Kurang Tidur Karena Ada Bayi Baru. Moms, Ini Cara Mengatasinya!

Kurang Tidur Karena Ada Bayi Baru. Moms, Ini Cara Mengatasinya!

Setelah bayi lahir, menikmati menjadi ibu kini dimulai, menyusui, menggendong, mengganti popoknya dan membersihkannya. Tapi di balik itu tidak sedikit Mom yang akan mengalami kelelahan berlebih, stres, merasa tertekan, yang terutama disebabkan oleh kurangnya tidur.

Moms yang menyusui jam 2 atau jam 3 tengah malam tidaklah sendiri, banyak ibu lain di tempat lain yang juga mengalami ini. Berita baiknya adalah, keadaan ini tidak akan kita alami terus-menerus. Seiring dengan bertambahnya umur bayi, bayi akan memiliki waktu/siklus tidur yang lebih teratur.

Meskipun demikian, kita tidak memiliki pilihan lain, atau pasrah dengan keadaan.

Ada beberapa tips dan trik cara mengatasi kurang tidur setelah melahirkan, antara lain:

1. Biarkan Moms yang menjaga bayi, pekerjaan lainnya serahkan ke yang lain.

Berusahalah melakukan apapun yang bisa Moms lakukan untuk merawat bayi karena ini hanya akan berlangsung selama beberapa minggu setelah bayi lahir. Kita bisa mendapatkan bantuan untuk mengerjakan pekerjaan lainnya seperti mencuci, memasak atau membersihkan rumah dari anggota keluarga lainnya, saling mengerti dan berbagi tugas dengan suami atau kita bisa mempekerjakan orang lain/pembantu.

2. Tidur saat bayi tidur.

Mungkin terdengar klise karena tidak semudah mengucapkannya, belum sempat tertidur bayi mungkin akan minta disusui lagi, menangis karena popoknya basah, dan lain-lain. Belum lagi, waktu dia tidur, kesempatan ini biasanya kita manfaatkan untuk mandi, makan dan melakukan hal lain. Jadi kapan tidurnya?

Kita bisa mencari alasan untuk membenarkan bahwa kita tidak memiliki waktu tidur. Yang ingin kami sampaikan adalah, manfaatkan waktu istirahat yang ada, walau itu hanya sebentar. Mungkin kita hanya sempat menutup mata setengah atau 1 jam, tidur tidak nyenyak, tapi itu sungguhlah berarti jika dibandingkan dengan tidak tidur sama sekali. Cobalah untuk berbaring, itu akan sangat baik setidaknya untuk mengistirahatkan tubuh Moms.

3. Apabila Moms tidak bisa tidur, istirahatlah saat bayi tidur.

Ya, istirahat berbaring sambil menutup mata atau merebahkan tubuh di sofa akan lebih baik daripada tidak sama sekali. Selain itu, apabila kita berbaring dengan mata tertutup, setidaknya kita akan melalui tahap tidur yang pertama tanpa kita sadari. Saat tertidur melewati tahap tidur kedua, kita akan merasakan pemulihan tubuh yang signifikan.

4. Abaikan banyak daftar perkerjaan lainnya.

Ya, saat ini yang utama adalah diri Moms sendiri. Kita bisa mengabaikan pekerjaan lainnya yang bisa ditunda. Ingat saat kita sakit flu, kita akan merasa mandi tidak perlu lagi, menunda mencuci piring dan lain-lain.

Kalau hanya berdua dengan suami, Moms tidak perlu memasak, Moms bisa menitip makanan untuk dibungkus dari luar, membawa pakaian kotor ke laundry atau tidak perlu terlalu khawatir dengan rumah yang agak berantakan, toh itu bisa dikerjakan lain waktu. Sekali lagi, saat ini yang utama adalah Moms dan bayi. Nikmati masa ini dan jangan terlalu pusing dengan hal yang tak terlalu penting.

5. Sediakan makanan yang mudah disiapkan.

Makanan yang enak, mengenyangkan dan bergizi tidak harus makanan yang sulit dimasak/disiapkan. Moms bisa kreatif dengan apa yang tersedia. Sandwich, roti dengan keju dan potongan sayuran, biskuit, buah, atau snack bisa Moms coba. Atau minta suami membelikan ayam di KFC, McD atau Pizza Hut. Meskipun mungkin tidak terlalu sehat, setidaknya energi yang Moms dapatkan akan sangat baik untuk memulihkan tenaga Moms dan memberikan energi tambahan untuk melakukan aktivitas.

Manfaatkan lemari es, rice cooker dan microwave yang ada di rumah.

6. Mendapat sinar matahari dan udara segar setiap hari.

Sinar matahari dan udara segar, terutama pagi hari, sangat baik untuk menurunkan tingkat stres dan membantu menjaga irama sirkadian tubuh, irama biologis tubuh siang dan malam.

BACA JUGA: Ibu Dan Bayi Di Minggu Pertama, Hari Demi Hari

Ini adalah irama yang menjaga tubuh kita tetap sinkron sepanjang siang dan malam, menjaga sistem dasar tubuh manusia seperti tidur, makan, mencerna makanan, tingkat energi, dll.

Dengan irama sirkadian terjaga, kita akan lebih siap saat bayi mencapai usia selanjutnya dengan tidur yang lebih teratur. Saat malam, ciptakan suasana yang tenang dan hindari cahaya lampu meskipun kita tidak tidur, untuk menjaga irama sirkadian tetap kuat.

7. Hindari membandingkan dengan Moms yang lain atau menghakimi diri sendiri.

Tidak semua ibu dan bayi sama dengan ibu atau bayi yang lain. Kita kadang suka membandingkan dan hanya melihat hal yang baik dari orang lain. Padahal apa yang kita dengar belum tentu benar atau kita tidak mendapatkan cerita lengkapnya.

Bersikap baiklah pada diri sendiri hindari menyalahkan diri sendiri atau bayi kita.

8. Tidak perlu cepat-cepat ingin kembali ke kehidupan normal.

Di balik kehidupan ibu baru dengan ragam masalahnya, tekanan dan stres yang dialami, tahukah Moms bahwa tidak sedikit ibu yang sudah melahirkan, merawat dan membesarkan bayi, beberapa saat kemudian ingin hamil dan mengulangi kehidupan itu lagi. Hamil, melahirkan, merawat dan membesarkan bayi adalah pengalaman yang unik sekaligus menyenangkan.

Nikmati momen itu selagi kita menjalaninya sekarang, momen itu mungkin tidak akan terjadi lagi pada kita. Manfaatkan itu, nikmati setiap harinya. Tidak setiap ibu bisa hamil dan merasakan langsung bagaimana janin di dalam perut. Melihat senyum pertama bayi yang berharga, kelucuan dan kecerdasannya yang bahkan sudah ditunjukkannya di usia yang masih sangat muda.

Ini adalah tahap dimana kita akan lebih mengenal buah hati kita, menjadi lebih menyanyanginya. Tahap dimana Moms menjadi lebih dewasa dalam sikap dan emosional. Nikmati setiap momennya, ini akan Moms ingat sepanjang hidup.

9. Minta bantuan ahli.

Pada akhirnya, kalau masalah tidur setelah melahirkan bertambah parah, membuat Moms menjadi benar-benar lelah secara fisik dan mental, bahkan membuat kita sangat stres, marah tanpa alasan jelas, reaksi menjadi lambat, kebingungan, saatnya kita mencari bantuan ahli.


Cek tulisan terbaru.
Lihat tips dan topik lainnya.

Bantu Moms dan Dads lainnya dengan share tulisan ini ke Facebook, Twitter dan WhatsApp.