Khawatir Bayi Lahir Cacat, Ikuti Tips Ini Untuk Mencegahnya

Khawatir Bayi Lahir Cacat, Ikuti Tips Ini Untuk Mencegahnya

Ibu yang sementara hamil atau Anda yang merencanakan kehamilan mungkin merasakan kekhawatiran akan memiliki janin atau bayi yang cacat. Untungnya, ada beberapa hal yang bisa kita lakukan agar bayi lahir sempurna dan sehat, menghindari terjadinya bayi lahir cacat.

Bayi lahir cacat adalah kejadian atau kasus yang jarang terjadi. Meskipun demikian, tidak sedikit dari kita yang merasa takut atau khawatir itu akan terjadi pada kita.

Tidak semua kejadian bayi lahir cacat bisa dicegah. Meski demikian, ada beberapa hal yang bisa kita lakukan untuk mendapatkan bayi yang sehat dan sempurna, mencegah bayi lahir cacat, diantaranya dengan menjaga kesehatan dan menjaga pola hidup sehat sebelum dan selama hamil.

Tak ada gunanya pesimis dan berpikir negatif saat hamil. Energi dan perhatian kita sebaiknya dicurahkan untuk berbuat yang terbaik untuk bayi dan kehamilan, fokus terhadap hal-hal yang bisa kita kontrol.

Agar bayi lahir sempurna tidak lahir cacat ini yang bisa dilakukan sejak sebelum hamil sampai saat mengandung

Untuk mendapatkan bayi yang sehat dan mencegah terjadinya bayi lahir cacat, ibu bisa melakukan hal berikut ini:

1. Merencanakan jauh hari sebelumnya.

Ya, kesehatan dan kondisi bayi sangat ditentukan oleh kebiasaan dan tindakan kita sebelum hamil.

  • Konsumsi asam folat 400 mcg setiap hari.

Konsumsilah suplemen asam folat setiap hari paling tidak sebulan sebelum hamil. Mungkin sulit untuk menentukan kapan akan hamil tapi kita yang sudah merencanakan untuk hamil bisa mempersiapkan diri sejak dini.

Asam folat adalah vitamin yang bermanfaat untuk membantu pembentukan otak dan saraf janin. Konsumsi asam folat akan membantu mencegah cacat pada otak dan saraf janin seperti anencephali (bayi tidak memiliki otak) dan spina bifida.

Selain dari suplemen, ibu hamil bisa mendapatkan asam folat dengan mengkombinasikan dan memvariasikan menu makanan setiap hari.

  • Konsultasi (konseling).

Periksa ke dokter dianjurkan dilakukan segera setelah kita mengetahui hamil. Dari dokter, kita akan mendapatkan saran sebaiknya apa yang harus dilakukan dan dihindari.

Sampaikan riwayat penyakit atau kelainan yang ada di keluarga, misalnya ada riwayat kelainan jantung di keluarga kita. Dengan mengetahui itu kita bisa lebih siap untuk menghadapi masalah yang akan muncul.

2. Menghindari zat-zat atau bahan berbahaya.

  • Menghindari sakit atau terkena infeksi.

Beberapa infeksi yang menyerang saat hamil dapat berbahaya untuk bayi dan bisa menyebabkan bayi cacat. Oleh karena itu, ibu hamil sangat dianjurkan untuk istirahat cukup dan makan makanan yang bergizi untuk meningkatkan daya tahan tubuh sehingga tidak gampang terserang penyakit.

Untuk mencegah infeksi selalu bersihkan tangan terutama saat akan memegang makanan, hindari konsumsi makanan (daging/ikan) yang belum matang sempurna (mentah) dan hindari kontak atau dekat dengan orang sakit.

  • Hindari rokok, minuman beralkohol dan obat-obatan terlarang.

Merokok dapat berbahaya selama kehamilan diantaranya dapat menyebabkan kelahiran prematur (bayi lahir sebelum waktunya), bayi lahir dengan berat badan rendah, cacat janin (seperti bibir sumbing) dan kematian janin.

BACA JUGA: Vitamin A Dan Bahaya Konsumsi Berlebih Daging Hati Pada Ibu Hamil

Hindari berada di sekitar orang lain yang sedang merokok (asap rokok). Jika merokok saat ini, hentikan sekarang, tidak ada kata terlambat untuk menghentikan kebiasaan buruk.

Semua jenis minuman beralkohol berbahaya untuk janin, termasuk bir dan wine, dan dalam jumlah yang sedikit sekalipun. Alkohol dapat tembus dan sampai ke bayi melalui tali pusat dan menyebabkan janin meninggal di dalam kandungan, keguguran dan gangguan jangka panjang terhadap bayi seperti gangguan kecerdasan dan perilaku.

