Khawatir ASI Kurang Di Hari Pertama, Pemberian Sufor Dan Relaktasi

Khawatir ASI Kurang Di Hari Pertama, Pemberian Sufor Dan Relaktasi

Seperti yang sering kami jelaskan, setiap bayi dan ibu berbeda. Ada bayi yang ingin langsung disusui beberapa saat setelah lahir tapi ada juga bayi yang tidak. Biasanya dokter atau bidan akan meminta ibu untuk segera memulai proses IMD, inisiasi menyusui dini, mulai menyusui bayi untuk mempercepat pemulihan ibu dan bayi pasca melahirkan.

Dengan menyusui, akan keluar hormon oksitosin yang akan memicu kontraksi dan pengecilan rahim pasca persalinan, mengurangi resiko perdarahan pasca persalinan dan mempercepat kembalinya rahim ke ukuran sebelum hamil.

Bayipun akan mulai belajar menyusui dan mengenali ibunya, membuatnya lebih hangat karena kontak langsung dengan kulit ibu.

Bayi yang lahir dari ibu yang menderita diabetes sebaiknya disusui segera dalam setengah sampai 1 jam setelah melahirkan karena kadar gula dalam darahnya bisa sangat rendah.

Seberapa sering bayi sebaiknya disusui?

Yang jelas, pada bayi normal, ibu tidak perlu terlalu khawatir harus segera memberikan asi atau susu formula ke bayi karena sebenarnya bayi baru lahir memiliki cadangan makanan dari ibunya. Ibu sebaiknya menyusui bayinya dalam 1 atau beberapa jam pasca melahirkan tapi membiarkan dia tidur, tidak memberinya makan dalam 24 jam pasca melahirkan pun sebenarnya tidak apa-apa.

Bayi baru lahir sebaiknya diberikan asi sesuai dengan yang dia minta (on demand) tanpa perlu terikat dengan jadwal menyusui. Bayi saat menyusui kalau mengisapnya kuat harus kita biarkan sampai dia berhenti atau puas. Ibu bisa menawarkan payudara lainnya saat menyusui sehingga bayi yang masih lapar mendapatkan cukup asi.

Apakah asi saya sudah ada di hari pertama?

Banyak ibu khawatir asinya belum ada atau kurang di jam-jam awal pasca melahirkan. Ini adalah hal yang wajar tapi hal ini jangan sampai membuat kita tidak memberikan asi ke bayi.

Pasca melahirkan ibu akan memproduksi asi yang kita kenal dengan kolostrum, asi yang kental dan berwarna agak kuning, asi yang kaya akan zat gizi dan nutrisi berharga lainnya. Kolostrum ini hanya diproduksi di beberapa hari pasca melahirkan saja. Setelah itu colostrum akan digantikan oleh asi mature atau asi seperti yang biasa kita kenal.

Jadi tidak benar kalau asi di jam-jam awal pasca melahirkan itu asi kotor dan harus dibuang. Kolostrum ini sangat penting bagi bayi bunda, mengandung antibiotik alami dan zat antibodi yang bahkan tidak dimiliki oleh susu formula paling mahal di dunia.

Apa itu kolostrum?

Jika bunda merencanakan untuk tidak menyusui atau akan memberi susu formula ke bayi, kolostrum yang masuk ke bayi kita, sebagaimanapun sedikit jumlahnya yang kita berikan akan sangat bermanfaat bagi bayi dalam waktu yang lama.

Kolostrum mengandung protein, karbohidrat, lemak, vitamin, mineral, antibodi dan sel imun yang dapat melawan bakteri dan virus yang dapat menyebabkan penyakit. Sistem perlawanan terhadap penyakit pada bayi belum berkembang dengan baik sehingga bantuan ini akan sangat bermanfaat.

Selain itu, pemberian kolostrum dapat membantu mengurangi resiko terjadinya bayi kuning (jaundice), mengurangi resiko bayi terkena infeksi telinga, infeksi usus (diare), dll.

Dalam 1 atau 2 minggu asi kolostrum ini akan berkurang secara bertahap dan berubah ke asi transisi lalu akhirnya menjadi asi mature. Pemberian asi dalam 3 sampai 4 hari pasca melahirkan juga akan membantu mengurangi pembengkakan payudara (engorgement) di hari-hari awal pasca melahirkan.

Bagaimana dengan bayi prematur? Bagaimana menyusuinya?

Bayi lahir prematur idealnya diberikan asi sejak lahir. Asi adalah makanan yang paling cocok untuk dia. Meski demikian, kalau satu dan lain hal, bayi prematur tetap bisa diberikan susu formula. Bayi prematur di rumah sakit biasanya ditempatkan di bagian perinatologi di dalam inkubator. Pemberian susu formulanya biasanya sudah terjadwal.

Merawat bayi prematur di rumah dengan menyusui dan menerapkan metode kanguru, adanya kontak kulit ibu dan bayi, terbukti membantu bayi bertahan dan mempercepat pertumbuhan bayi prematur.

Bayi prematur yang lahir sebelum usia kehamilan 32 minggu mungkin akan sulit untuk menyusui karena belum kuat untuk mengisap. Bayi dengan keadaan ini biasanya akan mendapatkan susu formula. Saat bayi sudah semakin kuat dan sudah bisa mengisap. ibu akan didorong untuk memberikan asi karena itu akan sangat bermanfaat untuknya.

