Kunci Sukses Yang Menentukan Berhasilnya Menyusui Bayi Baru Lahir

Kunci Sukses Yang Menentukan Berhasilnya Menyusui Bayi Baru Lahir

Menjadi ibu baru susah-susah gampang sebenarnya, bisa dilalui dengan mulus apabila kita mengetahui apa yang seharusnya dilakukan, tapi bisa sangat menyulitkan apabila kita tidak mengetahui apa yang seharusnya dilakukan.

Termasuk di sini menyusui bayi bayi baru lahir untuk pertama kalinya. Tapi jangan khawatir Bun, untuk membantu ibu baru seperti Anda, kami akan uraikan beberapa hal yang wajib diketahui sehingga kita bisa menjalani masa menyusui dengan baik dan lancar.

Menyusui, apalagi untuk pertama kalinya, dibayangan kita dengan melihat ibu lainnya mungkin tampak sangat menyulitkan dan merepotkan. Ya, ada benarnya tapi tidak sepenuhnya benar. Menyusui mungkin merepotkan tapi manfaatnya akan sangat dirasakan oleh ibu dan bayi.

Selain memberikan ikatan yang lebih erat hubungan ibu dan bayi, menyusui juga memiliki manfaat yang tak ternilai harganya. Bayi jadi lebih tahan dari serangan penyakit, buang air besar lebih baik, kenaikan berat badan lebih baik, bayi lebih cerdas, dll.

Tak bisa dipungkiri ada beberapa faktor yang bisa membuat proses menyusui mengalami hambatan, tapi yakinlah, ada selalu jalan keluar yang bisa kita ambil untuk mengatasi ini. Jadi ibu yang saat ini murung karena ASInya kurang dan tidak bisa menyusui bayinya mungkin perlu membaca ini.

Menjalani masa menyusui bayi dengan baik dan lancar.

Menggali pengalaman dari informasi orang lain.

Belajar yang paling praktis adalah belajar dari pengalaman, termasuk masalah dan kesalahan, orang lain. Di sekitar kita cukup mudah untuk menemukan ibu yang saat ini menyusui bayinya atau pernah menyusui, bisa teman, tetangga atau keluarga. Belajarlah dari mereka, gali sebanyak mungkin pengalaman mereka.

Persiapkan diri Bunda sejak dari masa hamil. Minta keluarga yang menyusui untuk mengajari Bunda, minta waktu apakah bisa melihatnya memberikan ASI. Mungkin ini hal yang aneh tapi percayalah, ini akan membuat kita lebih percaya diri, lebih mengetahui apa yang akan lakukan dan hadapi.

Belajarlah dan jangan malu bertanya di forum-forum ibu menyusui/ibu hamil, grup-grup ibu hamil/menyusui di facebook, dll.

Ikutilah kursus atau kelas yang biasa diadakan khusus untuk ibu hamil. Di kota-kota besar di beberapa rumah sakit sudah sering diadakan kegiatan seperti ini. Di situ kita bisa belajar mengahadapi persalinan dan cara memberikan asi yang benar kepada buah hati.

Belajarlah dari video, buku dan apapun sumber yang terpercaya untuk semakin mempersiapkan kita merawat dan membesarkan bayi.

Investasi waktu dan tenaga kita akan terbayar dengan rasa puas bisa menjalani ini dengan lancar dan melihat buah hati kita tumbuh dan berkembang dengan baik karena kita sudah memberikan yang terbaik untuknya.

Aktiflah dan jangan pasif. Merawat dan membesarkan bayi adalah tanggung jawab yang besar. Di tangan kita tumbuh kembang anak ditentukan.

Mengetahui cara kerja bagaimana air susu ibu diproduksi.

Dengan mengetahui cara kerja asi, bagaimana produksinya, bagaimana asi bisa sampai keluar, kita bisa bertindak yang benar untuk menyukseskan proses pemberian asi kepada bayi.

Banyak dari kita tidak mengetahui ini sehingga saat asi kurang, kita dengan mudahnya berkesimpulan bahwa asi saya memang sedikit, asi saya tidak mau berproduksi lagi dan pandangan-pandangan yang tidak produktif lainnya.

