Peran Dan Tanggung Jawab Kakek Dan Nenek Dalam Merawat Bayi

Peran Dan Tanggung Jawab Kakek Dan Nenek Dalam Merawat Bayi

Kakek dan nenek, terutama nenek, adalah orang penting di keluarga dalam merawat dan membesarkan buah hati. Perannya bahkan bisa sangat besar bila kakek dan nenek tinggal serumah dengan ayah dan ibu.

Selain memberikan bantuan untuk merawat dan mengurus buah hati, seperti menjaganya, membantu menidurkan, kakek dan nenek tanpa diragukan lagi akan memberikan kasih sayang yang besar yang tidak bisa buah hati dapatkan dari orang lain.

Orang tua biasanya akan sangat senang apabila dilibatkan dalam pengasuhan anak. Sayangnya, keterlibatan itu bisa mengakibatkan konflik, ketidaksetujuan karena nilai yang dianut oleh orang tua berbeda dengan Mom dan hal lainnya.

Jaman berubah, kebiasaan Mom juga berubah, pemahaman Mom tentang merawat dan membesarkan anak juga berubah. Ada hal-hal yang diyakini kakek dan nenek bisa saja saat ini sudah tidak dipakai lagi atau tidak sesuai dengan perkembangan jaman.

Untuk itu, kakek dan nenek perlu mengetahui beberapa hal sehingga perawatan dan pengasuhan bayi menjadi lebih baik, pertumbuhan dan perkembangan anak menjadi lebih optimal.

Perlu dipahami bahwa baik Mom, sebagai orang tua bayi, maupun kakek dan neneknya memiliki niat atau maksud yang baik. Semuanya ingin memberikan yang terbaik untuk si kecil. Oleh karena itu saat terjadi perbedaan bicarakanlah dengan baik tanpa perlu membesar-besarkan masalah.

Neneknya bayi perlu tahu ini. Dukungan yang diberikan dalam merawat dan membesarkan cucu.

Nah, bagi kakek dan nenek perlu memahami beberapa hal berikut:

Dukung agenda Ayah dan Ibunya cucu kita untuk membesarkan buah hati.

Tidak ada dukungan yang lebih besar dari memberikan kesempatan kepada Ayah dan Ibunya cucu kita untuk mengasuh anaknya sesuai dengan yang dia inginkan.

Setiap keluarga punya strategi/metode dan tujuan yang ingin dicapai. Begitu pun dengan anak kita, orang tuanya cucu kita. Dulu dia dibesarkan dengan cara tertentu yang tentu saja ada hal yang baik dan ada hal yang kurang baik.

Berdasarkan pengalaman dia, apa yang sudah dia alami, pengetahuan baru yang dia dapatkan tentu akan mempengaruhi bagaimana dia ingin membesarkan buah hati kita. Meskipun kakek dan nenek menganggap bahwa kita memiliki pengetahuan atau pengalaman yang lebih banyak bukan berarti semua yang kita pahami dapat diterapkan untuk cucu kita.

Positifnya adalah kita bisa senang karena kita tahu orang tua cucu kita serius dalam mengasuh dan mendidik anaknya. Kita tinggal mendukungnya dari belakang.

Pemahaman dulu berbeda dengan sekarang, tidak bisa dipakai lagi sekarang.

Ilmu pengetahuan berkembang, hal-hal yang dulunya dianggap benar belum tentu sekarang masih bisa diterapkan.

Contohnya:

1. Tidur aman bayi.

Sebagian besar kakek dan nenek mungkin mengganggap bayi tidur tengkurap itu boleh-boleh saja. Bagi ibu jaman now, itu sudah tidak berlaku lagi. Umumnya dokter dan ahli merekomendasikan bayi untuk tidur terlentang, apalagi di usia-usia awal bayi karena tidur tengkurap (posisi perut) dianggap berbahaya. Beresiko untuk bayi mengalami kematian mendadak akibat tidak bisa bernapas.

BACA JUGA: Cara Merawat Bayi Baru Lahir Yang Orang Tua Baru Seharusnya Tahu

2. Penggunaan gurita.

Saat ini penggunaan gurita tidak dianjurkan lagi karena selain tidak nyaman bagi bayi, juga dapat membuat bayi tidak bebas bernapas karena tekanan dari gurita.

Masih banyak lagi hal lainnya, mungkin akan kita bahas di lain waktu di sini. Di bukunya dr. Eiyta Ardinasari, Bayi 1 Tahun Pertama, juga sudah dibahas secara detail kebiasaan-kebiasaan ini yang mungkin tidak kita sadari sebenarnya tidak baik bagi bayi.

Beri kesempatan Mom mengetahui (menyaksikan) sendiri pertama kali milestone bayinya.

