Nyeri Atau Kram Setelah Melahirkan, Apakah Ibu Harus Khawatir?

Nyeri Atau Kram Setelah Melahirkan, Apakah Ibu Harus Khawatir?

Setelah melahirkan ibu biasanya akan mengalami nyeri atau kram di perut yang kadangkala muncul. Nyeri/mulas pasca persalinan ini disebabkan oleh kontraksi rahim (uterus) untuk kembali ke ukuran normalnya seperti saat sebelum hamil.

Ibu yang mengalami ini mungkin khawatir apakah ini normal atau tidak, apakah berbahaya atau tidak. Mudah-mudahan dengan penjelasan di artikel ini kita mengetahui apakah nyeri tersebut normal dan tahu bagaimana mengatasinya.

Nyeri setelah melahirkan biasanya semakin parah seiring dengan bertambahnya jumlah kehamilan. Semakin sering ibu hamil dan melahirkan, nyerinya akan semakin hebat. Tapi nyeri ini tidak akan berbahaya bagi Moms karena sebenarnya ini adalah reaksi tubuh yang normal agar rahim berkontraksi mencegah perdarahan pasca melahirkan dan mempercepat proses pengecilan rahim (involusi uterus).

Penyebab nyeri pasca melahirkan.

Untuk mengetahui penyebab nyeri setelah melahirkan akan lebih baik kalau kita mengetahui proses yang terjadi pada tubuh kita setelah melahirkan.

Saat hamil, selain bayi, rahim juga akan semakin membesar seiring dengan bertambahnya usia kehamilan. Rahim (uterus) akan bertambah besar beberapa kali ukuran normalnya agar bisa menopang dan melindungi bayi.

Tubuh kita akan mengalami perubahan besar seperti bertambahnya peredaran darah ke rahim untuk menyediakan kebutuhan nutrisi janin serta perubahan letak organ dan jaringan tubuh untuk menyediakan ruang yang cukup bagi pertumbuhan bayi dan rahim.

Nah, setelah melahirkan tubuh akan menyesuaikan dan berusaha kembali ke keadaan normal dan ini akan menyebabkan rasa sakit. Rahim ibu yang sebelumnya bisa menampung volume hingga 10 liter kini harus mengecil ke ukuran yang tidak sampai setengah dari genggaman tangan kita.

BACA JUGA: Sakit Punggung Setelah Melahirkan, Begini Cara Mengatasinya

Seperti apa rasanya nyeri pasca melahirkan?

Setiap ibu memiliki pengalaman berbeda bagaimana nyeri pasca melahirkan. Ada yang merasakan nyerinya ringan tapi ada juga yang merasakan nyeri hebat.

Ada ibu yang merasakan nyerinya mirip nyeri saat haid tapi ada juga ibu yang merasakan nyerinya seperti nyeri saat melahirkan yang lebih hebat.

Nyeri perut pasca melahirkan biasanya dirasakan setengah dari ibu yang melahirkan untuk pertama kali. Pada ibu yang melahirkan untuk kedua kalinya dan seterusnya hampir semuanya (sekitar 90 persen) merasakan nyeri ini dan nyeri tersebut dirasakan semakin intens. Keadaan ini kemungkinan disebabkan oleh berkurangnya regangan otot karena semakin seringnya melahirkan.

Semakin intens saat menyusui.

Nyeri pasca melahirkan ini biasanya akan semakin dirasakan apabila Moms menyusui bayi. Aktivitas menyusui akan merangsang tubuh untuk memproduksi hormon oksitosin yang kemudian memicu kontraksi rahim yang menyebabkan nyeri. Oksitosin ini dikeluarkan untuk memicu keluarnya ASI saat menyusui.

Nyeri yang kita rasakan sebenarnya baik, sebagai tanda kalau rahim berkontraksi dan berusaha kembali ke ukuran sebelumnya. Dengan kontraksi rahim, pembuluh-pembuluh darah yang terbuka karena lepasnya plasenta saat melahirkan akan tertutup dan mencegah terjadinya perdarahan setelah melahirkan.

BACA JUGA: Tentang Pemulihan Setelah Operasi Caesar

Selain itu, pengeluaran hormon oksitosin akan baik untuk mempererat hubungan emosional ibu dan bayi.

Nyeri pasca melahirkan umumnya normal sehingga tidak ada yang perlu ibu khawatirkan.

Berapa lama sampai nyeri setelah melahirkan ini hilang?

