Menjelang Melahirkan, Mengisi Waktu Cuti Hamil. Moms, Lakukan Ini!

Menjelang Melahirkan, Mengisi Waktu Cuti Hamil. Moms, Lakukan Ini!

Cuti hamil atau biasa kita dengar dengan istilah maternal leave biasanya diberikan oleh tempat kita bekerja beberapa minggu atau sebulan sebelum waktunya perkiraan melahirkan menurut perkiraan dokter (HPL/hari perkiraan lahir).

Ini adalah saat berharga yang perlu kita manfaatkan sebaik-baiknya untuk memaksimalkan persiapan kita menyambut lahirnya buah hati. Meskipun di rumah kita memiliki asisten rumah tangga (ART) tidak berarti tidak ada hal yang bisa kita lakukan.

Ada beberapa hal yang bisa ibu lakukan untuk memanfaatkan waktu cuti hamil ini.

Mengisi waktu luang saat cuti hamil bisa sangat membosankan bagi ibu yang terbiasa sibuk dengan pekerjaan kantor.

Tapi Moms, tidak perlu khawatir, ada banyak hal menyenangkan yang bisa kita lakukan menjelang waktu melahirkan. Apa saja itu, yuk simak:

Memanfaatkan waktu cuti hamil menjelang lahirnya buah hati.

1. Menjalin pertemanan dengan ibu hamil yang lain.

Ya, waktu yang lebih luang memungkinkan ibu untuk menjalin atau membina pertemanan dengan ibu hamil yang lain. Kita bisa menjalin pertemanan dengan ibu lainnya yang berasal dari tetangga kompleks, ibu-ibu satu komunitas yang juga sedang hamil, forum online ibu hamil atau ibu lainnya yang bersama kita mengambil kelas prenatal.

Bertukar pengalaman, meminta saran atau sekedar berbagi cerita lucu akan membuat kita semakin siap menghadapi persalinan.

2. Mencari nama bayi yang tepat untuk untuk buah hati kita.

Ya, ini bisa jadi pengalaman yang menyenangkan, bersama pasangan mencari nama untuk si kecil. Ide nama untuk si kecil bisa kita dapatkan secara online dari website penyedia nama bayi, mendapatkan ide nama dari keluarga, kakek atau neneknya, tokoh panutan atau idola, dll.

Mencari nama yang cocok mungkin akan sedikit menyulitkan karena nama bisa berarti harapan dari orang tua untuk anaknya, bisa berarti doa dan memiliki arti khusus.

Kita bisa membuat daftar nama untuk si kecil, dari beberapa nama tersebut, bersama suami pilih kira-kira yang paling pas.

3. Menyenangkan diri dengan menikmati spa (meternity spa).

Kehamilan terutama di trimester akhir, ibu bisa merasa sangat tidak nyaman. Mendapatkan spa berupa pijatan lembut dapat membantu ibu mengurangi keluhan dan rasa tidak nyaman selama hamil seperti nyeri punggung, nyeri pinggang, kaku pada leher, kram pada kaki, sakit jepala dan bengkak selama hamil (edema). Membantu ibu merasa lebih rileks dan lebih segar. Selain itu, spa juga akan membuat pikiran kita lebih kurang stres dan terbuka.

BACA JUGA: Cara Efektif Mengejan Atau Mendorong Bayi Keluar Saat Melahirkan

4. Packing tas yang akan dibawa ke rumah sakit.

Pastikan tas perlengkapan yang akan dibawa ke rumah sakit sudah siap. Ini untuk berjaga-jaga apabila persalinan ternyata lebih cepat dari waktu yang diperkirakan. HPL (perkiraan lahir dari dokter) hanya untuk memberikan kita gambaran kira-kira kapan ibu akan melahirkan dan bukan hari pasti ibu akan melahirkan.

Dengan mempersiapkan tas yang akan dibawa ke rumah sakit di minggu-minggu terakhir menjelang persalinan kita bisa lebih fokus ke hal-hal yang lain.

5. Mempersiapkan tempat tidur bayi dan perlengkapan bayi lainnya.

Ya, persiapkan tempat tidur bayi, kasurnya, selimut dan perlengkapan bayi lainnya, termasuk perlengkapan untuk memerah ASI, diaper, stroller, dll.

Perlengkapan bayi yang sudah siap tentu akan mengurangi tekanan baik menjelang persalinan maupun setelah bayi lahir karena kita tidak perlu lagi repot menyiapkan itu semua atau meminta orang lain untuk menyiapkannya.

Perhatikan untuk menyiapkan perlengkapan bayi yang dibutuhkan saja dan dalam jumlah yang tidak berlebih. Bayi itu pertumbuhannya sangat pesat. Uang yang dihemat bisa dimanfaatkan untuk membeli kebutuhan bayi lainnya di kemudian hari.