Obat-obatan atau zat berbahaya seperti marijuana sangat berbahaya untuk ibu hamil, dapat menyebabkan bayi lahir cacat, bayi lahir dengan berat badan rendah, lahir prematur dan bayi lahir dengan masalah kesehatan.

  • Hindari konsumsi obat tanpa resep dokter, hindari konsumsi herbal atau obat tradisional yang tidak jelas khasiat atau efek sampingnya.

Ibu hamil seharusnya hanya mengonsumsi obat yang diberikan oleh dokter yang terbukti aman untuk janin dan kehamilan. Obat-obatan herbal dan obat tradisional yang tidak jelas sebaiknya dihindari. Obat-obat tersebut biasanya tidak mengalami uji klinis sehingga efeknya tidak diketahui terhadap janin.

Intinya jangan sembarangan minum obat, hanya minum obat yang diresepkan oleh dokter. Jika harus minum obat tertentu sebelum hamil, segera setelah mengetahui hamil konsultasikan dengan dokter apabila obat tersebut aman atau tidak.

3. Menjalankan gaya hidup sehat.

  • Jaga berat badan normal saat hamil.

Ibu yang obesitas (indeks massa tubuh lebih dari 30) sebelum hamil memiliki resiko untuk mendapatkan komplikasi saat hamil dan resiko untuk mendapatkan bayi lahir cacat. Komplikasi bisa seperti sulitnya persalinan karena bayi besar, cacat janin seperti kelainan jantung pada bayi, gangguan sistem saraf, dll. Tapi ini tidak berarti ibu yang obesitas saat hamil otomatis (pasti) akan memiliki bayi yang cacat, hanya resiko untuk mendapatkannya lebih besar daripada ibu hamil dengan berat badan normal.

Menjaga kenaikan berat badan dalam batas yang wajar sangat penting saat hamil. Kurus saat hamil tidak baik tapi berat badan berlebihan juga tidak baik.

Konsultasi dengan dokter untuk mengetahui bagaimana cara mendapatkan kenaikan berat badan yang normal saat hamil.

  • Jaga diabetes/kadar gula darah tetap terkontrol (bagi ibu yang diabetes).

Jika ibu memiliki diabetes jaga kadar gula darah tetap terkontrol selama hamil. Ikuti saran dokter, periksa/kontrol gula darah secara teratur.

Diabetes yang tidak terkontrol dimana gula darah tinggi akan meningkatkan resiko terjadinya bayi cacat dan terjadinya komplikasi kehamilan.

4. Periksa kehamilan secara teratur (rajin kontrol kehamilan).

  • Buat janji dengan dokter dan tanyakan kapan harus check up.

Penting untuk memeriksakan kehamilan secara teratur untuk mengetahui perkembangan janin dan kesehatan ibu, mengetahui potensi adanya masalah saat persalinan dan memberikan intervensi tertentu jika diperlukan.

BACA JUGA: Semua Yang Perlu Moms Ketahui Tentang Kucing Dan Kehamilan

Menjamin kesehatan janin dan ibu tidak bisa dilepaskan dari check up rutin ke dokter. Akan dipantau tekanan darah, kenaikan berat badan ibu, pertambahan ukuran uterus/rahim (untuk melihat pertumbuhan janin), pemeriksaan USG, pengambilan darah untuk pemeriksaan kadar gula darah, kolesterol dll jika diperlukan.

  • Pertimbangkan untuk mendapatkan vaksin saat hamil.

Umumnya semua vaksin aman untuk ibu hamil.

Vaksin atau imunisasi yang biasanya diberikan kepada ibu hamil adalah:

  1. Vaksin tetanus (TT/tetanus toxoid).
  2. Vaksin Influenza.
  3. Hepatitis B.
  4. Vaksin Meningococcal (untuk mencegah meningitis).

Vaksin ini dapat memproteksi ibu dari terkena infeksi dan menghindari bayi cacat, termasuk melindungi ibu. Pertimbangkan untuk mendapatkan vaksin saat hamil apabila memungkinkan.

Berusaha menjaga kesehatan selama hamil, melakukan semua hal yang dibutuhkan agar bayi dapat berkembang secara baik penting kita lakukan agar kita bisa menjalani kehamilan dengan lebih tenang tanpa rasa was-was dan khawatir terjadi sesuatu yang buruk pada bayi.

Nah, itulah beberapa hal yang perlu kita ketahui tentang hal yang bisa kita lakukan untuk mencegah bayi lahir cacat secara fisik. Mudah-mudahan tulisan ini menambah wawasan baru untuk moms.


Cek tulisan terbaru.
Lihat tips dan topik lainnya.

Bantu Moms dan Dads lainnya dengan share tulisan ini ke Facebook dan WhatsApp.