Cara Praktis Menentukan Kapan Akan Melahirkan Dan Usia Kehamilan

Cara Praktis Menentukan Kapan Akan Melahirkan Dan Usia Kehamilan

Mengetahui kapan akan melahirkan biasanya akan disampaikan oleh dokter atau bidan ke kita saat melakukan pemeriksaan kehamilan. Sebenarnya kita pun bisa menentukan sendiri kapan kira-kira tanggal taksiran persalinan (TP) atau hari perkiraan lahir (HPL) berdasarkan kapan haid terakhir kita.

Kehamilan berlangsung selama 280 hari atau 40 minggu, dihitung dari hari pertama dari siklus haid terakhir kita (HPHT= Hari Pertama Haid Terakhir). Hari pertama dari haid terakhir ini dihitung sebagai hari pertama kehamilan meskipun sebenarnya, terjadinya pembuahan (conceive) baru terjadi kira-kira dua minggu kemudian.

Jadi, mulainya pertumbuhan dan perkembangan janin terlambat dua minggu dari hari kehamilan kita. Menentukan tanggal awal kehamilan ini dipakai untuk mempermudah kita menentukan tanggal perkiraan persalinan.

Menentukan HPHT. Hari pertama haid terakhir = hari pertama kehamilan.

Jadi kalau hari pertama haid terakhir kita tgl 5 Maret 2017 dan di bulan Aprilnya (bulan berikutnya) kita tidak mendapatkan haid dan dikonfirmasi dengan test-pack/tespek kehamilan positif dengan dua garis merah, maka tgl 5 Maret tersebut dihitung sebagai hari pertama kehamilan.

Memperkirakan kapan hari persalinan adalah untuk membantu saja, ini tidak bisa menentukan secara pasti tanggal dan harinya. Hanya dijadikan acuan saja untuk mempermudah kita. Faktanya, hanya sedikit ibu yang melahirkan persis di hari perkiraan waktu bersalinnya. Perkiraan waktu melahirkan ini bisa maju atau mundur.

Cara praktis menghitung perkiraan tanggal persalinan dan usia kehamilan.

Menentukan HPL (hari perkiraan lahir) akan sangat mudah jika Moms memiliki siklus haid yang teratur, misalnya memiliki siklus haid 28 hari. Jika memiliki siklus haid yang tidak teratur atau siklus mens-nya panjang silahkan ikuti penjelasan di bagian berikutnya di bawah.  Ada dua cara yang bisa dipakai untuk mengetahui hari perkiraan melahirkan atau hari taksiran persalinan (HTP).

1. Rumus Naegele, berdasarkan hari pertama haid terakhir (HPHT).

Untuk menggunakan cara ini kita harus mengetahui siklus haid kita sebelumnya, teratur atau tidak. Cara ini hanya bisa dipakai kalau siklus haid kita teratur, siklus haidnya 28-30 hari.

Cara menentukan hari pertama haid terakhir sudah kami jelaskan di awal tulisan ini. HPHT adalah hari atau tanggal dimana kita terakhir mendapatkan haid. Kalau haid terakhir kita berlangsung dari tanggal 2-5 Maret maka HPHT-nya adalah tanggal 2 Maret (bukan tanggal 5 ya, kita ambil hari pertama tanggal 2). Nah, kalau sudah ketemu tanggalnya ikuti langkah berikut.

A. HPHT-nya pada bulan Januari, Februari dan Maret.

Jika HPHT-nya pada bulan Januari, Februari dan Maret Moms menggunakan rumus berikut, jika haid terakhirnya bulan setelah itu, Moms bisa loncat ke bagian kedua (B):

Perkiraan Melahirkan/Taksiran Persalinan= (Tanggal + 7 hari), (Bulan + 9), (Tahun + 0)

Contoh perhitungan taksiran persalinan:

Jadi kalau HPHT-nya Tgl 5 Maret (bulan 3) 2019 maka,

Perkiraan Melahirkan= Tanggal 5 + 7, Bulan 3 + 9, Tahun 2019 + 0
Perkiraan Melahirkan= Tanggal 12 Bulan 12 Tahun 2019 atau 12 Desember 2019.

B. HPHT bulan April, Mei, Juni, Juli, Agustus, September, Oktober, November atau Desember.

Nah, bagaimana kalau HPHT-nya di bulan April, Mei, Juni, Juli, Agustus, September, Oktober, November atau Desember? Rumusnya pakai yang di bawah ini, bukan lagi yang di atas:

Taksiran Persalinan= (Tanggal + 7), (Bulan – 3), (Tahun + 1)

Jadi misal, HPHT Tgl 11 Mei 2019 maka,

Taksiran Persalinan= Tanggal 11 + 7, Bulan 5 – 3, Tahun 2019 + 1
Taksiran Persalinan= Tanggal 18, Bulan 2, Tahun 2020 atau 18 Februari 2020.

