Hal-hal Yang Seharusnya Tidak Boleh Dilakukan Pada Bayi

Hal-hal Yang Seharusnya Tidak Boleh Dilakukan Pada Bayi

Bayi, terutama bayi baru lahir masih sangat fragile atau rentan sehingga ibu harus berhati-hati saat merawat dan menangani bayi. Lalai atau melakukan kesalahan bisa berakibat fatal bagi buah hati.

Bagi orang tua baru hal ini tentu menjadi tantangan tersendiri. Tapi Moms tidak perlu khawatir, kita bisa belajar dan menggali pengetahuan baru, belajar dari pengalaman orang lain.

Moms dan Dads, meskipun bayi kelihatannya belum bisa mengerti apa-apa, bukan berarti kita tidak bisa berkomunikasi dengannya. Interaksi yang dibangun sejak dini akan berpengaruh ke kondisi psikis, sosial dan emosionalnya.

Perkembangan bayi kelak akan ditentukan oleh hubungan sosial dan emosional bayi dengan kita dan lingkungan.

Ada hal-hal yang mungkin selama ini tidak kita sadari akan berdampak negatif bagi pertumbuhan dan perkembangan bayi. Hal-hal ini sebaiknya dihindari dan tidak bisa dilakukan pada bayi.

Yang dilarang dan tidak boleh dilakukan pada bayi.

Berikut ini 5 hal yang dilarang atau tidak boleh dilakukan pada bayi. Hal sederhana tapi sangat penting bagi perkembangannya.

1. Menghiraukan dia.

Anda tentu saja tidak suka dicuekin, begitupun bayi. Bayi baru lahir dengan cara tertentu sudah bisa mengerti atau mengenali orang di sekitarnya. Meskipun belum bisa berbicara, bayi bisa mengekspresikan dirinya dengan menggerakkan tangannya.

Mengajak bayi berbicara bahkan sejak dia masih di kandungan, menyanyikannya lagu dan membacakannya sangat baik untuk perkembangan bayi.

Dalam penelitian ditemukan bahwa, orang tua dan anak yang membangun hubungan kerjasama dan saling mempengaruhi akan memiliki kesadaran, sikap sosial dan keterampilan berteman yang baik. Membuka tersedianya lingkungan yang optimal untuk perkembangan emosional dan intelektual.

Dengan perawatan yang responsif/aktif sistem otak akan belajar bekerja dengan baik dan menjaga seseorang sehat dan terhubung secara sosial. Hal yang dipelajari di masa awal kehidupan ini akan terus diingat dan akan diaplikasikan dalam hubungan sosial.

2. Membiarkan bayi menangis.

Bagaimana perasaan Moms misalnya apabila Moms kesakitan, meminta bantuan namun tidak ada seorangpun yang datang menghampiri dan membantu Moms. Itulah yang dirasakan oleh bayi ketika menangis tapi kita tidak melakukan apa-apa.

Akan lebih buruk lagi, karena pada saat itu otak bayi masih berkembang untuk mulai mengetahui pola kehidupan sosial dan fungsi fisiologi. Pengalaman buruk itu akan membentuknya dan akan mempengaruhi perilakunya kelak.

Sangat penting untuk mengetahui bagaimana caranya agar bayi tidak sampai menangis. Bayi yang sulit didiamkan akan memiliki kebiasaan menangis dan ini sangatlah tidak baik karena bayi yang stres dalam waktu lama dapat menghambat hubungan sinaptik otaknya.

Untuk mencegah bayi rewel kita harus mengetahui ciri-ciri atau tanda kalau dia tidak nyaman, mengantuk, lapar, popoknya basah dan lain-lain sehingga kita bisa proaktif dan melakukan sesuatu sebelum dia stres dan menangis.

Intinya adalah, usahakan menjaga bayi selalu senang dan nyaman.

Berikanlah ASI sesering mungkin, bayi biasanya suka bergerak jadi ayunlah dia atau gendonglah dia.

3. Meninggalkannya sendiri.

Bayi, seperti halnya kita adalah makhluk sosial. Anda pasti tidak suka apabila ditinggalkan di tempat asing sendiri, apalagi tahu tidak bisa bergerak dan merawat diri sendiri.

Sebelum dia bisa melakukan sesuatu sendiri, dia membutuhkan orang lain untuk membantunya. Apabila bayi diisolasi hal yang buruk bisa terjadi. Dia akan merasa tidak aman, takut dan dikemudian hari tumbuh menjadi pribadi yang narsistik, memikirkan hanya diri sendiri dan kurang empati.

4. Tidak menggendongnya.

Bayi diciptakan memang untuk digendong. Dia membutuhkan kasih sayang dan perhatian. Belajar rileks dan merasakan kedamaian adalah hal yang akan dibawanya dalam hidup. Apabila dia jarang mendapat sentuhan sayang, dia mungkin akan sulit rileks dan melepaskan.

