Mengatasi Nyeri Vagina, Anus Dan Sekitarnya Setelah Melahirkan

Mengatasi Nyeri Vagina, Anus Dan Sekitarnya Setelah Melahirkan

Setelah melahirkan kita akan dihadapkan pada fakta bahwa nyeri saat melahirkan tidak akan serta merta hilang dengan lahirnya bayi. Nyeri pada perineum atau daerah vagina, anus dan sekitarnya adalah hal yang wajar dan ada beberapa hal yang bisa kita lakukan untuk mengatasinya.

Kita bisa membayangkan bayi yang beratnya lebih dari 2500 gram harus melewati jalan lahir yang lumayan sempit. Tentu saja ini meninggalkan ketidaknyamanan, nyeri dan kadang robekan pada jalan lahir (robekan vagina).

Setelah persalinan kita masih akan merasakan sisa nyeri dan iritasi pada daerah perineum, daerah tulang kemaluan dan selangkangan. Untungnya tubuh ibu elastis dan bisa memperbaiki kerusakanan tersebut dalam beberapa hari dan minggu.

Nyeri daerah perineum setelah melahirkan normal, persalinan normal yang diikuti dengan operasi caesar.

Lama penyembuhan perineum pasca melahirkan.

Lamanya waktu pemulihan dan lamanya sampai nyeri perineum yang dirasakan hilang tergantung masing-masing ibu dan prosedur yang dilakukan saat melahirkan.

– Melahirkan normal per vagina tanpa robekan jalan lahir.

Pasca persalinan daerah perineum (vagina, anus dan sekitarnya) akan mengalami pembengkakan dan itu menyebabkan nyeri dan rasa tidak nyaman. Penyembuhan bisa berlangsung sekitar 3 sampai 5 minggu (sekitar sebulan).

– Melahirkan normal dengan robekan jalan lahir atau luka episiotomi (pemotongan bagian vagina untuk melebarkan jalan lahir).

Luka robek dan bekas jahitan pasca episiotomi biasanya sembuh dalam 7 sampai 10 hari. Kita bisa merasakan nyeri dan sensitif pada daerah tersebut sampai 6 minggu atau lebih.

Tidak perlu terburu-buru, tunda dulu melakukan hubungan seksual kalau ibu belum merasa nyaman. Jaga kebersihan area Miss V agar penyembuhan luka lebih cepat.

Tubuh akan melakukan tugasnya untuk pulih, hari demi hari nyeri dan ketidaknyaman yang dirasakan akan semakin berkurang.

– Persalinan normal yang diikuti dengan operasi caesar (VBAC, operasi caesar darurat).

Ada kalanya persalinan normal tidak berlanjut dan dokter memutuskan untuk melakukan operasi demi kepentingan ibu atau bayi.

Setelah mengejan beberapa lama, jika persalinan atau bayi tidak maju-maju kita mungkin akan didorong ke kamar operasi dan dilakukan operasi caesar.

Sisa dari dorongan kita sebelum operasi caesar bisa menekan daerah sekitar perineum (kepala bayi menekan, crowning) dan ini menimbulkan nyeri pasca melahirkan.

Mengatasi nyeri perineum pasca melahirkan.

Ada beberapa cara yang bisa kita lakukan untuk mengatasi nyeri pada vagina, anus dan daerah sekitarnya pasca melahirkan, antara lain:

1. Menjaga daerah perineum tetap bersih.

Percikkan atau semprotkan air hangat selama dan setelah buang air kecil untuk menjaga agar urin (air kencing) tidak mengiritasi kulit dan daerah perineum.

2. Kompres dingin.

Kompres dingin cukup membantu untuk mengurangi nyeri dan pembengkakan. Kita bisa mengompres daerah perineum setiap beberapa jam dalam 24 jam pertama pasca melahirkan.

Bisa menggunakan handscoen (sarung tangan bedah) yang sudah diisi dengan es batu yang sudah dihancurkan untuk mengompres. Kalau kita kreatif, bisa juga menggunakan pembalut atau popok bayi bersih yang sudah diberi air dan disimpan di lemari es, ketika cukup dingin diberikan ke daerah yang sakit.

3. Rendam di dalam air hangat atau kompres hangat.

Isi baskom atau wadah dengan air hangat lalu rendam bokong selama 20 menit beberapa kali dalam sehari. Kita juga bisa mengompres dengan air hangat daerah perineum kalau tidak mau repot.

Ini baik untuk mengurangi ketidaknyamanan Moms yang dirasakan pada daerah perineum.

4. Menggunakan anestesi topikal.

Kalau benar-benar nyeri, kita bisa memberikan obat anestesi topikal pada daerah yang sakit. Anestesi topikal ini ada yang disemprot, dalam bentuk krim/salep dan pad/plester. Minta ke dokter Moms apabila tersedia.

Kita juga bisa minum obat penghilang nyeri seperti asetaminofen yang aman dikonsumsi untuk ibu menyusui (jika Moms menyusui).

5. Kurangi tekanan.

Kita bisa baring atau tidur dengan posisi menyamping untuk menghindari tekanan pada daerah yang sakit. Hindari duduk atau berdiri dalam waktu yang lama. Kita juga bisa duduk di atas bantal khusus (yang bolong tengahnya) atau bantal berisi udara yang biasa digunakan oleh penderita hemoroid.

6. Menggunakan pakaian longgar.

Untuk sementara hindari dulu memakai pakaian yang ketat, terutama pakaian dalam karena itu dapat mengiritasi dan melukai daerah yang sakit selain memperlambat proses penyembuhan.

Pilih pakaian yang longgar seperti rok dan tunda dulu memakai celana legging favorit Moms.

7. Minum cukup air dan makan banyak serat.

Ini setidaknya akan mencegah kita mengalami konstipasi atau sulit buang air besar yang dapat mengganggu pemulihan pasca persalinan dan mencegah nyeri akibat buang air besar yang sulit.

Penuhi kebutuhan cairan, makan makanan yang banyak mengandung serat seperti sayur dan buah.

Penggunaan obat penghilang nyeri.

Konsumsi obat penghilang nyeri (analgesia/painkiller) untuk mengatasi nyeri perineum pasca melahirkan boleh asal sesuai dengan petunjuk dokter. Biasanya, pasca melahirkan dokter akan meresepkan obat pengurang nyeri. Obat seperti parasetamol aman dikonsumsi oleh ibu termasuk apabila ibu menyusui.

Penggunaan anti nyeri lain sebaiknya konsultasi dengan dokter karena ada obat yang mempengaruhi ASI dan tidak aman untuk ibu menyusui.

Bisakah nyeri perineum dicegah atau dikurangi?

Moms yang saat ini menantikan lahirnya buah hati bisa mencegah atau mengurangi timbulnya nyeri perineum setelah melahirkan dengan melakukan pijat perineum.

Pijat perineum dapat mencegah ibu mendapatkan episiotomi, mengurangi luka robek dan keparahan luka robek jalan lahir akibat persalinan. Pijat bisa dilakukan oleh pasangan atau wanita lain, 1 sampai 2 kali dalam seminggu sejak memasuki kehamilan usia 35 minggu.

Dukungan perineum dengan kompres hangat saat melahirkan oleh pembantu persalinan, dokter maupun bidan juga bisa membantu.


Cek tulisan terbaru.
Lihat tips dan topik lainnya.

Bantu Moms dan Dads lainnya dengan share tulisan ini ke Facebook dan WhatsApp.