Beberapa Hal Yang Sebaiknya Tidak Dikatakan Kepada Ibu Hamil

Beberapa Hal Yang Sebaiknya Tidak Dikatakan Kepada Ibu Hamil

Tidak semua hal harus kita ketahui tentang seseorang yang sedang hamil. Tidak semua rasa penasaran dan keingintahuan kita pun harus kita tanyakan langsung kepada ibu hamil.

Ada hal-hal yang sepatutnya tidak kita tanyakan kepada ibu hamil karena itu bisa saja tidak sopan, bisa membuatnya tersinggung, sakit hati, membuat ibu hamil khawatir dengan kehamilan atau bayinya dan lain-lain.

Kita bisa mengerti munculnya rasa penasaran itu tapi ada batasan yang tidak bisa kita lewati karena ibu hamil tetaplah seorang manusia yang memiliki perasaan dan hak untuk dihormati privasinya. Kalau Anda ingin tahu sesuatu yang berhubungan dengan kehamilannya biarkan dia sendiri yang memberitahukannya kepada Anda.

Berikut ini adalah beberapa hal yang seharusnya tidak boleh kita tanyakan kepada ibu hamil. Silahkan share hal ini ke teman, teman kantor atau keluarga sehingga kita tidak perlu melakukan kesalahan ini berulang-ulang.

Pertanyaan konyol yang tidak disukai, akan membuat ibu hamil tidak nyaman.

  • Wah, kamu gemuk sekali!

Yang benar saja! Yang namanya hamil ya pasti berat badannya akan naik dan karena ditahannya cairan akibat pengaruh hormon, ibu hamil biasanya akan mengalami edema (pembengkakan di badan, terutama tungkai/kaki). Kita tidak perlu memberitahunya hal ini karena ibu hamil pun tahu kalau berat badannya naik.

  • Wah, kamu kurus ya!

Atau “Kamu langsing ya!” atau “Kamu kecil ya?”, dan lain-lain pertanyaan lainnya yang mirip dengan itu.

Mungkin maksud kita ingin memuji, dia bisa menjaga berat badannya dan tidak menjadi gemuk saat hamil tapi yang dirasakan oleh ibu hamil sebenarnya adalah sama seperti kalau kita bertanya kepadanya “Apakah kamu dan bayimu baik-baik saja?” yang tentu saja membuat ibu hamil menjadi panik/khawatir.

Pertanyaan seperti ini bisa membuat ibu hamil merasa ada yang salah dengan kehamilannya dan akan mulai gelisah mencari di internet, googling dan lain-lain tentang kehamilan dan bayinya.

Ibu hamil memiliki banyak kekhawatiran dan ketakutan-ketakutan saat hamil, takut bayinya cacat, takut bayinya ada apa-apa, takut bayinya lahir prematur, takut keguguran, takut menghadapi nyerinya persalinan, dll, dan kita tidak perlu menambah kekhawatiran itu dengan pertanyaan konyol seperti itu.

Pertanyaan konyol yang tidak disukai, akan membuat tidak nyaman ibu hamil.
  • Bolehkah saya sentuh perutnya?

Ouw.. Ibu hamil tidak suka perutnya disentuh, apalagi oleh orang asing. Itu adalah wilayah privasi dia dan akan merasa sangat tidak nyaman apabila orang lain menyentuhnya

Perut ibu hamil yang membesar mungkin membuat kita gemes atau ingin menunjukkan dukungan/kasih sayang kepada ibu hamil dan bayinya tapi tetap saja, itu bukan perut kita.

Meskipun orang dekat, kita harus selalu minta izin kalau ingin melakukannya. Ada banyak hal lain yang bisa kita lakukan untuk menunjukkan betapa kita mengharapkan dan mendoakan yang terbaik untuknya.

  • Surprise dong kamu hamil (lagi)!

Ya, bayangkan ini kita katakan kepada ibu yang tidak merencanakan kehamilannya atau program KB-nya gagal atau kepada ibu hamil yang mungkin sudah tidak muda lagi untuk hamil.

Simpan pertanyaan seperti ini untuk kita saja, biarkan ibu hamil sendiri yang menceritakannya, kalau dia tidak mengatakan apapun cari topik pembicaraan yang lain yang lebih menyenangkan.

  • Kamu maunya anak laki-laki atau perempuan?

Yang paling penting bagi ibu hamil adalah bayinya sehat. Kita tidak perlu menanyakan itu. Dia akan mengatakannya sendiri kepada kita kalau dia mengharapkan anaknya laki-laki atau perempuan.

