Pemakaian Popok Bayi. Pilih Popok Kain Atau Popok Sekali Pakai?

Pemakaian Popok Bayi. Pilih Popok Kain Atau Popok Sekali Pakai?

Popok bayi atau diaper (seperti pampers) adalah salah satu perlengkapan bayi yang sangat penting dalam perawatan bayi. Mengganti popok adalah aktivitas merawat bayi yang akan sering kita lakukan.

Ibu yang baru atau saat ini sedang hamil dan menanti lahirnya buah hati mungkin bertanya-tanya, berapa banyak sih bayi menggunakan popok setiap harinya. Sebulan harus stok berapa lusin popok, dan lain sebagainya.

Dengan mengetahui ini kita bisa menyiapkan dana per bulannya untuk memenuhi kebutuhan popok bayi.

Dalam hal penggunaan popok, pilihan Bunda adalah apakah menggunakan popok kain atau popok sekali pakai.

Jenis popok ada 2 macam yaitu:

1). Popok kain atau cloth diaper, biasa juga disingkat clodi, yang bisa dicuci dan dipakai berkali-kali dan

2). Popok sekali pakai atau disposable diaper, biasa juga disebut pospak, yang hanya sekali pakai dan langsung dibuang setelah digunakan. Dua-duanya disebut diapers (ternyata masih banyak yang bingung tentang ini).

Di pasaran, merk popok bayi yang kita kenal seperti Pampers dan MamyPoko adalah popok sekali pakai.

Tahukah Ayah dan Bunda kalau jumlah popok yang digunakan bayi, berapa kali kita mengganti popoknya bisa menjadi dasar kita untuk menilai apakah bayi sehat atau tidak.

Arti atau tanda berdasarkan sering tidaknya mengganti diaper bayi:

  • Apabila kita mengganti popok basahnya kurang dari biasanya itu bisa menjadi tanda kalau bayi mengalami dehidrasi atau kekurangan cairan. Bisa menjadi petunjuk apakah ASI atau susu formula yang kita berikan cukup atau tidak.
  • Sering mengganti popok bayi dari biasanya disertai dengan gejala lain misalnya konsistensi buang air besar bayi lebih encer dari biasanya bisa menjadi indikasi kalau bayi mengalami diare.
  • Bayi yang buang air besarnya jarang bisa menjadi petunjuk kalau bayi mendapatkan masalah susah buang air besar (konstipasi) atau masalah kesehatan lainnya.
Pemakaian popok bayi (diaper) setiap harinya.

Berapa banyak popok yang dibutuhkan bayi setiap harinya?

Kebutuhan diaper akan berbeda antara satu bayi dengan bayi lainnya. Pengalaman Ayah dan Bunda mungkin berbeda tapi angka berikut ini dapat kita jadikan dasar dalam menggunakan popok. Bayi Bunda bisa saja membutuhkan popok lebih banyak atau lebih sedikit dari ini.

Bayi baru lahir sampai usia 1 bulan.

Bayi yang baru lahir dan bayi yang berumur kurang dari 1 bulan paling tidak membutuhkan 6 diaper atau lebih per harinya. Kita biasanya mengganti popok bayi yang basah 10 kali per hari dimana bayi buang air besar biasanya 3 sampai 4 kali per hari di bulan pertama.

Bayi usia 1 bulan lebih.

Seiring bertambahnya usia bayi, penggantian popoknya juga akan semakin berkurang. Gerakan pencernaan bayi akan semakin berkurang setelah usianya lebih dari 1 bulan sehingga popoknya akan diganti paling tidak 4 sampai 6 kali per hari.

Konsistensi kotoran/buang air besar bayi akan tetap lembut/encer karena pada usia ini bayi masih mendapatkan ASI atau susu formula. Meski demikian, terdapat perbedaan antara bayi yang menyusui ASI dan bayi yang mendapatkan susu formula.

Bayi yang menyusui ASI biasanya memiliki buang air besar yang lebih encer dan buang air besar lebih sering dibandingkan bayi yang mendapatkan susu formula dimana buang air besarnya lebih padat dan tidak sesering bayi yang mendapatkan ASI.

Perkiraan kebutuhan popok bayi bayi baru lahir sampai usia 12 bulan:

  • 0-1 bulan, 10-12 popok per hari, total 320 popok per bulan.
  • 1-5 bulan, 8-10 popok per hari, 240 popok per bulan.
  • 5-9 bulan, 8 popok per hari, 240 popok per bulan.
  • 9-12 bulan, 8 popok per hari, 240 popok per bulan.

Kapan sebaiknya mengganti popok bayi?

Mengganti popok bayi sebaiknya dilakukan segera setelah kita tahu popoknya sudah basah. Ini untuk mencegah terjadinya diaper rash (ruam popok) yang biasanya sulit diatasi (disembuhkan) dan cukup mengganggu untuk bayi (karena menyakitkan).

Popok yang basah adalah media pertumbuhan bakteri dan kuman yang baik sehingga menjaga daerah bokong bayi dan sekitarnya tetap kering sangatlah penting.

