Efek Makanan Yang Dikonsumsi Ibu Menyusui Ke ASI Dan Bayi

Efek Makanan Yang Dikonsumsi Ibu Menyusui Ke ASI Dan Bayi

ASI dihasilkan oleh kelenjar payudara ibu dan memiliki komposisi yang secara khusus dirancang oleh pencipta agar sesuai dengan kebutuhan bayi. Dengan ASI, sampai usia 6 bulan, bayi tidak perlu minum air dan menambah jenis makanan lain karena kandungan gizinya sudah mencukupi.

Karena ASI diproduksi oleh tubuh ibu, tentu produksi dan komposisinya dipengaruhi oleh ibu dan apa yang ibu makan. Nah, apakah yang dimakan oleh ibu berarti itu juga yang diminum bayi? Apakah rasa makanan yang ibu makan mempengaruhi rasa asi dan bagaimana makanan yang ibu makan mempengaruhi produksi ASI dan komposisi nutrisinya?

Moms mungkin juga pernah berpikir, apakah makanan pedas yang dimakan juga akan dirasakan oleh bayi saat menyusui? Bagaimana dengan makanan dan minuman dingin yang dikonsumsi oleh ibu? Di tulisan ini semua itu akan kita bahas.

Kekhawatiran ibu adalah apabila makanan yang kita makan kalori dan gizinya tidak mencukupi sehingga asi berkurang dan bayi mendapatkan nutrisi yang kurang dari yang diperlukannya.

Ibu yang memberi susu formula ke bayinya tentu tidak perlu repot dengan masalah ini meski manfaat lain asi tidak ia dapatkan seperti antobodi tambahan untuk melawan penyakit.

Apakah diet ibu menyusui harus sempurna agar segala kebutuhan bayi bisa terpenuhi dengan ASI?

Beruntungnya tidak, batas aman toleransi apa yang kita makan mempengaruhi nilai gizi asi sangatlah lebar sehingga bila ibu kurang mengonsumsi makanan atau jenis nutrisinya ada yang kurang tidak akan berpengaruh besar terhadap kualitas asi.

Apa yang ibu makan pengaruhnya hanya kecil terhadap kualitas susu ibu. ASI kita sudah didesain khusus untuk memenuhi kebutuhan bayi dan melindungi kepentingan bayi di keadaan yang sulit sekalipun.

Diet yang tidak baik kemungkinan hanya akan berpengaruh ke ibu.

Jadi secara umum, moms tidak perlu khawatir dengan kualitas asinya kalau misalnya tidak bisa menjaga makannya dengan baik.

BACA JUGA: Vitamin-vitamin Esensial Yang Penting Untuk Ibu Menyusui dan Bayi Baru Lahir

Tapi, apakah ini berarti saat menyusui kita tidak perlu menjaga makan? Atau, makan makanan yang sehat dan bergizi tidak dianjurkan saat menyusui?

Tentu saja tidak begitu moms.. Dengan makan makanan yang baik dan bergizi itu artinya kita akan lebih sehat dan bisa menyediakan makanan yang lebih optimal buat buah hati kita. Menjamin kesehatan ibu dalam jangka panjang, menjamin pertumbuhan dan perkembangan bayi dengan optimal.

Apa yang perlu ibu lakukan untuk menjaga suplai ASI tetap banyak?

Seperti kami jelaskan di tulisan sebelumnya, banyak tidaknya asi ibu dipengaruhi oleh seberapa sering ibu memberi asi ke bayi dan seberapa sering payudara dikosongkan dengan cara memerah asi.

Semakin baik dan sering bayi menyusui, akan semakin banyak asi yang diproduksi.

Pendekatan apa yang harus dilakukan oleh ibu menyusui, berikut penjelasannya:

  • Secara umum, jumlah porsi makanan yang dimakan ibu menyusui tidak perlu dihitung kecuali kita memiliki masalah dengan berat badan.

Ibu sesuaikan saja dengan kebiasaan sehari-hari, mendengarkan apa keinginan dari tubuh kita, makan sesuai selera dan keinginan. Memotong jumlah kalori makanan dalam jumlah yang besar bisa menurunkan produksi asi, kurang makan satu atau beberapa kali mungkin tidak akan mengganggu produksi asi moms. Ingat, produksi asi terganggu hanya saat kita membatasi makan dalam jumlah yang besar.

  • Kebutuhan cairan sesuaikan dengan kebutuhan dan rasa haus kita, tidak perlu memaksa minum air dalam jumlah berlebihan kecuali kita benar-benar dehidrasi, misalnya demam atau sehabis dalam ruangan yang panas atau mendapat matahari yang terik, dll.

Memaksa diri minum air lebih banyak tidak akan menambah asi moms selain itu akan membuat kita tidak nyaman. Kebutuhan cairan bisa kita dapatkan juga dari sumber makanan lain seperti buah, jus, dll.