  • Kamu tahu, ini sudah 10 bulan.

“Yah.. yang benar saja, kamu lebih tahu kehamilan saya dibandingkan saya sendiri?”. Pernyataan seperti ini akan sangat mengganggu bagi ibu hamil.

  • Waktu saya hamil..

Membandingkan kehamilan kita dengan kehamilan orang lain sama sekali tidak keren. Setiap ibu memiliki kondisi dan masalah masing-masing. Kalau ibu hamil ingin bertanya sesuatu dia akan bertanya sendiri untuk meminta pendapat atau saran kita.

Mungkin maksud kita baik untuk membuka percakapan tetapi banyak topik lain di luar itu yang bisa kita sampaikan yang tidak perlu berhubungan dengan itu.

  • Sudah punya nama belum untuk bayinya?

“Tak perlu ingatkan saya, saya akan memberi nama bayi saya cepat atau lambat sesuai dengan yang saya inginkan!” Ibu hamil akan bertanya sendiri jika ia ingin mendapatkan saran nama bayi dari kita.

  • Kamu seharusnya tidak boleh melakukan ini dan itu, kamu tidak boleh makan dan minum ini.

Sebaiknya kita tidak memberikan nasehat/saran kepada ibu hamil. Kalau ibu hamil ingin mendapatkan saran dari kita dia akan memintanya sendiri. Lagipula tak selamanya apa yang kita sampaikan adalah hal yang benar, apalagi dengan banyaknya mitos tentang kehamilan yang tidak benar yang beredar di masyarakat.

  • Gajah saja hamil 22 bulan, itu tidak lama kok.

“Hmm.. kamu pikir 9 bulan itu sebentar?” Entah, ini idenya dapat dari mana.

  • Kamu hamil kembar ya?

“Bukan, saya sudah USG kok. Kamu punya indera khusus ya sampai bisa tahu kalau saya hamil kembar?”

  • Dari kebiasaan/penampilan kamu, saya yakin kamu atau bayi kamu akan..

“Yang benar saja, bagaimana kamu bisa tahu? Mungkin saya tidak perlu periksa ke SpOG ya, periksa ke kamu saja, soalnya tahu semuanya.”

  • Setelah bayinya lahir kamu akan menyusui?

“Adakah pertanyaan yang lain?” Ibu hamil biasanya tidak suka membicarakan tentang rencananya bagaimana memberi nutrisi ke bayinya, akan memberikan ASI ke bayinya atau tidak.

  • Setelah melahirkan, kamu akan berhenti bekerja ya?

“Serius, hal itu perlu kamu tanyakan juga ya? Ibu tahu sendiri keadaan dan kondisinya pasca melahirkan, apakah ia ingin tetap kerja atau berhenti pasca melahirkan.

  • Tidurlah sekarang karena setelah bayi lahir kamu tidak punya waktu untuk tidur.

“Yang benar saja! Terima kasih sarannya!”

  • Nikmati hidupmu sekarang selagi bisa.

“Ya, saat bayi lahir hidup saya akan berantakan, terima kasih, hidup saya kini menjadi lebih baik.”

  • Apakah kamu ingin persalinanya normal?

“Yang penting persalinannya lancar dan bayi saya sehat, apakah nanti akan melahirkan dengan induksi atau tidak, mendapatkan epidural atau tidak, dilakukan episiotomi, dll kamu tidak perlu tahu.”

  • Saya pikir kamu tidak mau punya anak?

“Hidup berubah, tidak perlu mengatakan atau mengungkit kejadian lama dan mengatakan saya pembohong atau tidak konsisten. Saya yang sekarang bukan lagi yang dulu. Lagipula, itu perlu kamu tanyakan ya?”

  • Semoga persalinan kamu lancar, tidak seperti saya dulu yang persalinanya bermasalah.

“Oh, terima kasih sudah berbagi pengalaman. Cerita kamu benar-benar akan membuat saya lebih tenang!”

  • Kamu masih hamil ya, belum lahir dedeknya?

Atau pertanyaan ini..

  • Bukannya kamu masih sangat muda untuk hamil atau bukannya umur kamu sudah tua untuk hamil lagi?

Wah, jangan sampai deh kita keceplosan mengatakan ini kepada ibu hamil.

Nah, itu ya moms pertanyaan yang tidak boleh ditanyakan kepada ibu hamil, mudah-mudahan bermanfaat


Cek tulisan terbaru.
Lihat tips dan topik lainnya.

Bantu Moms dan Dads lainnya dengan share tulisan ini ke Facebook, Twitter dan WhatsApp.