Payudara Sakit Saat Menyusui? Kini Tak Lagi Dengan Mengikuti Tips Ini

Payudara Sakit Saat Menyusui? Kini Tak Lagi Dengan Mengikuti Tips Ini

Saat ini Moms mungkin merasakan payudara nyeri, sakit sebelah, puting sakit dan merasa menyusui sungguh sangat tidak menyenangkan. Jangan putus asa dulu, payudara yang sakit akibat menyusui bisa saja disebabkan oleh cara menyusui kita yang salah.

Payudara yang sakit membuat menyusui menjadi tidak menyenangkan, pemberian ASI tidak optimal, bayi bisa mendapatkan ASI yang kurang, kenaikan berat badannya tidak optimal, perkembangan dan pertumbuhannya bisa terganggu. Masalah menyusui tidak hanya akan berpengaruh kepada ibu tapi juga bayi sehingga tidak boleh dianggap remeh.

Jadi, munculnya masalah menyusui umumnya berkaitan dengan latch-on yang kurang baik (perlekatan bayi pada payudara saat menyusui). Nyeri saat Moms menyusui adalah tanda bahwa ada yang salah dengan menyusui kita dan kita perlu memperbaiki itu.

Sayangnya banyak dari kita yang tidak mengetahui itu, terutama ibu baru, dan menganggap nyeri menyusui adalah hal yang wajar. Memang, seiring waktu kualitas menyusui kita akan semakin baik tapi kalau sejak awal kita bisa menyusui dengan baik tanpa nyeri kenapa harus melewati semua itu?

Dengan tips dan trik berikut ini, kami akan membantu Moms menjadikan menyusui lebih menyenangkan.

Penyebab payudara sakit saat menyusui beserta cara mengatasinya:

Latch-on yang kurang baik.

Puting susu sakit adalah gejala dari latch-on yang kurang baik. Bayi saat menyusui bisa saja menggigit puting/payudara ibu. Ibu akan merasakan saat menyusui sakit, tidak nyaman dengan puting luka atau bengkak.

Latch-on atau perlekatan bayi yang baik terjadi saat puting masuk sangat dalam ke mulut bayi sehingga lidah bayi yang akan bekerja menekan payudara. Jika puting tidak terbenam di dalam mulut bayi, lidah bayi akan meraih puting dan menyebabkan nyeri.

Payudara yang terlalu penuh dengan ASI atau bayi yang pernah mendapatkan susu melalui botol/dot juga bisa mengalami kesulitan untuk latch-on.

Untuk mengatasi latch-on yang buruk kita bisa memperbaiki dengan perlekatan yang lebih baik dan memperbaiki posisi menyusui.

Cara latch-on, menyusui dengan perlekatan yang baik.
Cara perlekatan (latch-on) yang benar. Gambar dari wikipedia.org

Cara latch-on, menyusui dengan perlekatan yang baik:

  • Gendong bayi (dengan tangan berada di belakang bayi antara tulang belikat) dekat dengan Moms, kepala bayi agak mengarah ke belakang.
  • Pegang payudara dengan jari di bawah payudara, jempol dekat puting, puting diarahkan sedikit ke atas.
  • Dekatkan hidung bayi dan posisikan sejajar dengan puting sehingga mulutnya sejajar dengan bagian bawah payudara.
  • Pancing bibir bawah bayi dengan payudara Moms dengan puting tetap mengarah ke hidung bayi.
  • Saat bayi membuka mulutnya dengan lebar (seperti saat dia mengantuk), saat lidah bayi di bawah, dekatkan bayi ke payudara dan dorong mulut bayi masuk dibantu jari/tangan Moms sambil mengarahkan puting di bawah rahang atasnya. Bibir/rahang bawah bayi akan mengambil porsi bagian payudara yang besar.
  • Tanda dari latch-on yang baik adalah dagu bayi terbenam ke dalam payudara dan hidung bayi menjauh dari payudara. Ini akan menjaga puting terletak jauh di belakang dan menjaga dari gerakan lidah yang dapat menyebabkan sakit saat menyusui.

Apabila puting luka, setelah menyusui, Moms bisa mengeluarkan sedikit ASI dan membiarkannya kering untuk membantu mengurangi infeksi/peradangannya (tahu kan Moms kalau ASI juga mengandung antiradang dan antiinfeksi?). Jika tidak membantu Moms bisa berkonsultasi dengan dokter.

Seperti kata peribahasa, practice makes perfect, teruslah berlatih sampai bisa mendapatkan latch-on dan posisi yang terbaik.

Infeksi jamur bisa sangat mengganggu.

Infeksi jamur pada puting ditandai dengan nyeri puting terutama dirasakan setelah selesai menyusui atau saat menyusui. Nyerinya seperti nyeri terbakar dan menusuk. Puting bisa berwarna merah/merah muda dengan kulit bisa tampak rata atau mengkilap.

Pada bayi bisa ditemukan beberapa bercak putih bewarna putih di dalam mulut (bibir, pipi dan langit-langit mulut).

