Penyebab Melahirkan Sulit Atau Lama, Berat Badan Berpengaruh

Penyebab Melahirkan Sulit Atau Lama, Usia Berpengaruh

Harapan setiap ibu melahirkan adalah, masuk ke kamar bersalin lalu mendorong bayi hingga bayi keluar tanpa adanya penyulit atau masalah. Meski demikian, tidak semua ibu akan mengalami itu, sayangnya ada ibu yang membutuhkan waktu yang lebih lama untuk melahirkan.

Persalinan yang panjang atau lama, biasa juga disebut dengan prolonged labor, bisa berlangsung sampai lebih dari 20 jam untuk ibu yang pertama kali melahirkan (melahirkan anak pertama) atau lebih dari 14 jam untuk ibu yang sebelumnya pernah melahirkan.

Dikatakan juga persalinan lama apabila pembukaan (dilatasi) serviksnya (mulut rahim) kurang dari 1 sentimeter tiap jam (serahkan ke dokter yang memeriksanya).

Kita perlu mengetahui kenapa proses melahirkan sulit atau lama (prolonged labor) sehingga kita bisa menghindari ini tidak terjadi pada kita, atau kalaupun terjadi, kita tahu bagaimana cara mengatasinya.

Susah melahirkan, penyebab dan cara mengurangi resiko persalinan yang sulit dan lama.

Apa yang menyebabkan sehingga proses melahirkan menjadi sulit dan lama?

Persalinan yang susah atau lama bisa disebabkan oleh beberapa hal seperti:

1. Bayi atau janin yang terlalu besar.

Persalinan yang lama akibat persalinan yang tidak maju bisa disebabkan oleh bayi yang besar sehingga sulit melewati jalan lahir.

Janin dapat tumbuh terus setelah waktu perkiraan lahirnya lewat sehingga dia dapat menjadi lebih besar. Pada ibu yang mendapatkan diabetes (penyakit gula) saat hamil juga memiliki kecenderungan untuk memiliki bayi yang besar (makrosomia).

Selain itu, melahirkan bayi kembar juga bisa menyebabkan persalinan lama.

Karena alasan ini, persalinan biasanya dilanjutkan dengan operasi (sectio cesarea) untuk mencegah penyulit lainnya seperti perineum (bagian antara anus dan vagina) robek.

2. Posisi janin bukan letak kepala (sungsang).

Umumnya posisi untuk lahir yang ideal adalah kepala bayi berada di bawah. Posisi kaki bayi yang di bawah, bokong (sungsang) atau posisi kepala tapi tidak pas (miring) bisa mempengaruhi kemajuan persalinan.

Pada usia kehamilan 34 minggu, posisi janin biasanya masih bebas dan akan menyesuaikan sendiri menjelang usia kehamilan 38-40 minggu dengan kepala berada di bawah, kaki di bawah dan tangan lurus searah kaki.

Posisi bukan kepala, bokong misalnya akan ditentukan oleh dokter apakah akan tetap melahirkan secara normal atau operasi, dengan mempertimbangkan resiko dan hal lainnya.

Disinilah pentingnya pemeriksaan saat hamil perlu dilakukan, diantaranya pemeriksaan USG untuk melihat posisi janin. Dengan mengetahui lebih awal letak janin dokter bisa melakukan intervensi untuk memperbaiki posisi janin apabila posisinya kurang baik.

3. Panggul sempit atau ada kelainan lain.

Umumnya wanita memiliki panggul yang cukup untuk melahirkan secara normal. Meskipun demikian, kadang wanita memiliki pinggul yang kecil sehingga mempersulit keluarnya bayi. Selain itu adanya kelainan lain pada serviks (bibir rahim), vagina, ada tumor, dll dapat mengganggu kelancaran persalinan.

Seharusnya kelainan ini sudah bisa temukan saat pemeriksaan kehamilan di dokter. Pemeriksaan dalam misalnya, akan membantu dokter menentukan apakah ada kelainan atau tidak di jalan lahir, apakah ada hambatan pada jalan lahir atau tidak.

4. Kontraksi (his) yang tidak cukup kuat.

Persalinan yang lama umumnya disebabkan oleh kontraksi yang tidak cukup kuat. Kontraksi sangat penting saat melahirkan untuk membantu terbukanya serviks dan mendorong bayi keluar.

Kontraksi yang tidak kuat akan dirasakan lemah, sedikit-sedikit dan tidak terlalu mendorong. Itulah pentingnya ibu dijaga tetap kuat saat melahirkan dengan makan dan minum yang cukup. Menjelang waktu persalinan pun diharapkan ibu untuk istirahat yang cukup dan menjaga makannya.

Saat kontraksi tidak kuat, dokter biasanya akan melakukan intervensi dengan melakukan induksi. Pemberian obat melalui infus sedikit demi sedikit untuk menguatkan kontraksi rahim. Biasanya dengan cara ini akan berhasil, tapi kalau tidak, melakukan operasi caesar adalah jalan terakhir.

