Ibu Hamil Sebelum Melakukan Perjalanan Harus Baca Ini

Ibu Hamil Sebelum Melakukan Perjalanan Harus Baca Ini

Saat masih hamil mom mungkin harus melakukan traveling atau perjalanan, baik untuk kepentingan pekerjaan, liburan, acara keluarga atau ada keadaan khusus yang memaksa mesti melakukan perjalanan yang tidak bisa kita hindari. Lalu apa yang harus kita lakukan?

Berikut ini tips bepergian untuk ibu hamil, baik perjalanan udara (pesawat), darat (mobil) maupun laut (kapal).

Apakah mom tiba-tiba harus melakukan perjalanan saat hamil apakah itu perjalanan darat ataupun udara dan bingung tidak tahu apakah itu akan berbahaya atau tidak bagi kehamilan mom, cara terbaik untuk mengetahuinya adalah dengan bertanya langsung dengan dokter mom.

Dokterlah yang paling tahu keadaan mom apakah memungkinkan untuk melakukan perjalanan berdasarkan kehamilan mom, usia kehamilan dan faktor lainnya.

Kapan ibu hamil tidak boleh melakukan perjalanan?

Penting bagi kita mempertimbangkan segala resiko yang berkaitan dengan bepergian saat hamil dan berdiskusi dengan dokter. Apabila dokter mengatakan kehamilan kita memiliki komplikasi atau resiko dan tidak membolehkan kita melakukan perjalanan, maka kita harus mengikuti saran itu.

Tips melakukan perjalanan jauh untuk ibu hamil, perjalanan darat, dengan pesawat (udara) dan laut.
Perbandingan plasenta yang normal (paling kiri atas) dan plasenta previa, karena letaknya di bawah, beresiko terjadi perdarahan terutama saat ibu hamil melakukan perjalanan.

Beberapa keadaan berikut mungkin menjadi penyebab ibu hamil tidak boleh bepergian:

1. Ada riwayat keguguran dan melahirkan bayi prematur.

Jika mom pernah keguguran di kehamilan sebelumnya atau ada riwayat anggota keluarga lain pernah keguguran maka Anda perlu ekstra hati-hati. Melahirkan sebelum waktunya mungkin susah diperkirakan, tapi memastikan kehamilan yang sehat dan aman dapat diusahakan.

Selain diet yang sehat dan perawatan selama kehamilan, kita harus membatasi aktivitas kerja berat dan perjalanan saat hamil. Sebaiknya Anda bertemu dengan dokter lebih sering untuk pemeriksaan fisik dan lainnya sehingga status kehamilan Anda dapat diketahui.

Mom membutuhkan istirahat untuk memiliki bayi yang sehat. Selain itu Anda perlu mendapatkan medikasi preventif seperti hormon progesteron yang disebut hidroksi progesteron kaproat sekali seminggu selama trimester kedua. Selain itu penggunaan gel progesteron selama trimester kedua dan ketiga dapat mengurangi resiko melahirkan sebelum waktunya terutama pada wanita yang memiliki serviks yang pendek.

Jadi pada kondisi ini, Anda tidak bisa melakukan perjalanan dan harus rutin mengunjungi dokter.

2. Kehamilan kembar (baik kembar dua, tiga atau lebih).

Umumnya kehamilan dengan kembar dua atau tiga bisa melahirkan dengan lancar. Bicarakan dengan dokter dan bidan tentang pilihan yang ada saat melahirkan. Kehamilan kembar akan memerlukan penanganan yang khusus. Kehamilan dengan kembar dua dan tiga umumnya lahir sebelum usia kehamilan 39 minggu; lebih dari setengah semua kehamilan kembar bisa mencapai lebih dari 37 minggu saat hampir 75 persen kehamilan kembar 3 lahir sebelum 35 minggu.

Pada keadaan ini mom tidak boleh melakukan perjalanan di trimester 3 kehamilan karena dikhawatirkan mom bisa kapan saja melahirkan dan sebaiknya tinggal di rumah dan beristirahat.

3. Tekanan darah tinggi saat kehamilan.

Apabila Anda memiliki tekanan darah tinggi atau hipertensi saat kehamilan penting untuk istirahat cukup dan berhati-hati karena tekanan darah yang tinggi dapat mengakibatkan komplikasi selama proses melahirkan.

