Kapan Sebaiknya Ibu Periksa Kehamilan, Pemeriksaan Apa Saja Itu?

Kapan Ibu Hamil Periksa Kehamilan, Pemeriksaan Apa Saja Itu?

Hal pertama yang Anda lakukan setelah tahu hamil adalah menemui bidan atau dokter secepatnya. Pemeriksaan hamil yang pertama sebaiknya dilakukan di 3 bulan pertama atau di minggu 10-12 kehamilan.

Kita selanjutnya dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan secara teratur agar kehamilan kita termonitor setiap saat.

Apa itu pemeriksaan kehamilan atau antenatal care?

Pemeriksaan kehamilan atau antenatal care merupakan pemeriksaan yang dilakukan oleh profesional kesehatan (dokter dan bidan) selama kehamilan Anda.

Pemeriksaan hamil ini adalah pemeriksaan terencana yang dilakukan secara teratur mulai dari awal kehamilan sampai dekat masa persalinan untuk memonitor kondisi ibu dan janin sehingga kehamilan dan persalinannya optimal.

Dokter dan bidan akan memeriksa kondisi Anda dan janin Anda, memberikan saran dan petunjuk tentang bagaimana menjalani masa hamil dengan baik serta menjawab pertanyaan-pertanyaan Anda sehubungan dengan kehamilan Anda.

Pemeriksaan ini penting dan memberikan banyak manfaat untuk ibu dan bayi:

  • Menjaga kesehatan ibu dan janin selama hamil.
  • Memantau kesehatan ibu dan janin sampai persalinan berjalan aman dan lancar.
  • Memberikan dukungan untuk janin tumbuh optimal, mencegah terganggunya pertumbuhan janin.
  • Dapat mendeteksi dan memberikan intervensi awal apabila diketahui adanya komplikasi yang menyertai kehamilan seperti: diabetes selama hamil (diabetes gestasional), hipertensi selama kehamilan, kurang darah (anemia ibu hamil), janin dengan berat badan rendah, kehamilan anggur, plasenta letak rendah (plasenta previa, plasenta yang menutup jalan lahir) serta infeksi selama kehamilan.

Dimana sebaiknya memeriksakan kehamilan?

Untuk melakukan pemeriksaan kehamilan, Anda bisa memilih dokter kebidanan (obgin) atau bidan di sekitar lingkungan Anda. Untuk Anda yang tinggal di daerah, di Puskesmas sudah tersedia jadwal rutin dimana ibu hamil memeriksakan kehamilannya pada hari-hari tertentu setiap bulan. Di kota-kota besar juga sudah tersedia klinik-klink modern dengan dokter ahli dan fasilitas penunjang yang canggih.

Mungkin ada yang bertanya, apakah saya harus memeriksakan diri ke dokter ahli kebidanan dan kandungan (Obstetrician) dan apakah tidak cukup periksa di bidan saja? Jawabannya, umumnya bidan kita sudah terlatih dan mengetahui apa yang terbaik untuk Anda jadi memeriksakan ke bidan sudah cukup. Tapi jika Anda memiliki dana yang berlebih memeriksakan ke dokter Sp.OG tentu lebih dianjurkan.

Ada keadaan dimana kehamilan Anda harus diperiksakan ke dokter ahli kebidanan dan kandungan (Sp.OG) seperti:

  • Ibu hamil mengalami infeksi saat kehamilan.
  • Adanya perdarahan bercak per vagina (melalui vagina) yang terjadi terus-menerus selama kehamilan.
  • Adanya riwayat kelainan genetik dalam keluarga, adanya riwayat penyakit diabetes, ginjal, jantung dan epilepsi sebelum kehamilan.
  • Adanya riwayat bayi lahir mati, berat badan lahir rendah, preeklampsia/eklampsia dan sebelumnya pernah mendapatkan sectio secarea di kehamilan sebelumnya.
  • Adanya tanda anemia berat (hb kurang dari 7g/dl).
  • Ada tekanan darah tinggi dan ditemukan protein di dalam urin pada pemeriksaan urinalisis.
  • Kadar gula darah lebih dari 200 mg/dl selama kehamilan.

