Kesalahan Yang Harus Dihindari Ibu Melahirkan Saat Mengejan

Kesalahan Yang Harus Dihindari Ibu Melahirkan Saat Mengejan

Mendorong bayi keluar atau biasa disebut dengan mengejan atau ngeden adalah proses yang penting saat melahirkan secara normal. Proses ini membutuhkan usaha yang lebih tapi tidak akan menyulitkan apabila dilakukan dengan benar.

Mengejan dengan cara yang efektif (benar) dan menghindari kesalahan-kesalahan yang biasa dilakukan oleh ibu melahirkan akan membantu menghindari waktu persalinan yang lama dan mencegah ibu melahirkan merasa lelah berlebih.

Selain tentunya, akan membantu mengurangi terjadinya robekan jalan lahir.

Ibu yang melahirkan secara normal, mengejan adalah proses yang harus dilalui. Proses ini bisa melelahkan dan bisa membuat ibu frustasi kalau tidak dilakukan dengan cara yang benar. Persalinan menjadi sulit akibat ibu salah saat mengejan.

Kesalahan ini bisa dipicu oleh ketidaktahuan ibu, tegang, panik saat melahirkan, khawatir dengan nyeri yang dirasakan dan faktor lainnya. Bisa juga karena ibu kurang memperhatikan panduan atau instruksi dokter atau bidan yang membantu moms melahirkan.

Kesalahan-kesalahan saat melahirkan terutama saat ngeden yang perlu ibu dihindari.

Oleh karena itu penting bagi ibu saat melahirkan untuk tetap tenang bagaiman pun keadaan atau nyeri yang sedang dialami dan mendengarkan dengan baik instruksi dari penolong persalinan (dokter dan bidan).

Beberapa kesalahan-kesalahan saat mengejan:

1. Mendorong bayi atau mengejan sebelum waktunya.

Hal ini penting karena akan sia-sia kalau ibu mengejan saat pembukaan serviks belum sempurna. Bidan atau dokter akan memberikan instruksi kalau ibu sudah bisa mulai mendorong setelah pembukaan bibir rahim (serviks) lengkap sekitar 10 sentimeter.

Dengan mengejan saat waktunya tiba, dorongan untuk mengeluarkan bayi akan lebih efektif, mengurangi pembengkakan jalan lahir serta mencegah komplikasi akibat jalan lahir bengkak yang bisa sampai menyebabkan dilakukannya operasi seksio sesarea.

Untuk memastikan pembukaan serviks sudah sempurna, bidan atau dokter kandungan akan memeriksa pembukaan serviks dengan melakukan pemeriksaan dalam vagina.

2. Menahan untuk mengejan.

Saat waktunya harus mengedan, ibu harus mengedan. Ini untuk menghindari persalinan yang lebih lama dan bayi lama di jalan lahir.

Biasanya ini disebabkan oleh bunda yang takut kalau saat mengejan fesesnya ikut keluar. Hal ini sebenarnya tidak perlu dikhawatirkan oleh ibu yang akan melahirkan karena buang air saat melahirkan umum terjadi dan kita tidak perlu malu karena petugas kesehatan mengerti dengan keadaan ini.

Bunda tentunya juga bisa mempersiapkan diri dengan buang air sebelumnya, sebelum waktu melahirkan tiba.

Kapan harus berhenti untuk mengejan?

Setelah beberapa lama ibu mengejan, bayi sedikit demi sedikit mulai keluar, saat sebagian besar kepala bayi terlihat (disebut dengan istilah crowning) dokter biasanya akan meminta ibu untuk berhenti mendorong.

Hal ini untuk memberi waktu vagina dan perineum (kulit di sekitar vagina dan anus) untuk beradaptasi dan meregang sehingga mencegah luka robek jalan lahir. Juga agar kelahiran tidak terjadi terlalu cepat. Bayi bisa meluncur keluar dengan cepat tanpa persiapan.

Ibu bisa merasakan keadaan ini saat merasa adanya sensasi panas (nyeri) pada daerah kemaluan. Saat mengalami hal ini, berhenti mengejan, tetap rileks dan ikuti intruksi dokter berikutnya.

3. Kesalahan berikutnya, cara bernapas yang tidak teratur.

Ya, dengan cara pernapasan yang tidak teratur, panik, cemas dan lain-lain, itu akan membuang energi bunda secara percuma. Melahirkan itu membutuhkan tenaga dan energi yang besar sehingga sebaiknya bunda mempelajari teknik cara bernapas yang baik.

Dengan teknik pernapasan yang tepat, kita akan lebih rileks dan tenang, lebih tidak mudah capek, selain akan mengurangi nyeri yang dirasakan saat kontraksi.

Cara bernapas yang cepat, napas pendek tidak dalam, menahan napas juga tidak baik untuk janin karena suplai oksigen dari ibunya menjadi tidak adekuat (kurang).

4. Menjerit atau berteriak.

Sebenarnya tidak apa-apa bila dilakukan sekali atau dua kali saat melahirkan untuk membantu melepaskan nyeri saat kontraksi. Tapi jika ini dilakukan sepanjang waktu melahirkan, tidak akan ada manfaat yang bunda peroleh. Yang ada ibu menjadi lemas, persalinan bisa tidak maju-maju, tenggorokan dan bibir kering, suara serak, dll.

Ada baiknya kita memperlajari cara pernapasan yang baik saat kontraksi sehingga kita bisa lebih tahan terhadap nyeri yang dirasakan. Berusahalah untuk tenang dan fokus dengan pernapasan bunda.

5. Mengangkat panggul berlebihan.

Mungkin maksudnya agar bayi lebih cepat keluar atau nyeri yang dirasakan menjadi berkurang tapi hal ini sebaiknya dihindari karena efeknya bisa merobek jalan lahir. Vagina atau bahkan perineum bisa robek yang memerlukan tindakan lpenjahitan setelah melahirkan.

Posisi ini juga tidak disarankan karena dapat mendorong bayi keluar secara tiba-tiba.

6. Menutup mata.

Sebenarnya tidak ada larangan untuk menutup mata saat melahirkan. Bunda bisa menutup mata sepanjang itu membuat bunda nyaman saat melahirkan. Yang dikhawatirkan apabila menutup mata saat mengedan adalah tekanan pada mata juga meningkat yang mengakibatkan mata bisa sembab atau bengkak (merah) pasca melahirkan.

Jika saat mengedan bunda bisa fokus mendorong otot-otot dasar panggul dan tidak sampai meningkatkan tekanan pada mata, maka bunda bisa menutup mata. Apabila bunda sulit fokus saat mengejan, bunda bisa membuka mata dan melihat ke arah perut bawah.

7. Kurang minum air.

Selain energi, ibu melahirkan juga membutuhkan hidrasi (kebutuhan air) yang cukup. Di sela-sela menunggu saat mendorong atau di sela-sela waktu kontraksi saat berkuat (mengejan) bunda bisa minum air, jus atau susu untuk menambah energi dan rehidrasi.

Jangan membiarkan bibir sampai kering karena kekurangan cairan.

Ini penting agar ibu kuat mengejan, mengembalikan energi yang dipakai saat proses melahirkan.

Nah, cukup jelas kan Moms hal-hal yang sebaiknya dihindari saat berkuat. Dengan menghindari hal-hal ini, persalinan Moms akan menjadi lebih lancar dan minim masalah.


Cek tulisan terbaru.
Lihat tips dan topik lainnya.

Bantu Moms dan Dads lainnya dengan share tulisan ini ke Facebook dan WhatsApp.