Penyebab ASI Kurang Dan Cara Meningkatkan Kembali Suplai ASI

Penyebab ASI Kurang Dan Cara Meningkatkan Kembali Suplai ASI

Memberikan asi berbeda dengan memberikan susu formula. Menyusui, kita tidak bisa melihat berapa banyak asi yang sudah diminum bayi. Dengan susu formula kita bisa melihat langsung berapa banyak susu yang sudah diminum bayi.

Ini yang kadang membuat banyak ibu khawatir apakah produksi asinya cukup? Apakah bayi mendapatkan asi yang cukup?

ASI diproduksi secara alamiah oleh tubuh ibu dimana produksinya dipengaruhi oleh suplai dan permintaan (demand). Semakin sering bayi menyusu dan semakin banyak asi yang diminum (demand) maka produksi asi akan semakin bertambah (suplai).

Jadi, ketakutan kalau produksi asi kurang bisa saja benar tapi bisa saja tidak. Ada beberapa hal yang bisa menyebabkan suplai asi berkurang.

Hal-hal yang bisa menyebabkan produksi asi berkurang.

Kita sudah tahu kalau semakin sering bayi menyusu atau semakin sering payudara dipompa (permintaan meningkat berarti), suplai asi juga akan bertambah. Jadi, kalau permintaan atau demand asi berkurang produksi asi juga akan ikut berkurang.

Cara meningkatkan suplai asi sehingga kebutuhan bayi terpenuhi.

Keadaan yang menyebabkan asi berkurang biasanya berhubungan dengan hal di bawah ini.

1. Memberi susu formula ke bayi.

Ya, menambahkan susu formula sebagai suplementasi asi ikut berkontribusi menurunkan suplai asi. Dengan minum susu formula, bayi akan semakin jarang menyusu dan semakin sedikit asi yang dikeluarkan kelenjar penghasil asi. Ini akan mengirimkan sinyal ke pusat untuk menurunkan produksi asi karena asi tidak dibutuhkan lagi dalam jumlah besar.

Kekhawatiran bahwa asi tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan bayi dan tergoda untuk memberikan susu formula justru hanya akan membuat asi semakin sedikit dan bayi akan semakin tergantung dengan sufor.

2. Menyusui hanya sebentar.

Hal ini secara tidak sadar bisa berkontribusi dalam menurunkan jumlah asi moms. Apabila ibu menyusuinya hanya sebentar, misalnya 5 menit tiap payudara, itu akan mengirim sinyal ke tubuh untuk menurunkan produksi asi karena kebutuhannya hanya segitu (sedikit). Payudara yang saat menyusui asinya tidak dihabiskan, tidak benar-benar dikosongkan tidak akan memproduksi asi yang lebih.

Tidak hanya itu, ibu yang menyusuinya sebentar dan tidak menyusui sampai tetes asi terakhir bayinya tidak akan mendapatkan zat gizi lemak yang dikandung asi. Lemak bermanfaat ini hanya dikeluarkan di akhir-akhir sisa asi saat menyusui.

3. Pengunaan empeng (pacifier).

Meskipun tidak semua bayi akan mengalami ini. Penggunaan empeng/dot akan mengurangi waktu bayi mengisap untuk menyusui. Akibat menyusuinya berkurang, asi yang diproduksi akan berkurang.

4. Tidak sering menyusui.

Menyusui bisa sangat melelahkan bagi ibu. Karena capek, ingin istirahat dan penyebab lainnya ibu bisa saja menunda untuk menyusui bayinya dan memberikannya dengan interval yang cukup lama, bisa sampai 4 jam.

BACA JUGA: Vitamin Dan Suplemen Untuk Ibu Menyusui. Perlukah? Amankah Konsumsinya Pada Ibu Menyusui?

Keadaan ini akan mengurangi rangsangan ke payudara akibat jarangnya aktivitas menyusui sehingga produksi asi dikurangi. Akibatnya bayi tidak akan mendapatkan asi yang cukup.

Bagaimana mengetahui kalau ibu memiliki asi yang kurang.

Berikut ini adalah tanda yang tidak bisa dijadikan dasar untuk menilai atau menentukan apakah asi cukup atau tidak:

  • Payudara terasa penuh atau kosong.
  • Adanya sensasi refleks pengeluaran asi (letdown reflex).
  • Lama dan seringnya menyusui.
  • Bayi meminum habis asi perahnya di botol.
  • Tidak adanya asi yang tumpah (tercecer) saat menyusui.
  • Jumlah asi yang masih banyak tersedia saat dipompa.

Hal-hal di atas tidak bisa dijadikan dasar untuk menilai apakah asi yang kita berikan cukup atau tidak.

ASI dikatakan kurang apabila tidak memenuhi satu atau beberapa hal berikut:

  • Buang air besar bayi.

