Makanan Yang Dilarang Untuk Ibu Menyusui, Beberapa Hanya Mitos

Makanan Yang Dilarang Untuk Ibu Menyusui, Beberapa Hanya Mitos

Bagi ibu yang menyusui bayinya mungkin ada yang berpikir dan merasa khawatir makanan yang dia makan akan diteruskan ke bayinya melalui ASI. Ibu pun merasa perlu untuk makan makanan tertentu saja atau menghindari beberapa jenis makanan saat menyusui.

Di masyarakat kita banyak berkembang mitos yang mungkin sampai kepada kita melalui orang tua, teman atau keluarga bahwa makanan ini atau makanan itu tidak boleh dikonsumsi saat menyusui.

Faktanya adalah, saat menyusui kita tidak perlu menerapkan pola makan/diet tertentu dan tidak perlu membatasi makanan kita. Umumnya makanan yang kita makan setiap hari adalah aman untuk bayi.

Mitos yang berkembang di masyarakat kita adalah informasi yang salah yang tidak berdasarkan fakta sehingga tidak bisa kita jadikan sebagai patokan untuk menentukan boleh atau tidaknya suatu makanan dikonsumsi saat menyusui.

Makanan yang sebenarnya tidak dilarang untuk ibu menyusui.

Masyarakat kita ada yang percaya bahwa makanan yang ibu makan dapat masuk ke ASI dan akan ikut dimakan oleh bayi saat menyusui. Ini adalah informasi yang tidak benar karena dalam tubuh kita usus yang menyerap makanan tidak berhubungan langsung dengan payudara yang memproduksi ASI.

Ada juga yang percaya bahwa makanan tertentu dapat menimbulkan perut bayi menjadi kembung atau membuat bayi memproduksi gas berlebih, menyebabkan bayi kolik (sakit perut) seperti:

  • Kol/kubis
  • Bawang putih/garlic.
  • Bawang merah/onion.

Tapi sebenarnya makanan tersebut tidak dapat masuk atau diserap langsung menjadi ASI. Makanan tersebut hanya akan diserap dan dipecah di usus dengan bantuan bakteri yang memproduksi gas untuk diserap zat-zat mikronya yang bermanfaat dan sisanya dibuang lewat buang air besar.

Makanan tersebut boleh dikonsumsi oleh ibu menyusui dan tidak akan membuat gangguan pencernaan pada bayi yang menyusui dari ibunya. Hanya perlu diketahui, makanan tersebut bersifat gas bila dikonsumsi sehingga efeknya akan dirasakan oleh ibu, bukan bayi.

Ibu yang mengonsumsinya mungkin akan merasa penuh di perut, jadi sering buang angin/kentut (flatus) sehingga bila ibu merasa tidak nyaman bisa menghindari jenis makanan tersebut. Dihindari bukan karena gas atau makanannya akan sampai ke bayi.

Beberapa jenis makanan lain seperti makanan yang pedas. Yang akan merasakan pedas adalah ibu yang memakannya dan bayi tidak akan ikut merasakannya melalu ASI, termasuk makanan dingin atau panas.

Meskipun demikian, tidak bisa dipungkiri bahwa makanan yang dimakan oleh ibu juga akan mempengaruhi rasa dari ASI, meskipun rasanya tidak setajam dan seperti makanan aslinya.

Apakah makanan dengan rasa kuat atau berbumbu perlu dihindari saat menyusui?

Makanan yang berbumbu rempah dengan rasa yang kuat bisa mempengaruhi rasa ASI. Kita tahu bahwa rasa ASI akan berubah sesuai dengan makanan yang kita makan (tapi bukan berarti bayi akan merasakan pedas apabila kita makan pedas). Oleh karena itu apabila bayi tidak suka dengan ASInya setelah kita makan makanan tertentu, makanan tersebut bisa kita hindari.

BACA JUGA: Vitamin-vitamin Esensial Yang Penting Untuk Ibu Menyusui dan Bayi Baru Lahir

Ibu menyusui bisa bereksperimen untuk melihat respon bayi dengan jenis makanan berbeda-beda yang ibu konsumsi.

Kalau bayi Moms oke-oke saja dengan jenis makanan tersebut, tidak ada alasan bagi ibu untuk menghindarinya.