Dokter umum atau bidan sudah terdidik untuk mengetahui tanda atau gejala kehamilan dengan resiko/bahaya tersebut sehingga ibu hamil dengan keadaan tersebut akan dirujuk ke dokter yang lebih ahli untuk mendapatkan penanganan yang lebih baik.

Jadwal pemeriksaan kehamilan.

Setelah menentukan di mana akan melakukan pemeriksaan kesehatan kini saatnya Anda melakukan kunjungan ke bidan atau dokter untuk memeriksakan kehamilan Anda.

Jadwal pemeriksaan selama kehamilan bisa dibagi menjadi tiga:

  • Di 6 bulan pertama kehamilan, lakukan pemeriksaan kehamilan setiap satu bulan (4 minggu sekali).
  • Di kehamilan usia 7 dan 8 bulan pemeriksaan kehamilan dilakukan setiap dua minggu sekali.
  • Pemeriksaan kehamilan menjadi seminggu sekali di kehamilan 9 bulan.

Jika kehamilan Anda lancar dan tak menemui masalah, jadwal di atas bisa Anda ikuti. Apabila kehamilan Anda mendapat masalah seperti adanya komplikasi, hamil di atas usia 35 tahun, beresiko melahirkan bayi prematur dan memiliki penyakit asma atau anemia jadwal pemeriksaan ke dokter bisa ditambah.

Kalau menurut WHO, jadwal yang dianjurkan adalah melakukan pemeriksaan kehamilan setiap 4 minggu sekali di usia kehamilan hingga 28 minggu. Di usia kehamilan 28-36 minggu setiap 2 minggu sekali dan di usia kehamilan 36 minggu sampai tiba waktu melahirkan sekali seminggu dilakukan pemeriksaan.

Ada juga ahli yang menganjurkan cukup melakukan pemeriksaan hamil 4 kali selama masa hamil. Bagi Anda yang sudah pernah melahirkan normal dan ini adalah kehamilan ke-2 atau ke-3, tentu jadwal melakukan pemeriksaan tidak perlu sesering dengan kehamilan pertama (selama tidak ada komplikasi).

Terserah Anda sebenarnya ingin mengikuti yang mana. Yang jelas, pemeriksaan selama kehamilan sangatlah penting. Silahkan diskusi dengan dokter mengenai pilihan yang terbaik.

Periksa kehamilan yang pertama kali.

Periksa kehamilan pertama kali.
Pemeriksaan USG untuk menilai janin.

Kunjungan pertama memeriksakan kehamilan adalah saat Anda memberitahu dokter tentang kehamilan Anda. Di kunjungan pertama ini Anda akan diberikan informasi penting sehubungan dengan kehamilan Anda seperti:

  • Konsumsi suplemen asam folat, besi (Fe), vitamin C, B, D dan kalsium.
  • Nutrisi, makanan yang sebaiknya dikonsumsi, higiene.
  • Gaya hidup yang bisa berpengaruh terhadap kehamilan Anda, minum alkohol, merokok, penggunaan obat-obatan, dll.
  • Screening test selama kehamilan termasuk pemeriksaan thalassemia, penyakit infeksi dan syndrome down. Ini sangat penting sehingga Anda tahu atas resiko memiliki bayi dengan kelainan tersebut.

Pemeriksaan kehamilan pertama dilakukan dalam trimester pertama kehamilan biasanya usia kehamilan 10-12 minggu.

Pada pemeriksaan ini Anda akan:

  • Ditanya riwayat penyakit dan kesehatannya sekarang dan sebelumnya. Riwayat kehamilan sebelumnya kalau sudah pernah hamil.
  • Dokter akan menentukan usia pasti kehamilan dengan melakukan pemeriksaan, baik dengan HPHT (hari terakhir haid terakhir), dengan USG transvaginal atau pemeriksaan abdominal. Pemeriksaan ini juga untuk memastikan adanya janin dalam kandungan Anda.
  • Melakukan pemeriksaan fisik antara lain: mengukur berat badan, pemeriksaan tekanan darah, jantung, paru-paru dan abdomen (perut).
  • Dilakukan pemeriksaan dalam (vagina dan bibir rahim/serviks) untuk mengetahui kondisi jalan lahir.
  • Diambil sampel darah untuk pemeriksaan darah rutin mengetahui kadar Hb, golongan darah dan rhesus, mengetahui kalau ada infeksi seperti cacar, rubella, hepatitis B, sifilis, gonore, klamidia, toksoplamosis (TORCH), HIV/AIDS.
  • Dilakukan pemeriksaan urin (urinalisis).