Bayi mendapatkan asi yang cukup apabila popoknya diganti paling tidak 5 kali dalam sehari, pupnya lumayan banyak berwarna agak kekuningan dengan butiran-butiran kecil.

Pada bayi yang berumur kira-kira 2 atau 3 bulan, ia akan semakin jarang buang air besar, biasanya menjadi 1 kali per hari saja atau setiap 2 hari sekali.

  • Buang air kecil bayi.

Indikatornya adalah popoknya yang cukup basah setiap kali ganti popok. Bayi biasanya ganti popok 8 sampai 10 kali per hari pada bulan-bulan awal pasca lahir.

  • Warna urin/kencing bayi bayi tidak berwarna.

Ini artinya cairan yang masuk ke bayi mencukupi. Adanya urin yang terlihat pekat menandakan bayi tidak mendapatkan cairan yang cukup.

  • Bayi terlihat menelan saat menyusui.

Ini artinya ada aliran asi yang masuk ke mulut bayi. Apabila bayi mom menyusunya kalem, apabila berat badannya tetap naik/bertambah itu artinya asinya cukup dan tidak ada yang perlu moms dikhawatirkan.

  • Bayi terlihat puas setelah menyusui.

Ya, sama seperti kita kalau sehabis makan banyak, bayi akan terlihat puas dan mungkin akan tertidur. Bayi yang menyusunya belum cukup karena belum kenyang ia akan menangis dan rewel, meskipun rewel dan menangis tidak selamanya berarti asi kurang.

Bayi yang terlihat sehat, aktif dan ceria tidak ada yang perlu ibu khawatirkan.

  • Berat badan bayi bertambah.

Ini adalah indikator paling jelas untuk menentukan apakah bayi mendapatkan makan/asi yang cukup. Kenaikan berat badan bayi rata-rata 4 sampai 7 ons per minggu menandakan bayi mendapatkan intake asi yang cukup.

BACA JUGA: Ciri-ciri Dan Tanda Bayi Sehat, Salah Satunya Jarang Menangis

Nah, bagaimana meningkatkan suplai asi kalau asi ibunya kurang?

Apabila melihat beberapa hal di atas dan sudah konsultasi ke dokter dan ternyata memang asi kita kurang, apa yang sebaiknya dilakukan?

Ada beberapa cara yang bisa moms lakukan untuk meningkatkan produksi asi:

  • Memastikan posisi menyusui sudah tepat, nyaman untuk ibu dan bayi. Moms bisa mencoba beberapa posisi menyusui yang dirasa paling nyaman. Perbaiki juga perlekatan mulut bayi ke puting saat menyusui (latch on yang baik.)
  • Menyusui dengan kedua payudara secara bergantian dan mengosongkan payudara. Biasanya menyusui 15 menit tiap payudara dianggap cukup tapi sebaiknya biarkan bayi yang menentukan kalau dia sudah kenyang atau tidak mau lagi tanpa melihat jam.
  • Berikan asi ke bayi berdasarkan keinginan bayi (on demand), bukan berdasarkan jadwal. Menyusuilah setiap 2-3 jam di bulan-bulan awal bayi dan hindari pemberian asi dengan interval yang panjang.

Bayi memiliki lambung yang kecil sehingga ia tidak bisa minum asi dalam jumlah banyak meskipun demikian ia juga butuh nutrisi untuk mendukung pertumbuhannya sehingga asi harus diberikan sering.

  • Apabila bayi mom suka tertidur saat menyusu (sleepy feeder) moms bisa memberikan payudara lain secara bergantian sehingga tiap payudara memiliki kesempatan yang sama dan menjamin produksi asi tetap terjaga.
  • Hindari menggunakan empeng/dot dan susu botol (sufor).
  • Ibu sebaiknya menghindari stres, rasa khawatir, frustasi, tetap menjaga kesehatan dan asupan makan, termasuk menjaga waktu tidur. Di awal-awal kelahiran bayi, waktu tidur moms mungkin tidak akan teratur, tapi yakinlah kalau itu hanya bersifat sementara dan ada beberapa hal yang moms bisa lakukan untuk mengatasi ini dan sudah kami jelaskan di bagian lain di website ini.
  • Suplai asi dapat di-boost dengan memompa asi diantara waktu menyusui, ini kalau ibu masih sempat dan tidak terlalu kelelahan. Ini akan membuat tubuh mengirim sinyal ke payudara untuk memproduksi asi lebih.
  • Yang tak kalah penting, selalu cukup minum air agar kebutuhan cairan terpenuhi. Hal sederhana tapi sangat berpengaruh sehat tidaknya kita.

Cek tulisan terbaru.
Lihat tips dan topik lainnya.

Bantu Moms dan Dads lainnya dengan share tulisan ini ke Facebook, Twitter dan WhatsApp.