Peran Pendamping Persalinan, Doula Dan Keluarga Saat Melahirkan

Peran Pendamping Persalinan, Doula Dan Keluarga Saat Melahirkan

Saat melahirkan ibu biasanya ditemani oleh kerabat, apakah itu mertua, ibu atau suami sendiri. Pendamping saat melahirkan ini semakin hari perannya semakin didorong karena terbukti bahwa ibu yang melahirkan dengan didampingi oleh orang terdekatnya akan lebih rileks saat melahirkan.

Ibu yang jauh dari keluarga tidak perlu berkecil hati karena ada dokter dan bidan yang selalu siap mendampingi dan mendampingi ibu melewati masa ini. Meskipun tentu saja, ditemani oleh kerabat akan sangat berbeda.

Nah, di negara maju seperti Amerika pendamping persalinan ini perannya dilakukan oleh profesional yang dikenal dengan istilah doula (bacanya ‘duula’). Di negara kita peran doula ini mungkin belum terlalu penting, belakangan jadi lebih dikenal karena sejumlah artis seperti Nagita Slavina, Anna Gilbert, Olivia Jensen dan Ardina Rasti yang menggunakan jasanya.

Apa doula itu, peran dan manfaatnya apa, termasuk apa yang bisa dilakukan oleh pendamping persalinan untuk membantu ibu melahirkan lebih rileks, persalinan jadi lebih mudah dan lancar akan kita bahas di bawah ini.

Sudah jadi budaya turun-temurun apabila saat menghadapi persalinan, perempuan akan dibantu oleh perempuan lainnya. Karena jaman yang berubah, ada keluarga yang tinggal di kota yang berbeda, jauh dari orang tua atau kerabat, meningkatnya penggunaan obat saat melahirkan, peran pendamping persalinan menjadi hilang.

Pendamping persalinan, membantu ibu melahirkan lebih lancar.

Tentang doula, pendamping persalinan profesional.

Memang ada dokter dan bidan yang membantu dan mendampingi saat persalinan, namun bidan dan dokter biasanya juga harus memeriksa dan membantu ibu serta pasien lainnya sehingga tidak bisa selalu bersama dengan ibu saat melalui proses persalinan yang bisa memakan waktu hari atau jam.

Ayahnya bayi (suami) dan keluarga akan jadi pendamping yang baik saat bersalin, namun mereka terlalu terhubung dengan ibu dan bayi secara emosional dan mereka sebenarnya juga mengalami beban atau tekanan sama seperti ibu sehingga tidak bisa diharapkan memberikan dukungan yang baik.

Di sinilah kekosongan peran ini diambil oleh doula.

Apa itu doula?

Doula berasal dari bahasa Yunani yang berarti pembantu atau pelayan adalah seseorang yang memberikan dukungan dan pendampingan fisik, pikiran, psikis dan emosional, memberi informasi terkait persalinan dan bayi sejak dari masa kehamilan (biasanya dari trimester 2 dan 3) sampai pasca melahirkan dan merawat bayi baru lahir.

Doula ini ada 2 jenis yakni: birth doula (doula pendamping persalinan) dan doula postpartum (doula pendamping setelah melahirkan).

Manfaat melahirkan didampingi doula.

Dengan menggunakan jasa doula, waktu persalinan akan menjadi lebih singkat, mengurangi resiko persalinan caesar dan mengurangi tindakan medis untuk membantu persalinan seperti induksi, penggunaan epidural, penggunaan vacum dan forceps.

Fungsi dan peran doula itu apa?

Doula tidak hanya mendampingi selama proses melahirkan tapi juga membantu ibu merasa tenang sehingga dapat melahirkan dengan lancar dan nyaman dengan nyeri melahirkan yang minim. Doula tidak hanya mendampingi ibu tapi juga Ayah dan keluarga untuk membantu menjelaskan apa yang dialami ibu melahirkan.

Doula berperan memberikan dukungan fisik dan emosional, memberikan informasi terkait persalinan agar ibu tahu apa yang akan atau sedang dialami. Doula tidak hanya akan membantu menenangkan ibu tapi juga keluarga yang mungkin panik atau takut menghadapi persalinan.

Apa perbedaan peran bidan dan dokter dengan doula ini?

Jadi, dokter dan bidan memiliki kemampuan untuk membantu proses melahirkan, membantu bayi lahir dan memberikan obat dan terapi yang diperlukan saat persalinan sedangkan doula tidak bisa melakukan itu. Doula sama sekali tidak boleh melakukan tindakan medis.

Kapan ibu bisa mulai menggunakan jasa doula?

Ibu hamil bisa meminta bantuan/jasa doula sejak kehamilan trimester kedua dan ketiga misalnya di kehamilan usia 32 minggu. Bersama doula, ibu akan mendiskusikan tentang rencana persiapan persalinan, apakah melahirkan normal atau tidak, apa yang perlu disiapkan, kira-kira apa yang akan dihadapi saat persalinan, bagimana mengelola stres, bagaimana menghadapi nyeri persalinan, bagaimana cara agar rileks saat melahirkan, dll.

Pasca melahirkan jasa doula ini akan sangat bermanfaat untuk membantu merawat bayi, memberikan saran terbaik terkait kondisi ibu pasca melahirkan, membantu memanage tekanan atau stress postpartum. Hanya, jasa doula pasca melahirkan ini di masyarakat kita belum sepopuler di luar negeri.