Popok bayi diganti saat basah dan sebelum bayi diberikan ASI/makan. Ganti popok bayi pada malam hari setiap sebelum waktu makannya sehingga kita tidak perlu membangunkannya lagi di malam hari hanya karena ingin mengganti popoknya.

Adalah hal yang umum bayi buang air besar selama atau setelah makan (saat disusui) karena saat itu saluran cernanya terangsang untuk bergerak karena adanya makanan yang masuk.

Popok sekali pakai biasanya sangat baik menyerap cairan dan bayi kadang tidak merasa terganggu dengan popoknya yang basah sehingga kita harus sering memeriksa popoknya. Jangan sampai karena kurang peduli bayi mendapatkan ruam popok.

Bagaimana cara yang benar mengganti popok bayi?

Berikut ini cara mengganti popok bayi. Seperti kita tahu, popok bayi ada 2 macam yaitu, popok bayi sekali pakai (disposable) dan popok kain. Saat mengganti popoknya bayi mungkin sedang tidur. Tidak perlu khawatir takut akan membangunkan bayi atau mengganggunya, lakukan saja dengan gentle (lembut), dia akan senang akhirnya memiliki diaper yang lebih segar (bersih).

Mengganti popok sekali pakai (disposable diaper).

1. Persiapan.

Sebelum mengganti popok bayi, pertama, bersihkan tangan Bunda dengan sabun dan air atau gunakan hand sanitizer (antiseptik tangan).

Siapkan perlengkapan dan item yang kita butuhkan di dekat Bunda seperti:

  • Popok baru/bersih.
  • Tisu basah.
  • Kain basah yang bersih.
  • Bedak bayi.
  • Salep/krim (apabila bayi memiliki ruam popok), dan
  • Kantong plastik tempat membuang popok yang sudah kotor (popok bekas).

2. Mengganti popok yang kotor.

Letakkan kain, handuk atau selimut lembut yang bersih di atas permukaan yang datar seperti meja, lantai atau tempat tidur. Baringkan bayi dan lepaskan popoknya dengan membuka perekat lalu lipat perekat tersebut sehingga tidak akan menempel kembali pada kulit bayi.

Lepas dan turunkan bagian depan popok dan untuk bayi laki-laki pastikan untuk menempatkan kain di atas penisnya sehingga apabila dia buang air kecil kita tidak terkena ‘semprotannya’.

Apabila bayi sedang buang air besar gunakan bagian depan popok bekasnya untuk membersihkan kotorannya. Angkat kaki bayi dengan satu tangan saat tangan yang lainnya membersihkan daerah kelamin dan bokong bayi menggunakan tisu basah atau bola-bola kapas dari arah depan ke belakang.

Tarik popoknya lalu simpan di pinggir. Keringkan daerah bokong bayi dengan cara menepuk-nepuk kulit bayi dengan kain bersih. Berikan krim ruam popok tipis saja untuk mencegah atau melindungi pantat bayi dari ruam popok.

3. Pakaikan popoknya yang baru.

Tempatkan bagian belakang popok yang baru (bagian yang memiliki perekat) di bawah bokong bayi tepat di bagian atas garis pinggang. Buka bagian depan popok dan tarik ke atas di antara kedua kaki bayi.

Pada bayi yang baru lahir, bayi yang tali pusatnya belum lepas, pastikan menempatkan bagian atas popok di bawah tali pusat agar tali pusatnya bisa mengering dan sembuh dengan baik.

Tarik perekat popok dari arah belakang dan kencangkan sampai bagian depan popok terpasang dengan baik. Popok harus terpasang dengan baik tapi tidak terlalu kuat (ketat) sehingga bayi tetap merasa nyaman.

4. Bersihkan tangan.

Setelah menempatkan bayi pada tempat yang aman, pastikan untuk mencuci tangan dengan sabun untuk mencegah terjadinya infeksi.

Penggunaan popok kain (clodi).

Popok kain adalah alternatif bagi kita yang ingin menghemat biaya pengeluaran penggunaan popok. Harga satu popok kain memang jauh lebih mahal daripada harga popok sekali pakai tapi itu bisa dipakai berulang-ulang dan itu bisa digunakan untuk bayi kita berikutnya.

Memang tidak sepraktis popok sekali pakai tapi popok kain lebih lembut untuk kulit bayi (karena terbuat dari kain) sehingga mengurangi resiko terjadinya ruam popok, selain tentunya lebih aman untuk lingkungan.

Cara menggunakan atau mengganti popok kain (klodi/cloth diaper) pada bayi:

1. Persiapan.

Cuci tangan Bunda dengan sabun dan air atau gunakan antiseptik tangan (hand sanitizer). Tempatkan handuk atau kain yang bersih di meja, lantai atau tempat tidur tempat mengganti popok.

Perlengkapan yang mungkin akan diperlukan (tergantung merk popok kain yang digunakan):

  • Popok kain yang bersih.
  • Selimut popok (waterproof diaper cover).
  • Penjepit atau pin popok.
  • Tisu basah.
  • Kain.
  • Krim atau bedak.
  • Krim untuk ruam popok.
  • Kain penyerap (diaper liner).
  • Kontainer (tempat menampung popok yang akan dicuci).