Contoh cara menghitung usia kehamilan/kandungan berdasarkan HPHT, siapkan kalender di depan Moms:

Jadi kita sudah tahu kalau HPHT (hari pertama haid terakhir) itu adalah hari pertama kehamilan kita.

Kalau HPHT-nya tanggal 17 Mei 2019 maka:

– Minggu berikutnya, 24 Mei 2019 usia kehamilan kita sudah 1 minggu,

31 Mei 2019 usia kehamilan sudah 2 minggu,

7 Juni 2019 kehamilan 3 minggu,

16 Juni 2019 kehamilan 4 minggu 2 Hari,

– dst..

2. Kalender kehamilan (Pregnancy wheel).

Kalender kehamilan

Metode ini adalah cara praktis untuk menentukan usia kehamilan dan perkiraan waktu melahirkan. Metode ini menggunakan alat yang biasanya tersedia di klinik bidan, rumah bersalin atau tempat praktek dokter berupa alat berbentuk lingkaran yang bisa diputar sesuai HPHT.

Penggunaan kalender kehamilan cukup sederhana dengan menempatkan (memutar) lingkaran yang menunjukkan tanggal hari pertama haid terakhir (HPHT) yang secara otomatis juga akan menunjuk perkiraan tanggal persalinan.

Penting diingat lagi, tanggal persalinan ini hanya perkiraan kapan bayi akan lahir. Kemungkinan bayi lahir pada tanggal tersebut adalah kecil. Bisa beberapa hari sebelum atau setelah tanggal perkiraan melahirkan, bisa seminggu sebelum atau setelah tanggal perkiraan persalinan.

Moms bisa menggunakan Kalender Kehamilan secara online. Silahkan buka/cari website yang menyediakan ini. Arahkan jarum pada tanggal hari pertama haid terakhir.

Bagaimana kalau saya tidak mengetahui atau lupa tanggal hari pertama haid terakhir? Peran pemeriksaan USG.

Sebenarnya ini cukup sering ditemui, ibu lupa kapan tepatnya ia mendapatkan haid terakhirnya. Tapi, Moms tidak perlu khawatir karena dokter bisa membantu menentukan tanggal kapan melahirkan dengan menanyakan perkiraan minggu-minggu berapa haid terakhir Moms terjadi.

Cara memperkirakan kelahiran bayi jika lupa hari pertama haid terakhir adalah dengan melakukan pemeriksaan USG.

Kalau Moms masih tetap lupa di minggu-minggu kapan haid terakhirnya, dokter akan melakukan pemeriksaan USG untuk menentukan usia kehamilan dan perkiraan waktu melahirkan (due date).

Bagaimana dengan Moms yang memiliki siklus menstruasi yang tidak teratur atau siklus haid yang panjang?

Beberapa wanita memiliki siklus haid yang lebih panjang dari wanita pada umumnya 28 hari. Pada keadaan ini, menggunakan kalender kehamilan kita masih bisa memperkirakan tanggal persalinan dengan beberapa penyesuaian.

Separuh akhir siklus menstruasi biasanya berlangsung selama 14 hari. Ini adalah waktu dari saat terjadinya ovulasi ke periode menstruasi berikutnya. Jika misalnya kita memiliki siklus haid 35 hari maka terjadinya ovulasi kira-kira pada hari ke-21 (35-14). Dengan mengetahui waktu ovulasi, kita kemudian bisa melakukan penyesuaian untuk menentukan tanggal perkiraan melahirkan dengan kalender kehamilan.

Misalnya kalau siklus menstruasi kita 35 hari dan HPHT-nya adalah tgl 3 Maret maka

– Tambahkan 21 hari dari tgl 3 Maret, jadi 24 Maret.

– Kurangi dengan 14 hari untuk menentukan HPHT yang sudah disesuaikan, jadinya 10 Maret.

Setelah menentukan HPHT yang disesuaikan ini, bukan menggunakan HPHT tgl 3 lagi, tandai pada kalender kehamilan (tanggal 10 Maret) dan tanggal perkiraan melahirkan akan kita ketahui.

Apakah perkiraan waktu melahirkan atau perkiraan usia kehamilan bisa berubah berdasarkan HPHT?

Ya, bisa saja dokter merubah perkiraan hari melahirkan apabila ditemukan janin memiliki ukuran yang lebih kecil atau lebih besar daripada ukurannya pada tahap kehamilan tertentu. Dokter akan melakukan pemeriksaan USG untuk menentukan usia tepat bayi kalau diketahui sebelumnya ibu memiliki riwayat haid yang tak teratur, HPHT tidak diketahui secara pasti atau saat kehamilan terjadi meskipun ibu menggunakan kontrasepsi oral.

3. Pemeriksaan USG.

Pemeriksaan USG pada trimester pertama kehamilan adalah pemeriksaan paling akurat untuk menentukan usai janin atau usia kehamilan.