6. Mencuci pakaian bayi.

Mempersiapkan pakaian bayi dengan mencuci pakaiannya kemudian menyetrikanya dapat menjadi aktivitas yang menyenangkan karena kita bisa membayangkan bagaimana penampilan bayi nantinya dengan pakaian lucunya itu.

Dengan mencuci pakaian bayi debu atau kuman yang bisa menempel pada pakaian barunya bisa dihilangkan atau diminimalkan sehingga resiko buah hati terkena infeksi kuman atau mendapat alergi bisa dicegah.

7. Mengambil kelas prenatal.

Ibu bisa mengambil kelas ibu hamil seperti senam hamil, prenatal yoga, kelas hipnoterapi, dll. Ini baik, dapat membantu memperlancar persalinan, mengurangi nyeri saat melahirkan serta mempercepat pemulihan setelah melahirkan.

Berada di lingkungan dan dikelilingi oleh ibu-ibu lainnya yang memiliki nasib dan pengalaman yang sama baik bagi kita untuk berbagi pengalaman, diskusi dan sebagai tempat mencurahkan isi hati.

8. Mencari babysitter.

Untuk ibu yang berencana menggunakan jasa babysitter, masa cuti hamil bisa kita manfaatkan untuk mencari dan menyeleksi babysitter. Mencari babysitter sesuai yang kita inginkan mungkin akan membutuhkan waktu.

Dengan waktu yang terbatas, terburu-buru mencari babysitter, kita bisa saja ‘terpaksa’ menerima babysitter tanpa menyeleksinya dengan baik. Kita tentu saja tidak ingin buah hati ditangani oleh orang yang tidak kompeten.

9. Siapkan orang di rumah untuk menyambut buah hati.

Adanya si kecil sebagai anggota keluarga baru di rumah akan memerlukan penyesuaian. Jika di rumah memiliki ART, ajari bagaimana menjaga atau merawat bayi, bagi tugas sehingga dengan lahirnya bayi, keadaan rumah/keluarga tidak terlalu terdampak.

BACA JUGA: Sebelum Bayi Lahir, Ini Hal Penting Yang Perlu Disiapkan Dan Dilakukan

Tentukan siapa yang akan mengantar/menjemput si kakak (kalau memiliki anak yang lain), siapa yang akan belanja kebutuhan setiap hari, dll.

10. Persiapkan makanan di rumah (makanan dingin/siap olah).

Setelah bayi lahir, kita akan memiliki waktu yang terbatas. Selagi sempat, persiapkan makanan siap olah di rumah. Ini akan membantu kita tidak terlalu repot dengan harus membeli bahan makanan lagi dengan keluar rumah.

Kalau ibu tidak hobi masak atau tidak ingin repot dengan memasak lagi, lupakan poin ini. Jangan menyusahkan diri Moms! Kini semakin praktis karena kita bisa memesan makanan dari luar melalui gojek gofood, grabfood, telepon KFC/McD/Pizza Hut, delivery order, dll.

11. Manfaatkan waktu sebaik-baiknya untuk rileks dan bersenang-senang.

Ya, tidak ada salahnya kita memanfaatkan waktu ini untuk lebih banyak meluangkan waktu bersama keluarga, bersama menonton film atau acara favorit, menonton di bioskop, dll.

Atau bisa juga dengan memanggil teman dekat bermalam di rumah, makan makanan favorit bersama, menonton serial korea favorit bersama, dll. Kita juga bisa bermalam di hotel dan menghabiskan waktu bersama mereka, atau kita bisa makan dan minum bersama di restoran favorit.

12. Putuskan tentang rencana persalinan kita.

Tentukan bagaimana nantinya kita akan melahirkan, apakah operasi caesar atau (masih bisa) melahirkan normal, melahirkan normal dengan bius/anestesi (epidural). Bicarakan dengan dokter dan suami Moms.

Persiapkan diri secara mental apabila kita ternyata akhirnya melahirkan dengan operasi bukan melahirkan normal (pervagina) karena adanya penyulit saat persalinan, dll.

Persalinan normal ataukah operasi semuanya istimewa, yang penting, ibu dan bayinya sehat. Persalinan dengan caesar tidak mengurangi nilai kita sebagai ibu dan pengalaman melahirkan yang spesial.

Nah, itulah beberapa hal yang bisa kita lakukan untuk mengisi waktu cuti hamil, mudah-mudahan hal di atas bisa memberikan Moms ide apa yang sebaiknya dilakukan.  Apa yang menjadi aktivitas favorit Moms?


Cek tulisan terbaru.
Lihat tips dan topik lainnya.

Bantu Moms dan Dads lainnya dengan share tulisan ini ke Facebook, Twitter dan WhatsApp.