Nyeri akibat kontraksi uterus biasanya paling berat dirasakan pada hari pertama atau kedua setelah melahirkan. Uterus (rahim) membutuhkan waktu untuk kembali ke ukuran normalnya 5-6 minggu sehingga kita mungkin akan merasakan nyerinya selama itu meskipun dengan intensitas yang semakin rendah.

Umumnya nyeri postpartum akan hilang sendiri dalam 8 sampai 10 hari. Saat moms memeriksakan diri untuk check up pasca melahirkan 6 minggu setelah melahirkan nyeri ini seharusnya sudah hilang.

Apabila moms masih merasakannya dan nyerinya tajam seperti ditusuk sampaikan ini kepada dokter. Pada ibu yang melahirkan dengan caesar, nyeri bekas operasi mungkin akan membutuhkan waktu yang lebih lama untuk sembuh.

Hubungi dokter apabila mengalami ini pasca melahirkan:

  • Nyeri hebat pada perut, napas pendek-pendek.
  • Nyeri dada atau chest pain.
  • Batuk keluar darah.
  • Nyeri, kemerahan, bengkak pada luka bekas episiotomi, luka jahit operasi.
  • Merasa pusing, disorientasi, lemas, denyut jantung cepat.

Bagaimana mengatasi nyeri pasca melahirkan?

Karena ini adalah hal yang normal dan akan hilang sendiri dalam beberapa hari, tidak melakukan apa-apa pun sebenarnya tidak apa-apa. Tapi..

Ada beberapa hal yang bisa ibu lakukan untuk membantu mengurangi nyeri pasca melahirkan dan mempercepat terjadinya involusi uterus (pengerutan/pengecilan rahim).

Tips mengurangi nyeri setelah melahirkan dan mempercepat pemulihan:

  • Berikan bayi ASI secara teratur terutama minggu-minggu pertama. Menyusuilah terus-menerus. Semakin banyak oksitosin yang dilepaskan akan semakin cepat proses pengerutan rahim, sakit yang dirasakan juga akan semakin cepat hilang.
  • Meskipun kram/sakitnya tidak terlalu dirasakan, konsultasikan ke dokter apa yang sebaiknya dilakukan. Dokter bisa saja memberikan obat penghilang nyeri yang aman untuk ibu menyusui untuk membantu mengatasinya.

BACA JUGA: Hubungan Intim Setelah Melahirkan. Sakit, Berdarah Setelah Berhubungan Normalkah?

Nyeri dapat menyebabkan stres dan hal ini dapat mempengaruhi produksi ASI Moms. Dengan nyeri yang minimal diharapkan ibu bisa lebih nyaman dan fokus memberikan ASI bayinya.

  • Melakukan massage (pijatan) pada perut bagian bawah di atas rahim untuk merangsang keluarnya hormon oksitosin. Lakukan ini dengan perlahan dengan arah melingkar.
  • Teknik relaksasi dan pernapasan yang dipelajari saat melahirkan bisa diterapkan.
  • Cobalah berjalan sedapat mungkin yang moms bisa setelah melahirkan.
  • Buang air kecil sering, sering-sering lah mengosongkan kandung kemih. Ini agar proses pengecilan rahim tidak terhambat oleh buli-buli yang penuh.
  • Dalam 24 jam pertama pasca melahirkan kompres dingin bagian perineum yakni daerah sekitar vagina. Setelah kembali ke rumah, jika masih nyeri ini bisa moms praktekkan juga.
  • Saat duduk di kursi, tempat tidur, posisikan duduk moms sejajar bokong kanan dan kiri saat menopang,. Ini agar jahitan tidak tertarik dan menyebabkan penyembuhan luka menjadi lebih lama.
  • Saat batuk atau bersih, peluk bantal di depan bekas luka operasi untuk mengurangi nyeri dan tekanan pada daerah luka.
  • Makan makanan yang mengandung banyak serat atau stool softener (pelembut tinja) untuk mencegah konstipasi, mengurangi gejala hemoroid yang diderita saat hamil.

Sakit atau kram setelah melahirkan seharusnya sudah hilang/berkurang setelah beberapa hari dan Moms sudah bisa kembali melakukan aktivitas sehari-hari termasuk merawat bayi dengan lebih nyaman.


Cek tulisan terbaru.
Lihat tips dan topik lainnya.

Bantu Moms dan Dads lainnya dengan share tulisan ini ke Facebook dan WhatsApp.