Saat pertama kali dia bisa membalikkan badannya, saat pertama kali dia bisa duduk sendiri, bangkit berdiri, first stepnya (langkah pertama dia), pertama kali menyebut “ma.. ma.. ” dan lain-lain, biarkan Mom mengetahuinya sendiri.

Kita bisa saja menyaksikan itu pertama kali karena kita lebih sering bersama bayi karena Ibunya bekerja misalnya, tapi akan lebih baik kalau kita bersabar dan membiarkan milestone bayi itu menjadi elemen surprise (kejutan) bagi ibu.

Bagi Mom itu adalah momen penting dalam hidupnya dan menahan diri untuk tidak memberi tahunya dan membiarkannya mengalaminya untuk pertama kalinya sendiri akan lebih baik.

Tidak selamanya apa yang kita pikirkan akan baik untuk Ayah dan Ibu bayi.

Membantunya merapikan kamar belum tentu baik untuk Ayah dan Ibu bayi. Bisa saja itu hanya akan menyulitkan dia mencari barang yang dibutuhkannya dengan cepat.

Tanyakan apa yang bisa kita lakukan untuk membantu. Inisiatif sendiri baik tapi jangan sampai itu hanya akan memicu stres Ayah dan Bunda, membuatnya lebih repot dan lain-lain. Hal seperti membantu ke pasar atau ke supermarket belanja, membawa pakaian kotor ke laundry mungkin akan membantu.

Kakek dan nenek keduanya sama penting dalam pengasuhan bayi.

Kakek dan nenek seharusnya sadar bahwa keduanya sebaiknya terlibat dalam pengasuhan bayi untuk membantu perkembangan dan pertumbuhan bayi. Tidak ada yang namanya, nenek lebih penting dari kakek dan sebaliknya.

Kakek dan nenek seharusnya fokus untuk mengasuh bayi tanpa perlu mempermasalahkan keterlibatan nenek lebih besar dari kakek atau sebaliknya. Kalau nenek dan ibu bayi kelihatan lebih dekat dibandingkan dengan kakek, kakek tidak perlu merasa tersisih atau tidak dianggap penting karena secara naluriah ibu dan nenek adalah teman baik, lebih dekat secara psikologis dan lebih saling percaya diantara mereka.

BACA JUGA: Merawat Bayi Agar Senantiasa Sehat, Terjaga Keselamatan Dan Keamanannya

Tidak mengajukan saran kecuali diminta.

Kakek dan nenek tidak perlu menyampaikan saran dengan nada pertanyaan yang menunjukkan kalau kita lebih tahu, misalnya: “Bukannya pakai dot untuk bayi tidak baik ya?” atau “Si dede harus makan lagi ya?” atau pertanyaan-pertanyaan mirip lainnya.

Kenapa kita sebaiknya tidak menanyakan hal-hal seperti itu? Karena kita tahu, banyak hal yang harus dikerjakan oleh ibu, terutama ibu yang pertama kali memiliki bayi, apalagi di minggu-minggu awal kelahiran, karena selain tekanan fisik (baru sembuh dari operasi caesar, sakit pasca melahirkan) ibu juga harus menanggung beban psikis. Kita tidak perlu membebaninya lagi dengan saran yang membuatnya merasa tidak nyaman (semakin tertekan).

Berikanlah saran saat diminta tanpa memberikan saran yang bernada menggurui atau bahkan lebih buruk, bernada sinis.

Menahan diri (bersabar) dan berikan kesempatan ibu untuk belajar.

Ya, tahan diri untuk langsung memberikan komentar atau saran, bagaimana seharusnya ibu melakukan sesuatu. Ibu-baru perlu belajar dan melakukan kesalahan adalah hal yang biasa, seperti halnya kita dulu saat merawat dia yang juga melakukan banyak kesalahan.

Tidak perlu terburu-buru atau mengharapkan ia bisa mengasuh bayi dengan baik dengan cepat. Dengan begitu, Ayah dan Ibu akan lebih tegar, lebih kuat membina keluarga. Pengalaman yang ia rasakan juga akan lebih membekas.

Jadi, Nenek dan Kakek hindari mengatakan seperti, “Kan ibu bilang juga apa..”, “Kan tadi sudah dibilang.”, “Itu salah”, dan lain-lain.

Tanpa kita memberikan saran pun, Ayah dan Ibunya cucu kita akan dengan sukarela bertanya ke kita, meminta saran ke kita apabila dia membutuhkannya. Ke siapa lagi dia akan bertanya padahal kita yang paling dekat dengan dia?


Cek tulisan terbaru.
Lihat tips dan topik lainnya.

Bantu Moms dan Dads lainnya dengan share tulisan ini ke Facebook dan WhatsApp.