Ibu Dan Bayi Di Minggu Pertama Pasca Melahirkan Hari Demi Hari

Ibu Dan Bayi Di Minggu Pertama Pasca Melahirkan Hari Demi Hari

Bagi ibu baru, ini adalah pengalaman yang akan mengubah hidup. Mulai saat ini, hari-hari Moms akan ditemani oleh buah hati. Moms dan Dads akan disibukkan oleh aktivitas dimana bayi adalah sentralnya.

Menjalani hari-hari pertama bersama bayi setelah keluar dari rumah sakit akan memerlukan adaptasi kita untuk mulai menjalani ritme dan pola hidup baru.

Berikut ini adalah perubahan-perubahan yang diharapkan terjadi pada Moms dan bayi di minggu pertama:

Bayi hari pertama.

Ibu: pemulihan.

Setelah melahirkan, tubuh kita memerlukan pemulihan. Ini mungkin keadaan yang tidak mengenakkan bagi Moms setelah melahirkan karena kita akan berhadapan dengan nyeri akibat adanya kontraksi kecil (rahim yang kembali ke bentuk semulanya), nyeri akibat pembengkakan jalan lahir, nyeri episiotomy (apabila kita mendapatkan episiotomi saat melahirkan) atau nyeri akibat operasi cesar.

Persiapkan perlengkapan yang dibutuhkan untuk mengatasi itu termasuk konsumsi obat anti nyeri dan obat lainnya yang diberikan oleh dokter. Jika Moms mendapatkan jahitan, baik karena luka episiotomi atau operasi cesar, jangan sampai lupa minum antibiotik yang diberikan dokter untuk mencegah infeksi dan mempercepat penyembuhan luka.

Bayi: tidur.

Sebagian besar waktu bayi baru lahir akan dihabiskan untuk tidur. Bayi bisa tidur sampai 16 jam dalam sehari dan itu bisa bertambah 1 sampai 3 jam termasuk waktu di malam hari.

Saat ini waktu tidur Moms mungkin akan mengikuti irama tidur bayi. Tidur dan hanya terbangun saat popoknya basah, rewel/menangis karena lapar dan saat ingin disusui/diberi susu formula.

Ibu dan bayi di hari kedua.

Ibu: perubahan ritme tidur.

Karena mengikuti irama tidur dan bangun bayi, kita mungkin akan mengalami kurang tidur dan itu tidak baik. Kurang tidur tidak hanya akan menyebabkan kelelahan fisik, tapi juga mengganggu kesehatan mental. Dapat memicu stres berlebihan dan dapat mengurangi kemampuan fokus dan konsentrasi kita.

Mintalah bantuan ibu, mertua, saudara, teman atau kelurga lainnya untuk menemani Moms selama beberapa hari. Bantuan mereka akan sangat bermanfaat, bisa membantu mengganti popok bayi, menggendong bayi, membantu memberikan susu formula dan lainnya sehingga kita memiliki waktu lebih untuk istirahat. Ingat, Moms pun butuh istirahat untuk memulihkan diri sendiri.

Kalau hanya berdua dengan suami, atur waktu secara bergantian untuk bangun mengganti popok bayi atau memberinya susu.

Bayi: periksa kalau bayi kuning.

Kuning atau jaundice pada bayi bisa muncul beberapa hari setelah bayi lahir. Saat masih di rumah saki, bayi akan diperiksa secara umum termasuk pemeriksaan kemungkinan bayi kuning.

Kuning atau jaundice pada bayi yang terjadi setelah 1-2 hari umumnya normal dan bisa sembuh/hilang sendiri. Waspada kalau kuningnya terjadi segera setelah bayi lahir (<24 jam) atau terjadi setelah 2 minggu (14 hari) dan disertai dengan gejala lain seperti bayi demam atau bayi malas menyusu/menetek.

BACA JUGA: Bayi Keluar Rumah Untuk Pertama Kali, Moms Sudah Siap?

Kadang kita perlu ke dokter memeriksakan buah hati untuk mengetahui kuningnya berbahaya atau tidak atau apakah perlu terapi cahaya (foto terapi) atau tidak.

Hari ketiga setelah bayi lahir.

Ibu: ASI keluar.

Umumnya air susu ibu akan keluar pada hari ke-3 sampai ke-4 setelah melahirkan. Tiap Moms bisa berbeda, ada ibu yang asinya keluar lebih cepat tapi ada yang lebih lambat dari itu.

Payudara mungkin akan terasa lebih keras dan besar dan saat ini Moms mungkin memerlukan bantuan untuk menuntun bagaimana menyusui dengan baik. Mintalah saran dari dokter atau belajar dari buku.

Bayi: berat badannya turun.

Moms tidak perlu panik apabila mendapatkan bayinya setelah beberapa hari menjadi kurus atau berat badannya turun. Ini adalah hal yang normal, dimana bayi baru lahir biasanya berat badannya turun 5 sampai 10 persen. Berat badannya akan kembali naik, tentu saja kalau nutrisinya dipenuhi, dalam 2 sampai 3 minggu.

Apabila Moms tidak yakin dengan berat badannya turun normal atau tidak, Moms bisa memeriksakannya ke dokter anak.

Hari keempat post partum.

Ibu: menerima kunjungan.

