Menjadi Ayah Yang Asik Dan Menyenangkan, Disayang Istri Dan Bayi

Menjadi Ayah Yang Asik Dan Menyenangkan, Disayang Istri Dan Bayi

Menjadi Ayah itu spesial. Perasaanya tidak dapat digambarkan dengan kata-kata. Semua yang pernah menjadi Ayah pasti merasakan ini. Anda saat ini mungkin membayangkan bagaimana hubungan Anda dengan buah hati saat ia tumbuh besar, kelucuannya, bagaimana saat dia mulai berbicara, mulai jalan dan lain-lain.

Meski demikian tak sedikit Ayah yang merasa khawatir tidak bisa menjadi Ayah yang baik dan menyenangkan bagi buah hati dan istrinya. Tidak tahu harus melakukan apa agar menjadi Ayah seperti yang diharapkan.

Sayangnya menjadi ayah (parent/fatherhood) tidak ada manualnya. Tapi jangan khawatir, di sini kami akan uraikan hal-hal apa saja yang bisa dilakukan agar menjadi Ayah yang baik.

Sebenarnya tidak perlu tindakan yang luar biasa untuk bisa menjadi Ayah yang luar biasa. Melakukan hal sederhana seperti yang diuraikan di bawah ini sudah cukup. Apa saja itu, yuk simak:

Untuk Bayi:

1. Selalu ada untuk buah hati.

Ya, peran ibu penting untuk perawatan dan pengasuhan bayi tapi peran Ayah juga penting. Terbukti bahwa anak yang melibatkan Ayah dalam pengasuhannya akan memiliki perkembangan dan kecerdasan yang lebih baik.

Menjadi Ayah berarti kita harus selalu ada (available) dan meluangkan waktu untuk buah hati. Figur Ayah bukan hanya sebagai pendamping tapi ikut serta dalam stimulasi bayi dan aktif berada di sekitarnya setiap hari.

Putuskan sejak awal untuk selalu “meluangkan waktu” untuk si kecil bukan “menunggu baru ada waktu”. Letakkan kepentingan mengasuh anak sebagai hal yang penting dan lakukan itu sebagai bagian dari aktivitas kita.

Masa kecil bayi tidak berlangsung selamanya dan kita tidak ingin melewatkan itu. Ada berapa banyak Ayah yang menyesali dirinya tidak bisa mendapingi buah hatinya saat tumbuh kembangnya.

Selesaikan pekerjaan kantor tepat waktu dan pulanglah tepat waktu agar bisa bersama buah hati di rumah. Ijinlah ke kantor saat buah hati sakit dan temani ibunya ke dokter.

Ada banyak aktivitas yang bisa Ayah dan buah hati habiskan bersama misalnya membacakannya buku, menggendongnya saat ibunya istirahat sebentar, ikut mengganti popoknya, memberi susunya jika ia minum susu formula atau sekedar bermain ciluk ba. Itu semua akan sangat berarti bagi bayi.

2. Menjadi ayah yang menyenangkan.

Ayah yang baik adalah Ayah yang menyenangkan (fun) dan playful. Membesarkan buah hati bisa sangat merepotkan. Jangan jadikan itu sebagai masalah atau alasan yang membuat kita terlalu serius. Nikmati setiap momentnya, toh itu tidak akan berlangsung lama.

Momen-moment itu akan menjadi kenangan indah yang akan selalu kita ingat di kemudian hari.

BACA JUGA: Menjadi Calon Ayah Yang Suportif Untuk Ibu Hamil

3. Menjadi panutan.

Bantu buah hati menjadi anak yang baik dengan menunjukkan sesuatu yang baik kepadanya. Jadilah contoh atau panutan. Perlakukan dia seperti bagaimana kita ingin diperlakukan.

4. Menunjukkan kasih sayang.

Tunjukkan baik dengan ucapan maupun gesture (perbuatan) bahwa kita mencintainya. Jangan malu untuk menunjukkan perasaan itu. Katakan Ayah sayang kamu, cium dia, peluk dia, gendong dia.

Kasih sayang dari orang tuanya akan merangsang perkembangan emosional dan psikologis bayi sehingga saat dia besar dia akan memiliki hubungan yang baik dengan orang tua dan lingkungannya.

5. Siap berubah.

Jika selama ini kita melihat di sekitar kita, bahkan di dalam keluarga kita sendiri, pengasuhan bayi itu kurang melibatkan Ayah, maka kini saatnya berubah. Nilai-nilai orang lain atau nilai yang diajarkan oleh orang tua dalam mendidik dan membesarkan kita tidak harus sama dengan nilai yang kita pegang.

