Mimisan Saat Hamil. Penyebabnya Apa, Mengatasinya Bagaimana?

Mimisan Saat Hamil, Haruskah Ibu Khawatir?

Seorang ibu menghubungi kami lewat media sosial menyampaikan kekhawatirannya karena ia sedang hamil trimester pertama dan mengalami keluar darah yang kental dari hidungnya (nosebleed). Mimisan pada orang yang tidak hamil sekali pun kadang membuat kita panik. Bagaimana kalau ibu hamil mengalaminya?

Mimisan saat hamil seharusnya tidak membuat kita khawatir berlebihan. Mimisan terjadi pada kurang lebih 20 persen ibu hamil dan dalam kadar yang ringan sehingga tidak akan berpengaruh pada kehamilan dan janin Moms.

Seperti kita tahu, pada saat hamil terjadi banyak perubahan pada tubuh ibu termasuk perubahan hormon. Mimisan biasanya terjadi pada kehamilan trimester kedua tapi tidak menutup kemungkinan terjadi pada kehamilan muda atau kehamilan trimester ketiga.

Bahayakah mimisan saat hamil? Bagaimana mengatasi dan mencegahnya?

Adanya perubahan hormonal saat hamil akan merubah beberapa hal dalam tubuh ibu. Ini berguna untuk mendukung kandungan dan tumbuh dan berkembangnya janin. Tetapi, keadaan ini juga menempatkan ibu menjadi lebih rentan mengalami mimisan.

Ada beberapa hal yang bisa Moms lakukan untuk mencegah mimisan saat hamil. Saat mengalaminya, Moms sebaiknya tenang dan melakukan beberapa hal yang akan kami uraikan di tulisan ini.

Penyebab mudahnya terjadi mimisan saat hamil.

Saat hamil pembuluh darah di dalam tubuh akan mengalami pelebaran, termasuk pembuluh darah di hidung. Selain pelebaran pembuluh darah, aliran darah juga akan menjadi lebih deras untuk memenuhi kebutuhan nutrisi dan oksigen janin. Keadaan ini menyebabkan tekanan pada pembuluh darah meningkat dan pembuluh darah menjadi lebih mudah pecah dan menimbulkan perdarahan.

Epistaksis saat hamil.
Pembuluh darah hidung yang mudah pecah saat hamil.

Lapisan bagian dalam hidung kita memiliki banyak struktur pembuluh darah yang jika pembuluh darah ini pecah dan berdarah menyebabkan keadaan yang kita kenal sebagai mimisan atau istilah medisnya epistaksis.

Mimisan lebih mudah terjadi misalnya saat ibu hamil mengalami pilek, flu, sinusitis (infeksi sinus), alergi, cuaca dingin atau berangin, dalam ruangan ber-ac, dalam pesawat yang menyebabkan selaput di dalam hidung menjadi kering, bengkak dan mudah luka. Selain itu, keadaan medis tertentu seperti trauma atau cedera hidung, adanya gangguan fungsi pembekuan darah dan tekanan darah tinggi (hipertensi) juga bisa memicu terjadinya mimisan.

Terdapat kurang lebih 20 persen wanita hamil yang mengalami mimisan dibandingkan dengan wanita tidak hamil yang mengalami mimisan yang hanya 6 persen. Mimisan pada ibu hamil biasanya dalam intensitas yang ringan sehingga bumil tidak perlu cemas atau khawatir berlebihan.

Mimisan ini tergolong masih normal dan biasanya perdarahan akan berhenti sendiri karena adanya mekanisme pembekuan darah yang terjadi secara otomatis. Mimisan yang terjadi beberapa kali dalam masa kehamilan, oleh beberapa ahli/dokter masih bisa dianggap wajar dan tidak berbahaya.

Cara menghentikan mimisan saat hamil.

Jika ibu hamil mengalami mimisan ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mengatasinya:

  • Duduklah dengan kepala lebih tinggi dari dada (posisi jantung) dengan badan dimiringkan agak ke depan.
  • Dengan jari telunjuk dan ibu jari tekan hidung bagian bawah dengan cukup kuat.
  • Bernapaslah dengan mulut. Hidung dipencet selama 10 sampai 15 menit terus-menerus. Jangan lepas sebelum itu untuk memberi waktu fungsi pembekuan darah bekerja menutup perdarahan.
  • Dengan tangan lainnya berikan kompres dingin (es dibungkus dengan kain/handuk) pada bagian batang hidung sambil tangan lainnya tetap memencet hidung.
  • Setelah 10-15 menit menekan hidung dan kompres dingin perdarahan belum berhenti, ulangi lagi dari awal sampai perdarahan berhenti.
Menghentikan mimisan saat hamil.
Menghentikan mimisan dengan hidung dipencet, badan/kepala sedikit condong ke depan. Gambar dari fairview.org

Hindari berbaring atau sandar dengan kepala di belakang untuk mencegah masuknya darah ke saluran cerna yang dapat menyebabkan mual dan muntah atau bahkan dihirup saat bernapas.

Kapan harus menghubungi dokter saat mengalami mimisan saat hamil?

Jika mengalami hal di bawah ini segera ke rumah sakit dan periksa ke dokter:

  • Perdarahannya terus-menerus dan tidak berhenti setelah setengah jam (30 menit).
  • Perdarahannya deras.
  • Disertai sulit bernapas akibat dari perdarahannya.
  • Perdarahan dari hidung, meski ringan yang didahului oleh gejala sakit kepala.
  • Perdarahan dari hidung yang disertai dengan letih, lemas, pusing dan disorientasi.
  • Kulit pucat.
  • Dada nyeri.

Ibu hamil yang pernah mengalami mimisan sebelumnya mungkin khawatir mimisannya terjadi atau kambuh di kemudian hari. Adakah hal yang bisa Moms lakukan untuk mencegahnya?

Cara mencegah terjadinya mimisan saat hamil.

  • Minum air yang cukup saat hamil untuk menjaga sel-sel tubuh tetap sehat, menjaga lapisan tipis rongga hidung tetap terhidrasi dengan baik. Jumlah kebutuhan cairan ibu hamil yang direkomendasikan adalah sekitar 2,3 liter per hari.
  • Saat buang lendir atau ingus lakukan dengan hati-hati, jangan terlalu kuat.
  • Jaga mulut tetap terbuka saat bersin agar tekanan yang besar bisa terbagi dan tidak tertumpu pada hidung.
  • Jauhi asap rokok dan sumber iritan lainnya seperti debu dan asap.
  • Gunakan alat pelembab udara atau humidifier di dalam rumah.
  • Epistaksis akibat udara kering juga bisa dicegah dengan menggunakan lubrikan hidung. Ini tersedia di apotek, ada yang spray dan obat tetes.
  • Penggunaan obat semprot hidung atau dekongestan (obat pereda hidung tersumbat) harus sesuai dengan resep dokter karena penggunaannya yang melebihi dosis yang dianjurkan dapat menyebabkan iritasi dan kering pada hidung.

Cek tulisan terbaru.
Lihat tips dan topik lainnya.

Bantu Moms dan Dads lainnya dengan share tulisan ini ke Facebook, Twitter dan WhatsApp.