Pemberian ASI, Menyusui Bayi Yang Lahir Dengan Kelainan

Pemberian ASI, Menyusui Bayi Yang Lahir Dengan Kelainan

Memiliki bayi dengan kelainan, orang tua mungkin akan memiliki perasaan yang campur aduk. Antara bahagia menyambut hadirnya buah hati baru tapi merasa sedih, merasa bersalah atau bahkan tidak puas karena bayi yang lahir memiliki kekurangan.

Ayah dan Bunda, perlu diketahui bahwa bayi yang lahir dengan kelainan seperti bibir sumbing, down syndrome, kelainan jantung ataupun kelainan saraf seperti halnya bayi normal membutuhkan nutrisi penting yang ada di air susu ibu, bahkan akan lebih membutuhkannya daripada bayi yang dilahirkan normal.

Bayi lahir dengan kelainan (lahir cacat) biasanya bervariasi derajatnya dari yang ringan sampai yang berat, dari kelainan/cacat fisik sampai kelainan perkembangan. Pemberian ASI akan penting untuk bayi dengan keadaan ini, bahkan bisa menjadi pilihan yang cocok pada bayi dengan kelainan tertentu yang beresiko mengalami perlambatan perkembangan, masalah pernapsan dan beresiko mendapatkan infeksi.

Bayi yang lahir lemah misalnya memiliki kekuatan otot yang kurang (tonus otot kurang), dengan menyusui, bayi akan terlatih untuk memperkuat otot wajah dan rahangnya.

ASI adalah makanan yang sehat dan cocok untuk semua bayi baru lahir, termasuk bayi yang lahir dengan kelainan. Agar menyusui berhasil pada anak yang mengalami keadaan khusus ini, ibu akan memerlukan dukungan yang lebih sehingga suplai ASI tetap terjaga.

Tanpa mengabaikan manfaat ASI yang besar, mungkin ada Ayah dan Bunda yang bertanya:

Apakah boleh atau aman memberikan ASI ke bayi meskipun lahir dengan kelainan?

Ya. Seperti yang kami sebutkan di atas, ibu akan membutuhkan support atau bimbingan dari tenaga ahli atau tenaga kesehatan, tapi ya, menyusui umumnya aman untuk bayi baru lahir dengan kelainan.

Tergantung derajat kelainan/besar kecilnya kelainan ada bayi yang bisa diberikan ASI dengan menyusu (langsung disusui) tapi ada juga bayi yang mungkin harus diberikan ASI melalui botol atau dengan alat bantu menyusui suplemental (pemberian ASI perah melalui selang).

Bayi dengan keadaan ini akan diawasi dengan baik apakah pemberian makanannya cukup atau tidak. Berat badannya akan dimonitor apakah naik atau tidak.

Keutamaan ASI pada bayi dengan kelainan.

Nutrisi lengkap dan manfaat imunologi yang terkandung di ASI akan membantu menjaga bayi kita sesehat mungkin, membantunya memperoleh berat badan lebih mudah, bisa lebih kuat menghadapi tindakan bedah atau terapi lainnya yang dia dapatkan untuk membantu mengatasi mengurangi atau mengatasi kelainan (penyakit) yang didapatnya.

Dengan menyusui, juga akan membantu menciptakan ikatan khusus antara bunda dan bayinya, membuat ibu jadi lebih tenang karena efek dari hormon ASI.

Bayi dengan gangguan jantung atau masalah seperti fibrosis kistik akan sulit naik berat badannya. Dengan ASI yang mudah dicerna dan baik untuk kesehatan bayi, akan membantunya mengatasi masalah ini.

Bagi bayi dengan bibir sumbing, ASI akan sangat cocok karena ASI tidak mengiritasi saluran hidung, berbeda dengan susu formula. Seperti halnya ASI yang akan membantu melindungi bayi dari infeksi saluran pernapasan dan gangguan pencernaan yang biasa terjadi pada bayi dengan Down Syndrome.

Begitu besarnya manfaat ASI terutama untuk bayi dengan disabilitas, bunda dianjurkan untuk mencoba memberikan ASI kepada bayinya sesegera mungkin. Apabila tidak memungkinkan, bunda bisa mulai memompa/memerah ASI segera setelah melahirkan.

Efek/pengaruh kelainan bawaan pada bayi terhadap menyusui.

Ini adalah cacat lahir yang sering terjadi pada bayi yang berpengaruh terhadap kemampuan bayi untuk menyusui.

