Payudara Lembek ASInya Kurang? Kapan Suplai ASI Ibu Teratur?

Payudara Lembek ASInya Kurang? Kapan Suplai ASI Ibu Teratur?

Apakah bunda mengalami ini, payudara terasa kempes sebelum atau saat menyusui? Banyak ibu yang mengalami hal ini dan takut kalau asinya sudah kering (habis), takut bayinya tidak mendapatkan makan yang cukup.

Kekhawatiran terbesar ibu menyusui adalah asinya kurang dan anak tidak mendapatkan asi yang cukup. Ada pehamanan yang tidak benar di masyarakat yang membuat ibu semakin khawatir dan putus asa dengan kecukupan suplai asinya.

Ketahuilah bun, kalau hal ini adalah hal yang normal dan lazim terjadi. Setiap ibu pasti khawatir, selalu mengecek asinya apakah ada atau tidak, khawatir apakah makanan yang dimakan atau asi yang diberikan cukup untuk mendukung tumbuh dan kembangnya buah hati.

Melalui tulisan ini mudah-mudahan moms makin tahu dan tidak cepat khawatir hanya karena merasa payudaranya lembek dan menyimpulkan kalau ASInya sudah habis atau tidak ada.

Ibu yang baru, yang belum memiliki pengalaman menyusui sebelumnya, merasa payudara tidak ada asinya hanya karena terasa lembek adalah hal yang biasa. Payudara terasa kosong biasanya dialami 6 minggu sampai 3 bulan pasca melahirkan.

Payudara lembek setelah beberapa minggu/bulan menyusui adalah normal, bukan karena ASI kurang.

Ibu setelah melahirkan biasanya merasakan payudaranya penuh, asi menetes (merembes) dan pada beberapa ibu bisa terjadi engorgement. Setelah beberapa bulan ibu tiba-tiba merasakan payudaranya lembek tentu akan membuat khawatir.

Moms, sebenarnya tidak ada yang perlu dikhawatirkan karena ini adalah normal. Moms tidak perlu khawatirkan karena itu artinya suplai asi sudah mulai terjaga (regulated supply). Kita justru malah harus senang karena tubuh sudah pintar menyesuaikan dengan kebutuhan asi.

Berdasarkan kebiasaan menyusui kita sebelumnya, tubuh akan beradaptasi dan hanya memproduksi asi saat dibutuhkan saja yakni saat menyusui.

Payudara lembek setelah beberapa minggu/bulan menyusui adalah normal, bukan karena ASI kurang.

Suplai ASI yang teratur (terjaga).

Suplai asi seperti yang kita tahu diatur oleh hormon prolaktin dimana pengeluaran hormon ini dipicu oleh demand (permintaan) asi. Semakin banyak permintaan asi (sering menyusui, jumlah asi yang diminum bayi) maka akan semakin sering dan semakin banyak asi yang dikeluarkan.

Di masa awal pasca melahirkan, di minggu-minggu pertama, tubuh belum mengetahui jumlah asi yang dibutuhkan oleh bayi. Seiring waktu, tubuh mulai beradaptasi dan menyesuaikan diri untuk hanya memproduksi asi sesuai yang dibutuhkan.

Di bulan awal pasca melahirkan hormon prolaktin mencapai puncaknya sehingga ibu akan merasakan asinya full bahkan leaking (asi menetes dan keluar sendiri). Seiring dengan semakin bertambahnya usia bayi, hormon ini akan semakin sedikit jumlahnya dan produksi asi semakin tergantung oleh suplai dan permintaan (demand).

Tubuh kita tidak akan memproduksi asi lebih dari yang bayi butuhkan baik lewat menyusui maupun lewat asi yang dipompa, sehingga kita akan merasakan payudara kempes dan tidak merasakan lagi adanya asi rembes terutama di 6 minggu hingga 3 bulan pasca melahirkan.

Bagaimana ibu menyusui mengetahui kalau produksi asinya sudah mulai teratur.

Setiap bayi berbeda-beda begitupun ibu, tidak ada yang sama. Hal-hal berikut ini bisa moms jadikan dasar untuk menilai apakah suplai asi kita sudah mulai teratur.

Ciri dan tanda suplai asi yang mulai teratur.

  • ASI sudah tidak merembes (leaking) lagi diantara waktu menyusui. Pun kalau masih merembes jumlahnya akan semakin berkurang.
  • Payudara terasa lebih lembek di waktu pagi atau setelah tidak menyusui bayi beberapa lama.
  • Ibu bisa lebih lama sampai merasa tidak nyaman di waktu antara menyusui atau memerah asi.
  • Saat menyusui atau memerah asi di satu payudara, payudara lainnya asinya tidak merembes.

Berikut ini adalah fakta dan beberapa tips untuk memastikan agar proses menyusui bisa menyenangkan dan bebas rasa khawatir, mendorong ibu untuk terus menyusui bayinya.

Apa yang dilakukan saat merasa ASI kurang, khawatir karena payudara lembek?

Tenang dan santai saja Bun, itu normal.

Ya, adalah hal yang nornal setelah beberapa minggu/bulan ibu merasakan payudaranya lembek dan lebih nyaman (karena desakan asi yang berkurang). Ini karena seiring waktu tubuh menyesuaikan diri dan payudara hanya memproduksi asi sebanyak yang dibutuhkan bayi.

ASI hanya diproduksi saat dibutuhkan saja yakni saat menyusui dan tidak akan disuplai dalam jumlah yang lebih besar daripada yang dibutuhkan bayi.

Ibu yang menyusui bayinya dengan baik dan sering bahkan bisa merasakan hal ini lebih awal, di minggu awal pasca melahirkan. Keadaan ini seperti yang kami jelaskan di tulisan sebelumnya disebut dengan suplai asi yang terjaga.

