Nyeri Perut Atau Kram Saat Hamil. Kapan Ibu Patut Waspada?

Nyeri Perut Saat Hamil, Normalkah? Kapan Ibu Patut Waspada?

Ibu Henny mengeluhkan nyeri di perutnya daerah di atas vagina yang dirasakannya terus menerus. Saat ini ia sedang hamil 3 bulan (12 minggu) dan merasa khawatir dengan keadaannya tersebut. Apakah ada yang salah dengan kehamilan atau janin yang dikandungnya? Ia khawatir akan terjadi hal yang buruk dengan janinnya.

Jadi, nyeri perut ringan atau kram saat hamil, sepanjang tidak ada keluhan lain seperti spotting atau keluarnya darah dari vagina, tekanan darah tinggi, nyeri saat buang air kecil, tidak ada hal yang perlu ibu khawatirkan.

Nyeri perut adalah normal saat hamil terutama muncul di kehamilan minggu pertama, kehamilan minggu ke-2, minggu ke-3 atau 4 di trimester pertama. Tapi keluhan ini bisa juga dirasakan ibu hamil pada trimester ke-2 dan 3. Hal ini terjadi karena rahim yang membesar dan jaringan penyokongnya yang ikut berkembang.

Ada ibu yang merasakan kram yang disertai dengan perdarahan sedikit (spotting) saat calon janin (embrio) melekat pada dinding rahim.

Meskipun demikian kita harus tetap berhati-hati jika kram atau nyeri tersebut disertai dengan keluhan lain atau nyerinya hebat dan berlangsung cukup lama (menetap). Saat itu terjadi akan sulit untuk mengabaikan tanda-tandanya.

Penyebab sakit perut saat hamil serta cara praktis mengatasinya.

Penyebab sakit perut saat hamil.

Kram atau nyeri daerah perut bagian bawah terjadi karena adanya pertumbuhan janin dan rahim di dalam perut. Rahim (uterus) dan bayi akan terus membesar setiap hari disertai dengan pembentukan dan peregangan otot dan ligamen di sekitar rahim (uterus) yang mendukungnya.

Apa itu round ligamen pain?

Peregangan otot dan ligamen sekitar rahim tersebut dapat menyebabkan nyeri terutama saat ibu hamil merubah posisi, batuk atau saat aktif atau bekerja. Ini biasa disebut dengan nyeri ligamen melingkar (round ligament pain) dan biasa terjadi pada trimester kedua (Trimester 2) kehamilan.

Nyeri ringan ini seperti regangan, bisa terasa tajam, seperti ditusuk atau nyeri tumpul adalah normal dan kemungkinan akan terus dirasakan sepanjang pertumbuhan rahim.

Nyeri biasanya dirasakan pada perut bagian kanan tapi bisa juga pada perut bagian kiri atau keduanya.

Kram ini biasanya ringan dan bisa terjadi kapan saja yang kadang muncul saat perut kembung, rasa penuh udara dalam perut, konstipasi (sulit buang air besar) dan saat berhubungan.

Bagaimana membedakan antara nyeri round ligament dengan kram kontraksi melahirkan preterm?

Akan sulit menentukan mana nyeri yang normal dan mana nyeri yang berbahaya yang patut diwaspadai karena banyaknya nyeri/rasa tidak nyaman yang dirasakan saat hamil.

Oleh karena itu penting memperhatikan gejala atau keluhan lain yang menyertai nyeri tersebut.

Nyeri round ligament dan kram kontraksi melahirkan dini (pretem labor) sama-sama mirip dengan kram saat menstruasi. Nyeri round ligament bisa dirasakan tiba-tiba saat bergerak, nyerinya tajam atau tumpul. Nyerinya biasanya di sekitar garis bikini (bikini line), lebih sering di perut kanan, bagian antara pinggul dan daerah antara perut dan paha.

Sedangkan kram akibat ‘kontraksi melahirkan dini’ nyerinya dirasakan antara pusar dan bagian atas tulang kemaluan, bisa juga dirasakan sampai punggung serta disertai dengan gejala lain.

Cara mengatasi nyeri atau kram saat hamil.

Ada beberapa hal yang bisa kita lakukan untuk mengatasi atau mencegah terjadinya nyeri perut saat hamil, antara lain:

1. Coba duduk, berbaring atau mengganti posisi.

2. Hindari melakukan gerakan tiba-tiba yang menyebabkan sakit. Saat berdiri dan ingin duduk atau sebaliknya dari duduk ke berdiri lakukan dengan pelan-pelan.

3. Gunakan maternity belt atau belly band (sabuk penyanggah perut, korset) di bawah perut untuk meringankan nyeri. Belly band membantu mendistribusikan berat antara punggung dan perut ibu.

4. Berendam di bathtub dengan air hangat.

5. Lakukan latihan relaksasi.

6. Kurangi intensitas pekerjaan atau stop bila merasakan nyeri.

7. Kompres dengan air hangat menggunakan botol yang sudah dibungkus kain pada daerah yang sakit.

8. Minum air yang cukup 8-10 gelas per hari.

Kapan perlu khawatir saat mengalami nyeri perut saat hamil?

Penyebab nyeri perut atau kram saat hamil yang harus diwaspadai:

1. Kehamilan ektopik.

Ini adalah kehamilan di luar kandungan, dimana telur yang dibuahi menempel di luar rahim. Kehamilan ini bisa menyebabkan nyeri hebat dan memerlukan penanganan medis khusus.

2. Keguguran.

Nyeri ringan atau tajam yang disertai dengan spotting atau keluarnya darah dari vagina dapat menjadi tanda dari keguguran. Meskipun demikian, adanya perdarahan ringan (spotting) dan nyeri perut ibu tetap bisa hamil secara normal bila ditangi dengan baik.

Jika ibu mengalami ini segera ke dokter untuk mendapatkan penangan lanjut.

3. Preeklampsia.

Ini biasanya ditandai dengan tekanan darah yang tinggi disertai adanya protein di dalam urin. Preeklampsia yang berat dapat disertai dengan nyeri hebat pada perut bagian atas.

4. Infeksi saluran kemih.

Nyeri perut bawah dan nyeri saat buang air kecil adalah beberapa tanda dari infeksi saluran kencing.

5. Plasenta lepas (solusi plasenta).

Ini terjadi saat plasenta terlepas dari dinding rahim sebelum bayi lahir. Saat kita merasakan nyeri yang terus-menerus dan tidak hilang-hilang ini bisa menjadi tanda terlepasnya plasenta dan kita harus ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan segera karena dapat mengancam jiwa.

6. Melahirkan dini.

Pada kehamilan yang sudah maju sebelum usia kehamilan 37 minggu, kram dan nyeri perut yang disertai pembukaan mulut rahim bisa menjadi tanda preterm labor (persalinan sebelum waktunya).

Kapan harus menghubungi dokter saat mengalami kram atau nyeri perut saat hamil?

Apabila ibu mengalami salah satu hal di bawah ini segeralah menghubungi dokter atau ke rumah sakit:

– Nyeri perut hebat yang tidak berhenti.

– Nyeri perut bagian bawah yang disertai dengan kontraksi.

– Nyeri pada daerah vagina, perdarahan dari vagina, gangguan saluran cerna dan pusing.

– Kram yang disertai dengan nyeri pada daerah bahu dan atau leher.


Cek tulisan terbaru.
Lihat tips dan topik lainnya.

Bantu Moms dan Dads lainnya dengan share tulisan ini ke Facebook dan WhatsApp.