca melahirkan (postpartum depression).

Kenapa bisa terjadi insomnia setelah melahirkan?

Kita ketahui, saat hamil dan setelah persalinan tubuh wanita mengalami perubahan fisik dan hormonal yang drastis dimana keadaan ini biasanya membawa efek samping seperti insomnia. Insomnia setelah persalinan biasanya ditandai dengan sulit untuk tidur, keringat malam, detak jantung kencang atau mengalami mimpi yang aneh.

Insomnia postnatal ini bisa berlangsung sampai beberapa bulan setelah melahirkan. Kira-kira dari semua ibu yang baru melahirkan ada 15 persennya mengalami ini .

Beberapa penyebab insomnia ini antara lain:

  • Fluktuasi hormonal yang menyertai kelahiran bayi.
  • Perubahan tingkat hormon estrogen dan hormon lainnya saat hamil dan melahirkan.
  • Perubahan lain yang disebabkan oleh perubahan kadar hormon seperti depresi, hot flash (serangan panas), dan kecemasan (ansietas) juga dapat mengakibatkan ibu sulit untuk tidur.

Mengenali tanda kalau bunda mengalami kurang tidur.

Beberapa gejala kurang tidur:

  • Merasa sedih atau tertekan terhadap hal kecil tanpa alasan yang jelas.
  • Merasa sangat marah terhadap satu hal yang sebelumnya dirasakan tidak membuat kita marah.
  • Perasaan lelah sepanjang waktu.
  • Merasa badan dan tungkai berat.
  • Tidak dapat tidur meskipun merasa ngantuk dan capek.
  • Gampang tersinggung sepanjang waktu.
  • Perubahan mood yang tiba-tiba dalam waktu yang cepat.
  • Sulit untuk berkonsentrasi dan mengingat.
  • Sulit mengambil keputusan dan sulit berkonsentrasi.
  • Tidak memiliki gairah terhadap hal sebelumnya yang membuat bergairah.
  • Suka menyendiri dan menghindari kontak sosial.
  • Sulit untuk membangun hubungan emosional dan kedekatan dengan bayi.
  • Marah dan menyalahkan bayi karena mengira dia yang menyebabkan kita lelah dan mengantuk.
  • Menyalahkan diri sendiri karena merasa lelah dan mengantuk sepanjang hari.
  • Memiliki tiba-tiba perasaan untuk menyakiti diri sendiri atau bahkan bayi.
  • Sakit kepala, nyeri seluruh badan dan jatuh sakit.
  • Selera makan berkurang atau sebaliknya semakin bertambah, lebih dari yang dibutuhkan meskipun sedang menyusui bayi.

Melihat tandanya, membuat kita khawatir karena bisa sangat berbahaya bagi ibu dan bayi. Kurang tidur pasca persalinan berpengaruh buruk untuk kesehatan kita secara umum.

Akibat kurang tidur setelah melahirkan.

Insomnia seperti halnya masalah kesehatan lain, perlu mendapat perhatian terutama di masa-masa awal untuk mencegah pengaruh buruk yang lebih besar.

Diantaranya, pengaruh buruk kurang tidur pasca melahirkan adalah:

  • Merusak sistem imun (pertahanan tubuh) kita yang selanjutnya membuat ibu gampang terkena penyakit dan gangguan kesehatan lainnya.
  • Kurangnya waktu tidur dari yang direkomendasikan dapat meningkatnya indeks massa tubuh (berat badan) yang bisa mengarah ke obesitas.
  • Insomnia diketahui berhubungan dengan resiko penyakit gula (diabetes) dan penyakit jantung.
  • Pada orang yang kurang tidur, biasanya akan gampang terkena depresi, penyalahgunaan obat-obatan dan masalah psikis lainnya.
  • Penurunan konsentrasi dan sulit mengingat.
  • Dapat berpengaruh negatif terhadap psikologi emosional dan kesehatan fisik wanita. Dapat memicu kecemasan, kelelahan dan perilaku gampang marah.
  • Kurang tidur juga dapat mengurangi kemampuan ibu untuk menjaga bayi.
  • Akan menghambat penurunan berat badan ibu pasca melahirkan meskipun kita sudah mulai makan makanan yang sehat dan berolahraga. Pada beberapa ibu bahkan bisa mengakibatkan naiknya berat badan.
  • Kurang tidur akan membuat ibu rentan terhadap terjadinya kecelakaan, terjatuh dan hal lainnya yang berbahaya bagi keselamatan ibu.

Cara mengatasi kurang tidur pasca melahirkan.

Ada beberapa hal yang bisa bunda lakukan untuk menghalau insomnia pasca persalinan yang akan membantu bunda lebih rileks dan mendapatkan tidur yang cukup.

Untuk mengatasi kurang tidur setelah melahirkan, bunda bisa berkonsultasi dengan dokter dan menerapkan beberapa tips di bawah ini:

1. Hentikan mengonsumsi kopi (kafein).

Untuk membantu terjaga, anda mungkin akan mencoba mengonsumsi kopi tapi ketahuilah bahwa efek negatifnya akan lebih buruk terhadap tidur anda. Kurangi konsumsi kopi kalau bisa hentikan terutama setelah waktu siang.

2. Kurangi distraksi hal yang tak penting.

Untuk membunuh waktu karena tidak bisa tidur, kita mungkin akan mencoba menonton TV, membuka facebook atau social media melalui laptop atau gadget. Matikan semuanya dan jangan berkhayal atau berpikir tapi cobalah berbaring saja dan mencoba tidur.

3. Berbaring meskipun belum atau tidak bisa tidur.

Saat itu mungkin anda belum mau tidur, belum mengantuk dan berpikir tindakan itu hanya akan membuang waktu, tapi yakinlah, ini lebih baik untuk dilakukan daripada menonton TV. Setidaknya akan memberikan waktu bagi tubuh untuk istirahat sejenak dan rileks.

4. Tidur lebih awal.

Ini bisa menjadi cara terbaik untuk mendapatkan tidur yang cukup. Cobalah rileks dan melakukan hal yang bisa memicu keadaan itu seperti berendam di bathtub.

5. Mintalah bantuan suami.

Libatkan suami. Sementara suami membantu memberikan susu atau ASI yang sudah diperah ke bayi (ASIP), bunda bisa tidur dan memanfaatkan waktu yang berharga itu.

6. Biarkan bayi tidur di samping bunda.

Ini bisa mengurangi kerepotan bunda setiap kali dia perlu disusui atau mengganti pokoknya. Kalau bayi ada di ruangan lain tentu bunda perlu bangun dan berjalan lagi.

7. Latihan relaksasi, menarik napas dalam.

Berlatihlah mengambil napas dalam saat berbaring, tarik napas dalam lalu lepaskan secara perlahan. Lakukan ini berulang-ulang.

Melakukan relaksasi selama 10 menit bisa membantu tubuh lebih tenang dan membantu anda tidur lebih baik.

Apabila tips sederhana di atas tidak bisa membantu, bunda bisa berkonsultasi dengan dokter mengenai ini.

Merawat dan mengasuh bayi dengan segala konsekuensinya tidak akan terjadi selamanya kok. Seiring dengan bertambahnya usia bayi, tidurnya akan semakin teratur dan sama dengan pola tidur kita.

Pastikan semua tips di atas dicoba apabila bunda mengalami sulit atau kurang tidur.


Cek tulisan terbaru.
Lihat tips dan topik lainnya.

Bantu Moms dan Dads lainnya dengan share tulisan ini ke Facebook, Twitter dan WhatsApp.