Resiko yang bisa terjadi karena hipertensi kehamilan adalah turunnya aliran darah ke plasenta yang dapat mengakibatkan kurangnya suplai oksigen dan nutrisi ke janin yang diperlukannya untuk berkembang. Inilah yang terjadi pada kasus bayi lahir dengan berat badan rendah.

Tekanan darah yang tinggi dapat mengakibatkan terlepasnya plasenta dari dinding uterus yang bisa berakibat serius perdarahan hebat pada ibu dan gangguan suplai oksigen ke janin. Beberapa kasus tekanan darah tinggi pada ibu hamil dapat memicu kelahiran prematur untuk mencegah komplikasi lebih besar yang mengancam jiwa.

Apabila ibu hamil mengalami preeklampsia dan kadar protein yang tinggi di urin pada kehamilan lebih dari 20 minggu maka ada resiko tinggi ibu tersebut akan mendapatkan penyakit kardiovaskuler di kemudian hari meskipun tekanan darahnya sudah kembali normal setelah kehamilan.

Hipertensi kronis umumnya mulai terjadi sebelum kehamilan dan berlangsung hingga 12 minggu setelah melahirkan. Berbeda dengan hipertensi gestasional yang terjadi setelah kehamilan 20 minggu yang bersifat sementara dan langsung menghilang setelah melahirkan. Kadang hipertensi kronis dan gestasional dapat mengakibatkan preeklampsia, kondisi yang bisa mengancam jiwa dan komplikasi.

Hati-hati jika Anda mengalami sakit kepala yang menetap, pandangan yang kabur, nyeri perut sisi kanan, berat badan yang tiba-tiba naik serta bengkak (edema) di tangan dan kaki karena itu adalah tanda-tanda preeklampsia dan Anda harus cepat mencari bantuan dokter.

Istirahat yang cukup dan tetap tenang dapat membantu mengatasi hipertensi saat hamil sehingga menghindari perjalanan kemanapun adalah pilihan terbaik. Bepergian akan cukup melelahkan dan bisa memicu komplikasi yang serius.

4. Plasenta yang tidak normal.

Ada keadaan yang disebut dengan plasenta previa atau plasenta yang melekat ke dinding rahim agak ke bawah sehingga dapat menutup mulut rahim. Wanita hamil dapat mengalami perdarahan hebat akibat plasenta previa atau plasenta yang terlepas dari dinding rahim.

Adalah pilihan bijak untuk tidak melakukan perjalanan apabila mengalami keadaan ini karena berbahaya untuk ibu dan janin. Sebaiknya Anda beristirahat di rumah dan disiplin mengonsumsi obat-obat yang diberikan oleh dokter.

5. Diabetes gestasional.

Apabila wanita mendapatkan diabetes (penyakit gula) saat kehamilan maka ini disebut dengan diabetes gestasional. Sebanyak 2-10 persen wanita hamil mengalami diabetes atau kadar gula darah yang tinggi.

Makanan yang masuk ke tubuh kita akan diubah menjadi glukosa dan dengan bantuan insulin yang diproduksi oleh pankreas akan membantu tubuh menggunakan glukosa tersebut sebagai energi untuk metabolisme. Kadar gula darah menjadi tinggi dalam tubuh (yang keadaan ini kita sebut dengan diabetes) apabila pankreas memproduksi insulin yang tidak cukup atau tubuh tidak resisten terhadap insulin.

Perubahan hormonal yang terjadi dalam tubuh saat kehamilan akan membuat sel kurang responsif terhadap insulin yang mengakibatkan diabetes gestasional. Apabila saat ini kita tidak mengalami diabetes gestasional meskipun ada riwayat diabetes di keluarga kita harus tetap hati-hati. Karena diabetes saat kehamilan bisa mengakibatkan komplikasi, melakukan perjalanan perlu dihindari dan sebaiknya beristirahat yang cukup.

6. Serviks inkompeten.

Serviks yang tidak kuat. Ya, tidak ada penyebab pasti kenapa bisa terjadi inkompeten serviks. Ini bisa ditemui pada plasenta atau uterus yang tidak normal, biopsi serviks yang ekstensif, paparan obat DES dan kelahiran sebelumnya dapat menyebabkan lemahnya serviks.

Umumnya serviks inkompeten ini ditemukan saat pemeriksaan manual atau USG vagina. Sekitar 20-25 persen kehamilan diterminasi karena serviks inkompeten dalam trimester kedua. Apabila pembukaan serviks lebih dari 2.5 sentimeter dan panjang serviks memendek menjadi 20 mm maka dokter akan menentukan kehamilan tersebut sebagai serviks inkompeten (incompetent cervix).

