Merawat Bayi Prematur. Persiapannya Apa, Kapan Boleh Pulang?

Merawat Bayi Prematur. Persiapannya Apa, Kapan Boleh Pulang?

Kondisi bayi semakin hari semakin baik, kini alat-alat yang menunjang hidupnya satu persatu sudah dilepas. Tanda-tanda bayi semakin baik dan siap untuk dibawa pulang dan dirawat di rumah kini semakin jelas.

Merawat bayi prematur di rumah tidaklah mudah, perlu perhatian lebih dari Ayah dan Bunda untuk menjaga dan memonitornya. Agar berhasil, agar kondisi kesehatannya secara umum membaik, berat badannya naik, kemampuan menyusu dan minum ASInya meningkat kita perlu menjalankan beberapa hal.

Ayah dan Bunda perlu mempersiapkan diri karena merawat bayi lahir prematur untuk pertama kali di rumah bisa sangat merepotkan. Ayah dan Bunda perlu lebih mengenal bayinya dan mengetahui hal-hal secara medis yang perlu dilakukan sebelum bayi dirawat di rumah.

Saat di rumah, usahakan agar suasananya nyaman dan tenang. Merawat bayi yang lahir kurang bulan perlu berhati-hati karena sistem imunnya masih berkembang sehingga gampang terkena infeksi.

Perawatan praktis bayi yang lahir prematur.

Kapan bayi prematur boleh pulang?

Membawa pulang bayi yang lahir prematur Ayah dan Bunda mungkin memiliki perasaan yang campur baur antara senang si buah hati yang sudah dirawat berhari-hari atau bahkan mungkin berminggu-minggu sudah diperbolehkan pulang.

Di lain pihak tetap merasa tidak tenang dan khawatir akan kondisi dan kemungkinan hal yang akan dialami si kecil.

Yang jelas, Ayah dan Bunda harus ingat bahwa dokter tidak akan mengijinkan Bunda merawat bayi Anda di rumah kecuali bayi sudah benar-benar siap untuk dibawa pulang.

Dengan persiapan yang mantap dan keyakinan bahwa Anda bisa merawat si kecil di rumah dibantu support keluarga, Anda tidak perlu khawatir berlebihan.

Dokter Anda yang akan menentukan kapan bayi bisa dibawa pulang, namun beberapa point berikut bisa membantu Ayah dan Bunda memiliki gambaran sehingga lebih siap merawat buah hati di rumah.

Bayi prematur sudah boleh pulang jika:

1. Bayi sudah mampu menjaga suhu tubuhnya dan tidak bergantung dengan inkubator paling tidak selama 24-48 jam. Dengan demikian dia sudah aman untuk ditidurkan di boks bayinya.

2. Bayi sudah tidak bergantung lagi dengan selang makanan dan bisa mengisap tanpa kesulitan baik melalui botol susu atau menyusui langsung.

3. Berat badannya naik dengan baik.

4. Bisa menerima jumlah makanan (kalori) yang cukup.

5. Tidak ada apnea (keadaan berhenti napas sewaktu-waktu) yang menyebabkan kecepatan denyut jantung melambat dan bayi berubah warna (biru, karena kekurangan oksigen).

Poin yang terakhir (no. 5), pada keadaan tertentu bayi tetap bisa dibawa pulang dengan dibekali perlengkapan apnea monitor.

Biasanya kriteria di atas terpenuhi pada bayi lahir prematur 2-4 minggu sebelum waktu perkiraan lahir normalnya. Bayi dengan keadaan yang lebih kompleks, harus menjalani operasi, lahir dengan masalah kesehatan dan mendapatkan sokongan alat bantu napas dan oksigen biasanya akan dirawat lebih lama di rumah sakit.

Mempersiapkan diri merawat bayi lahir prematur di rumah.

Berikut ini beberapa hal yang perlu Ayah dan Bunda siapkan sebelum bayi prematur dirawat di rumah:

– Mengetahui cara merawat bayi secara umum sesuai anjuran dokter. Merawat bayi prematur umumnya sama dengan perawatan bayi lahir normal, hanya karena kondisinya yang khusus ada beberapa hal yang perlu mendapat perhatian dan penanganan yang ekstra terhadap bayi prematur.

– Belajar bagaimana cara menenangkan bayi, mengetahui cara membuatnya merasa nyaman dan tidak rewel.

– Mengetahui posisi tidur bayi yang paling aman.

– Mengetahui obat apa saja yang diberikan oleh dokter dan tahu cara memberikannya ke buah hati kita.

– Tanyakan dan minta saran ke dokter anak tentang hal khusus apa yang Ayah dan Bunda harus berikan ke bayi saat di rumah.

– Beberapa bayi prematur masih harus dipantau menggunakan monitor khusus seperti monitor henti napas (apnea). Tanyakan dan ketahui cara menggunakan dan memonitornya.

– Bayi mungkin masih membutuhkan support oksigen di rumah. Ketahui cara menggunakannya dengan tepat dari petugas medis.

– Siapkan segala perlengkapan dan peralatan bayi yang kira-kira dibutuhkan. Misalnya car seat, ketahui cara menggunakan dan menempatkan bayi di car seat.

– Tetap terhubung dengan dokter spesialis anak (Sp.A) yang merawatnya saat di rumah sakit. Apabila dokter yang akan merawatnya setelah keluar rumah sakit berbeda, hubungi dokter yang bersangkutan dan jelaskan keadaan si kecil dan tentukan kapan waktu untuk bisa mengontrol keadaan bayi.