Akibatnya, kita pasrah dan masa bodoh dengan kondisi tersebut yang menjauhkan kita dari mencari solusi agar kita bisa memberikan asi dengan lebih baik.

Pasca melahirkan, ASI biasanya memerlukan waktu untuk keluar. Jadi bukan berarti, setelah melahirkan ASI belum keluar bukan berarti ASI kita tidak ada dan menjadi alasan untuk tidak memberikan asi kepada buah hati.

ASI biasanya memerlukan waktu 3 sampai 4 hari untuk keluar setelah melahirkan. Pada ibu yang sudah pernah melahirkan ini bisa lebih cepat terjadi, pada hari pertama atau kedua, tergantung masing-masing ibu.

ASI yang pertama kali keluar disebut dengan kolostrum, asi yang sangat baik, lebih kental, mengandung zat nutrisi dan zat antikuman untuk melawan penyakit. Kandungan zat berharga dalam asi ini akan sangat diperlukan oleh bayi di hari-hari pertamanya.

Saat memberikan asi kita mungkin ragu apakah asi yang diberikan cukup untuk bayi atau apakah asi kita tidak kurang produksinya. Ketahuilah bahwa kapasitas perut bayi (lambung, dll) masih sangat kecil dibandingkan anak-anak sehingga dia mungkin hanya akan menyusui sedikit. Berikanlah asinya sesering mungkin dan saat dia memintanya tanpa perlu khawatir asi tidak cukup atau kurang.

Bagaimana mengetahui kalau ASI keluar saat memberikan asi kepada bayi? Ada beberapa tanda-tandanya seperti di bawah ini:

  • Payudara terasa penuh, payudara terasa berat, hangat, ada tekanan.
  • Bayi bereaksi berbeda saat disusui dimana menandakan ia mendapatkan asi ekstra dari payudara kita.
  • Tampak jelas, ASI akan menjadi lebih encer dan berwarna lebih putih.

Rencanakan sejak di rumah sakit setelah melahirkan.

Perencanaan saat melahirkan sangatlah penting, termasuk ini, memberikan asi untuk bayi kita.

Rencanakanlah sejak sekarang bagaimana nantinya kita memberikan asi pada bayi kita setelah melahirkan. Pilihlah rumah sakit yang bersahabat atau mendukung gerakan inisiasi menyusui dini (IMD) dan pemberian asi eksklusif. Kadang ada rumah sakit yang tidak memberikan bayi kepada ibunya setelah ibu benar-benar pulih pasca melahirkan.

BACA JUGA: Payudara Sakit Saat Menyusui? Kini Tak Lagi Dengan Mengikuti Tips Ini

Menyusui dini sangat penting, menjamin kelancaran proses menyusui selanjutnya.

Sampaikan kepada dokter dan perawat bahwa Bunda berniat memberikan asi eksklusif kepada bayi Bunda. Tanyakan juga apabila tersedia konsultan laktasi/konselor menyusui yang tersedia di rumah sakit/rumah bersalin tersebut sehingga Bunda bisa mendapatkan bantuan tentang segala hal mengenai menyusui.

Mintalah untuk diberikan waktu bersama bayi, skin to skin contact ibu dan bayi baru, pasca melahirkan. Selain untuk bonding (mempererat hubungan emosional ibu dan bayi) dan menjadi momen yang tidak akan dilupakan, juga sangat penting untuk proses menyusui selanjutnya dengan lancar.

Pasca persalinan, dalam 1-2 jam, cobalah mulai menyusui untuk pertama kali apabila memungkinkan (atau paling tidak di jam-jam pertama setelah melahirkan). Momen ini tidak perlu sempurna dimana bayi menyusui dengan baik selama beberapa menit tapi jadikanlah sebagai kesempatan bagi bayi untuk lebih familiar (tahu) dengan proses menyusui.

Bayi diletakkan di atas perut ibu lalu bayi meraih dan memasukkan mulutnya ke dalam puting payudara ibu dan mencoba menyusui sudah sangat cukup.

Jauhkan botol dan dot susu.