Apabila Anda mengalami serviks inkompeten Anda akan merasakan perdarahan bercak yang banyak dan merasakan berat di area pinggang. Hal ini terjadi karena serviks atau bibir rahim yang melebar merasakan tekanan yang berat. Serviks yang melebar tidak terasa nyeri kecuali sudah terjadi ruptur pada membran serviks yang bisa memicu terjadi kelahiran.

Penting untuk menghindari melakukan perjalanan di trimester tiga kehamilan sehingga resiko melahirkan belum waktunya, bayi lahir prematur bisa dicegah. Memang tidak bisa dicegah tapi kita bisa memastikan kehamilan dan proses melahirkan yang aman dengan istirahat yang cukup.

7. Ada riwayat perdarahan saat kehamilan.

Perdarahan vaginal yang banyak dapat terjadi selama kehamilan. Perdarahan ini berbahaya, biasanya disebabkan oleh koplikasi plasenta dan berbeda dengan perdarahan bercak yang normal ditemukan pada trimester pertama.

Apabila mengalami perdarahan selama kehamilan, lebih tepat untuk menghindari melakukan perjalanan jauh atau melakukan perjalanan untuk liburan.

8. Ada riwayat pre eklampsia dan kehamilan ektopik.

Melakukan perjalanan sama sekali tidak aman jika Anda mengalami perdarahan atau ketidaknyamanan yang berkaitan dengan pre eklampsia atau kehamilan ektopik (kehamilan di luar rahim).

Kehamilan ektopik adalah saat embrio (janin) melekat bukan di dinding rahim tapi di tuba fallopi atau dinding pelvis. Kehamilan ektopik bisa mengakibatkan ruptur tuba falopi dan dapat mengancam keselamatan ibu dan janin.

Apabila ibu hamil mengalami pre eklampsia dan kehamilan ektopik bersamaan, itu adalah hal serius sehingga ibu harus berada di tempat tidur (total bed rest). Selain dari hal-hal di atas, ada beberapa kondisi lainnya yang mengharuskan Anda untuk menghindari melakukan perjalanan.

Apabila Anda tidak mengalami salah satu keadaan atau komplikasi di atas, Anda bisa saja melakukan perjalanan. Umumnya dokter akan membolehkan melakukan perjalanan di trimester kedua kehamilan dan menyarankan untuk menghindari bepergian di trimester pertama dan terakhir.

Petunjuk tentang apa yang perlu disiapkan dan tidak boleh dilakukan saat melakukan perjalanan:

  • Simpan dan bawa hal-hal yang berkaitan dengan kehamilan Anda seperti hasil lab ultrasound (USG), obat-obatan atau resep obat yang pernah dikonsumsi serta catatan medis selama kehamilan.
  • Simpan obat-obatan yang sekiranya diperlukan.
  • Simpan nomor handphone (kontak) dokter Anda dan sampaikan kepada keluarga yang ikut bersama sehingga di keadaan darurat keluarga bisa memperoleh informasi atau mengontak dokter Anda.
  • Tanyakan ke dokter Anda jika imunisasi tertentu diperlukan sebelum melakukan perjalanan.
  • Jangan mengangkat koper yang berat.
  • Jangan mengonsumsi obat yang didapatkan di negara asing.

Saat ibu hamil melakukan perjalanan dengan pesawat, mobil, kapal laut dan kereta.

Apapun transportasi yang moms gunakan pastikan kehamilan moms tetap terjaga dengan memperhatikan tips di bawah ini:

Perjalanan dengan pesawat terbang untuk ibu hamil, memastikan segalanya aman.

Wanita dengan komplikasi yang disebutkan di atas, perjalanan udara mungkin perjalanan yang paling aman mengingat waktu yang dibutuhkan lebih sedikit dibandingkan moda transportasi lain, selain lebih tenang dan tubuh tidak mengalami perubahan gerakan yang besar.

Beberapa hal berikut kami sarankan saat merencanakan melakukan perjalanan dengan pesawat.

Sebelum take-off.

Siapkan obat-obatan penting termasuk antasida, gunakan pakaian yang nyaman dan tidak ketat serta sepatu yang agak longgar.

Di konter check-in.

Minta kursi bagian luar (bukan dekat jendela) sehingga Anda bisa lebih leluasa ke toilet dengan mudah dan dekat dengan pintu keluar. Di sini biasanya ruang kakinya lebih lebar dan lega.