BACA JUGA: Mempersiapkan Diri Baik Fisik Maupun Mental Menghadapi Persalinan

Apa saja yang meningkatkan resiko terjadinya persalinan lama?

Ada beberapa faktor yang bisa menyebabkan terjadinya persalinan lama seperti:

1. Obesitas.

Berat badan berlebih yang disertai dengan masalah kesehatan lain seperti diabetes kehamilan (gestational diabetes), hipertensi kehamilan (tekanan darah tinggi saat hamil) dapat menyebabkan bayi lebih besar dari ukuran umumnya.

Selain itu, penumpukan lemak berlebih sekitar jalan lahir juga berkontribusi untuk mempersulit keluarnya bayi saat melahirkan.

2. Terlalu kurus saat hamil (berat badan rendah).

Terlalu gemuk tidak baik, tapi terlalu kurus juga tidak baik. Meskipun kurus, kita mungkin merasa kuat tapi secara fisik kita sebenarnya tidak kuat apalagi untuk menghadapi persalinan yang membutuhkan tenaga ekstra.

Kurus saat hamil selain berarti bayi tidak mendapatkan nutrisi yang cukup juga berarti kita tidak mendapatkan nutrisi yang cukup untuk diri kita sendiri, makanya berat badan kita kenaikannya kurang dari umumnya kenaikan berat badan yang normal ibu hamil.

Hindari diet saat hamil dan ikuti anjuran dokter untuk menjaga kenaikan berat badan terjaga tetap terkontrol tak berlebih. Kenaikan berat badan selama hamil adalah 11-16 kg, dengan penambahan setengah sampai 2 kilogram lebih di trimester pertama (3 bulan pertama), setiap minggu naik setengah kilogram di trimester berikutnya.

3. Massa otot berkurang.

Mendekati masa akhir-akhir kehamilan ibu mungkin akan makin malas bergerak, mengurangi gerak yang menyebabkan menurunnya massa otot dan kekuatan otot. Massa dan kekuatan otot yang berkurang akan mengurangi kemampuan kita untuk mendorong saat melahirkan.

Jadi tidak ada salahnya kalau kita mengikuti saran bahwa saat hamil kita harus tetap aktif dan rajin berolahraga, meskipun itu hanya jalan kaki beberapa menit, 3-4 kali seminggu.

4. Umur ibu saat hamil (terlalu muda atau terlalu tua).

Umur ibu secara tidak langsung berpengaruh terhadap lama tidaknya waktu persalinan.

Usia ibu yang terlalu muda, kurang dari 15 tahun dapat mengalami kesulitan saat melahirkan. Tubuh yang masih terlalu muda tidak cukup kuat untuk mengatasi perubahan hormon dan fisik yang dialami saat hamil, meningkatkan resiko terjadinya kurang darah (anemia), mendapat hipertensi atau melahirkan bayi prematur.

BACA JUGA: Melahirkan Dengan Cara Induksi Juga Spesial. Ini Yang Moms Perlu Tahu

Ibu yang hamil dan melahirkan pada usia tua, atau usia lebih dari 35 tahun, memiliki resiko tinggi untuk mendapatkan hipertensi saat hamil, plasenta terlepas (placental abruption), plasenta letak rendah (placenta previa), kontraksi tidak kuat serta resiko lainnya. Kesulitan ini bisa membuat persalinan menjadi lebih sulit dan lebih lama.

Cara agar persalinan lancar, mengurangi resiko persalinan yang lama.

Tips sederhana yang mungkin sering kita abaikan dapat membantu kita mengatasi mencegah terjadinya persalinan yang lama.

1. Menjaga tubuh selalu fit dan sehat, makan makanan yang sehat.

Jaga makanan dan kondisi tubuh selalu sehat. Makan makanan yang bergizi dan pastikan kita memiliki kenaikan berat badan yang normal sesuai yang direkomendasikan.

Hindari makan makanan yang tidak sehat, junk food, kurangi makanan dan minuman yang mengandung banyak gula.

Menjaga tubuh tetap berenergi sampai saatnya waktu melahirkan, kenaikan berat badan yang terjaga saat hamil akan mencegah kita mendapatkan berat badan yang berlebih, bayi yang tidak terlalu besar dan menurunkan resiko terkena diabetes dan hipertensi saat hamil.

2. Berolahraga secara teratur.

Olahraga yang teratur sesuai dengan yang direkomendasikan untuk ibu hamil akan menjaga kita tetap aktif, mempersiapkan tubuh untuk menghadapi persalinan, memperkuat otot-otot panggul.

Lakukan olahraga ringan seperti jalan kaki, hindari latihan yang berlebih karena dapat berbahaya untuk janin dan menyebabkan nyeri punggung atau lutut.

Saat usia kehamilan 36-40 minggu, melakukan olahraga mungkin akan sulit tapi cobalah berjalan 30-40 menit setiap hari. Ini akan membantu kita saat melahirkan nanti.


Cek tulisan terbaru.
Lihat tips dan topik lainnya.

Bantu Moms dan Dads lainnya dengan share tulisan ini ke Facebook dan WhatsApp.