Asam Folat Untuk Ibu Hamil, Hati-hati Konsumsinya Berlebih

Asam Folat Untuk Ibu Hamil. Bahaya Jika Konsumsinya Berlebih?

Kita mungkin sudah tahu kalau asam folat sangat bermanfaat untuk ibu hamil. Meski demikian, pada penelitian yang baru-baru ini dilakukan menemukan bahwa, ibu hamil yang mendapatkan asam folat berlebih kemungkinan besar untuk mendapatkan anak yang autis.

Dari penelitian tersebut, peneliti menemukan bahwa ibu hamil yang memiliki kadar asam folat (vitamin B9) dalam darahnya tinggi, lebih besar dari 59 nanomole per liter, memiliki kemungkinannya untuk melahirkan bayi dengan ASD (autism spectrum disorder) 2 kali lebih besar dibandingkan dengan ibu hamil yang memiliki kadar asam folat yang normal (kurang dari 59nm/L).

Asam folat berlebih saat hamil berhubungan dengan autisme.

Meskipun adanya temuan baru ini, ilmuwan tetap sepakat bahwa ibu hamil tidak boleh sama sekali menghindari konsumsi suplemen vitamin asam folat saat hamil atau saat berusaha ingin hamil.

Asam folat penting perannya bagi ibu hamil karena nutrisi ini diperlukan untuk pembentukan saraf dan otak janin saat masih dalam kandungan. Kekurangan zat ini beresiko bayi menjadi cacat, bayi mengalami apa yang disebut dengan spina bifida, anencephaly dan kelainan neural tube lainnya.

Ibu biasanya direkomendasikan untuk mengonsumsi asam folat sebanyak 400mcg sebelum hamil dan saat hamil setiap hari. Jadi ibu yang ingin hamil atau mengharapkan akan hamil dianjurkan juga mengonsumsi ini.

Minum pada waktu yang sama setiap hari, pagi atau malam terserah Moms, sebelum atau sesudah makan. Minum segera jika lupa.

Konsumsi vitamin B12 berlebih saat hamil juga tidak baik.

Selain itu, di penelitian itu ditemukan pula bahwa ibu hamil yang di dalam darahnya ditemukan kadar vitamin B12 lebih besar dari 600 picomole per liter kemungkinan besar untuk mendapatkan ASD 3 kali lebih besar dibandingkan ibu yang memiliki kadar B12 yang normal dalam darahnya (kurang dari 600pm/L).

Kini kita tahu, bahwa tidak hanya kadar nutrisi tertentu, misalnya asam folat dan B12 yang kurang saja yang dapat menyebabkan efek buruk untuk kehamilan, tapi kadarnya yang berlebihan juga tidak baik.

Berapa kadar asam folat yang berbahaya bagi janin?

Meskipun penelitian ini masih dini dan masih perlu dilakukan penelitian yang lebih lanjut untuk mengetahui hubungan langsung lainnya dan detail lainnya. Ini merupakan penemuan pertama yang menemukan hubungan langsung antara tingginya kadar asam folat dan vitamin B12 dalam darah dengan autisme.

Kita juga belum tahu angka pasti kadar dari asam folat yang bisa dikatakan tinggi (kadar maksimumnya).

Wanita yang sedang hamil atau sementara mencoba untuk hamil tetap disarankan untuk mengkonsumsi vitamin berisi asam folat untuk mencegah resiko bayi terkena cacat lahir pada otak dan jaringan saraf (spinal cord). Tapi patut diingat bahwa konsumsi berlebih asam folat dapat mengganggu perkembangan saraf anak yang memicu terjadinya autisme.

Bila kita kembali ke penelitian tersebut. Penelitian itu menganalisa kurang lebih 1400 anak dan ibu dimana ibu diambil sampel darahnya dan diukur kadar asam folat dan vitamin B12 dalam darahnya 3 hari setelah melahirkan.

Anak yang lahir dari ibu tersebut kemudian diikuti perkembangannya selama 15 tahun untuk mengetahui anak yang mendapat autisme.

Di penelitian ditemukan, anak memiliki resiko tinggi terkena autisme pada anak yang ibunya memiliki kadar asam folat dan vitamin B12 yang tinggi. Anak tersebut memiliki resiko terkena autisme tujuh belas kali lebih besar dari anak dari ibu dengan kadar asam folat dan B12 yang normal.

Ada beberapa pendapat kenapa kadar asam folat dan B12 tinggi pada wanita tersebut. Peneliti memperkirakan itu disebabkan karena wanita dengan kadar yang tinggi dua jenis zat tersebut memetabolisme zat tersebut dengan cara yang berbeda dengan wanita normal, atau mereka mengkonsumsi zat tersebut berlebihan, atau bisa dua-duanya.

Wanita hamil, selain mendapatkan asam folat dan vitamin B12 dari suplemen juga mendapatkannya dari konsumsi makanan yang mengandung asam folat, baik dari buah dan sayur tertentu atau dari makanan yang difortifikasi seperti sereal, pasta dan roti.

Karena alasan ini, perlu penelitian lebih lanjut untuk mendapatkan kesimpulan yang pasti apakah tingginya asam folat ini disebabkan oleh makanan atau lainnya.

Selain itu, yang belum jelas diketahui adalah di periode masa hamil dimana asam folat dan vitamin B12 ini yang berperan dalam meningkatnya kadar asam folat yang dapat menyebabkan resiko terjadinya autisme.

Kesimpulan.

Jadi kesimpulannya, ibu hamil tetap perlu mendapatkan nutrisi yang baik selama kehamilan termasuk suplemen vitamin seperti asam folat dan vitamin B12 tapi konsumsinya jangan sampai berlebih. Mintalah saran dari dokter mengenai dosis yang diperbolehkan.


Cek tulisan terbaru.
Lihat tips dan topik lainnya.

Bantu Moms dan Dads lainnya dengan share tulisan ini ke Facebook, Twitter dan WhatsApp.