Saat di pesawat.

  • Langsung gunakan seat belt Anda.
  • Minum cukup air untuk menghindari dehidrasi.
  • Lakukan peregangan kaki selama perjalanan udara yang lama untuk menghindari resiko pembengkakan kaki dan resiko yang lebih serius terjadinya pembekuan darah akibat tekanan kabin yang besar.
  • Apabila memungkinkan berjalanlah setiap jam.
  • Jangan sungkan untuk meminta bantuan jika Anda merasa pusing, mual dan disorientasi. Melakukan perjalanan udara saat kehamilan di trimester tiga bisa tidak menyenangkan ditambah tidak adanya perlakuan khusus dari maskapai untuk ibu hamil.

Jika Anda tetap harus melakukan perjalanan, berusahalah tetap tenang, dengarkan musik dan cobalah untuk tidur. Anda bisa menemui dokter apabila setelah melakukan perjalanan Anda menganggap perlu melakukannya.

Perjalanan darat, bagaimana agar ibu hamil tetap nyaman.

Perjalanan dengan kendaraan darat (mobil) adalah pilihan yang bisa diambil bila melakukan perjalanan yang tidak terlalu jauh. Dengan perjalanan darat Anda tidak perlu melalui proses check in dan menunggu yang lama seperti perjalanan udara selain tidak perlu khawatir dengan resiko gangguan kesehatan yang berkaitan dengan ketinggian.

Dengan mobil kita bisa singgah dan stop kapan saja termasuk kembali apabila ada sesuatu buruk yang terjadi. Ada beberapa hal yang perlu disiapkan saat melakukan perjalanan darat.

Persiapan sebelum berangkat.

Selalu siapkan catatan yang berkaitan dengan kehamilan Anda di mobil baik saat melakukan perjalanan dalam kota atau luar kota. Bawa ponsel yang baterainya cukup dan nyalakan GPS jika perlu agar tidak tersesat.

Di perjalanan.

  • Selalu gunakan seat belt Anda di bawah perut.
  • Jika Anda yang mengemudikan mobil, set kursi sejauh mungkin yang masih memungkinkan dari stir mobil.
  • Jika Anda adalah penumpang, set juga kursinya sejauh mungkin ke belakang.
  • Minum air yang cukup terutama di cuaca yang panas dan hindari apapun yang bisa mengakibatkan mual.
  • Berhentilah sesekali untuk meregangkan kaki dan lutut.
  • Taruh bantal kecil antara punggung dan kursi untuk mencegah nyeri punggung kemudian.

Bahkan jika dalam perjalanan Anda mengalami kecelakaan kecil tetap periksa keadaan Anda jika ada kontraksi atau perdarahan dan segera konsul ke dokter Anda.

Di tempat tujuan.

Setelah melakukan perjalanan jauh, cobalah untuk sesegera mungkin beristirahat sebelum melakukan aktivitas lain. Minum air untuk rehidrasi dan makan makanan ringan. Hindari melakukan perjalanan panjang lainnya tanpa beristirahat yang cukup sebelumnya.

Perjalanan laut.

Melakukan perjalanan laut dengan kapal laut pada dasarnya aman. Anda bisa melakukan perjalanan laut saat hamil, berlibur dengan kapal pesiar misalnya. Selama Anda merasa aman dan nyaman, sehat, tidak ada yang bisa mencegah Anda melakukan perjalanan laut.

Beberapa tips berikut mungkin bisa bermanfaat saat ibu hamil melakukan perjalanan laut:

Sebelum berangkat.

  • Siapkan semua obat-obatan yang Anda perlukan dalam jumlah yang cukup selama perjalanan.
  • Siapkan catatan kehamilan Anda dan buatlah list makanan yang boleh dan tidak boleh dikonsumsi sehingga saat di kapal nanti Anda bisa memilih makanan yang disediakan yang bisa dikonsumsi
  • Periksa jadwal kapal, kapan berhenti, berapa lama berhenti tiap kali melakukan perberhentian.

Saat di kapal.

  • Jangan berada di deck dalam waktu yang lama karena berbahaya Anda bisa kepanasan dan terkena sunburn.
  • Minum air yang cukup.
  • Cobalah untuk berjalan kurang lebih 30 menit setiap hari.

Hal-hal yang perlu dihindari.