Menyusui bayi saat bayi menginginkannya saja.

Menyusui bayi hanya saat bayi merasa lapar agar suplai asi sama (menyesuaikan) dengan kebutuhan bayi. Tanda bayi lapar (feeding/baby cues) sudah kami jelaskan di tulisan lain di blog ini.

Produksi ASI tidak dipengaruhi oleh besar kecilnya payudara.

Besar kecilnya payudara tidak berhubungan dengan kemampuan payudara menghasilkan air susu ibu. Payudara yang kecil bukan berarti asinya kurang atau tidak bisa mensuplai asi yang cukup.

Meskipun demikian, setiap ibu memiliki kemampuan yang berbeda untuk menyimpan asi (storage). Ibu dengan payudara besar biasanya memiliki kemampuan untuk menyimpan asi lebih besar daripada ibu dengan payudara kecil.

Ibu yang memiliki penyimpanan asi lebih sedikit di antara waktu menyusui biasanya memerlukan frekuensi menyusui yang lebih sering dibandingkan ibu yang penyimpanan asinya besar.

Tanpa melihat besar kecilnya payudara, ibu tetap harus menyusui sesuai dengan keinginan bayi dan biarkan tubuh menyesuaikan berapa banyak seharusnya asi yang disuplai.

Selain ibu, faktor bayi juga mempengaruhi. Setiap bayi memiliki konsumsi asi yang berbeda-beda dalam 24 jam. Ada bayi yang hanya membutuhkan asi 500mL dalam sehari, saat bayi lainnya bisa menghabiskan asi 1L dalam 24 jam. Rata-rata konsumsi asi bayi dalam 24 jam adalah 750-800mL.

Peran skin to skin contact untuk meningkatkan asi tidak bisa dianggap remeh.

Ya, saat menyusui, kontak kulit ibu dan bayi, bayi di atas dada kita akan membantu meningkatkan produksi asi. Ini juga bermanfaat untuk membantu mengenali apakah bayi lapar atau tidak, kenyang atau belum.

Dengan kontak ibu dan bayi akan meningkatkan bounding keduanya, memicu perilaku insting bayi untuk membantu pengeluaran asi saat menyusui.

BACA JUGA:

Payudara yang kempes adalah tanda yang baik.

Ini umumnya menandakan bahwa bayi nyaman, ibu nyaman, bayi mendapatkan cukup asi karena menyusunya baik dan sering. Ini adalah tanda bahwa bayi mendapatkan apa yang dia butuhkan.

Jadi, bersyukurlah ibu yang mengalami ini. Bukan malah menyalahkan diri sendiri, stres karena payudara lembek dan reaksi negatif lainnya.

Ini membantu agar suplai asi selalu terjaga.

Payudara yang terjaga kosong artinya kemampuan payudara untuk terus memproduksi asi sangat tinggi. Semakin kosong payudara semakin cepat payudara untuk memproduksi asi sesuai yang dibutuhkan. Ibu yang payudaranya selalu penuh setelah beberapa minggu menyusui justru harus khawatir karena asinya artinya tidak terpakai dengan efektif dan produksinya tidak cukup cepat.

Dengan suplai asi yang baik, saat bunda menyusui ketika bayi lapar, payudara akan terasa kempes karena asinya dihabiskan dan akan diproduksi lagi agar suplai dijaga.

Payudara pada ibu menyusui sebenarnya tidak pernah kosong (kering).

Selama bunda menyusui asi tidak pernah kosong. Selama asi dikeluarkan saat bayi menyusu asi akan terus diproduksi untuk mengganti yang keluar. Semakin banyak asi yang keluar semakin banyak asi yang diproduksi lagi, begitu seterusnya.

Kapan moms harus khawatir saat payudaranya lembek?

Jadi tidak ada yang perlu moms khawatirkan saat merasa payudaranya lembek. Itu pada dasarnya normal asal ibu tetap rutin memberikan asi ke bayi.

Yang harus moms perhatikan adalah apakah bayi moms cukup mendapatkan asi yang ditandai dengan popoknya basah, diganti beberapa kali sehari, berat badan bayi naik teratur, bayi buang air besarnya signifikan, ada gerakan menelan dan cup…cup saat menyusui dan tanda lainnya seperti yang sudah kami jelaskan di tulisan sebelumnya.

Jika bayi berat badannya tidak naik, pertumbuhannya tidak baik, moms seharusnya konsultasi dengan dokter atau konselor menyusui untuk membimbing Moms dan mencari solusinya.

Jumlah asi perah mungkin akan menurun saat suplai asi sudah teratur.

Setelah produksi asi mulai teratur (regulated) moms mungkin akan mendapatkan asinya kurang saat diperah (ASIP). Ini bukan berarti suplai asi kurang atau tidak ada. Meskipun demikian, ada beberapa cara yang moms bisa lakukan untuk meningkatkan asi saat memompa.

Moms sebaiknya memompa asi secara teratur untuk menjaga suplai dan memompa sampai habis dan sampai 5 menit setelah tidak ada lagi asi yang keluar. Perhatikan cup dan bagian valve alat pompa, ganti apabila sudah tidak efektif lagi digunakan untuk memompa.

Pilih pompa asi yang membuat moms nyaman, bukan berdasarkan merk dan harganya.

Jadi, bunda yang gelisah saat ini karena merasa payudaranya kempes setelah membaca tulisan ini mudah-mudahan jadi tercerahkan dan bisa melanjutkan menyusui buah hatinya dengan perasaan lebih bahagia.


Cek tulisan terbaru.
Lihat tips dan topik lainnya.

Bantu Moms dan Dads lainnya dengan share tulisan ini ke Facebook, Twitter dan WhatsApp.