Menurut penelitian, sentuhan yang kurang di masa-masa awal kehidupan dapat mengganggu perkembangan reseptor endogen, serotonin dan oksitosin yang berkaitan dengan kebahagiaan.

5. Belanja perlengkapan bayi yang berlebihan.

Hadirnya buah hati akan membuat Moms bahagia. Melihat baby gear di toko online yang lagi diskon, lucu-lucu, warnanya meriah mungkin akan membuat kita ingin memilikinya. Belanja baju dan perlengkapan bayi bisa membuat mom ketagihan, ingin memberikan yang terbaik buat buah hati.

Tidak ada yang salah dengan itu, hanya, perlu diperhatikan kalau pertumbuhan bayi itu sangat cepat. Kaos kakinya yang lucu yang dibeli sebulan yang lalu bisa saja sudah tidak cocok lagi sekarang, dan bayi sebenarnya tidak memerlukan banyak perlengkapan, misalnya item tertentu, cukup dibelikan 2 atau 3 pasang saja.

6. Mencuci pakaian bayi dengan detergen biasa.

Mungkin ini yang banyak tidak disadari oleh Moms, merasa tidak perlu menggunakan detergen atau sabun cuci khusus untuk pakaian bayi.

Kulit bayi sangatlah sensitif sehingga gampang iritasi dan alergi. Untuk mencucui pakaian bayi misalnya popok bayi gunakan detergen khusus yang kurang iritasi. Ini baik untuk mencegah terjadinya diaper rash (ruam popok) yang bisa sangat merepotkan bagi ibu dan menyakitkan bagi bayi.

7. Memukul bayi.

Kita mungkin sering melihat ini di kehidupan sehari-hari, ibu memukul bayinya (biasanya dipantat) karena frustasi. Si ibu mungkin akan merasa lebih baik tapi ketahuilah bahwa dalam jangka panjang efeknya negatif untuk bayi.

Bayi belajar berdasarkan bagaimana kita memperlakukannya dan menghukumnya hanya akan menimbulkan efek buruk, antara lain:

– Kepercayaan bayi akan berkurang terhadap kita.

– Bayi akan merasa kurang percaya diri, kurang bisa mengekspresikan dirinya.

– Motivasi untuk belajar dan mencoba hal baru hilang atau berlurang.

– Bayi akan belajar untuk menekan keinginan atau ketertarikannya.

– Secara fisiologi, menghukum bayi akan mengaktifkan respon stress, dimana di masa awal bayi sangat tidak baik karena akan mengganggu perkembangan kecerdasan dan hubungan sosial.

8. Lupa menyendawakan bayi.

Ini mungkin hal yang sederhana tapi kadang tidak diketahui atau dilupakan.

Biasanya orang tua yang tahu, setiap selesai memberikan bayi makanannya, apakah ASI atau susu formula, menyedawakan bayi adalah aktivitas yang rutin dilakukan. Tapi kadang ada yang lupa atau tidak menganggapnya penting.

Moms yang lupa menyedawakan bayinya pada akhirnya mungkin akan menyesal karena dengan tidak menyendawakan bayi, gas dalam perut akan terperangkap dan bisa menyebabkan perut bayi kembung, sakit perut, bayi jadi rewel dan menangis.

9. Sering memandikan bayi.

Bayi baru lahir tidak perlu dimandikan langsung setelah pulang dari rumah sakit. Bayi tidak perlu sering dimandikan. Sebelum tapi pusatnya kering dan lepas sendiri, bayi tidak boleh dimandikan.

Bayi boleh dibersihkan dan ‘dimandikan’ dengan cara sponge bath dengan dilap dan itupun tidak harus tiap hari. Bayi tidak banyak beraktivitas sehingga tidak perlu dimandikan secara teratur.

10. Memberi minum bayi air.

Mungkin ada ibu yang berpikir, apa salahnya memberikan bayi air, toh cuma air.

Bayi moms tidak boleh diberikan air minum selain ASI dan susu formulanya sampai usianya mencapai 6 bulan. Memberikan air beresiko anak mendapat infeksi dan diare karena air yang tidak higienis.

Selain itu, air bisa mempengaruhi penyerapan zat gizi dan nutrisi yang ada pada asi dan susu formula yang diminum bayi. Bisa menyebabkan anak menjadi kenyang sehingga kurang menyusu atau minum susu, perkembangan dan pertumbuhannya tidak akan optimal karena nutrisi yang masuk tidak optimal.

Jika Moms dan Dads benar-benar ingin mengoptimalkan perkembangan otak bayi, kesehatan, kecerdasaan, keamanan dan keselamatannya hindari melakukan hal di atas.


Cek tulisan terbaru.
Lihat tips dan topik lainnya.

Bantu Moms dan Dads lainnya dengan share tulisan ini ke Facebook, Twitter dan WhatsApp.