1. Penyakit jantung bawaan (PJB).

Bayi yang lahir dengan kelainan jantung berpotensi mengalami hipoksia atau kekurangan oksigen dan komplikasi lainnya yang mungkin menyebabkan ia tidak bisa langsung disusui. Setelah kondisinya stabil, menyusui bisa dilakukan (lagi).

2. Down Syndrome.

Bayi yang lahir dengan sindrom down bisa memiliki kekuatan/tonus otot yang lemah. Mirip seperti bayi yang lahir prematur, bayi dengan sindrom down memiliki kemampuan untuk mengontrol struktur orofaringeal (bagian di tenggorokan yang mengontrol proses menelan dan bernapas) yang lemah sehingga bayi tidak kuat untuk mengisap atau sulit untuk menelan.

3. Bibir sumbing.

Bayi dengan celah bibir (cleft lip, cleft palatum=celah langit-langit mulut atau istilah medisnya palatoschisis) ketika menyusui, karena adanya celah, rongga mulut sulit dipisahkan dengan rongga hidung, menyebabkan bayi sulit untuk mengisap, proses yang diperlukan saat menyusui.

Karena sulit menyusu, bayi menjadi gampang lelah, proses menyusuinya menjadi lebih lama, nutrisi (ASI) yang masuk ke bayi juga menjadi berkurang yang menyebabkan pertumbuhannya terganggu.

Cara pemberian ASI perah pada bayi dengan kelainan.

Bunda sebaiknya memerah ASI sesering mungkin seperti jika menyusui, setiap 2 atau 3 jam. ASI perah ini (ASIP) bisa diberikan ke bayi melalui selang NGT (tabung naso-gastrik, selang hidung) atau melalui sendok jika memungkinkan.

Sebaiknya hindari memberikan ASIP dengan botol atau dot karena di kemudian hari bisa mengakibatkan bayi sulit menyusui lagi dengan normal. Bayi jadi bingung karena menyusui dan menghisap lewat botol berbeda mekanismenya.

Pemberian ASIP ke bayi melalui selang NGT (naso-gastrik tube, selang hidung)
Pemberian ASIP ke bayi melalui selang NGT (naso-gastrik tube, selang hidung)

Saat ini sudah tersedia alat bantu menyusui (nursing supplementer) yang bisa membantu bunda menyimpan ASI perah di botol atau tas kecil yang terhubung dengan selang kecil untuk mengalirkan ASI ke bayi. Selang ini bisa diplester ke payudara bunda dekat dengan puting agar bayi memperoleh ASI ekstra untuk membantunya mulai belajar menyusui.

Ujung selang juga bisa ditempelkan di jari bunda dan bayi bisa mengisap melalui jari bunda. Ujung jari bunda lebih mirip lho dengan puting dibandingkan dengan dot bayi.

Mungkin masih banyak perawat atau bidan yang kurang familiar dengan cara ini. Jelaskan kepada mereka betapa pentingnya melakukan ini agar bayi bunda tetap mendapatkan nutrisi paling yang diperlukannya, yaitu ASI.

Apabila memungkinkan, berikanlah ASI ke bayi bunda. Telah terbukti dari berbagai penelitian bahwa menyusui jauh lebih menyenangkan dan stress-less untuk bayi dibandingkan dengan pemberian ASI/sufor melalui botol.

Kesabaran sangat penting.

Menyusui membutuhkan kesabaran. Mungkin akan membutuhkan beberapa minggu agar bayi bunda bisa mulai menyusu dengan baik. Bayi dengan kelainan saraf dengan tonus otot yang berlebih atau kurang akan membutuhkan bantuan lebih saat belajar menyusui.

Kontak kulit ke kulit (skin to skin contact) saat menyusui akan membantu merangsang bayi mengembangkan potensi bayi ke tahap yang lebih tinggi.

Berkonsultasilah dengan dokter untuk mendapatkan informasi dan penanganan yang paling diperlukan sesuai dengan gangguan yang bayi bunda alami. Terapi khusus pada gangguan tertentu mungkin diperlukan oleh bayi bunda.

Yang jelas, apapun metode yang bunda gunakan agar ASI sampai ke bayi bunda itu akan sangat bernilai bagi bayi. Paling tidak inilah yang bunda bisa berikan yang oleh orang lain bahkan dokter tidak bisa berikan.


Cek tulisan terbaru.
Lihat tips dan topik lainnya.

Bantu Moms dan Dads lainnya dengan share tulisan ini ke Facebook, Twitter dan WhatsApp.