Ya, pada hari-hari ini kita mungkin akan mendapatkan kunjungan dari keluarga dan kerabat. Teman atau keluarga yang menjenguk mungkin memiliki niat yang baik tapi menerima tamu saat kondisi kita belum pulih sempurna dan bayi yang masih rentan terkena kuman/penyakit bisa merepotkan kita.

Kita bisa mengatur kunjungan untuk keluarga dekat saja di minggu pertama dan teman atau kerabat lainnya di minggu berikutnya.

Bayi: ‘pup asli’ pertamanya.

Bayi pup/buang air biasanya 24 jam setelah lahir. Pup ini disebut dengan mekonium yang berwarna hitam kehijauan seperti ter yang lunak. Mekonium ini adalah sisa cairan ketuban dan jaringan mati yang tertelan oleh bayi ketika masih di dalam kandungan.

Setelah bayi mendapatkan asi/susu, sistem pencernaan bayi akan mulai bekerja dan pupnya akan berubah berwarna kuning atau hijau dan berbiji.

Hari kelima setelah melahirkan.

Ibu: nyeri akibat kontraksi rahim.

Nyeri akibat kontraksi uterus bisa bertahan sempai seminggu pasca melahirkan. Setelah melahirkan, uterus yang sebelumnya sangat besar saat hamil akan mengecil dan kembali ke ukuran sebelumnya. Proses ini bisa menyakitkan dan bertambah saat kita menyusui.

Ini adalah proses yang alami dan sebenarnya baik untuk kita karena dengan begitu artinya perdarahan setelah melahirkan bisa diminimalisir.

Untuk mengurangi nyeri ini, saat di rumah sakit mintalah obat penghilang nyeri kalau dokter tidak meresepkannya.

Bayi: tali pusat bayi lepas.

Setelah seminggu, tali pusat bayi biasanya sudah kering dan akan lepas sendiri. Tiap bayi bisa berbeda, ada yang lepas lebih cepat setelah 4 hari pasca lahir tapi ada yang lepas setelah 1-2 minggu.

Jangan pernah menarik atau melepas tali pusat bayi sendiri. Hati-hati dengan tali pusat bayi saat membersihkannya atau saat mengganti pakaiannya. Tanpa kita apa-apakan pun tali pusat bayi akan lepas dengan sendirinya.

Hari keenam bayi.

Ibu: lebih dekat (bonding) dengan bayi.

Bonding sangat baik untuk ibu dan bayi. Selain meningkatkan hubungan kasih sayang ibu dan bayi, juga dapat meningkatkan daya tahan tubuh bayi dan membantu perkembangan bayi.

Kontak kulit (skin to skin contact) adalah interaksi favorit bayi. Sentuhan adalah inderanya yang paling sensitif. Dengan ‘dekat’ kita akan semakin tahu kapan dia menangis karena lapar, tidak nyaman karena popoknya basah, menangis karena mengantuk/lelah dan lain-lain.

Kita bisa lebih dekat dengan dia saat menyusui atau saat ‘tummy-time’.

Bayi: muntah.

Muntah ringan atau gumoh mungkin akan membuat kita khawatir. Tapi, sebenarnya itu adalah keadaan yang biasa terjadi pada bayi dan bisa ditangani.

Untuk mencegah atau mengurangi, kita bisa menyendawakan bayi setiap setelah menyusuinya/diberi susu. Selain itu, berilah asi sebelum bayi benar-benar lapar dan menangis. Menangis menyebabkan masuknya udara ke saluran pencernaan bayi dan membuat perut bayi kembung.

Hari ketujuh bayi.

Ibu: nyeri menyusui.

Menyusui bisa menyulitkan atau menyakitkan bagi Moms setelah beberapa hari memberikan ASI. Kita bisa bayangkan, kita yang sebelumnya belum pernah menyusui kemudian memiliki payudara yang membesar dan harus menyusui bayi setiap saat setiap hari, tentu payudara akan bengkak.

Dari pengalaman ibu lainnya dan rekomendasi dokter, keadaan ini biasanya akan mencapai puncaknya dalam 7 hari dan akan membaik setelah beberapa hari.

Untuk mengurangi nyeri saat menyusui, menjaga produksi asi tetap lancar silahkan konsultasi ke dokter atau konselor menyusui. Moms juga bisa belajar dari buku tentang menyusui.

Moms bisa meminta obat ke dokter untuk mengurangi nyeri payudara.

Bayi: mandi pertamanya.

Setelah tali pusat bayi lepas, inilah saatnya bayi mandi untuk pertama kalinya. Rasakan bagaimana tubuhnya bereaksi dengan air untuk pertama kalinya, membasuh setiap bagian tubuhnya yang kecil. Kita bisa bernyanyi untuknya dan merasakan bagaimana harumnya aroma bayi.

Hati-hati saat memandikannya dan jangan pernah meninggalkannya saat dia sudah dalam bak mandinya. Siapkan semua perlengkapannya di dekat Moms saat akan memandikan mandi sehingga kita tidak perlu lagi meninggalkannya.

Nah, itulah beberapa hal yang diharapkan di hari-hari pertama bayi. Mudah-mudahan dengan mengetahui ini, kita akan bisa mengantisipasi apa yang akan terjadi pada Moms dan bayi.


Cek tulisan terbaru.
Lihat tips dan topik lainnya.

Bantu Moms dan Dads lainnya dengan share tulisan ini ke Facebook dan WhatsApp.