Lalu, makanan apa yang tidak boleh, sebaiknya dihindari ibu menyusui?

1. Alergi makanan tertentu.

Ini agak sulit bagi kita untuk menentukan apakah makanan tertentu yang ibu makan menyebabkan alergi pada bayi. Reaksi alergi pada bayi bisa berupa kulit kemerahan/rash.

Ada makanan tertentu yang umum diketahui menyebabkan alergi seperti kacang atau susu (yang diminum ibu). Jika ibu merasa ada yang salah atau tidak biasanya terjadi pada bayi setelah kita makan makanan tertentu, bicarakan dengan dokter anak ibu untuk menentukan tindakan selanjutnya.

Kita bisa menghindari makanan yang menyebabkan alergi tersebut jika memang terbukti makanan tersebut menyebabkan alergi.

Tidak alasan untuk menghindari makanan tertentu apabila kita merasa tidak memiliki riwayat alergi atau pernah mengalami keadaan seperti asma karena itu hanya akan membuat kita kekurangan nutrisi dan kalori yang sangat kita butuhkan saat menyusui (termasuk untuk memenuhi kebutuhan bayi).

2. Alkohol dan kopi (kafein).

Minum minuman beralkohol dapat menempatkan bayi pada resiko yang tinggi untuk mengalami perlambatan pertumbuhan dan meningkatnya resiko terjadinya kekerasan pada bayi. Oleh karena itu minum minuman beralkohol saat menyusui bukanlah tindakan yang baik.

Konsumsi kopi atau minuman/makanan yang mengandung kafein masih bisa diperbolehkan dalam jumlah yang kecil. Ibu dan bayi aman selama konsumsi kopi tidak lebih dari 1-2 gelas per hari.

Konsumsi kopi atau makananan yang mengandung kafein tinggi seperti coklat dapat menyebabkan bayi menjadi sulit tidur dan kurang tidur.

BACA JUGA: Bolehkah Ibu Menyusui Minum Kopi? Benarkah Minum Kopi ASI Jadi Berkurang?

Ada baiknya menghindari kopi selama menyusui meskipun tetap diperbolehkan dikonsumsi dalam jumlah yang kecil.

3. Makanan mengandung merkuri.

Makanan laut (seafood) dan ikan adalah makanan yang kaya dengan protein. Meskipun demikian, konsumsinya jenis makanan ini, tidak boleh berlebih karena tingginya kadar merkuri pada makanan tersebut.

Merkuri dapat masuk ke ASI dan mempengaruhi sistem saraf bayi. Ibu menyusui tidak perlu menghindari ikan dalam dietnya tapi perlu menjaga konsumsinya jangan berlebih. Menghindari jenis ikan dengan kandungan merkuri paling tinggi adalah pilihan yang bijak.

Makanan yang mengandung merkuri tinggi seperti:

  • Ikan tilefish dari Teluk Meksiko
  • Hiu
  • Swordfish
  • Orange roughy
  • Bigeye tuna
  • Marlin dan
  • King mackerel

Makanan dengan kadar merkuri yang rendah:

  • Salmon
  • Ikan kod
  • Udang dan
  • Nila

BACA JUGA: Manfaat Luar Biasa Menyusui ASI Yang Mungkin Belum Moms Ketahui

Tidak ada diet khusus saat menyusui

Moms tidak perlu memotong atau membatasi diet selama menyusui. Umumnya semua makanan boleh kita konsumsi.

ASI adalah makanan terbaik yang bisa kita berikan kepada bayi dan meskipun makanan yang kita makan mungkin tidak sempurna dari segi nutrisinya, bayi akan tetap mendapatkan ASI yang berkualitas, lebih baik dari susu formula.

Selama kita menjaga diet yang seimbang, tidak berlebih atau kurang, kita dan bayi akan baik-baik saja.

Beberapa jenis makanan pun yang harus dihindari sebenarnya tidak banyak dan mungkin memang tidak sering kita konsumsi selama ini.


Cek tulisan terbaru.
Lihat tips dan topik lainnya.

Bantu Moms dan Dads lainnya dengan share tulisan ini ke Facebook dan WhatsApp.