Ketahui Ciri Bayi Lahir Normal Dan Pemeriksaan Yang Dilakukan

Ketahui Ciri Bayi Lahir Normal Dan Pemeriksaan Yang Dilakukan

Sewaktu sang buah hati masih dalam kandungan, kita mungkin akan bertanya-tanya seperti apa dia nanti setelah lahir, seperti apa penampakannya, bagaimana perilakunya. Banyak orang tua, terutama orang tua baru tidak mengetahui sama sekali bagaimana bayinya nanti setelah lahir.

Untuk menjawab itu, di bawah ini kami akan mencoba menjelaskan sehingga orang tua memiliki gambaran seperti apa bayi baru lahir itu.

Segera setelah bayi lahir, akan dilakukan pemeriksaan skor Apgar untuk menentukan keadaan bayi secara umum. Pemeriksaan akan menilai tanda vital bayi dan respon bayi seperti pernapasan, nadi, warna kulit, tonus otot.

Dengan pemeriksaan ini, akan bisa diketahui apakah bayi segera setelah lahir membutuhkan bantuan pernapasan atau tidak. Bila skor Apgar bayi 7-10, artinya bayi normal dan tidak perlu ada tindakan lain yang perlu dilakukan terhadap bayi.

Penampilan bayi baru lahir.

Umumnya bayi baru lahir itu kecil dengan bagian kepala yang terlihat lebih besar dari bagian tubuh lainnya. Anda akan menemukan bayi masih basah segera setelah lahir karena adanya sisa cairan ketuban. Kepalanya akan terlihat agak lonjong akibat melewati jalan lahir yang sempit. Ini akan bersifat sementara dan dalam beberapa hari kepalanya akan kembali bulat.

Tubuhnya mungkin akan terlihat rapuh sebagai bentuk kompensasi agar dia bisa hidup di dalam kandungan yang terbatas selama berbulan-bulan. Seiring pertumbuhan bayi, badannya akan semakin lurus dan kuat.

Kuku di jari tangan dan kaki bayi baru lahir akan terlihat sangat tipis dan mungkin panjang.

Bagaimana dengan kulit bayi baru lahir?

Kulit bayi baru lahir pada awalnya akan memiliki tampilan seperti berwarna pink, merah, atau ungu. Mungkin kita akan menemukan bayi baru lahir yang kulitnya dilapisi lapisan berwarna putih yang disebut dengan verniks kaseosa. Lapisan ini melindungi bayi dari paparan yang terus-menerus cairan amnion saat di kandungan. Lapisan ini akan hilang saat bayi dibersihkan.

Beberapa bayi mungkin akan ditemukan lahir dengan kulit yang keriput.

Bayi dengan lahir prematur biasanya ditemukan lanugo yaitu rambut halus yang tumbuh saat bayi masih dalam kandungan. Lanugo ini akan menghilang dalam satu atau dua minggu setelah lahir.

Pada bayi baru lahir, adanya kemerahan pada kulit, bintik berwarna putih umum ditemukan. Biasanya semua ini akan menghilang dalam beberapa hari atau minggu setelah lahir.

Penampakan bayi akan sangat berubah dalam beberapa minggu seiring dengan pertumbuhannya. Kaki dan tangannya akan semakin panjang dengan warna kulit yang kemungkinan juga berubah.

Yang dilakukan bayi di hari pertamanya.

Banyak orang tua mungkin tidak sadar kalau bayi setelah lahir sering melek. Matanya sering terbuka dan kelihatan seperti penasaran, seperti mempelajari wajah orang tuanya.

BACA JUGA: Cara Merawat Bayi Yang Salah Saat Di Rumah Yang Sebaiknya Dihindari

Bayi mungkin akan sadar atau bereaksi dengan suara Anda termasuk menggunakan semua inderanya seperti penciuman dan sentuhan untuk mulai mengenal dan dekat dengan Anda.

Meskipun penglihatannya belum jelas, dia sudah bisa melihat benda yang berjarak 20-30 cm di depannya. Bayi bisa menggenggam jari kita bila menaruhnya di telapak tangannya.

Bayi awalnya mungkin terbangun tapi setelah itu dia akan menghabiskan 24 jam berikutnya dengan tertidur. Bayi baru lahir bisa bertahan tidak makan selama beberapa jam, tapi sebaiknya ibu sudah bisa mulai menyusuinya setelah lahir.

Bangunkan dia untuk menyusui atau minum susu formulanya tiap 2-3 jam sehingga nutrisinya terjaga dan berat badannya cepat naik.

Memberi makan, menyusui bayi baru lahir.

Apabila ibu menyusui bayinya, pemberiannya bisa sesegera mungkin setelah bayi diletakkan di pangkuan ibu. Di hari pertama dan kedua, produksi ASI mungkin masih belum banyak terutama untuk Anda yang baru melahirkan pertama kali. Bayi akan menerima ASI yang akan sangat bermanfaat bagi bayi yang disebut dengan kolostrum.

Kolostrum ini biasanya kental berwarna kekuningan tapi bisa juga encer. Dengan bayi menghisap payudara, itu akan memicu hormon untuk meminta produksi ASI ditingkatkan. Dengan demikian, semakin sedikit ASI ibu, mestinya semakin sering menyusui bayinya agar produksi ASInya bisa meningkat.