Kalau kita benar-benar berniat untuk memberikan ASI, jauhkan segala hal yang bisa membelokkan kita dari niat itu. Sampaikan ke perawat atau dokter tentang niat bunda, jangan memberikan susu kepada bayi melalui botol.

Ini penting untuk menghindari terjadinya bayi bingung puting. Karena sudah pernah diberikan susu melalui botol, bayi tidak mengenali lagi puting dan tidak bisa menyusui. Pemberian asi lewat menyusui berbeda dengan pemberian dengan botol. Menyusui dengan ASI, bayi akan aktif menggerakkan rahang atasnya untuk menekan areola payudara untuk mengeluarkan ASI disaat menyusui dari botol bayi hanya akan pasif untuk mendapatkan susu.

Hal ini juga penting kalau Bunda tidak ingin memberikan susu formula ke bayi kecuali keadaan tidak memungkinkan, misalnya berat badan bayi yang tidak naik-naik dengan mengandalkan asi saja atau ada penyebab lainnya.

Suami terlibat dan mengambil peran untuk mendukung pemberian ASI.

Agar proses menyusui lancar dan dapat dijalani dengan sukses, suami atau ayah bisa berperan aktif. Mintalah suami untuk membantu Bunda. Suami bisa mendampingi ibu mengikuti kelas ibu hamil, mendampingi saat konsultasi dengan konselor menyusui dan ikut belajar apa yang sebaiknya dilakukan sehingga dia bisa mengingatkan bunda apabila ada hal yang kita lupa atau tidak perhatikan.

Suami juga bisa membantu kita menyiapkan diri untuk lebih nyaman saat akan menyusui, membantu membangunkan bayi saat akan disusui dan yang paling penting memberikan semangat atau dorongan saat kita kelelahan atau putus asa karena asi kita misalnya kurang.

BACA JUGA: Vitamin Dan Suplemen Untuk Ibu Menyusui. Perlukah? Amankah Konsumsinya Pada Ibu Menyusui?

Belajar beberapa posisi menyusui mungkin saja bisa membantu.

Kita mungkin tahunya menyusui itu hanya satu posisi dengan bayi dipegang menghadap ibu. Ketahuilah, menyusui bisa dilakukan dengan berbagai posisi. Cobalah posisi yang Bunda rasakan paling nyaman dan mungkin memberikan hasil yang lebih baik.

Fokus dan komitmen untuk menyusui bayi.

Fokus dan komitmen penting untuk memberikan kita semangat dan target demi keberhasilan menyusui sampai waktu yang kita inginkan.

Niatkan sejak awal untuk komitmen dan akan menyusui bayi sampai usianya 6 bulan misalnya. Kalau Bunda harus bekerja, niatkan untuk memberikan bayi ASInya meskipun dengan ASI perah (ASIP).

Dengan komitmen kita akan dibantu untuk secara sadar berusaha mewujudkan itu dan berusaha mencari solusi setiap permasalahan dalam memberikan ASI kepada bayi.

Tidak putus asa, bersikap positif.

Dalam menyusui bisa saja di tengah jalan, baru 2 minggu memberikan ASI misalnya, kita menghadapi masalah. Masalah bisa sepeti puting lecet, bendungan payudara dan masalah lainnya yang bisa membuyarkan niat kita untuk memberikan ASI eksklusif.

Yakinlah bahwa masalah tersebut bisa diatasi dan tersedia informasi apa yang bisa kita lakukan untuk mencegah itu terjadi. Dokter juga akan sangat senang untuk membantu Bunda mengatasi permasalahan yang Bunda hadapi saat menyusui.

Bersikap positif adalah paling penting. Kita tidak diharapkan menjalani ini semuanya dengan lancar tanpa melakukan kesalahan atau mengalami masalah. Tidak ada salahnya dengan melakukan satu atau dua kesalahan, kita selalu bisa belajar dan memperbaiki kesalahan.

Semoga pengalaman menyusui buah hati bunda bisa menyenangkan.


Cek tulisan terbaru.
Lihat tips dan topik lainnya.

Bantu Moms dan Dads lainnya dengan share tulisan ini ke Facebook, Twitter dan WhatsApp.