Kram Kontraksi Yang Jadi Tanda Akan Segera Melahirkan

Kram Kontraksi Melahirkan Yang Jadi Pertanda Bayi Akan Segera Lahir

Kontraksi saat akan melahirkan menimbulkan mules atau nyeri yang sama sekali tidak menyenangkan. Tapi kontraksi inilah yang akan membantu kita mengejan dan mendorong bayi lahir.

Selama hamil, ada kontraksi yang bukan merupakan tanda akan melahirkan dan ada kontraksi yang terjadi menjelang persalinan yang menjadi tanda bahwa saatnyalah kita ke rumah sakit untuk melahirkan.

Ibu yang baru pertama kali melahirkan, meskipun belum pernah melahirkan sebelumnya, saat kontraksi datang (kontraksi asli), akan sulit untuk tidak menyadari kalau itu adalah tanda bahwa persalinan akan segera terjadi.

Di artikel ini kita akan membahas seperti apa kontraksi akan melahirkan itu, nyeri kontraksi, kapan kontraksi akan mulai muncul dan berapa lama kontraksi akan berlangsung.

Jenis kontraksi.

Selama hamil ibu akan mengalami tiga jenis kontraksi yaitu:

1. Kontraksi Braxton Hicks atau kontraksi latihan.

Kontraksi ini merupakan kontraksi yang bukan tanda akan melahirkan. Biasa disebut sebagai kontraksi latihan karena bermanfaat untuk melatih atau memberi kesempatan rahim untuk kontraksi sehingga saatnya nanti melahirkan, uterus (rahim) sudah siap.

Kontraksi ini biasanya mulai muncul di pertengahan masa kehamilan tapi bisa tidak muncul sama sekali.

2. Kontraksi melahirkan palsu.

Kontraksi yang muncul sesekali dan tidak teratur biasanya akan hilang apabila kita berganti posisi. Ini adalah jenis kontraksi yang juga bukan merupakan tanda akan melahirkan.

Kontraksi jenis ini bisa disertai dengan tanda palsu akan melahirkan lainnya.

3. Kontraksi melahirkan asli.

Beberapa hari atau minggu sebelum melahirkan kita akan mengalami kontraksi melahirkan bersama dengan tanda akan melahirkan lainnya.

Agar kita yakin inilah kontraksi yang benar-benar menjadi tanda akan melahirkan, berikut ini beberapa ciri khasnya:

  • Kontraksinya akan semakin intens atau meningkat kalau kita beraktivitas. Kontraksinya juga tidak akan berkurang atau menghilang kalau kita merubah posisi.
  • Kontraksinya menjadi semakin sering secara bertahap, semakin tinggi dan bisa semakin teratur. Setiap kontraksi bisa berlangsung selama 30 sampai 60-an detik.

Kontraksi ini akan semakin sering dan tinggi seiring dengan semakin dekatnya waktu melahirkan. Setiap kontraksi yang terjadi tidak harus lebih lama dan lebih nyeri dari kontraksi sebelumnya. Tidak harus lebih sering secara teratur dalam jarak yang teratur tapi kontraksi ini secara nyata dirasakan semakin intens dan sering.

  • Kontraksi ini bisa disertai dengan perut mules (kram) dan diare.
  • Akibat kontraksi ini adalah keluarnya cairan berlendir atau flek yang berwarna pink atau merah (seperti darah).
  • Kontraksi ini bisa disertai dengan pecahnya selaput ketuban. Pecahnya ketuban sebelum proses melahirkan mulai hanya terjadi sekitar 15 persen dari semua persalinan dan sisanya, ketuban pecah saat proses melahirkan sedang berlangsung atau sengaja dipecahkan oleh dokter/bidan.

Penyebab terjadinya kontraksi saat melahirkan.

Penyebab terjadinya kontraksi menjelang persalinan belum diketahui secara pasti. Ada yang mengatakan bahwa hormon pada otak bayi yang menjadi penyebab terjadinya kontraksi dan ini memicu reaksi berantai yang bekerja bersama dalam proses persalinan.

Saat akhir kehamilan, pengeluaran hormon progesteron, hormon yang berfungsi menjaga kehamilan, menurun menyebabkan bayi turun ke dasar panggul dan memicu pengeluaran hormon oksitosin yang akan memicu kontraksi.

Rasanya kontraksi akan melahirkan, kapan ibu harus ke rumah sakit.

Seperti apa rasanya kontraksi persalinan?

Menggambarkannya mungkin akan sulit dengan menggunakan kata-kata. Kontraksi yang terjadi pada awal-awal proses melahirkan ada yang mengatakan seperti kalau kita mengalami gangguan pencernaan, mules atau kram, seperti nyeri haid yang berat atau seperti ada tekanan pada perut bagian bawah.

Nyeri kontraksi bisa dirasakan pada perut bagian bawah atau di belakang perut atau punggung bagian bawah dan bisa menyebar sampai ke kaki terutama paha bagian atas.

Bagaimana rasanya sakit saat melahirkan?

Nyeri akibat kontraksi adalah salah satu nyeri yang dirasakan saat melahirkan.

Seiring dengan proses persalinan yang semakin maju, kepala bayi mulai turun, panggul kita akan melebar dan kita akan merasakan nyeri pada daerah seperti pinggang, punggung belakang dan paha.