  • Prinsipnya, seperti kebanyakan orang lain, ibu menyusui dianjurkan makan saat lapar dan minum saat haus.

Apa pengaruh vitamin dan suplemen yang saya minum terhadap menyusui?

Sebagian sudah kami jelaskan di tulisan sebelumnya tentang vitamin dan suplemen untuk ibu menyusui:

  • Vitamin dan suplemen tambahan tidak dianjurkan kalau kita bisa menjamin makanan yang kita makan gizinya cukup dan seimbang.
  • Makanan yang kita makan yang mengandung lemak tidak berpengaruh terhadap kadar lemak dalam asi, hanya mempengaruhi jenis lemaknya apakah lemak baik atau buruk.

Mungkin ada moms yang bertanya,

Apakah ada makanan yang dilarang dikonsumsi saat menyusui?

  • Prinsipnya, tidak ada makanan yang dilarang dikonsumsi saat menyusui. Ibu boleh makan apa saja yang disukainya, kapan saja, dalam jumlah yang ia mau, selama itu bersih dan bukan zat berbahaya (seperti obat berbahaya buat ibu menyusui atau narkoba).

Ibu menyusui boleh makan sate kambing, durian, iga bakar, konro bakar, coto makassar, rendang, dll termasuk kopi. Hanya perlu diperhatikan, makanan tersebut apabila dikonsumsi berlebihan pada orang yang normal sekalipun akan berbahaya jika dikonsumsi terus-menerus. 

  • Kopi misalnya tidak akan berbahaya pada bayi yang menyusu, tapi dianjurkan untuk konsumsi tidak lebih dari 2 gelas per hari. Ditakutkan kafein akan masuk ke bayi bersama asi dan membuat bayi aktif terus, terjaga dan rewel. Selain itu, tidak akan membahayakan bayi.

Termasuk alkohol. Mungkin tidak akan berdampak ke bayi, tidak seperti saat hamil, tapi menghindari alkohol adalah tindakan yang bijak karena itu tetap buruk untuk kita, apalagi saat kita merawat buah hati. 

  • Ibu menyusui (termasuk ibu hamil) dianjurkan untuk menghindari konsumsi ikan yang mengandung merkuri tinggi, ikan ini seperti ikan sarden, ikan hiu, ikan tuna, ikan todak, tilefish, marlin, meckerel dan swordfish. Ibu harus berhati-hati saat konsumsi makanan seperti sushi. 
  • Jika di keluarga kita ada riwayat alergi, misalnya alergi terhadap protein tertentu, alergi terhadap makanan tertentu, ada baiknya kita cek di keluarga, dan hindari atau kurangi karena protein bisa masuk ke asi dan mempengaruhi bayi.

Namanya alergi, bisa saja tidak mempengaruhi kita tapi kita tidak bisa menjamin buah hati kita tidak akan mendapatkannya. 

  • Ini sama halnya saat kita misalnya mengonsumsi jenis makanan tertentu dimana bayi akan menunjukkan gejala tertentu setiap kali kita mengonsumsinya maka sebaiknya makanan tersebut kita hindari. Hal ini bisa berupa bayi menjadi alergi, kulitnya kemerahan, dll.

Bagaimana dengan makanan pedas atau minuman dingin yang dikonsumsi oleh ibu menyusui?

Tahukah moms kalau rasa dan aroma asi yang diminum bayi akan berubah-ubah sesuai dengan makanan yang kita makan.

Ya, dengan beragamnya jenis makanan yang kita makan, bayi juga akan mendapat cita rasa yang berbeda dalam asi. Ini baik untuk mengenalkan cita rasa makanan untuk buah hati sehingga saatnya dia mulai makan makanan padat dia akan lebih mudah beradaptasi.

Ibu menyusui makan pedas.

Aroma dan rasa asi akan dipengaruhi oleh makanan yang kita makan bukan berarti saat ibu makan pedas atau makan makanan yang bersantan bayi juga akan merasakan pedas atau merasakan rasa santan. Tidak. Makanan pedas hanya akan dirasakan pedas oleh ibu dan tidak sampai dirasakan bayi. Kumpulan makanan yang kita makan itulah yang membentuk aroma pada asi yang dirasakan bayi.

Makanan panas dan dingin.

Mungkin moms pernah mendengar, kalau ibu menyusui minum es maka bayinya beresiko terkena pilek. Ini tidaklah benar.

Pedes dan efeknya hanya akan dirasakan ibu bukan bayi. Begitupun makanan yang panas dan dingin. Jadi, kalau ibu ingin minum air es, makan makanan pedas, kita tidak perlu khawatir bayi akan merasakannya. Kalau sakit perut karena makan pedas, tentu hanya ibu yang akan merasakannya.


Cek tulisan terbaru.
Lihat tips dan topik lainnya.

Bantu Moms dan Dads lainnya dengan share tulisan ini ke Facebook dan WhatsApp.