– Ketahui tentang imunisasinya. Cari tahu apa yang sudah diberikan dan kapan jadwal pemberian vaksinasi selanjutnya.

– Ketahui pemeriksaan laboratorium atau pemeriksaan lainnya yang sudah didapatkan bayi dan ketahui hasilnya, apakah pemeriksaan ulangan dikemudian hari diperlukan.

– Ketahui tentang penanganan gawat darurat pada bayi seperti cara resusitasi. Kita tidak menginginkan hal buruk terjadi pada buah hati kita tapi mempersiapkan diri untuk menangani keadaan darurat bisa sangat membantu.

– Catat nomor kontak rumah sakit atau dokter apabila sewaktu-waktu diperlukan di keadaan darurat.

– Antisipasi tentang kemungkinan masalah kesehatan di kemudian hari yang didapatkan oleh buah hati kita.

– Minta salinan perjalanan medis bayi jika memungkinkan sehingga Ayah dan Bunda bisa menunjukkannya ke petugas medis saat bayi mengalami masalah kesehatan di kemudian hari atau saat Anda berada atau pindah ke kota lain. Ini sangat berguna karena dokter bisa mengetahui perjalanan medis bayi dan bisa memutuskan tindakan yang lebih baik lebih cepat.

Hal yang harus dilakukan saat merawat bayi prematur di rumah.

Ada beberapa hal yang bisa Moms dan Dads lakukan dalam perawatan buah hati yang lahir prematur antara lain:

1. Batasi kunjungan.

Ke luar rumah dilakukan hanya untuk hal penting seperti kontrol ke dokter anak. Itupun harus dibatasi untuk kunjungan yang benar-benar diperlukan karena tempat praktek dokter adalah tempat yang umum dengan anak-anak yang menderita penyakit/infeksi.

Buat janji untuk melakukan kunjungan ke dokter di awal-awal jam praktek sehingga tidak perlu terekspos dengan pasien lain.

2. Batasi tamu dan hindari tempat umum.

Dokter biasanya akan membatasi bayi mengunjungi tempat umum karena resiko infeksi yang besar. Batasi tamu yang berkunjung untuk melihat bayi kita. Orang dengan penyakit/infeksi jelas tidak boleh bertemu dengan bayi kita, tidak boleh ada yang merokok di dekat bayi dan setiap orang yang ingin menyentuh bayi harus mencuci tangan sebelumnya.

Kadang, untuk kebaikan si kecil, dia tidak boleh dikunjungi oleh siapapun sampai menunggu sistem imunnya lebih kuat.

3. Tidurkan bayi dalam posisi terlentang.

Sama seperti bayi pada umumnya, semua bayi sebaiknya ditidurkan dalam posisi terlentang atau menghadap ke atas bukan miring ke kiri atau ke kanan.

Hal ini untuk mengurangi resiko bayi terkena sindrom kematian mendadak (SIDS). Bayi lahir kurang bulan atau prematur biasanya tidur lebih sering dibandingkan bayi lahir normal tapi dengan periode yang singkat.

Dengan tidur yang baik, diharapkan kondisi kesehatannya akan cepat membaik.

4. Lakukan perawatan metode kanguru.

Ibu bisa mendapat banyak menfaat dari metode skin-to-skin contact ini. Biasanya di NICU dokter dan perawat sudah mulai menganjurkan agar ibu mempraktekkan teknik ini.

Ikatan Dokter Anak Indonesia sangat menganjurkan hal ini, telah terbukti efektif dalam merawat bayi dengan lahir prematur. Kondisi bayi jadi lebih cepat membaik, lebih stabil, tumbuh kembangnya lebih cepat, pemberian ASI meningkat dan hubungan emosional ibu dan bayi meningkat.

Di ruangan yang hangat, dengan bayi hanya menggunakan diapernya tempatkan bayi di dada Anda dan arahkan telinganya menghadap ke Anda sehingga dia bisa mendegarkan denyut jantung Anda.

5. Jangan melupakan diri sendiri.

Orang tua akan menghabiskan banyak waktu dan perhatian merawat bayi prematur terutama di masa-masa awal setelah bayi dirawat di rumah. Mungkin Anda memiliki perasaan stres, tertekan, marah atau bahkan depresi.

Yang penting adalah, itu semua tidak menjadikan kita menjalani hidup ini dengan sikap negatif yang justru akan semakin memperburuk keadaan.

Merawat bayi dengan lahir cukup bulan saja sudah cukup merepotkan apalagi dengan bayi prematur. Berikan waktu untuk Anda untuk sedikit rileks. Berikan kesempatan kepada keluarga dan teman untuk membantu. Dia bisa membantu mengawasi anak Anda yang lain, membantu membersihkan rumah, mengerjakan tugas rumah, dan lain-lain.

Jaga kesehatan sendiri dengan beristirahat cukup, makan cukup dan teratur dan bila sempat olahraga. Jika Anda membutuhkan bantuan jangan ragu untuk meminta baik kepada dokter, perawat, orang tua lainnya dan komunitas.

Nah, itulah beberapa hal penting yang bisa kita lakukan saat merawat bayi lahir prematur di rumah, semoga bermanfaat.


Cek tulisan terbaru.
Lihat tips dan topik lainnya.

Bantu Moms dan Dads lainnya dengan share tulisan ini ke Facebook, Twitter dan WhatsApp.