Karena itu dokter mungkin akan merubah tanggal perkiraan persalinan berdasarkan hasil pemeriksaan USG. Hal ini terutama pada trimester pertama kehamilan apabila ditemukan adanya perbedaan lebih dari 1 minggu dari perkiraan melahirkan yang didapatkan dari menghitung HPHT.

Penggunaan USG untuk menentukan usia janin/kehamilan tidak begitu akurat pada trimester kedua dan dokter tidak akan menentukan usia janin dengan cara ini kecuali perbedaan dengan perhitungan HPHT lebih dari 2 minggu.

Paling tidak akurat adalah USG pada trimester ketiga. Pemeriksaan USG secara rutin akan menyediakan informasi yang diperlukan untuk menilai pertumbuhan janin dan mengkonfirmasi dengan hasil pemeriksaan sebelumnya.

Kenapa USG tidak bisa digunakan untuk menentukan secara akurat usia bayi pada kehamilan tahap lanjut? USG pada masa awal kehamilan dapat menghitung usia janin secara akurat. Pada minggu-minggu awal, janin bertumbuh pada kecepatan yang sama. Seiring dengan bertambahnya usia kehamilan, kecepatan pertumbuhan janin akan semakin beragam.

Pemeriksaan USG pada tahap kehamilan berikutnya lebih untuk menilai pertumbuhan janin dan bukan untuk menentukan usia janin.

Pemeriksaan USG juga baik untuk menilai ada cacat atau tidak pada janin, meskipun tidak semua cacat janin bisa dideteksi dengan USG, menilai plasenta (ari-ari) apakah ada kelainan atau tidak, menilai air ketuban serta mengetahui jenis kelamin bayi.

4. Menghitung usia kehamilan berdasarkan gerakan janin.

Cara ini tidak akurat tapi cukup praktis dan bisa kita jadikan dasar untuk menentukan usia kehamilan. Pada kehamilan yang pertama biasanya gerakan janin sudah mulai bisa dirasakan oleh ibu saat kehamilan pada usia 18-20 minggu.

Pada ibu dengan kehamilan yang kedua dan seterusnya, gerakan janin tersebut biasanya lebih cepat dirasakan pada kehamilan minggu 16-18.

5. Pemeriksaan tinggi puncak rahim.

Pemeriksaan tinggi puncak rahim

Pemeriksaan ini biasa dilakukan dokter atau bidan dengan meraba perut dan menentukan ‘tinggi puncak rahim’ (dikenal juga sebagai fundus uteri, TFU). Dokter akan mulai memeriksa dari atas tulang kemaluan atau sampai ke bawah atau atas pusar jika kehamilannya sudah memasuki tahap-tahap akhir.

Ketika tinggi puncak rahim mencapai pusat misalnya usia kehamilannya adalah 20-22 minggu.

6. Pemeriksaan dua jari.

Pemeriksaan praktis ini berguna apabila ibu hamil memiliki berat badan yang normal. Pemeriksaan dilakukan dengan dua jari yang diletakkan di antara tulang kemaluan (tulang yang menonjol di atas kandung kemih/vagina) dan perut.

Setiap penambahan dua jari antara tulang kemaluan dan pusar mewakili usia kehamilan 2 minggu.

Apakah ada perbedaan perkiraan melahirkan anak pertama dan anak kedua dan seterusnya?

Jadi, tidak ada perbedaan perkiraan akan melahirkan antara anak pertama dan kedua atau seterusnya.

Sepanjang itu persalinannya normal, anak pertama dan anak kedua atau seterusnya memiliki kemungkinan untuk lahir baik sebelum atau setelah tanggal perkiraan atau taksiran persalinan. Kecuali persalinannya dengan operasi caesar, dokter dan ibu/pasangan memiliki kelonggaran untuk menentukan tanggal persalinan.

Memang ada mitos atau kepercayaan yang mengatakan kalau anak pertama biasanya lahir jauh setelah waktu prediksi persalinan dan ini pernah juga diteliti tapi angkanya tidak menyakinkan. Faktanya, anak kedua dan seterusnya yang lahir melewati perkiraan waktu melahirkan juga banyak ditemukan jadi ini tidak bisa dijadikan dasar.

Yang penting adalah saat tiba waktunya persalinan kita tetap sehat dan sudah siap.

Nah, mudah-mudahan informasi di atas bisa membantu Moms menentukan usia kehamilan dan memperkirakan kapan akan melahirkan terutama Anda pasangan yang baru menikah dan mendambakan buah hati baru.


Moms punya pertanyaan? Silahkan tinggalkan di kolom komentar. Share tulisan ini agar lebih banyak Moms yang tahu.

Cek tulisan terbaru.
Lihat tips dan topik lainnya.

tinggalkan komentar