Apabila Moms mengalami hal ini, konsultasikan dengan dokter untuk menentukan penyebabnya dan untuk mendapatkan terapi yang tepat. Terapi biasanya ditujukan, selain untuk ibu, juga untuk bayi.

Tongue-tie, frenulum (jaringan pengikat) lidah pendek (tight).

Nyeri menyusui salah satunya juga bisa disebabkan oleh kelainan pada bayi yang disebut dengan tongue-tie. Tongue tie adalah keadaan dimana bayi susah menyusui karena memiliki jaringan pengikat lidah yang pendek yang menyebabkan lidah tidak bisa bergerak leluasa (lebih bebas).

Tandanya pada ibu, puting bisa terasa sakit, sakitnya seperti kalau puting dicubit, ujung puting luka.

Saat mulut bayi dibuka, kita bisa melihat kulit di bagian bawah lidah (disebut dengan frenulum) tampak pendek atau ketat sehingga anak tidak bisa mengeluarkan lidahnya dari mulut atau menarik lidahnya ke atas. Saat menyusui bayi tidak bisa mendorong lidahnya ke depan atau meraih payudara seperti seharusnya, lidah bayi akan menekan puting dan menyebabkan nyeri.

Untuk mengatasi tongue-tie, dokter akan melepaskan (memotong) membran/kulit yang menarik lidah dan melepaskannya. Prosedurnya cukup simpel dan aman, setelah itu ibu bisa menyusui bayinya dengan normal.

Nyeri payudara akibat kelenjar ASI tersumbat.

Kelenjar susu tersumbat ditandai dengan nyeri pada payudara, bisa teraba benjolan/bagian keras pada payudara dan payudara tampak kemerahan.

Penyumbatan ini biasa disebabkan oleh tekanan, bisa karena bra yang terlalu ketat, tekanan jari saat menyusui atau hal lain yang menyebabkan penumpukan ASI karena ASI tidak dikeluarkan (seperti ada blister/bisul di ujung puting yang menghambat keluarnya ASI).

Untuk mengatasinya Moms bisa melakukan kompres hangat payudara, istirahat yang cukup, memijat payudara dan menyusui lebih sering/teratur.

Moms bisa berendam di hot tub atau mandi air hangat (hot shower). Pijat daerah yang tersumbat dari belakang ke arah puting seperti mengeluarkan pasta gigi lalu susui bayi. Pijat dengan lembut dan jangan kasar.

Apabila dengan kompres, istirahat cukup, memijat 2-3 kali tidak berhasil atau terdapat nyeri hebat dan demam hubungi dokter.

Nyeri payudara akibat peradangan dan infeksi = Mastitis.

Mastitis adalah infeksi pada payudara, bisa terjadi akibat penyumbatan kelenjar susu atau luka pada puting yang tidak ditangani atau infeksi payudara yang terjadi tiba-tiba. Mastitis ditandai dengan payudara yang nyeri, terasa hangat dan kemerahan. Biasanya disertai dengan demam dan gejala sakit lainnya.

Akibat lanjut dari mastitis yang tidak diobati adalah munculnya abses (infeksi bernanah).

Mastitis bukanlah keadaan yang sering terjadi pada ibu menyusui dan ada beberapa hal yang bisa kita lakukan untuk mencegah ini terjadi seperti:

  • Perbaiki latch-on dan posisi menyusui.
  • Upayakan mengosongkan setiap payudara setelah menyusui. Kita bisa memerah ASI agar payudara kosong.
  • Menyusui pada kedua payudara secara bergantian. Saat menyusui, biarkan bayi mengosongkan satu payudara sebelum berganti ke payudara yang lainnya.

Apabila kita mengalami nyeri pada payudara atau puting yang disertai demam, konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan obat. Istirahat yang cukup dan makan makanan yang bergizi untuk membantu meningkatkan daya tahan tubuh.

Saat mengalami nyeri atau infeksi payudara kita mungkin berpikir untuk menghentikan memberikan ASI. Sebaiknya, tetaplah menyusui untuk kebaikan ibu dan bayi. Dengan menyusui akan mencegah pembengkakan atau penumpukan ASI di dalam payudara yang bisa memperparah keadaan ibu.

Ibu juga bisa memerah ASI pada payudara yang sakit (mungkin dengan tangan, menggunakan alat pompa ASI bisa memperparah pembengkakan payudara) untuk mencegah pembengkakan/penumpukan dengan tetap menyusui pada payudara yang sehat. Antibiotik yang diberikan oleh dokter biasanya akan aman untuk bayi.

Nah, itulah beberapa penyebab nyeri saat menyusui dan cara mengatasinya. Mudah-mudahan dengan informasi ini Moms bisa memberikan ASI ke bayi dengan lebih baik dan bisa menikmati momen menyusui dengan lebih menyenangkan.

Silahkan bertanya ke dokter, konsultan laktasi atau konselor menyusui untuk membantu Moms apabila mengalami kesulitan memberikan ASI kepada buah hati.


Cek tulisan terbaru.
Lihat tips dan topik lainnya.

Bantu Moms dan Dads lainnya dengan share tulisan ini ke Facebook, Twitter dan WhatsApp.