Ibu mungkin akan mengalami masalah dalam menyusui bayinya, misalnya bayi susah latch on, susah menghisap (biasanya pada bayi prematur), puting payudara tertarik ke dalam, dll. Silahkan ibu mencari informasi baik dari buku, dokter atau konselor menyusui sehingga menyusuinya bisa lebih lancar.

Jika bayi menyusui dari botol (susu formula), berikanlah susunya dalam beberapa jam setelah lahir.

Keadaan psikologi ibu.

Memiliki bayi adalah pengalaman hidup yang sangat besar, merawat bayi baru lahir adalah pekerjaan yang berat. Ada ibu yang merasa senang dengan kehadiran bayi tapi tidak sedikit yang merasa tertekan dan cemas. Yang ibu rasakan dapat berubah dengan cepat atau tidak diperkirakan sebelumnya.

Setelah melalui proses melahirkan yang melelahkan serta persiapan menyambut kehadirannya, Anda mungkin akan mengalami keadaan kurang tidur.

Carilah bantuan jika Anda mengalami baby blues atau depresi pasca melahirkan (postpartum depression).

Test atau pemeriksaan pada bayi baru lahir

Test atau pemeriksaan pada bayi baru lahir.

Seperti kita tahu, segera setelah bayi lahir di rumah sakit, baik ibu melahirkan dengan normal atau melalui operasi cesar, perawat atau dokter kemudian akan membersihkan bayi lalu memakaikannya selimut.

Setelah dipakaikan selimut bayi mungkin akan diberikan atau diperlihatkan ke ibu. Pemeriksaan pertama yang dilakukan pada bayi baru lahir adalah pemeriksaan umum fisik setelah sebelumnya dinilai skor APGAR-nya untuk mengetahui keadaan umum bayi.

Bayi baru lahir akan:

  • Ditimbang beratnya, panjangnya dan diameter lingkar kepalanya.
  • Jalan napasnya dibersihkan, bisa dengan kasa atau suction.
  • Salep atau tetes mata untuk mencegah infeksi mata.

Setelah bayi dikeringkan dan diberikan selimut, bayi biasanya akan diberikan ke Anda untuk bonding dan mencoba disusui.

Untuk memberikan waktu ibu beristirahat, bayi akan dibawa ke ruang bayi, dibersihkan dan diberikan vitamin K dengan cara disuntik untuk membantu pembekuan darah dan mungkin pemberian vaksinasi. Ayah bayi atau keluarga kini juga bisa melihat bayi.

Bayi mungkin akan menjalani pemeriksaan skrining, tergantung rumah sakit Anda untuk melihat jika ada penyakit tertentu. Dengan demikian bisa didiagnosa dini dan dilakukan terapi. Direkomendasikan bayi menjalani tes pendengaran sebelum meninggalkan rumah sakit sehingga jika ada gangguan bisa diketahui dengan cepat.

Lama menginap di rumah sakit untuk ibu yang melahirkan normal per vagina biasanya 2 hari sedangkan jika melahirkan dengan operasi sectio cesarea biasanya 4 hari.

Pemeriksaan fisik dan skrining bayi baru lahir:

1. Berat badan bayi, panjang badan bayi serta lingkar kepala.

Hasil pengukuran ini akan diplot di growth chart bayi (rekomendasi WHO) yang nanti digunakan untuk monitor pertumbuhan bayi di minggu atau bulan berikutnya.

BACA JUGA: Imunisasi Penting Yang Segera Diberikan Ke Bayi Baru Lahir

2. Pemeriksaan fisik.

Pemeriksaan ini dilakukan setelah membuka pakaian bayi, meliputi pemeriksaan mata, mendengar denyut jantung bayi, meraba detak nadi bayi, pemeriksaan pusar bayi dan memeriksa kaki, pinggang dan punggung bayi.

3. Tes skrining.

Dilakukan pengambilan sampel darah untuk mengetahui adanya penyakit yang berbahaya. Selain itu juga dilakukan tes pendengaran.

Bayi baru lahir seharusnya bisa:

  • Fokus atau memperhatikan objek terang atau wajah yang berada kira-kira 20-30 cm di depannya.
  • Berespon pada suara, misalnya dia bisa berbalik ke arah suara orang tuanya, menjadi tenang mendengar suara ibunya, berkedip dan menangis.
  • Kaki dan tangannya dalam posisi fleksi atau agak terlipat.
  • Memiliki refleks bayi baru lahir yang kuat seperti: refleks rooting dan sucking (mampu berbalik dan mengisap payudara), grasp (dapat mencengkram jari atau benda dengan tangannya), fencing reflex/tonic neck reflex (meluruskan lengan saat kepalanya di arahkan ke sisi tersebut, sedangkan lengan lainnya ditekuk), refleks moro (saat kaget, bayi baru lahir akan melengkungkan punggungnya, melemparkan kepalanya kebelakang serta merentangkan tangan dan kakinya).

Pemberian imunisasi pertama.

Saat di rumah sakit/rumah bersalin, biasanya sebelum ibu keluar dari rumah sakit, bayi akan mendapatkan imunisasi pertamanya. Imunisasi ini penting untuk memberikan proteksi dari penyakit berbahaya sehingga penting bayi kita mendapatkannya tepat waktu.

Untuk kelanjutan jadwal pemberian imunisasi selanjutnya, dokter akan menyampaikannya kepada Anda.


Cek tulisan terbaru.
Lihat tips dan topik lainnya.

Bantu Moms dan Dads lainnya dengan share tulisan ini ke Facebook dan WhatsApp.