– Bayi prematur yang dapat mencerna susu tapi tidak cukup kuat untuk mengisap akan diberikan sufor melalui selang yang dimasukkan ke lambung bayi. Bisa juga dimasukkan asi (asi perah) kalau ibu dapat memompa asinya. Kadang bayi prematur membutuhkan suplemen atau nutrisi khusus (sufor untuk bayi prematur) untuk membantu pertumbuhannya.

– Bayi yang lahir sangat prematur yang memiliki sistem pencernaan yang belum matang yang mungkin belum bisa mencerna susu, akan memerlukan infus cairan yang kaya nutrisi khusus (TPN, total parenteral nutrition).

– Ibu yang melahirkan bayi prematur biasanya memiliki asi yang kurang sehingga perlu waktu beberapa hari agar produksi asinya mulai banyak. Dengan memompa asi secara reguler, beberapa kali sehari (8 kali sehari), asi biasanya akan mulai keluar. Kalau asi ibu tidak cukup, sampai ibu bisa memproduksi asinya sendiri, susu formula bisa menjadi alternatif selain asi donor.

– Proses mengenalkan bayi dengan asi, mengajarkan bayi menyusui bisa dilakukan saat dia masih mendapatkan susu formula dengan pemberian makan melalui selang (tube feeding). Ini juga akan memberi waktu kepada ibu untuk mulai memproduksi asinya.

Memompa asi untuk bayi prematur.

Memompa asi bisa dilakukan dengan manual (tangan) atau dengan menggunakan pompa asi dalam 6 jam pasca melahirkan. Memompa asi dilakukan 8 sampai 10 kali dalam sehari, termasuk malam hari.

Hasil asi perah yang sedikit mungkin akan membuat ibu merasa putus asa tapi yakinlah bahwa produksi asi akan semakin bertambah apabila ibu melakukan ini dengan teratur. Dan yang terpenting, sedikit itu pun sebenarnya sangat berharga untuk bayi kita.

Perbedaan kolostrum, asi dan susu formula.

Ada beberapa perbedaan antara kolostrum, asi dan susu formula. Selain yang sudah disebutkan di atas yakni kolostrum mengandung zat antibodi dan antibiotik untuk melawan penyakit yang tidak dimiliki oleh asi dan sufor, dari segi jumlah kalori juga berbeda.

Kolostrum memiliki kalori sedikit lebih rendah dari asi biasa dan sufor. Asi memiliki kadar lemak yang tinggi di akhir-akhir sisa asi sehingga saat menyusui, menyusuilah sampai payudara kosong sehingga bayi mendapatkan asi yang kaya lemak ini.

Apakah bisa kembali menyusui setelah bayi sebelumnya mendapatkan susu formula (susu botol)?

Ya, ibu bisa kapan saja memberikan asi setelah sebelumnya bayi mendapatkan susu formula. Meski demikian harus diketahui pemberian susu formula dengan botol atau dot dapat membuat bayi bingung puting. Bingung puting adalah bayi tidak bisa menyusui secara normal karena sudah terbiasa menyusu dengan dot.

Bingung puting terjadi karena mekanisme mengisap saat menyusui berbeda sensasinya saat minum susu langsung dari dot.

Dan.. kalau sebelumnya kita tidak rutin memompa asi, tubuh akan memberi sinyal ke payudara untuk stop atau mengurangi produksi asi.

Untuk membantu proses relaktasi atau peralihan dari susu formula ke asi ada beberapa hal yang bunda bisa lakukan:

Alat bantu menyusui mengenalkan asi dari susu formula
Relaktasi, mempermudah proses peralihan dari susu formula ke pemberian ASI.

– Gendong bayi sedekat mungkin ke ibu, perbaiki posisi menyusui dan perlekatan puting dengan mulut bayi.

– Pompa asi sesering mungkin setiap hari, 8-10 kali. Ini akan membantu lepasnya hormon prolaktin dan merangsang produksi asi yang lebih banyak. Ini bisa dilakukan dengan tangan (manual) atau dengan menggunakan mesin. Di pasaran tersedia banyak merk pompa asi. Pilih yang membuat nyaman dan paling cocok dengan bunda.

– Apabila bayi sudah mulai bisa mengisap namun produksi asi belum banyak, saat bayi tenang tidak rewel dan tidak terlalu lapar, berikan asinya sedikit-sedikit tapi sering.

– Dengan semakin meningkatnya produksi asi, pemberian asi ditingkatkan, pemberian susu botol dikurangi.

– Kita bisa membantu proses ini dengan menggunakan lactation aid. Selang kecil ditempel di dekat payudara, dekat atau sejajar puting, ujung lainnya terhubung dengan penampung yang berisi susu formula.

Saat bayi menyusu, susu formula akan masuk ke mulut bayi, merangsang payudara untuk memproduksi asi sekaligus merangsang bayi belajar mengisap.


Cek tulisan terbaru.
Lihat tips dan topik lainnya.

Bantu Moms dan Dads lainnya dengan share tulisan ini ke Facebook, Twitter dan WhatsApp.