  • Hindari makanan seafood karena itu mengandung methyl mercury yang bisa mengganggu perkembangan otak janin.
  • Hindari berjalan di daerah yang licin karena Anda bisa tergelincir dan jatuh, berbahaya untuk Anda dan janin.
  • Hindari makanan lokal saat Anda berhenti di pelabuhan.
  • Jangan berenang di kolam renang umum karena berpotensi terkena infeksi. Kolam renang private atau jacuzzi bisa Anda pilih.
  • Hindari melakukan olahraga ekstrim, termasuk olahraga air.

Setelah melakukan perjalanan.

Sebaiknya Anda kontrol ke dokter untuk memastikan segalanya baik-baik saja.

Perjalanan dengan kereta untuk ibu hamil.

Perjalanan dengan kereta adalah perjalanan yang paling aman saat Anda hamil. Anda tidak berhenti tiba-tiba, belok tiba-tiba, berbeda dengan mobil. Perjalanan dengan kereta pun tidak akan memicu mual dan muntah meskipun kita di trimester pertama. Tempat duduknya juga lebih leluasa. Di sekitar kita pun ada banyak orng yang bisa membantu kita.

Adapun hal-hal yang perlu diperhatikan saat melakukan perjalanan dengan kereta adalah:

Sebelum berangkat.

  • Pilih kereta dengan jumlah berhentinya paling sedikit.
  • Bawa bantal atau guling untuk menyangga punggung Anda.
  • Saat di peron mintalah bantuan orang lain untuk mengangkat barang Anda ke atas kereta.
  • Jika memungkinkan hindari melakukan perjalanan sendiri.
  • Jangan pernah mencoba naik ke kereta yang sedang bergerak.

Saat di dalam kereta.

  • Sebisa mungkin istirahatkan kaki dan punggung Anda.
  • Hindari membeli makanan dari pedagang, beli saja buah kalau ada.
  • Pakai pakaian dan sepatu yang nyaman.
  • Berjalan-jalan dan meluruskan kaki untuk menghindari pembengkakan kaki.

Saat turun dari kereta.

  • Biarkan orang lain lebih dulu turun untuk menghindari berdesakan.
  • Minta porter membantu Anda menurunkan barang Anda.
  • Hati-hati daerah yang licin saat turun dari kereta.

Saran lainnya melakukan perjalanan saat Anda hamil adalah.

Hindari melakukan perjalanan jika ini adalah kehamilan pertama dan usia Anda di atas 35 tahun. Hindari juga melakukan perjalan ke daerah endemi malaria seperti Papua. Ibu hamil bisa tergigit nyamuk dan terinfeksi malaria.

Malaria meningkatkan resiko kelahiran bayi prematur, kematian janin dalam kandungan dan keguguran. Selain itu obat malaria, doksisiklin bisa berbahaya bagi bayi.

Jarang bergerak saat melakukan perjalanan baik, udara, darat dan lainnya memperbesar resiko terkena trombosis vena dalam (DVT) pada ibu hamil. Trombosis atau bekuan darah pembuluh darah vena kaki. Bekuan darah ini berbahaya karena bisa sampai ke organ lain seperti paru. Resiko terkena DVT meningkat pada orang dengan riwayat keluarga dan obesitas.

Apabila bunda tidak bisa menunda perjalanan, usahakan untuk memakai pakaian yang elastis, lakukan peregangan kaki sesering mungkin selama perjalanan atau seringlah berjalan jika memungkinkan.

Minum cukup air, hindari kopi dan alkohol. Bepergian saat hamil pada dasarnya aman asal Anda sudah menyiapkan segala sesuatunya dengan baik. Trimester kedua kehamilan adalah saat yang tepat untuk melakukan perjalanan.

Ikuti saran dan petunjuk dokter Anda untuk perjalanan yang lebih aman.

Apabila perjalanan Anda bisa ditunda, lakukan setelah Anda melahirkan dan sudah cukup kuat untuk melakukan perjalanan. Kehamilan yang aman dan menyenangkan adalah hal yang utama. Cobalah menikmati setiap momen yang Anda alami saat hamil betapapun banyak masalah yang Anda hadapi.

Masa kehamilan adalah masa-masa penting bagi semua ibu yang akan selalu diingat sebagai masa yang menyenangkan.


Cek tulisan terbaru.
Lihat tips dan topik lainnya.

Bantu Moms dan Dads lainnya dengan share tulisan ini ke Facebook, Twitter dan WhatsApp.