Pada saat kunjungan Anda bisa bertanya ke dokter tentang makanan yang sebaiknya dikonsumsi atau dihindari, suplemen yang bagus, tentang berhubungan seks selama hamil, olahraga apa yang aman selama hamil, bolehkah melakukan perjalanan dan lain-lain.

Pemeriksaan kehamilan berikutnya.

Pemeriksaan leopold pada ibu hamil.
Pemeriksaan Leopold untuk menilai usia kandungan, posisi bayi termasuk posisi terbawah apakah letak kepala atau bokong.

Pada pemeriksaan kehamilan berikutnya, pemeriksaannya mungkin akan lebih sedikit dan lebih singkat daripada pemeriksaan sebelumnya.

Selain pengecekan berat badan, tekanan darah dan pemeriksaan fisik secara menyeluruh dokter akan menanyakan:

  • Keluhan-keluhaan kalau ada, apa yang dirasakan dengan kehamilannya, apakah bisa merasakan adanya gerakan janin, dll.
  • Pemeriksaan Leopold dengan meraba tinggi puncak rahim atau dokter biasa menyebutnya dengan TFU atau tinggi fundus uteri, untuk menentukan usia kehamilan, mendengarkan detak jantung janin, menentukan posisi janin apakah letak bokong atau kepala. Serta dilakukan pemeriksaan dalam jika belum dilakukan di kunjungan sebelumnya.
  • Pemeriksaan laboratorium. Seperti urinalisis apabila ada tekanan darah tinggi untuk mengecek adanya protein dalam urin, kontrol Hb jika sebelumnya ada anemia.
  • Pemeriksaan USG atau ultrasound.

Pemeriksaan USG kehamilan.

Pemeriksaan USG adalah pemeriksaan yang sangat aman dan merupakan pemeriksaan yang populer dilakukan pada ibu hamil. USG memanfaatkan energi suara yang berbeda dengan rontgen sehingga aman untuk janin.

Dengan USG dokter bisa menilai pertumbuhan janin dan kondisi organ dalam janin. Kita bisa mengetahui apakah janin berkembang dengan normal atau tidak dan membantu menentukan ada tidaknya masalah atau abnormalitas pada janin.

Dengan USG pula kita bisa mengetahui apabila janin letak kapala atau bokong/kaki, menentukan apakah kepala bayi yang di bawah atau bokongnya. Meskipun letak bokong melahirkan dengan normal melalui vagina tetap bisa dilakukan, tapi dengan pertimbangan resiko dan adanya komplikasi bisa diputuskan untuk melakukan operasi sectio secarea.

Pemeriksaan pada kehamilan akhir.

Biasanya Anda akan ditanya tentang adanya kontraksi rahim, dilakukan pemeriksaan seperti sebelumnya, pemeriksaan Leopold, pemeriksaan laboratorium darah dan urinalisis.

Anda juga akan berdiskusi tentang kondisi terakhir kehamilan Anda dan opsi persalinan yang paling tepat sesuai kondisi Anda. Saat ini Anda tentu saja sudah punya rencana akan melahirkan dimana dan akan dibantu oleh siapa. Persiapan dana dan lainnya sebaiknya sudah direncakan sejak awal.

Nah, itulah pemeriksaan-pemeriksaan selama hamil yang akan Anda jalani. Mudah-mudahan ibu hamil memiliki gambaran tentang apa pemeriksaan yang akan dijalani dan lebih siap menghadapi kehamilannya.


Cek tulisan terbaru.
Lihat tips dan topik lainnya.

Bantu Moms dan Dads lainnya dengan share tulisan ini ke Facebook, Twitter dan WhatsApp.