Dan ketika kepala bayi semakin maju memasuki leher rahim (serviks) kita akan merasakan sakit pada daerah sekitar vagina dan anus. Ada yang mengatakan nyerinya seperti nyeri saat susah buang air besar dan kita harus mengedan yang kuat.

Saat semua ini terjadi kita harus sabar untuk tidak mengejan atau berkuat sebelum pintu rahim (serviks) benar-benar terbuka sempurna. Untuk membantu mengatasi nyerinya kita bisa berlatih pernapasan yang sudah kami jelaskan di tulisan yang lain. Hanya berkuat atau mengejan saat dokter atau bidan meminta kita untuk melakukannya.

Kapan menghubungi dokter atau rumah sakit?

Dokter biasanya sudah memberikan nomor yang bisa dihubungi apabila kita akan melahirkan. Dokter pun biasanya sudah menyampaikan seperti apa kontraksi akan melahirkan itu.

Kita mungkin akan diminta menjelaskan keadaan sekarang saat menghubungi rumah sakit/dokter. Sampaikan dengan detail dan apa adanya. Kontraksi yang terjadi lebih sering setiap 5 sampai 7 menit adalah tanda persalinan sudah dekat.

Apabila tempat tinggal kita jauh dari rumah sakit, kita tidak perlu menunggu sampai kontraksi terjadi lebih sering. Kontraksi setiap 10 menit kita sudah bisa ke rumah sakit.

Jangan takut atau sungkan untuk menghubungi dokter meskipun itu tengah malam. Saat ibu menelpon bisa saja dokter baru saja melakukan operasi caesar. Ibu melahirkan tidak mengenal jam, apakah hari libur atau bukan, itu sudah menjadi bagian pekerjaan dokter.

Tidak perlu juga takut, ternyata kita memberikan informasi yang salah, ternyata kita belum akan melahirkan. Hal ini sudah sering terjadi dan ibu tidak akan menjadi ibu yang pertama melakukan itu.

Setelah yakin akan segera melahirkan berdasarkan tanda-tanda yang kita alami, saatnya berangkat ke rumah sakit. Persiapan perlengkapan ibu pada saat ini kami yakin sudah siap semua.

Segera ke rumah sakit ketika mengalami hal ini.

Hubungi dokter kalau memungkinkan atau segera ke rumah sakit apabila mengalami hal ini:

1. Mengalami kontraksi yang semakin kuat atau sering padahal usia kehamilan belum mencapai 39 minggu. Kemungkinan kita akan melahirkan sebelum waktunya (preterm labor).

2. Proses melahirkan belum mulai tapi ketuban sudah pecah (ketuban pecah dini).

3. Ketuban pecah dengan cairan berwarna coklat kehijauan (kemungkinan masalah serius pada janin).

4. Kita merasakan tali pusat terselip di lubang vagina atau bibir rahim. Itu bisa saja tanda tali pusat menumbung (prolaps tali pusat).

Berapa lama biasanya kontraksi saat melahirkan berlangsung?

Kontraksi akan berlangsung sepanjang proses persalinan sampai bayi lahir. Nyerinya tidak akan sama sepanjang proses melahirkan dan saat kontraksi berhenti (jeda kontraksi), nyerinya akan dirasakan berkurang.

Lamanya kontraksi, intensitas dan frekuensinya berbeda-beda tergantung fase persalinan:

  • Persalinan awal. Setiap kontraksi biasanya berlangsung selama 30-45 detik.
  • Masa aktif persalinan. Kontraksi menjadi semakin intens, sering dan lama. Setiap kontraksi biasanya berlangsung 40-60 detik.
  • Transisi persalinan. Tiba-tiba kontraksi memuncak baik intensitas maupun frekuensinya dimana setiap kontraksi berlangsung 60-90 detik.
  • Mengejan/mendorong dan lahirnya bayi. Kontraksi akan semakin jarang dan nyeri kontraksinya akan berkurang. Kontraksi biasanya berlangsung antara 60 sampai 90 detik.

Atur pernapasan saat kontraksi mulai.

Kita sudah belajar bagaimana teknik pernapasan yang benar saat melahirkan. Teknik ini sudah kami jelaskan di tulisan lain.

Datangnya nyeri kontraksi yang semakin intens mungkin akan membuat kita panik. Kita harus tetap tenang, rileks dan mulai mempraktekkan apa yang sudah kita pelajari sebelumnya bagaimana teknik pernapasan yang benar.

Apakah tidak apa-apa apabila saya mengalami kontraksi setelah berhubungan intim?

Ibu mungkin khawatir mengalami kontraksi setelah melakukan hubungan seksual apalagi itu terjadi setelah mengalami orgasme.

Selama kehamilan kita normal, tidak ada pantangan atau larangan dari dokter (seperti kehamilan yang beresiko mengalami kelahiran sebelum waktunya, keguguran), kita tidak perlu khawatir.

Meskipun kita mengalami orgasme yang kuat yang bertahan hingga setengah jam dan perkiraan waktu persalinan (due date) sudah dekat, kita tidak perlu khawatir itu akan memicu terjadinya persalinan atau akan berbahaya untuk kehamilan. Hubungan intim aman dan boleh selama hamil.

Nah, itulah beberapa hal tentang kontraksi saat melahirkan. Mudah-mudahan bermanfaat.


Cek tulisan terbaru.
Lihat tips dan topik lainnya.

Bantu Moms dan Dads lainnya dengan share tulisan ini ke Facebook, Twitter dan WhatsApp.