2. Mengganti popok kain yang kotor.

Siapkan popok kain yang bersih di samping bayi. Lepaskan pengait dan buka bagian depan popok bersih tersebut.

Lepaskan pengait atau longgarkan popok yang sedang dipakai bayi dan buka (tarik) bagian depan popok. Pada bayi laki-laki tempatkan kain di atas penisnya sebelum membuka bagian depan popok sehingga apabila kencing dia tidak mengenai kita.

Bersihkan kotoran menggunakan bagian depan popok, wipes (tisu basah/kain) dan jaga bagian popok yang bersih di bawah bokong bayi.

Angkat kaki dan bokong bayi menggunakan satu tangan saat tangan lainnya membersihkan bokong bayi dan sekitarnya. Setelah bersih tarik popoknya dari bawah bokong bayi.

3. Pakaikan popok bersihnya.

Angkat kaki dan bokong bayi dengan satu tangan saat tangan lainnya menyelipkan popok yang baru di bawah bokong bayi. Turunkan kaki bayi dan tarik bagian depan popoknya di antara kakinya.

Pasang kain penyerap (absorbent liner), pada malam hari bisa didobel/ditambahkan agar tidak bocor. Setelah itu pasang selimut popoknya (diaper cover) di bawah bokong bayi dan tarik bagian depan popok dan kuatkan, cukup kuat tapi tidak terlalu ketat.

4. Cuci tangan.

Setelah menyimpan popok kotor di wadah yang sudah disiapkan untuk dicuci kembali, cuci tangan Bunda dengan sabun sampai bersih.

Ganti pakaian bayi apabila kotor atau basah akibat terkena kencing/fesesnya. Baringkan bayi di tempat yang aman saat Bunda membersihkan tangan dan sisa popoknya.

Hal-hal yang harus diperhatikan saat mengganti popok bayi:

  • Pada bayi yang baru lahir, apabila popoknya agak besar, lipat bagian atas depan popok agar popok tidak menutupi tali pusat bayi.
  • Bunda bisa memberikan bayi mainan favoritnya saat mengganti popok sehingga ia bisa sibuk dan tidak rewel.
  • Pada bayi laki-laki selalu siapkan kain pembersih di atas penis bayi. Bayi bisa kencing saat popoknya diganti dan menyemprot kita.
  • Pada ibu yang baru, mengganti popok mungkin agak menyulitkan. Untuk itu selalulah berlatih, seiring waktu Bunda akan semakin terbiasa mengganti popok.
  • Saat mengganti popoknya, bayi bisa saja rewel/menangis sehingga kita harus tetap tenang/sabar. Panik hanya akan membuat bayi semakin rewel dan mengganti popok yang seharusnya bisa dilakukan dengan cepat bisa berlangsung lebih lama.
  • Mengamati berapa kali bayi ganti popok penting untuk untuk mengetahui apakah bayi sehat atau normal-normal saja.

Apakah kita perlu memakai popok khusus untuk bayi baru lahir?

Bayi baru lahir memiliki tali pusat dan baru akan lepas setelah beberapa hari sehingga penggunaan popok perlu hati-hati.

Bunda bisa menggunakan popok khusus untuk bayi baru lahir (newborn diaper) yang memiliki bagian khusus di depan popok sehingga aman untuk bayi baru lahir.

Apabila tidak ingin menggunakan popok khusus Bunda tetap bisa menggunakan popok biasa dengan bagian depan dilipat sampai tali pusat terlepas.

Mana yang lebih baik, popok sekali pakai atau popok kain? Pospak vs clodi.

Menggunakan popok kain atau popok disposable tergantung dari preferensi kita masing-masing. Setiap jenis popok memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing.

Kelebihan dan kekurangan popok kain.

Menggunakan popok kain, kita perlu mencucinya lagi setiap saat dan dengan mengganti popok 7-10 kali per hari itu bisa menjadi pekerjaan laundry yang cukup merepotkan.

Tapi, menggunakan popok kain bisa lebih murah dari popok disposable, meskipun harga awalnya lumayan mahal. Popok kain bisa dipakai sampai 3 tahun dan kita tidak perlu membeli popok lagi untuk anak kedua dan seterusnya.

Kelebihan dan kekurangan disposable diaper.

Akan lebih mahal apabila menggunakan popok sekali pakai tapi popok sekali pakai sangat praktis, kita tinggal membuangnya di tempat sampah setelah dipakai.

Bagi ibu yang tidak mau repot dan cukup sibuk dengan aktivitas lain, popok sekali pakai adalah pilihan yang paling baik.

Saat ini tersedia juga popok sekali pakai yang aman untuk lingkungan (green diaper), bisa hancur lebih cepat daripada popok sekali pakai biasa (meskipun tentunya harganya lebih mahal dari popok sekali pakai biasa).


Cek tulisan terbaru.
Lihat tips dan topik lainnya.

Bantu Moms dan Dads lainnya dengan share tulisan ini ke Facebook, Twitter dan WhatsApp.