Setiap orang tua berbeda dan begitupun anak tidak ada yang sama. Masing-masing memiliki perkembangan dan pertumbuhan yang unik. Menjadi Ayah yang baik tidak berarti melakukan 100 persen semuanya dengan benar tapi seberapa besar usaha kita untuk menjadi lebih baik setiap saat.

Kalau selama ini kita tidak tahu sama sekali tentang bayi kita bisa belajar dari buku atau dari internet tentang banyak hal yang berkaitan dengan perawatan bayi. Misalnya belajar mengganti popok, belajar menenangkan bayi yang rewel, mencari tahu tentang growth spurt, cara stimulasi perkembangan dan kecerdasan bayi dan lain-lain.

Awalnya kita mungkin akan kaku saat menggendong bayi tapi seiring waktu kita akan makin terbiasa.

6. Siap mengekplorasi bersama-sama.

Setelah lahir, bayi berada dalam lingkungan yang baru dimana sebelumnya berada di dalam rahim. Bagi Ayah juga demikian, menjadi Ayah adalah dunia (pengalaman baru).

Menjadi “Ayah yang terlibat” akan membuat Ayah menjadi pribadi berbeda yang lebih baik dari sebelumnya dan keterlibatan Ayah berarti perkembangan bayi yang lebih baik.

7. Konsisten.

Menjadi orang tua adalah komitmen dan itu kita tunjukkan secara konsisten dengan apa yang kita ucapkan, lakukan dan janjikan. Ini akan memberi rasa aman dan percaya pada buah hati, menganjarkannya tentang kepercayaan dan menjadikannya orang yang dapat dipercaya dan diandalkan di kemudian hari.

8. Jangan terlalu keras kepada diri sendiri.

Melakukan kesalahan dalam peran kita sebagai Ayah adalah hal yang biasa. Melewatkan kunjungan pertamanya ke dokter karena mendadak ada rapat di kantor, frustasi dan membentak buah hati saat menangis terus dan lain-lain kadang membuat kita merasa bersalah dan menyesal.

Memaafkan diri sendiri dan berjanji untuk menjadi lebih baik di kemudian hari adalah hal yang lebih baik. Ini memberi awal yang baru buat kita, move on tanpa dihantui perasaan menyesal dan bersalah.

BACA JUGA: Menjadi Suami Yang Baik Bagi Ibu Hamil, Hal-hal Yang Perlu Dihindari

Untuk Ibu:

9. Menjadi pasangan bagi ibu.

Sejak awal, bangun peran sebagai pasangan/partner. Tidak ada istilah ini tugas Ayah, ini tugas Ibu. Semuanya adalah orang tua yang memiliki tanggung jawab membesarkan bayi. Meskipun pada akhirnya ibulah yang akan memegang peran lebih banyak tapi itu bukan berarti Ayah di belakang dan tidak mengambil peran.

Dibandingkan mengatakan ini tugas ibu tanyakan ke diri sendiri apa yang bisa saya lakukan, apa yang bisa Ayah bantu. Yakinlah dengan melakukan ini, kita akan menjadi ayah dan pasangan yang luar biasa.

Tidak mungkin juga kan, karena kita mengambil peran sebagai pasangan yang sama-sama memiliki tanggung jawab, istri kemudian bermalas-malasan atau tidak melakukan apa-apa. Istri akan tahu tanggung jawabnya tanpa perlu kita beritahu tapi kita harus sadar, itu tanggung jawab kita juga.

10. Keluar berdua.

Merawat bayi bisa sangat merepotkan dan membuat frustasi. Pemandangan atau lingkungan yang baru bisa mengurangi tekanan atau stres yang dirasakan. Sambil menitipkan buah hati ke mertua atau babysitter ajaklah pasangan ke mall, nonton film terbaru atau sekedar makan malam di restoran favorit.

Kesenangan yang ‘sedikit’ tapi akan sangat berarti baginya.

11. Tunjukkan perhatian.

WhatsApp atau telpon istri untuk menanyakan kabar si kecil saat masih di kantor, beri tahu istri kalau akan pulang terlambat adalah hal-hal yang akan sangat berarti buat pasangan.

Nah, tidak terlalu sulit kan untuk menjadi Ayah yang baik? Mudah-mudahan tulisan ini bermanfaat untuk Ayah baru.


Cek tulisan terbaru.
Lihat tips dan topik lainnya.

Bantu Moms dan Dads lainnya dengan share tulisan ini ke Facebook dan WhatsApp.