Apa yang bisa dilakukan pendamping persalinan?

Pendamping persalinan ini diharapkan bisa membantu bidan atau dokter dan ibu melahirkan sehingga bisa berperan membantu proses persalinan yang aman dan lancar.

Pendamping persalinan tidak perlu lagi bingung mengenai apa yang harus atau sebaiknya dilakukan. Mungkin sebagai pendamping persalinan, karena tidak tahu apa yang harus dilakukan kita malah tidak melakukan apa-apa karena takut salah.

Pendamping persalinan baik keluarga (suami atau kerabat) maupun pendamping persalinan profesional bisa memberikan dukungan seperti:

1. Tenang dan tidak panik.

Berusahalah tetap tenang saat ibu melahirkan merasakan nyeri kontraksi. Berikan dorongan atau semangat kepada ibu melahirkan untuk tetap tenang dan rileks. Bantu ibu hamil mengikuti petunjuk dokter untuk mengatur pernapasan saat kontraksi datang.

2. Membantu memijat ibu melahirkan.

Biasanya ibu melahirkan akan lebih nyaman saat dipijat. Pijat kepala/wajahnya untuk membantunya rileks.

Pijatan pada punggung juga biasanya akan membantu ibu mengurangi nyeri saat melahirkan. Ibu melahirkan bisa mengarahkan pendamping persalinan, suaminya misalnya apabila ingin dipijat di daerah tertentu.

Pijatan ini bisa di daerah leher, sepanjang punggung, daerah punggung dekat tulang ekor (punggung bawah), bokong, dll.

3. Tanyakan ke ibu melahirkan apa yang dia butuhkan.

Tanyakan apa yang bisa membuatnya nyaman atau bisa membuatnya merasa lebih enak, kurang nyeri, dll.

Jika ibu hamil tidak ingin disentuh atau dipijat, jangan lakukan itu. Cukup dampingi saja.

4. Membantu menopang dia.

Kadang ada ibu melahirkan yang ingin duduk dengan posisi tertentu. Suami atau pendamping bisa ikut duduk atau naik di tempat tidur untuk membantu menopang punggungnya.

Bantu ibu hamil merubah posisi sesuai yang dia rasakan nyaman. Posisi yang lebih baik biasanya akan membantu mengurangi nyeri yang muncul terutama saat kontaksi datang.

5. Membantu kompres daerah leher, punggung atau wajah.

Kompres dengan air dingin pada daerah tersebut bisa membantu mengurangi nyeri dan membuat ibu merasa segar.

6. Membantu ibu hamil mandi atau ke toilet untuk buang air kecil.

Mandi dengan shower atau berendam di bathtub sebelum melahirkan sangat dianjurkan karena selain bisa membuat ibu merasa segar juga membantu menciptakan suasana rileks sehingga ibu bisa mengatasi nyeri saat melahirkan.

Buang air kecil juga dianjurkan saat melahirkan apabila masih memungkinkan. Kalau kandung kemih kosong, dokter tidak perlu lagi menggunakan kateter untuk mengosongkan kandung kemih ibu hamil.

Kandung kemih yang penuh bisa mengganggu kemajuan persalinan karena mengurangi efektivitas kontraksi rahim dan turunnya bayi. Persalinan bisa lebih lama hanya karena kandung kemih penuh.

7. Membantu menawarkan minum dan makan.

Ya, saat melahirkan ibu masih bisa makan dan minum. Tentu disesuaikan dengan keadaan. Fase-fase awal melahirkan, saat masa pembukaan, sebelum diminta untuk mendorong (mengejan) ibu bisa makan dan minum kalau ingin.

Melahirkan adalah ‘pekerjaan’ yang berat dan memerlukan energi.

Di sela-sela kontraksi saat ibu rileks, tawarkan minum, jus, susu atau sekedar air minum. Ini akan membantu ibu mendapatkan energi baru untuk lebih kuat mendorong. Kita tentu saja tidak ingin ibu hamil lemas dan kehabisan energi padahal bayi masih ada di dalam.

8. Sabar dan selalu mengingatkan untuk rileks dan mengatur pernapasan.

Kadang saat melahirkan, ibu melahirkan bisa sangat frustasi atau emosional. Dia bisa saja marah, kesal, mengeluarkan kata-kata kasar, memukul dan lain sebagainya. Ini kami sendiri kadang alami, meskipun tidak sering.

Hal ini pada dasarnya bisa dimaklumi karena nyeri melahirkan bisa sangat sulit diatasi oleh ibu melahirkan.

Tugas kita adalah tetap menenangkannya dan tetap memberinya semangat. Bantu dia, kalau perlu ikut bernapas, sesuai dengan yang sudah kami bahas di blog ini, bernapas secara teratur dan menghindari cara bernapas yang salah (napas pendek-pendek) karena itu tidak baik. Napas pendek-pendek, selain membuat ibu cepat lelah, juga berbahaya untuk janin karena bayi di dalam rahim tidak mendapatkan oksigen yang cukup.

Nah, itulah kira-kira yang bisa dilakukan pendamping persalinan. Jika Anda ibu hamil yang akan segera melahirkan berikan ini kepada suami atau siapapun yang akan mendampingi saat melahirkan sehingga mengetahui apa yang sebaiknya dilakukan.


Cek tulisan terbaru.
Lihat tips dan topik lainnya.

Bantu Moms dan Dads lainnya dengan share tulisan ini ke Facebook, Twitter dan WhatsApp.